Kesehatan Umum

Batu Empedu

CHOLELITHIASIS

Pengertian Batu Empedu

Pada kondisi normal empedu dibentuk oleh hati kemudian ditransfer untuk disimpan di kantong empedu hingga dibutuhkan oleh tubuh. Cairan empedu mengandung air, kolesterol, lemak, garam empedu, protein dan bilirubin. Empedu dikeluarkan melalui saluran empedu menuju ke usus halus untuk membantu proses pencernaan makanan.

Batu empedu disebut juga cholelithiasis. Batu empedu merupakan istilah untuk terjadinya pembentukan material benda padat berasal dari endapan komponen empedu di kantong empedu. Sebagian besar batu empedu dibentuk dari material kolesterol atau bilirubin akibat mengalami pengerasan.

Ukuran batu bisa hanya sebesar butiran pasir hingga sangat besar seukuran bola golf. Jumlah batu bisa tunggal berukuran besar, bisa pula ratusan batu berbagai ukuran. Batu empedu umumnya ditemukan di kantung empedu, namun juga bisa berpindah ke saluran ductus sistikus kemudian ke saluran empedu menjadi batu saluran empedu. Sebagian besar batu empedu tidak menimbulkan keluhan gejala sakit sehingga banyak orang tidak menyadari keberadaan batu empedu.

Tipe batu empedu:

  • batu kolesterol: warna biasanya kuning kehijauan, sebagian besar tersusun dari kolesterol
  • batu pigmen: warna lebih gelap, terbentuk dari bilirubin

batu empedu.jpg Batu Empedu (sumber gambar NIDDK)

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Empedu

Batu empedu terbentuk jika cairan empedu mengandung tinggi kadar kolesterol atau tidak dikosongkan dengan sempurna dari kantong empedu. Risiko wanita rentan mengalami penyakit batu empedu dua kali lipat dibandingkan pria. Hormon estrogen bisa meningkatkan kadar kolesterol di cairan empedu serta memperlambat gerakan pengosongan dari kantong empedu. Kehamilan, pemakaian kontrasepsi hormonal juga obat terapi hormon bisa meningkatkan risiko yang ada.

Risiko penyakit batu empedu meningkat jika ada riwayat dalam keluarga, mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas/kegendutan, pola makan tinggi-lemak, pola makan tinggi-kolesterol, usia lebih dari 60 tahun, ras tertentu seperti Indian atau Mexico-American, dalam terapi obat penurun kolesterol, atau memiliki riwayat penyakit diabetes. Kondisi sirosis hati, infeksi traktus biliaris dan anemia sel bulan sabit bisa meningkatkan risiko pembentukan pigmen batu empedu.

Kondisi berikut ini bisa meningkatkan risiko terjadinya batu empedu:

  • sirosis
  • infeksi pada saluran empedu
  • anemia hemolitik, contohnya anemia sel sabit
  • penyakit pada usus, contohnya Crohn’s disease
  • kadar trigliserida darah tinggi
  • kadar kolesterol HDL rendah
  • sindroma metabolik
  • resistensi insulin dan diabetes

Batu empedu juga terkait dengan kondisi obesitas. Obesitas meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu. Namun, menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu singkat, diet yo-yo, crash diet, weight cycling juga bisa meningkatkan kemungkinan batu empedu. Pola makan tinggi kalori, tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat juga terkait dengan pembentukan batu empedu.

Proses Terjadinya Batu Empedu

Batu empedu terbentuk akibat tingginya kadar kolesterol dalam kantung empedu. Jika terjadi gangguan aliran cairan empedu dan gerakan usus maka cairan empedu akan semakin lama berada dalam kantung empedu. Kolesterol kemudian mengalami kristalisasi hingga terbentuk batu kolesterol. Batu pigmen terbentuk jika terjadi infeksi saluran empedu, stasis saluran empedu, malnutrisi dan faktor pola makan.

Tanda dan Gejala Penyakit Batu Empedu

Terdapat kondisi dimana batu empedu tidak menimbulkan keluhan gejala, batu empedu menimbulkan keluhan gejala sakit dan gejala komplikasi batu empedu. Saat batu keluar kemudian menyumbat saluran akan timbul nyeri perut yang disebut kolik bilier.

Batu empedu terkadang tidak menimbulkan keluhan gejala hingga bertahun-tahun. Namun serpihan batu empedu saat menyumbat saluran empedu bisa menimbulkan keluhan nyeri perut kolik bilier. Timbul nyeri perut dari perut atas atau epigastrium, namun bisa juga di perut sebelah kiri atau prekordial. Nyeri bertambah buruk setelah selesai makan, saat petang atau di malam hari. Keluhan tanda gejala sakit batu empedu bisa disertai mual, muntah, demam, badan terasa meriang, kulit bisa berwarna kekuningan (jaundice) juga sangat kesakitan.

Serangan nyeri bisa muncul kembali jika telah pernah mengalami nyeri kolik bilier. Pada saat batu sudah keluar biasanya nyeri menghilang. Batu empedu yang tidak menyumbat saluran biasanya tidak menimbulkan keluhan gejala sehingga disebut silent gallstone. Batu empedu di kantung empedu jika tidak bergejala tidak menimbulkan gangguan pada fungsi hati, kantung empedu atau pankreas.

Segera periksa ke UGD rumah sakit jika mengalami salah satu atau lebih gejala:

  • Nyeri perut tidak membaik selama beberapa jam
  • Mual dan muntah
  • Demam, meriang atau menggigil
  • Tanda jaundice/ikterus: kulit kuning, mata kuning, urin pekat seperti teh atau feses pucat

Gejala bisa terjadi akibat peradangan pada kantung empedu, hati atau pankreas. Komplikasi batu empedu bisa fatal akibatnya. Banyak penyakit lain bisa memiliki gejala serupa kolik bilier contohnya radang usus buntu, ulkus, pankreatitis, GERD jadi sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan secepatnya.

Diagnosis dan Tata Laksana Batu Empedu

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik terjadi nyeri tekan di area perut, bisa teraba tanda pembesaran kantung empedu. Tanda peritonitis bisa positif jika terjadi kolesistitis akut. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen dilakukan untuk mengetahui adanya batu di dalam kantung juga saluran empedu. Pemeriksaan ultrasonografi, endoscopic retrograde cholangiopancreaticography, cholescintigraphy, computed tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI) digunakan untuk melihat batu empedu juga kondisi organ dalam rongga perut.

Terapi dan Tata Laksana Batu Empedu

Batu empedu tanpa gejala akan dilakukan observasi dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Terapi batu empedu antara lain dengan kolesistektomi. Pada kondisi tertentu dilakukan litotripsi mekanik, litotripsi laser, electro-hydraulic shock wave lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy. Pengobatan bergantung pada kondisi penderita. Obat peluruh batu, operasi endoskopi hingga operasi untuk mengangkat kantong empedu.

Komplikasi Batu Empedu

Sumbatan akibat batu empedu bisa merusak hati, meningkatkan risiko infeksi, menyebabkan peradangan kantong empedu (kolestitis). Komplikasi batu empedu juga bisa menyebabkan kerusakan kantung empedu, saluran empedu hingga pada organ hati. Penderita mengalami demam, mata kuning, kulit kuning juga bahkan feses berwarna pucat seperti kapur. Batu empedu juga bisa menimbulkan pankreatitis dimana terjadi peradangan pada pankreas. Keluhan tanda gejala penyakit biasanya muncul saat terjadi komplikasi akibat batu empedu. Komplikasi batu empedu yang tidak diobati bisa menyebabkan kematian.

Tips Kiat Mencegah Batu Empedu

Cara mencegah penyakit batu empedu dengan menjaga berat badan normal memakai atur makan sehat bergizi seimbang dan gaya hidup aktif. Pada kondisi kegemukan/obesitas lakukan penurunan berat badan secara bertahap yang aman sehingga metabolisme lancar. Jaga pola makan sehat bergizi seimbang tinggi serat, batasi karbohidrat sederhana, rendah gula, rendah-lemak dengan memilih lemak sehat dan rendah-kolesterol. Konsultasikan bersama tenaga kesehatan berkompeten jika akan melakukan perubahan diet/pola makan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.