Kesehatan Umum

Kesehatan Payudara

KESEHATAN PAYUDARA

Menjaga kesehatan payudara sangatlah penting. Kesehatan payudara mempengaruhi penampilan, kondisi keseluruhan tubuh juga menyusui.

Payudara mengalami perubahan mengikuti siklus hidup seorang wanita. Payudara bertambah besar ukurannya ketika seorang wanita telah mengalami pubertas. Kehamilan membuat payudara semakin bertambah besar juga siap untuk menyusui bayi. Pengaruh pertambahan usia pada penuaan menyebabkan payudara menjadi tidak kencang. Pada saat menstruasi akan terasa sedikit sakit terutama ketika payudara tersentuh.

Kanker payudara merupakan salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, yaitu 50 per 100.000 penduduk  dengan angka kejadian tertinggi di D.I Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk sesuai informasi dari Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2013.  Sementara itu,  kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100.000 penduduk. 

Setiap wanita harus mengetahui kondisi normal pada payudara. Setiap perubahan pada payudara harus diwaspadai, meskipun belum tentu menjadi tanda terjadinya kanker payudara. Segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut jika terdapat benjolan atau perubahan pada payudara. Minta dokter untuk mengajarkan teknik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Lakukan SADARI secara rutin setiap satu bulan sekali sehingga bisa segera menyadari jika terdapat perubahan pada payudara.

Baca informasi tentang Periksa Payudara Sendiri (SADARI) lebih lanjut disini

Kelainan yang harus diwaspadai yaitu

  1. Benjolan di payudara, ketiak, atau leher.
  2. Perubahan kulit menebal dan mengerut seperti kulit jeruk purut.
  3. Perubahan letak dan bentuk puting.
  4. Keluar cairan dari puting bukan pada saat menyusui, terutama bila berwarna merah coklat kehitaman.
  5. Luka sekitar puting yang tidak sembuh.
  6. Puting gatal, bersisik atau kemerahan;
  7. Benjolan, kemerahan atau panas yang tidak normal
  8. Nyeri pada payudara.

Setiap menjumpai kelainan payudara harus segera diperiksakan ke dokter. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kanker atau onkolog bila ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara saat melakukan SADARI atau SADANIS. Perilaku menunda akan menjadikan sel kanker berkembang lebih ganas lagi dan mengurangi peluang untuk sembuh.

Sadanis adalah Pemeriksaan Payudara Klinis oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan. SADANIS dilakukan dengan pemeriksaan payudara rutin ke dokter meskipun tidak terdapat keluhan gejala. Skrining kanker payudara dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter kemudian dilakukan mammografi. Mammografi ditambah pemeriksaan USG hasilnya akan lebih akurat. Namun pemeriksaan USG saja tidak bisa menggantikan peran mammografi.

Baca informasi tentang KANKER PAYUDARA lebih lanjut disini.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.