Kesehatan Umum

Rhinitis Vasomotor

RHINITIS NON-ALERGI

Pengertian Rhinitis Vasomotor atau Rhinitis Non-Alergi

Rhinitis merupakan kondisi dimana terjadi keluhan hidung meler, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Rhinitis vasomotor merupakan gangguan pada fisiologis selaput mukosa pelapis hidung akibat peningkatan aktivitas saraf parasimpatis. Rhinitis vasomotor saat ini disebut juga rhinopati non-alergi atau rhinitis non-alergi.

faring
Rongga Hidung dan Mulut (sumber gambar Medline Plus)

Terdapat 2 jenis:

  1. Rhinitis vasomotor tipe obstruksi (hidung tersumbat)
  2. Rhinitis vasomotor tipe rhinorrhea (hidung meler)

Penyebab Rhinitis Vasomotor atau Rhinitis Non-Alergi

Penyebab pasti terjadinya rhinitis vasomotor belum diketahui. Rhinopati non-allergika disebabkan bukan oleh infeksi atau alergi. Kondisi ini diduga terjadi akibat ketidakseimbangan pada vasomotor. Gejala rhinitis bisa muncul dicetuskan oleh salah satu atau lebih kondisi berikut:

  • Udara kering
  • Polusi udara
  • Konsumsi alkohol
  • Pengaruh pemberian pengobatan tertentu
  • Bahan makanan berbumbu tajam, makanan pedas
  • Pengaruh kondisi emosi yang kuat
  • Aroma/bau yang kuat menyengat: parfum, cairan pemutih 

Proses Terjadinya Rhinitis Vasomotor atau Rhinitis Non-Alergi

Rangsangan parasimpatis menyebabkan neurotransmitter acetylcholine terlepas sehingga terjadi pelebaran (dilatasi) pembuluh darah dalam rongga hidung. Permeabilitas pembuluh kapiler meningkat sehingga darah semakin banyak mengalir di rongga hidung. Produksi cairan mukus juga meningkat sehingga terjadi hidung meler keluar cairan.

Tanda dan Gejala Rhinitis Vasomotor/Rhinitis Non-Alergi

  • Pilek
  • Hidung tersumbat bergantian kanan dan kiri
  • Hidung meler dengan keluar cairan lendir encer atau kental
  • Gejala memburuk di pagi hari
  • Gejala lebih berat saat bangun tidur
  • Gejala makin berat jika suhu ekstrim, kelembaban tinggi serta asap rokok

Pemeriksaan dan Diagnosis Rhinitis Vasomotor/Rhinitis Non-Alergi

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.  Anamnesis meliputi riwayat penyakit saat ini, timbulnya gejala, perburukan gejala, gejala penyerta serta perbaikan gejala. Riwayat penyakit dahulu, lingkungan rumah, lingkungan kerja dan riwayat alergi.

Dilakukan pemeriksaan rhinoskopi anterior untuk melihat permukaan mukosa di rongga hidung. Tes pemeriksaan dilakukan untuk membedakan dengan rhinitis allergika dengan tes kulit, tes pemeriksaan darah. Tes pemeriksaan darah dilakukan untuk deteksi IgE dan jumlah eosinofil. Jika dilakukan tes alergi dengan pemeriksaan kulit biasanya pada rhinitis vasomotor hasil negatif.

Terapi dan Tata Laksana Rhinitis Vasomotor/Rhinitis Non-Alergi

Pemberian terapi dilakukan dengan menghindari pencetus munculnya keluhan gejala serta sesuai dengan tingkat keparahan gejala. Catat riwayat kondisi, keadaan, situasi, makanan, minuman, suasana perasaan saat gejala akan muncul, gejala bertambah parah atau gejala membaik. Hindari faktor-faktor pencetus kemunculan gejala.

Gunakan obat semprot atau tetes hidung yang mengandung zat aktif untuk meringankan peradangan sesuai anjuran dokter. Jika gejala berat akan diberikan obat minum yang memiliki kemampuan lebih kuat dalam meringankan peradangan. Tindakan pembedahan dilakukan dengan bedah beku, elektrokauter dan konkotomi konka inferior jika gejala sangat berat dan sulit teratasi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.