Kesehatan Umum

Sariawan

SARIAWAN

Pengertian Sariawan

Sariawan merupakan salah satu permasalahan ulkus di mulut paling sering dijumpai. Sariawan berbentuk luka kecil terbuka pada area rongga mulut dan sekitarnya. Biasanya berwarna putih atau kekuningan dengan batas sekelilingnya tampak kemerahan. Sariawan biasa ini meski terbuka biasanya tidak akan menular.

Terdapat sariawan minor, sariawan mayor dan herpetiformis. Sariawan paling banyak sekitar 80% disebabkan oleh sariawan minor dimana ukurannya kurang dari 1 cm. Sariawan minor sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 1 minggu dan tidak berbekas. Sariawan mayor lebih lebar, sangat sakit, sembuh lebih dari 2 minggu dan bisa meninggalkan bekas. Sariawan herpetiformis ada banyak ulkus kurang dari 1 milimeter, bergerombol, bisa bergabung membentuk luka lebih besar dan sembuh sekitar 1 minggu.

cankersore Gambar Sariawan (sumber gambar Medline Plus)

Penyebab dan Faktor Risiko Sariawan

Seringkali penyebab pasti munculnya sariawan tidak diketahui. Penyebab kemunculan sariawan bisa salah satu kondisi berikut:

  • Kebersihan gigi dan mulut kurang baik
  • Bagian dalam rongga mulut tidak sengaja tergigit
  • Tidak sengaja terluka akibat tergosok sikat gigi
  • Terus-menerus tergores oleh gigi tajam atau gigi yang susunannya tidak normal
  • Terus-menerus tergores gigi palsu, kawat gigi
  • Luka bakar akibat makanan atau minuman sangat panas
  • Iritasi akibat produk antiseptik atau obat kumur (mouthwash) berformula terlalu kuat
  • Sensitif terhadap bahan makanan/minuman tertentu
  • Alergi terhadap bahan di pasta gigi, obat kumur
  • Alergi terhadap bakteri tipe tertentu yang ada di rongga mulut
  • Reaksi terhadap pengobatan tertentu
  • Ruam kulit pada bagian mulut

Penyebab lain luka ulkus pada mulut bisa karena infeksi virus herpes simpleks, infeksi jamur, lichen planus, leukoplakia, penyakit autoimun, kelemahan sistem imunitas tubuh, penyakit peradangan pada saluran pencernaan seperti Crohn’s disease, atau kanker mulut. Wanita lebih sering mengalami sariawan dibandingkan pria. Beberapa wanita ada yang bisa mengalami sariawan saat menjelang menstruasi. Terkadang sariawan muncul di kala dalam kondisi stres penuh tekanan. 

Tanda dan Gejala Sariawan

Sariawan biasanya terjadi di selaput mukosa bagian lembut dari bibir, pipi, sisi lidah, bagian dasar di lantai mulut, bagian belakang langit-langit mulut atau tonsil. Sariawan biasa jarang muncul di bagian luar bibir. Nyeri akibat sariawan bisa sangat mengganggu. Keluhan tanda gejala pada saat mengalami sariawan bisa mengalami salah satu atau lebih kondisi antara lain:

  • Luka yang terasa menyakitkan pada bagian dalam mulut
  • Kulit disekitar sariawan membengkak
  • Timbul keluhan permasalahan yang mengganggu saat mengunyah, makan atau menyikat gigi akibat rasa nyeri kesakitan
  • Iritasi pada sariawan saat terkena makanan panas, pedas atau berbumbu tajam
  • Nafsu makan menurun

Sariawan biasanya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 10 hari (1 – 2 minggu). Namun hati-hati, banyak penyakit berbahaya bisa memiliki tanda gejala menyerupai sariawan yaitu leukoplakia, kanker mulut, limfoma non-hodgkin, ulkus tuberkulosa, juga syphilitic chancre. Periksa ke dokter gigi jika mengalami sariawan sangat sakit, mengganggu, sariawan besar, sariawan sangat dalam, tidak membaik dalam beberapa hari, gejala makin berat atau terlalu sering kambuh.

Sebaiknya periksa konsultasikan ke dokter jika mengalami salah satu atau lebih kondisi berikut ini:

  • Sariawan sangat besar
  • Sariawan kambuhan
  • Ada banyak luka sariawan dimana sariawan baru muncul sementara sariawan lama belum sembuh
  • Sariawan tidak membaik hingga 2 minggu
  • Sariawan hingga di bagian luar bibir
  • Sariawan sangat nyeri hingga tidak bisa diatasi
  • Kesulitan makan atau minum
  • Sariawan disertai salah satu atau lebih gejala berikut: demam, badan terasa sangat lelah, nyeri perut, keluhan mata, ruam kulit atau ulkus lain di kulit

Diagnosis dan Pemeriksaan Sariawan

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan jika diperlukan akan disertai pemeriksaan penunjang. Dilakukan pemeriksaan rongga mulut, gigi dan sekitarnya. Pengobatan terapi sariawan akan diberikan dengan tetap melakukan observasi. Jika sariawan tidak membaik dengan terapi normal maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan darah dilakukan jika dicurigai defisiensi vitamin B, anemia atau infeksi. Jika dicurigai kondisi khusus akan dilakukan pemeriksaan kultur atau biopsi mengambil contoh jaringan untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi lebih lanjut.

Terapi dan Tata Laksana Sariawan

Sariawan biasa dengan gejala ringan akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar 10 hari. Jika gejala sariawan mengganggu maka dokter akan memberikan terapi untuk mengurangi rasa sakit, mempercepat pemulihan dan mengurangi kekambuhan sariawan. Obat bisa memakai sediaan topikal dan bisa juga obat minum. Pengobatan topikal memakai pengobatan gel antiseptik, salep atau cairan pencuci mulut yang mengandung obat aktif khusus. Pada kondisi khusus akan diberikan obat minum untuk mengurangi peradangan.

Cara berikut ini bisa bantu meredakan gejala dan melindungi dari komplikasi lebih lanjut, yaitu:

  • Minum air dingin, jika sulit minum langsung bisa memakai sedotan
  • Makan makanan bertekstur lembut atau berkuah supaya mudah dikunyah dan ditelan
  • Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut
  • Hindari makanan pedas, asam, berbumbu tajam, terlalu asin, bersuhu panas, bahan yang mengiritasi mulut
  • Minum air putih untuk mencukupi kebutuhan tubuh atau sesuai anjuran dokter
  • Berkumur-kumur dengan air garam hangat (masukkan garam seperempat sendok teh ke dalam separuh cangkir air matang hangat)
  • Jaga kebersihan mulut dan gigi
  • Minum obat pereda rasa sakit
  • Jika memakai obat kumur maka gunakan obat kumur berformula lembut tanpa alkohol

Gunakan obat sesuai petunjuk dokter supaya sariawan tidak memburuk serta mempercepat pembentukan jaringan baru. 

Tips Kiat Mencegah Sariawan

Tidak semua sariawan bisa dicegah namun kita bisa mengontrol beberapa faktor risiko sehingga bantu mengurangi terjadinya sariawan. Coba lakukan langkah berikut:

  • Konsumsi aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan asupan makronutrisi dan mikronutrisi harian
  • Jangan merokok
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut
  • Periksa rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, atau sesuai anjuran dokter
  • Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut 
  • Lakukan sikat gigi dengan berhati-hati sehingga tidak selip melukai sekitar
  • Lakukan pengobatan serta perawatan penyakit serta kondisi lain yang berisiko menyebabkan sariawan

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.