Kesehatan Umum

Hemoroid

HEMOROID

Pengertian Hemoroid

Hemoroid biasanya disebut sebagai ambeien atau wasir. Hemoroid merupakan pelebaran dan peradangan pembuluh darah vena pleksus hemorrhoidalis di daerah anus. Terdapat 2 jenis hemoroid yaitu:

  1. Hemoroid interna: hemoroid terbentuk di bawah kulit sekitar anus
  2. Hemoroid eksterna: hemoroid terbentuk di perbatasan antara anus dengan rektum
Hemoroid.pngHemoroid (sumber gambar NIDDK)

Penyebab Hemoroid

Hemoroid disebabkan pelebaran pembuluh darah vena pleksus hemorrhoidalis di sekitar anus. Penyebab pasti pembuluh darah melebar rusak belum diketahui namun terkait dengan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah dan di sekitar anus. Pembuluh darah melebar tidak normal sehingga terjadi pembengkakan juga peradangan. Pembuluh darah vena bisa mengalami pelebaran tidak normal dan peradangan akibat adanya faktor risiko penyebab hemoroid. Pola makan rendah serat dengan konstipasi kronis terkait erat dengan hemoroid.

Baca informasi tentang Konstipasi lebih lanjut disini

Faktor Risiko Hemoroid

Beberapa kondisi berikut bisa meningkatkan risiko timbulnya hemoroid, diantaranya:

  • sering konstipasi/sembelit sehingga sering mengedan berlebihan saat BAB
  • tekstur feses keras akibat kurang minum dan sedikit makan bahan pangan sumber serat sehingga harus mengedan sangat kuat saat buang air besar (BAB)
  • kebiasaan buruk saat BAB seperti terlalu lama duduk di jamban sambil membaca, main HP atau merokok
  • kelebihan berat badan, kegemukan, obesitas
  • sering mengangkat benda berat
  • peningkatan tekanan dalam rongga perut karena tumor usus, tumor abdomen
  • penyakit sirosis hati
  • batuk persisten, muntah berulang 
  • kehamilan
  • usia tua sehingga terjadi perubahan kondisi saluran pencernaan akibat penuaan
  • kebiasaan merokok
  • gaya hidup kurang bergerak, terlalu banyak duduk, jarang olahraga
  • mengalami konstipasi kronis atau sebaliknya diare kronis hingga sekitar area anus/rektum mengalami gangguan 
  • riwayat hubungan seksual melalui anus
  • riwayat keluarga mengalami hemoroid

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit.

Tanda dan Gejala Hemoroid

Tanda gejala keluhan hemoroid tergantung tipe hemoroid yang dialami. Keluhan gejala buang air besar sakit, sulit buang air besar, dubur terasa perih panas, terdapat benjolan keluar dari dubur, keluar feses bercampur darah atau keluar darah melalui dubur paling sering terjadi. Anus membengkak, kemerahan dan perih sakit. Keluar banyak lendir mukus setelah tinja keluar. 

Pada hemoroid eksterna bisa muncul:

  • gatal di sekitar anus
  • satu atau lebih benjolan teraba lunak maupun keras di dekat anus
  • anus sakit atau nyeri terutama saat duduk

Gejala hemoroid ini makin memburuk saat mengedan berlebihan, saat menggosok atau membersihkan area anus.

Pada hemoroid interna bisa muncul:

  • perdarahan usus dari rektum: tinja terlihat bercampur darah segar, darah pada tisu yang digunakan untuk membersihkan anus, darah di jamban
  • bisa keluar benjolan lewat anus saat terjadi prolapsus hemoroid sehingga merasa sangat nyeri kesakitan

Banyak kondisi penyakit bisa menyerupai keluhan hemoroid seperti penyakit usus, Crohn’s disease, ulcerative colitis, kanker kolorektal. Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami perdarahan keluar dari anus atau gejala berat. 

Pemeriksaan dan Diagnosis Hemoroid

Segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis untuk mengetahui riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dilakukan pemeriksaan rektal untuk menilai tonus, meraba rektum, mencari benjolan, mengetahui fissura rektum, massa abnormal, skin tag atau darah juga kondisi feses. Pemeriksaan penunjang dengan kolonoskopi, anoskopi dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi usus besar. Rontgen usus halus dengan marker, enteroskopi dilakukan untuk melihat kondisi saluran usus halus. Rontgen dengan barium enema, endoskopi dilakukan untuk melihat kondisi seluruh usus.

Terapi dan Tata Laksana Hemoroid

Terdapat 4 derajat keparahan hemoroid. Pengobatan hemoroid dilakukan sesuai derajat keparahan penyakit. Pendekatan terapi dilakukan melalui:

  • Perubahan gaya hidup untuk mencegah hemoroid semakin parah
  • Pemberian obat untuk memperbaiki pola buang air besar, mengobati keluhan gejala dan mencegah keparahan penyakit
  • Prosedur tindakan non-invasif dengan prosedur laser, skleroterapi hemoroid atau ligasi hemoroid sehingga mencegah keparahan penyakit
  • Prosedur pembedahan dilakukan jika hemoroid sudah sangat berat sehingga jaringan rusak akan diangkat dan mencegah pemburukan penyakit

Tekstur feses dibantu supaya lunak dengan modifikasi pola makan konsumsi aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang, asupan serat pangan serta minum air putih sesuai petunjuk dokter. Perbaikan gaya hidup dengan rutin bergerak serta olahraga secara bertahap sesuai kondisi. Perbaiki pola buang air besar.

Obat hemoroid diberikan untuk melunakkan tinja, memperbaiki pola buang air besar, menghentikan perdarahan, obat pereda keluhan gejala dan obat penyembuh hemoroid. Pengobatan biasanya dilakukan untuk hemoroid derajat awal yang masih ringan. Tindakan invasive minimal dilakukan dengan skleroterapi hemoroid, ligase hemoroid atau terapi laser hemoroid. Pada kondisi berat diperlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat jaringan rusak akibat hemoroid yang sudah parah.

Komplikasi Hemoroid

Hemoroid parah dalam waktu lama bisa menimbulkan komplikasi, contohnya:

  • anemia akibat perdarahan kronis
  • terbentuknya gumpalan darah di hemoroid eksterna
  • tumbuh skin tag
  • infeksi pada luka di area hemoroid
  • strangulasi

Tips Kiat Mencegah Hemoroid

Pencegahan hemoroid dengan cara pola makan yang baik, pola berak yang tepat, dan rutin olahraga. Turunkan berat badan secara bertahap jika mengalami permasalahan kelebihan berat badan. Jangan terbiasa menahan berak sebab menyebabkan feses keras. Mengedan secukupnya saat buang air besar. Jangan terlalu lama duduk di toilet sehingga segera selesai jika memang berak sudah tuntas. Hindari konsumsi alkohol. 

Ikuti anjuran dokter untuk minum air putih dan konsumsi serat pangan membantu konsistensi tinja lebih lunak sehingga mencegah konstipasi. Hindari terlalu banyak makan keripik, makanan cepat saji, makanan olahan, makanan instan, daging merah, es krim. Lakukan pola makan bergizi seimbang dengan mengkonsumsi aneka ragam bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan asupan harian. Jangan berlebihan jika melakukan latihan beban (weight lifting). Jangan mengangkat benda berat terlalu sering setiap hari sehingga atur pembagian berat beban setiap kali bekerja. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.