Kesehatan Wanita

Menopause

MENOPAUSE

Pengertian Menopause

Menopause merupakan periode waktu dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi lagi. Pada saat menopause ini siklus menstruasi seorang wanita telah berakhir. Disebut menopause jika sudah tidak mengalami menstruasi, tidak keluar darah haid, termasuk tidak keluar flek selama 1 tahun.

Menopause merupakan bagian normal dari proses perubahan tubuh. Biasanya terjadi antara umur 45 – 55 tahun. Menopause terjadi sebelum umur 40 tahun disebut menopause prematur, jika terjadi sebelum umur 45 tahun disebut menopause dini. Wanita yang sudah menopause tidak lagi bisa hamil sebab ovulasi sudah berhenti.

Terdapat masa transisi menuju menopause yang disebut perimenopause. Pada masa perimenopause kadar hormon dalam tubuh berubah secara acak sehingga terjadi gejala-gejala yang tidak diharapkan. Hormon estrogen dan progesteron diproduksi oleh ovarium dalam kadar berbeda dari siklus menstruasi sebelumnya sehingga terjadi menstruasi tidak teratur. Siklus menstruasi bisa pendek, bisa panjang juga bisa tidak terjadi setiap bulan. Masih bisa terjadi ovulasi namun tidak teratur, sehingga tetap gunakan metode keluarga berencana. Pada perimenopause terjadi keluhan gejala hot flashes dan tanda gejala tidak nyaman lainnya.

Perimenopause terjadi sekitar umur 40-an dengan rata-rata terjadi selama 4 tahunan (2 – 8 tahun). Kondisi keluhan gejala sangat tidak nyaman bisa membingungkan bagi banyak wanita. Berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Catat keluhan gejala serta tanda apapun yang dialami seperti serangan panas dari dalam tubuh, sulit tidur, merasa tertekan atau sedih tanpa penyebab jelas, dll.
  • Catat siklus menstruasi setiap bulan, keluarnya darah haid, saat mengalami flek atau catatan apapun tentang keluarnya darah/keputihan dari vagina.
  • Periksa konsultasikan ke dokter untuk pengecekan kadar hormon lebih lanjut. Namun pemeriksaan hormon ini sulit jika hanya sekali dilakukan, sebab kadar hormon saat perimenopause akan naik-turun.

Penyebab Menopause

Pada saat menopause tidak terjadi lagi proses ovulasi untuk melepas sel telur oleh ovarium (indung telur). Produksi estrogen dan progesteron jadi menurun. Hormon kadar rendah akan mempengaruhi tubuh sehingga muncul keluhan gejala menopause. Siklus menstruasi semakin panjang sehingga haid menjadi semakin jarang terjadi serta kemudian berhenti. Proses ini terjadi secara perlahan hingga akhirnya 1 tahun tidak lagi mengalami haid.

Menopause bisa terjadi lebih cepat pada kondisi antara lain:

  • tidak pernah melahirkan anak
  • merokok
  • operasi pengangkatan kedua ovarium
  • kemoterapi atau terapi hormon untuk pengobatan kanker payudara
  • riwayat penyakit tertentu seperti penyakit autoimun

Wanita yang mengalami prosedur tindakan operasi rahim akan tetap bisa mengalami gejala menopause jika waktunya telah tiba.

Tanda dan Gejala Menopause

Tanda gejala menopause bisa bervariasi pada setiap wanita. Tingkat keparahan gejala juga bisa berbeda. Gejala menopause bisa dialami selama 5 tahun atau lebih. Gejala menopause akibat prosedur operasi biasanya lebih berat dan terjadi secara mendadak.

Tanda gejala mengalami menopause paling mudah dikenali adalah perubahan periode menstruasi. Menstruasi bisa terjadi lebih sering atau lebih jarang. Darah haid bisa sangat deras, atau justru sebaliknya hanya keluar flek sedikit darah. Pada beberapa wanita bisa terjadi haid setiap 3 minggu, kemudian jarak antar-haid jadi lebih memanjang dan tidak teratur setiap bulan. Kondisi siklus menstruasi tidak teratur ini bisa dialami selama 1 hingga 3 tahun sampai akhirnya tidak keluar darah haid lagi.

Keluhan menopause yang paling sering terjadi, antara lain:

  • Periode menstruasi terjadi lebih jarang kemudian tidak haid sama sekali
  • Jantung berdetak cepat atau keras
  • Terasa serangan panas yang sangat tidak nyaman dari dalam tubuh (hot flashes), biasanya sangat parah di 1 – 2 tahun pertama
  • Berkeringat di malam hari
  • Kulit jadi merah dan panas
  • Gangguan tidur, sulit tidur di malam hari, insomnia, atau tiba-tiba terbangun mendadak di tengah malam akibat hot flashes

Gejala lain yang bisa timbul dari menopause, antara lain:

  • Kurang gairah seksual, kurang tertarik melakukan hubungan seksual
  • Terasa sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Pelupa
  • Sakit kepala
  • Mudah capek
  • Perubahan perasaan mulai dari mudah marah, depresi hingga anxietas
  • Kulit terasa ada yang merayap, sensasi gatal di kulit
  • Kurang percaya diri 
  • Mengompol atau kebocoran urin
  • Vagina kering dan sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Infeksi vagina
  • Badan nyeri, sakit pegal-linu, nyeri kesakitan pada sendi
  • Jantung berdebar, denyut nadi tidak teratur

Masa setelah menopause disebut post-menopause. Jika telah mengalami menopause biasanya gejala keluhan perimenopause membaik, meski hot flushes tetap terkadang bisa saja muncul. Gejala keluhan menstruasi sudah tidak terjadi sebab tidak lagi mengalami haid. Kadar hormon estrogen menurun sehingga terjadi keluhan vagina kering. Berhati-hati dengan risiko penyakit seperti gangguan kolesterol, penyakit jantung dan osteoporosis.

Pemeriksaan dan Diagnosis Menopause

Menopause identik dengan penuaan pada wanita. Menopause terjadi ketika seorang wanita tidak tidak mengalami menstruasi lagi. Ovarium mengalami penurunan fungsi hingga tidak lagi memproduksi hormon reproduksi. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis ditegakkan setelah seorang wanita mengalami tidak menstruasi hingga minimal satu tahun serta tidak disebabkan oleh penyakit lain.

Pemeriksaan fisik dan tanda vital dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik. Pemeriksaan panggul juga tes Pap dilakukan untuk mengetahui sel-sel di vagina serta serviks. Pemeriksaan dilakukan tes darah dan tes urin untuk mengukur kadar hormon estradiol, follicle stimulating hormone dan luteinizing hormone. Pemeriksaan deteksi kadar hormon bisa butuh dilakukan berulang kali untuk konfirmasi kondisi menopause. Tes tambahan seperti bone density test dilakukan untuk mengetahui komplikasi osteoporosis akibat menopause.

Terapi dan Tata Laksana Menopause

Terapi menopause yang paling utama dengan perubahan gaya hidup. Terapi lain seperti pemberian obat, terapi hormonal dan terapi komplementer dilakukan untuk mengurangi keparahan keluhan gejala. Terapi dipilih berdasarkan:

  1. Tingkat keparahan gejala
  2. Kondisi kesehatan umum
  3. Pilihan pasien

Keluhan gejala menopause bisa dikurangi dengan:

  • Pola makan bergizi seimbang sehingga tercukupi kebutuhan asupan kalori maupun nutrisi harian
  • Olahraga secara teratur
  • Perhatikan kesehatan mental dengan baik
  • Lakukan manajemen stres untuk mengurangi kadar tekanan stres
  • Praktekkan manajemen tidur malam yang baik sehingga bisa mendapatkan jam tidur cukup serta tidur berkualitas baik
  • Hindari pencetus hot flushes
  • Berhenti merokok
  • Terapi hormonal

Perubahan gaya hidup menjadi pilihan utama dan pertama untuk meminimalkan keluhan gejala. Lakukan pola makan sehat bergizi seimbang untuk mencukupi kebutuhan asupan harian. Konsumsi aneka ragam buah, sayur, biji-bijian berserat utuh juga protein sehat. Hindari konsumsi kafein, alkohol dan makanan berbumbu tajam. Konsumsi makanan dari kedelai sebagai sumber estrogen alami. Makan makanan kaya akan kalsium dan vitamin D, jika perlu minta dokter memberikan resep suplemen.

Lakukan olahraga latihan fisik secara teratur. Lakukan senam kegel setiap hari untuk memperkuat otot lantai dasar panggul, vagina dan sekitar kandung kemih. Teknik relaksasi dengan pengaturan nafas bisa bantu saat terjadi serangan hot flashes. Latihan yoga atau tai chi. Terapi akupunktur bisa dicoba untuk membantu mengurangi keluhan. 

Gunakan pakaian longgar yang menyerap keringat. Minum minuman yang dingin menyejukkan ketika serangan hot flashes muncul. Amati penyebab munculnya hot flashes ini sehingga bisa dicoba menghindari pemicu. Keringat di malam hari bisa diatasi dengan menjaga suhu kamar tetap sejuk. Gunakan baju tidur longgar serta menyerap keringat. Vagina kering menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seksual bersama suami. Lakukan komunikasi bersama suami, gunakan produk pelumas vagina berbahan air serta lakukan pemanasan foreplay supaya lebih nyaman.

Terapi hormon memakai estrogen, serta terkadang progesteron. Terapi hormon untuk menopause memang efektif namun harus dipertimbangkan dengan matang melihat manfaat juga risiko efek samping sehingga menjadi pilihan terakhir. Terapi hormonal diberikan jika mengalami gejala hot flash, berkeringat di malam hari, perubahan perasaan, vagina kering yang berat. Terapi hormonal harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk riwayat kesehatan dan riwayat penyakit keluarga. Terapi hormonal memiliki risiko efek samping menyebabkan kanker payudara, serangan jantung, stroke dan gumpalan darah. Pemberian hormon dosis rendah dengan krim vagina atau skin patch dilakukan untuk meminimalkan risiko. Pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan payudara dan mamografi harus dilakukan secara rutin.

Pengobatan lain diberikan sebagai alternatif terapi hormonal, contohnya:

  • Antidepresant untuk mengatasi keluhan perubahan perasaan serta depresi
  • Obat pengontrol tekanan darah
  • Obat anti-kejang untuk mengatasi serangan hot flashes

Pemberian terapi pengobatan juga hormonal tetap harus dilakukan dengan modifikasi gaya hidup sehat. Konsultasikan pemberian terapi lebih lanjut bersama tim dokter.

Komplikasi Menopause

Kadar estrogen rendah berisiko terjadi osteoporosis hingga rentan fraktur, gangguan kadar kolesterol darah, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan penyakit jantung. Risiko penyakit jantung dan osteoporosis memang juga lebih meningkat seiring bertambahnya usia. Lakukan gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini penyakit.

  • Kontrol tekanan darah, kadar kolesterol darah dan faktor risiko penyakit jantung lainnya
  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Olahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan tulang, otot, keseimbangan tubuh serta fungsi persendian
  • Atur pola makan sehat bergizi seimbang untuk mencukupi kebutuhan
  • Diskusikan bersama dokter untuk pengobatan dan suplemen mencegah komplikasi lebih lanjut

Penutup

Umur terjadinya menopause sekitar di atas 45 tahun. Banyak wanita mengalami masa menopause tanpa masalah. Sementara wanita lainnya mengeluhkan mengalami hot flash, berkeringat di malam hari dan vagina kering. Gejala membaik setelah 3 – 5 tahun terjadi menopause. 

Menopause bukan penyakit serta merupakan bagian normal dari siklus alamiah hidup wanita. Menopause alami tidak bisa dicegah. Namun ada banyak pilihan cara yang bisa dicoba untuk mengurangi gejala menopause. Segera periksa konsultasikan ke dokter jika ada keluhan gejala mengganggu atau tidak normal. Lakukan tindakan aksi CERDIK untuk pencegahan penyakit.

menopause.jpg
Gambaran saat menopause (Medline Plus)

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.