Kesehatan Umum

Kesehatan Tulang di Usia Tua

Kondisi Tulang di Usia Tua

Menua juga mempengaruhi perubahan postur, keseimbangan dan cara berjalan. 

Tulang berfungsi menyediakan struktur yang memberikan bentuk juga perlindungan bagi organ tubuh lain. Persendian dimana kedua tulang bertemu berfungsi menunjang gerak sehingga fleksibel melakukan berbagai jenis pekerjaan. Terdapat tulang-tulang kartilago yang dilumasi oleh cairan sinovial sebagai minyak sendi yang kesemuanya ini sangat penting dalam fungsi gerak persendian.

Otot rangka menempel pada tulang. Otot berfungsi menyediakan energi dan kekuatan bagi tubuh untuk bergerak. Otot rangka juga sangat penting bagi metabolisme serta pemakaian energi oleh tubuh. Pusat koordinasi gerakan otot, tulang dan persendian dilakukan oleh otak. Perubahan struktur tulang, sendi dan otot rangka akan mempengaruhi postur tubuh juga pergerakan. Lambat-laun manusia menjadi makin lemah serta lambat bergerak.

Pengaruh Penuaan Pada Tulang Rangka Manusia

Proses penuaan membawa banyak perubahan:

  • Tulang kehilangan kalsium serta mineral sebagai massa penyusun sehingga kepadatan tulang menurun
  • Discus vertebra diantara tulang belakang kehilangan cairan penyusun sehingga menjadi makin tipis, akibatnya trunkus tubuh semakin pendek 
  • Tulang belakang kehilangan mineral menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh akibatnya tulang belakang melengkung kemudian terkompresi menjadi saling merapat satu sama lain
  • Lengkung kaki semakin berkurang menonjol sehingga tinggi tubuh sedikit berkurang
  • Tulang panjang pada lengan dan kaki lebih rapuh sebab kehilangan banyak mineral penyusun
  • Persendian semakin kaku tidak fleksibel saat bergerak.
  • Cairan sinovial di persendian makin berkurang akibatnya kartilago persendian akan bergesekan sehingga menjadi semakin rusak.
  • Terbentuk deposit mineral di persendian sehingga sendi jadi makin kaku dan nyeri. Sendi lutut dan siku mengalami kehilangan kartilago. Sendi jari-jemari kehilangan kartilago disertai terjadi penebalan pada tulang.
  • Massa tubuh menurun akibat kehilangan sel-sel otot (atrofi) Lipofuscin dan sel-sel lemak akan menggantikan sel-sel otot. Serabut otot jadi menyusut. Banyak jaringan otot diganti oleh jaringan ikat.
  • Tonus otot berkurang serta jadi kesulitan kontraksi akibat perubahan pada jaringan otot. Otot jadi kaku.

Tinggi tubuh berkurang akibat tulang belakang memendek. Punggung bungkuk. Lutut dan sendi panggul lebih tertekuk. Tulang rapuh menjadi mudah patah. Degenerasi sendi mengakibatkan peradangan, nyeri, kaku dan perubahan bentuk sehingga membuat keluhan tubuh kaku hingga bisa juga arthritis. Gerakan makin lambat dan terbatas. Pola berjalan semakin lamban dengan langkah kaki makin pendek. Berjalan jadi kurang seimbang. Badan mudah capek dan kurang energik akibat perubahan kekuatan juga kebugaran.

Komplikasi yang sering terjadi antara lain:

  • Osteoporosis
  • Fraktur akibat tulang mudah patah
  • Fraktur kompresi pada vertebra sehingga muncul keluhan nyeri punggung serta mengurangi mobilitas
  • Kelemahan otot menyebabkan tubuh lelah, lemah dan toleransi aktivitas menurun
  • Permasalahan sendi mulai dari sekedar kaku persendian hingga osteoarthritis
  • Rentan mengalami jatuh akibat perubahan pola berjalan juga gangguan keseimbangan tubuh
  • Perubahan kemampuan gerak refleks
  • Otot mengalami tremor juga bisa terjadi gerakan-gerakan involunter
  • Paresthesia akibat kelemahan atau sensasi abnormal
  • Bisa terjadi kontraktur otot karena otot tidak bisa digerakkan

Ketiadaan hormon estrogen dan paratiroid menyebabkan kesehatan tulang mengalami kemunduran. Terlebih tulang wanita lebih kecil dibandingkan pria. Massa tulang berkurang baik pada tulang trabecular maupun tulang kortikal. Osteoblast semakin berkurang. Persendian menjadi kaku dengan perubahan matriks kartilago dan pelumas sendi. Kemampuan gerak semakin menurun.

Kondisi ini lebih berat pada wanita, kaukasian, berbadan kurus dengan tulang kecil, terdapat riwayat keluarga, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol atau kurang aktivitas fisik. Pengobatan dalam jangka panjang untuk penyakit asma, lupus dan kejang juga bisa menambah risiko osteoporosis.

Langkah Hidup Untuk Tulang Kuat

Kebiasaan hidup masa kini membuat banyak orang tidak bergerak aktif. Separuh masalah pada otot, tulang dan persendian akibat proses penuaan terjadi karena tidak digunakan.

Olahraga merupakan pilihan terbaik untuk mencegah atau memperlambat munculnya permasalahan penuaan pada otot, tulang, dan persendian. Olahraga melatih fisik secara moderat baik bagi pemeliharaan kekuatan, keseimbangan dan kelenturan tubuh. Olahraga juga bantu menjaga kepadatan tulang. Lakukan tindakan pencegahan dengan gaya hidup sehat aksi CERDIK sejak masih muda.

Langkah berikut ini bisa dicoba:

  • Makan aneka ragam bahan makanan bergizi seimbang untuk mencukupi asupan nutrisi harian sesuai kebutuhan.
  • Konsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium serta vitamin D.
  • Rutin melakukan olahraga latihan fisik melatih kekuatan secara bertahap hingga 2 – 3 kali dalam sepekan.
  • Hindari merokok dan mengkonsumsi alkohol.
  • Konsultasikan bersama dokter untuk pemberian obat dan suplemen supaya bisa membantu memperlambat kerapuhan tulang serta menurunkan risiko patah tulang.

Periksa konsultasikan bersama dokter berkompeten terkait kondisi tulang, risiko osteoporosis juga pemilihan program olahraga yang bisa anda lakukan sesuai kondisi tubuh masing-masing. Bisa juga periksa konsultasi bersama ahli fisioterapis dan spesialis olahraga untuk memilih program latihan fisik yang tepat. Melakukan perubahan gaya hidup supaya sehat akan memberikan manfaat pada kebugaran tubuh juga kardiovaskuler.

healthy aging

healty aging (WHO)

Pentingnya Pencegahan Cidera

Terjatuh kadang memang tampak sepele. Namun terjatuh bisa menyebabkan cidera dan kematian akibat terluka pada orang lanjut usia. Terjatuh meskipun terlihat ringan tapi bisa menyebabkan patah tulang (fraktur) pada orang tua sehingga menambah penderitaan serta mengganggu kemandirian. Proses penyembuhan fraktur pun menjadi melambat akibat penuaan.

Cegah terjatuh dengan langkah sederhana:

  • Lakukan aktivitas fisik secara rutin meliputi latihan kekuatan, keseimbangan dan kelenturan tubuh sesuai kemampuan badan.
  • Selalu konsultasikan pengobatan yang dijalani bersama dokter untuk memastikan risiko efek samping seperti mengantuk, kepala pusing, dll.
  • Cek kesehatan mata serta penglihatan secara rutin di dokter spesialis mata setiap 2 tahun atau lebih sering lagi sesuai kondisi.
  • Amankan rumah: pasang pegangan di dinding, pastikan kamar mandi tidak licin, letakkan barang kebutuhan di tempat terjangkau, perbaiki pencahayaan juga lampu, tata perabot untuk meminimalisir tersandung atau cidera.
  • Gunakan alas kaki nyaman yang tidak licin sehingga aman untuk berjalan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.