Kesehatan Umum

Gastritis

RADANG LAMBUNG

Pengertian Gastritis

Lambung merupakan organ tubuh yang terletak antara esofagus (kerongkongan) dan duodenum (usus halus). Lambung berfungsi untuk menyimpan, menggiling dan mencerna makanan supaya menjadi semakin halus sehingga nutrisinya siap dicerna lebih lanjut di usus halus. Mukosa lambung terdapat sel-sel yang mensekresi enzim percerna terkandung dalam getah lambung.

Getah lambung bersifat asam sebab mengandung asam lambung HCl juga terdapat enzim pepsin pencerna protein. Mukosa lambung memiliki lapisan mukus pelindung sangat tebal yang mencegah lambung dicerna oleh enzim produksinya sendiri. Sel-sel di lambung memproduksi enzim dan asam lambung sehingga suasana di lambung sangat asam dengan pH1,5 – 2,0. Kondisi asam sangat ekstrim ini berfungsi dalam membantu proses pencernaan juga mematikan kuman penyakit berbahaya. Sel epitel di lambung juga memproduksi mucus bersifat alkali untuk melindungi lambung dari pengaruh asam. 
lambung  Anatomi Lambung (sumber gambar Medline)

Gastritis adalah proses peradangan serta pembengkakan pada lapisan mukosa dan submukosa lambung. Jika mukosa pelapis lambung mengalami peradangan maka produksi asam lambung dan enzim jadi menurun, produksi mukus pelindung juga berkurang. Akibatnya mukosa lambung rentan mengalami kerusakan lebih parah akibat enzim pencerna miliknya sendiri. 

Gejala gastritis sering dikeluhkan oleh para pasien yang berobat ke klinik. Istilah gastritis sendiri sering disalahgunakan untuk banyak keluhan akibat sebab kondisi lain di perut bagian atas. Ternyata tidak semua proses peradangan pada jaringan lambung menimbulkan gejala keluhan khas gastritis. Gejala sakit gastritis bisa muncul sebentar sehingga disebut gastritis akut. Juga ada kondisi gastritis menahun hingga bertahun-tahun sehingga disebut gastritis kronis.

Gastritis terdapat tipe:

  • Gastritis erosif: gastritis erosif bisa menyebabkan lapisan pelindung lambung mengelupas sehingga terjadi erosi, kerusakan sel-sel pelapis permukaan lambung atau luka ulkus di permukaan lambung. 
  • Gastritis non-erosif terjadi peradangan pada lapisan lambung namun tidak terdapat erosi atau ulkus.

Penyebab Gastritis

Ada banyak penyebab gastritis. Penyebab peradangan pada mukosa lambung paling sering karena:

  1. Infeksi bakteri Helicobacter pylori
  2. Kerusakan lapisan pelindung permukaan lambung sehingga terjadi gastritis reaktif
  3. Kondisi akibat respons mekanisme autoimun

Penyebab gastritis reaktif contohnya pemakaian obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) terutama obat-obatan dibeli bebas yang digunakan tanpa petunjuk dokter, pemakaian alkohol, merokok, penyalahgunaan kokain, terapi radiasi, paparan radiasi, refluks empedu, reaksi terhadap stres akibat kecelakaan, cidera, penyakit kritis, luka bakar derajat berat dan operasi mayor. Penyakit autoimun contohnya anemia perniciousa. Konsumsi makanan atau minuman yang bersifat iritatif atau korosif juga bisa menyebabkan peradangan. Infeksi cytomegalovirus dan herpes simplex virus, terutama pada kondisi kelemahan sistem imunitas tubuh. Penyakit lain penyebab gastritis seperti enteropati gluten akibat Crohn’s disease, sarcoidosis atau alergi makanan.

Proses Terjadinya Gastritis

Infeksi bakteri Helicobacter pylori sering terjadi di negara berkembang. Prevalensi infeksi bakteri tersebut bisa hingga 90% pada populasi orang dewasa. Bakteri menyebabkan respons inflamasi akut di lapisan mukosa lambung. Infeksi Helicobacter pylori diawali dengan kondisi gastritis kronis non-atropi yang dalam waktu lama berkembang menjadi gastritis kronik atropi multifokal.

Infeksi lain pada lambung bisa disebabkan oleh rotavirus, calicivirus, jamur Candida, Histoplasma capsulatum dan Mukonaceae. Infeksi jamur biasanya terjadi pada kondisi kelemahan sistem imunitas tubuh. Gastritis akibat autoimun terjadi karena terdapat antibodi melawan faktor intrinsik dan sel-sel parietal mukosa lambung. Gastritis akibat obat OAINS terjadi proses gastropati sehingga mukosa radang serta rusak.    

Tanda dan Gejala Gastritis

Banyak penderita gastritis tidak menunjukkan tanda keluhan gejala. Hubungan antara terjadinya peradangan lambung namun tidak menimbulkan tanda gejala sakit ini belum jelas. Beberapa orang mengeluhkan sakit, nyeri atau tidak nyaman di perut bagian atas.

Gejala lain akibat gastritis diantaranya bisa timbul salah satu atau lebih keluhan berikut:

  • rasa nyeri kesakitan atau tidak nyaman di perut bagian atas
  • nyeri panas dan pedih di ulu hati
  • mual
  • muntah
  • tanda gejala akibat perdarahan lambung

Tanda gejala sakit gastritis bisa juga tidak nafsu makan, malas makan, perut terasa begah atau penuh setelah makan, cegukan, gangguan pencernaan.

Tanda gejala perdarahan lambung merupakan kondisi kegawatan sehingga segera cari pertolongan medis darurat atau periksa ke UGD rumah sakit.

Diagnosis dan Pemeriksaan Gastritis

Diagnosis gastritis dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit, riwayat penyakit terdahulu juga informasi penting lainnya terkait gejala yang dikeluhkan. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memakai stetoskop untuk mendengar bunyi perut, dilanjutkan dengan palpasi untuk mengecek respons nyeri atau tanda lainnya di perut.  

Endoskopi dilakukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas. Pada saat endoskopi bisa dilakukan biopsi jika ditemukan kelainan pada organ. Jaringan contoh dari hasil biopsi akan dilakukan pemeriksaan histopatologi memakai mikroskop. Urea breath test, pemeriksaan darah dan pemeriksaan feses bisa dilakukan untuk deteksi Helicobacter pylori.

Terapi dan Pengobatan Gastritis

Terapi gastritis dilakukan dengan pengobatan untuk:

  • Mengurangi produksi asam lambung
  • Mengatasi penyebab gastritis

Pada penderita gastritis terjadi kerusakan sel-sel lambung akibat kurangnya pertahanan terhadap asam lambung. Produksi asam lambung dikurangi supaya sel-sel bisa pulih kembali. Obat yang diberikan untuk mengurangi asam lambung antara lain jenis:

  • Antasida untuk menetralkan asam lambung
  • H2 blocker untuk mengurangi produksi asam lambung
  • Proton pump inhibitor untuk mengurangi produksi asam lambung

Infeksi lambung diobati sesuai penyebab penyakit. Infeksi Helicobacter pylori diberikan obat antibiotik. Pada gastritis kronis disertai gangguan nutrisi akan diberikan suplemen dan vitamin yang diperlukan. Gastritis sebagai efek samping pemakaian obat dilakukan tata laksana dengan mengurangi dosis atau mengganti obat. Gastritis sebagai komplikasi penyakit lain akan diatasi penyakit penyebab utama. Jaga pola makan dan konsumsi makanan. Hindari alkohol. Berhenti merokok. Konsultasikan pengobatan gastritis hingga tuntas bersama dokter.

Komplikasi Gastritis

Gastritis yang tidak diobati bisa semakin parah hingga berisiko menimbulkan komplikasi ulkus pepticum, gastritis atrofik, anemia, defisiensi vitamin B12, anemia pernisiosa, tumor lambung dan kanker lambung ganas.

Tips Kiat Mencegah Gastritis

Tidak semua penyebab gastritis bisa diatasi, namun kita bisa berupaya mengontrol faktor risiko. Kebersihan, pola makan dan gaya hidup bisa mempengaruhi terjadinya gastritis. Cegah infeksi Helicobacter pylori jaga kebersihan makanan serta mencuci tangan pakai sabun hingga bersih setiap selesai dari toilet dan sebelum makan. 

Tips kiat mengatur pola makan:

  • makan porsi kecil dengan frekuensi lebih sering sesuai kebutuhan asupan harian
  • hindari makanan pedas, berbumbu tajam, masam serta makanan lain yang mengiritasi lambung
  • cuci bahan makanan serta masak hingga tepat matang
  • gunakan air minum bersih yang aman
  • batasi konsumsi kafein.

Berhenti merokok serta hindari paparan asap rokok. Hindari konsumsi alkohol dan jangan lakukan penyalahgunaan obat. Gunakan obat sesuai petunjuk resep dokter. Majemen stres dengan baik serta lakukan tips relaksasi.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.