Kesehatan Umum

Kesulitan Menelan

DISFAGIA

Proses Menelan

Kesulitan menelan sering dirasakan seperti sensasi merasa makanan atau minuman tertahan di tenggorokan tenggorokan (orofaring) atau di kerongkongan (esofagus) sebelum memasuki lambung. Permasalahan sulit menelan ini disebut sebagai disfagia (dysphagia). Permasalahan kesulitan menelan disertai rasa sakit disebut odynophagia.

saluran pencernaan Saluran Pencernaan (CDC)

 

Kerongkongan (esofagus) merupakan sebuah organ berbentuk tabung sepanjang 25 cm dengan diameter paling besar 2 cm.

Proses menelan meliputi :

  • Proses mengunyah makanan
  • Makanan akan didorong ke bagian belakang rongga mulut menuju esofagus memakai gerakan lidah juga otot orofaring
  • Makanan masuk turun di esofagus

Proses menelan makanan padat maupun cair pada fase awal merupakan kondisi yang disadari, namun selanjutnya menjadi refleks menelan setelah makanan memasuki faring menuju kerongkongan. Banyak persarafan terlibat dalam mengatur proses menelan. Sistem persarafan akan mengontrol supaya kerja otot-otot di rongga mulut, faring dan esofagus berjalan sinergis secara seimbang. Selain makanan setiap hari manusia juga menelan ludah yang dihasilkan kelenjar ludah. Pada kondisi normal akan terjadi proses menelan sebanyak 2400 kali dalam satu hari.

Permasalahan Sulit Menelan

Sangat banyak kondisi bisa disertai keluhan gejala sulit menelan. Permasalahan otak, penyakit kerusakan saraf, penyakit infeksi, tumor atau penyakit keganasan bisa menyebabkan gejala sulit menelan.

Contoh berbagai kondisi dengan gejala keluhan sulit menelan meliputi:

  • Kerusakan otak: multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, cerebral  palsy, kondisi lain
  • Kerusakan saraf akibat cidera sumsum tulang belakang, amyotrophic lateral sclerosis penyakit Lou Gehrig, myasthenia gravis, kondisi lain
  • Stress, sindroma anxietas
  • Jaringan yang membentuk cincin tidak normal pada esofagus Schatzki ring
  • Abnormalitas spasme otot esofagus
  • Tumor atau kanker pada esofagus
  • Abnormalitas dimana otot esofagus sulit berelaksasi akibat Achalasia
  • Terbentuk jaringan parut di esofagus sehingga mengganggu elastisitas serta fungsi esofagus: akibat paparan asam lambung, zat kimia, radiasi, radang kronis, luka ulkus atau infeksi
  • Ada benda asing tersangkut di esofagus
  • Kelainan sistem imunitas dimana sel-sel kekebalan tubuh justru menyerang esofagus, yaitu scleroderma
  • Tumor di regio dada atau organ lain di sekitar esofagus sehingga menimbulkan tekanan kemudian mengganggu proses normal esofagus
  • Kelainan bawaan dimana orang terlahir dengan kondisi kelainan anatomi dan gangguan fisiologi menelan

Kesulitan menelan ditinjau dari kondisi awal menelan makanan padat dan cair. Pada kasus dimana diawali kesulitan menelan makanan padat kemungkinan karena penyakit pada struktur anatomi tenggorokan (kelainan mekanik). Jika kesulitan menelan makanan padat juga cairan terjadi secara bersamaan maka kemungkinan permasalahan saraf dan neuromuskuler. Jika kesulitan menelan semakin memburuk dikhawatirkan ada proses keganasan.

Menelan diawali di mulut bagian belakang (fase orofaringeal) kemudian berlanjut peristaltik di tenggorokan (fase esophageal). Penyebab gangguan fase orofaringeal bisa karena penyakit serebrovaskuler (contoh stroke), gangguan persarafan, kerusakan saraf, miastenia gravis, gangguan otot, diverticulum Zenker, tumor, kanker, gangguan motilitas sfingter esofagus bagian atas, dll. Penyakit refluks asam lambung juga bisa menimbulkan esofagitis. Gangguan fase esophageal bisa karena peradangan, penyempitan akibat striktur esofagus, ring/web, tumor, scleroderma,  penekanan dari jaringan lain di luar esofagus, pasca terapi radiasi, dll.

Tanda dan Gejala Sulit Menelan

Tanda gejala mengalami keluhan disfagia bisa terjadi pada semua orang. Namun paling sering pada usia lanjut atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Tanda dan gejala terkait disfagia meliputi:

  • Merasa nyeri kesakitan saat menelan (odynophagia)
  • Perih saat menelan
  • Tidak bisa menelan
  • Merasa makanan/minuman tercekat berhenti di tenggorokan, di dada atau di belakang tulang dada
  • Keluar air liur
  • Suara serak
  • Gumoh atau makanan kembali keluar
  • Dada terasa sensasi panas seperti terbakar
  • Kenaikan asam lambung
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Batuk atau tersedak saat akan menelan 
  • Merubah tekstur makanan menjadi potongan lebih kecil, lembek, lunak, semi-solid atau halus supaya mudah ditelan (proses menurunkan tekstur makanan ini disadari atau tidak disadari)

Gejala bisa disertai muntah, demam, batuk kronis, penurunan berat badan, masalah pernafasan, sesak nafas, dan keluhan lainnya. Disfagia juga bisa disebabkan karena kondisi berbahaya sehingga segera periksa ke dokter. Disfagia bisa menyebabkan komplikasi tersedak, gangguan pernafasan juga pneumonia akibat aspirasi. Jika terjadi tersedak, kemasukan benda asing, sesak nafas atau tanda kegawatan lain segera periksa ke UGD. 

Segera periksa ke dokter untuk penanganan disfagia lebih lanjut.

Dokter dan tim medis akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis untuk melihat fungsi persarafan dan pemeriksaan penunjang. Endoskopi, esofagogastroskopi, manometri esofagus, barium meal, tes menelan, pemeriksaan menggunakan foto sinar-X dilakukan untuk evaluasi kondisi esofagus juga proses menelan saat diberikan rangsangan udara, cairan atau makanan. Jika ditemukan kelainan organ maka bisa dilakukan pemeriksaan biopsi untuk selanjutnya pemeriksaan patologi anatomi.

Penanganan kondisi kesulitan menelan dilakukan dengan terapi rehabilitasi, pemberian obat atau tindakan operasi. Rehabilitasi akan melakukan beberapa manuver gerakan menelan, eksplorasi tekstur makanan yang bisa dimungkinkan untuk lancar ditelan serta latihan otot kepala leher. Jika terapi rehabilitasi tidak memungkinkan maka akan diberikan pengobatan atau tindakan operasi. Jika tidak mampu makan dan menelan maka akan dipasang alat bantu makan dengan selang nasogastrik untuk pemberian nutrisi. 

 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.