Penyakit Kanker

Pemeriksaan Payudara Sendiri

SADARI KANKER PAYUDARA

Periksa Payudara Sendiri (SADARI)

Kanker payudara merupakan salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, yaitu 50 per 100.000 penduduk  dengan angka kejadian tertinggi di D.I Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk sesuai informasi dari Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2013.  Sementara itu,  kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100.000 penduduk. 

Cara terbaik mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan mengetahui kondisi payudara normal. Pengenalan ini dilakukan sejak seorang anak perempuan memasuki masa baligh setelah mendapatkan menstruasi. Proses pemeriksaan payudara secara teratur penting bagi semua wanita.

Rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap perempuan, Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga kesehatan terlatih dan mamografi bisa membantu mendeteksi kanker payudara. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri SADARI satu kali setiap bulan. Jika masih menstruasi sebaiknya SADARI dilakukan di hari ke-7 sampai hari ke-10 (dihitung dari hari pertama menstruasi). Jika sudah menopause dilakukan di tanggal yang sama setiap bulan, misalnya setiap tanggal 1.

Pemeriksaan Payudara Sendiri

smartselectimage_2019-01-08-08-10-26-01.jpeg

Cara Melakukan SADARI:

  • Berdiri tegak menghadap cermin. Amati apabila ada perubahan payudara: ukuran, bentuk, warna, tekstur kulit, benjolan, perubahan pada puting, perubahan payudara.
  • Berdiri dengan mengangkat kedua lengan ke atas. Posisi siku ditekuk lalu letakkan tangan di belakang kepala, kemudian dorong siku ke arah depan. Amati bentuk, ukuran serta kondisi payudara. Selanjutnya, dorong siku ke arah belakang dan amati lagi bentuk, ukuran serta kondisi payudara.
  • Berdiri dengan memosisikan tangan pada pinggul. Condongkan bahu ke arah depan sehingga payudara menggantung lalu dorong kedua siku ke arah depan. Amati bentuk, ukuran serta kondisi payudara. Kemudian, tegak kembali dan tekan kuat tangan ke pinggul supaya otot di belakang payudara berkontraksi. Amati bentuk, ukuran serta kondisi payudara.
  • Posisikan lengan kanan ke atas kemudian raba payudara kanan menggunakan tiga jari (telunjuk, jari tengah dan jari manis) tangan kiri. Gunakan bagian dua ruas terluar jari untuk meraba keseluruhan payudara. Tekan perlahan permukaan payudara untuk merasakan apakah terdapat benjolan.
Pola perabaan bisa spiral melingkar dari puting hingga bagian tepi payudara, atau secara zig-zag atas bawah dari sisi ketiak hingga tengah regio dada, atau gerakan dari tepi payudara menuju ke puting lalu sebaliknya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada saat mandi dengan permukaan kulit yang basah licin sehingga lebih mudah. Ulangi langkah perabaan pada payudara kiri.
  • Pemeriksaan dilakukan dengan berbaring. Taruh bantal dibawah punggung sehingga posisi payudara di regio dada lebih mudah diperiksa. Posisikan lengan kanan ke atas dan letakkan di belakang kepala. Lakukan perabaan payudara kanan seperti poin di atas. Ulangi langkah perabaan pada payudara kiri.
  • Tekan dan pijat areola ke arah puting kanan. Amati apakah ada cairan yang keluar. Amati warna cairan jika ada cairan yang keluar apakah berwarna bening atau keruh, atau berwarna putih kekuningan, atau merah coklat kehitaman. Ulangi langkah pemeriksaan untuk payudara kiri.

Bisa minta tolong dokter dan tenaga kesehatan untuk melatih cara melakukan SADARI dengan benar. 

smartselectimage_2019-01-08-08-17-10-01

smartselectimage_2019-01-08-08-17-30-01

Kelainan yang harus diwaspadai yaitu

  1. Benjolan di payudara, ketiak, atau leher.
  2. Perubahan kulit menebal dan mengerut seperti kulit jeruk purut.
  3. Perubahan letak dan bentuk puting.
  4. Keluar cairan dari puting bukan pada saat menyusui, terutama bila berwarna merah coklat kehitaman.
  5. Luka sekitar puting yang tidak sembuh.
  6. Nyeri pada payudara.

Setiap menjumpai kelainan payudara harus segera diperiksakan ke dokter. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kanker atau onkolog bila ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara saat melakukan SADARI atau SADANIS. Perilaku menunda akan menjadikan sel kanker berkembang lebih ganas lagi dan mengurangi peluang untuk sembuh.

Sadanis adalah Pemeriksaan Payudara Klinis oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan. SADANIS dilakukan dengan pemeriksaan payudara rutin ke dokter meskipun tidak terdapat keluhan gejala. Skrining kanker payudara dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter kemudian dilakukan mammografi. Mammografi ditambah pemeriksaan USG hasilnya akan lebih akurat. Namun pemeriksaan USG saja tidak bisa menggantikan peran mammografi.

Baca informasi tentang KANKER PAYUDARA lebih lanjut disini.

Hindari penyakit kanker dengan menjalankan pola hidup CERDIK

  • Cek kesehatan berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrisi
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.