Penyakit Kanker

Kanker Serviks

KANKER SERVIKS RAHIM

Pengertian Kanker Serviks (Leher Rahim)

Rahim menjadi organ kewanitaan tempat janin tumbuh di perut ibu. Serviks merupakan bagian paling bawah dari organ uterus (rahim). Tempat pintu masuk dari vagina ke dalam organ rahim. Serviks berfungsi memproduksi lendir untuk lubrikasi vagina, mukus untuk bantu pergerakan sperma dan bantu menopang janin dalam rahim di masa kehamilan.  

anatomy-female-300 Anatomi Saluran Reproduksi Wanita (CDC)

Kanker serviks merupakan penyakit keganasan pada leher rahim. Tipe kanker serviks terdapat:

  1. karsinoma sel squamosa
  2. adenokarsinoma

Kanker serviks menjadi kanker yang menyebabkan kematian paling tinggi pada wanita di Indonesia. Kanker serviks merupakan penyebab keganasan nomer 4 paling sering terjadi pada penyakit kanker wanita di seluruh dunia. Terdapat 15.000 kasus kanker serviks baru setiap tahun pada wanita Indonesia. Pada tahun 2018, WHO memperkirakan terdapat 570.000 kasus kanker serviks baru dari seluruh dunia. Sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara berkembang.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks kemungkinan terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan pengaruh lingkungan. Sebagian besar kanker serviks muncul akibat infeksi HPV. Saat ini beberapa kondisi tertentu juga dicurigai bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks, sehingga dikenal sebagai faktor risiko. Keberadaan faktor risiko akan menyebabkan mutasi genetik pada individu yang rentan. Namun, mutasi genetik juga bisa terjadi secara acak sehingga muncul sel kanker.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Faktor risiko kanker serviks antara lain:

  • infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
  • paparan pengobatan hormon diethylstilbestrol (DES) saat masa janin
  • memiliki pasangan seksual lebih dari satu
  • melahirkan banyak anak
  • melakukan hubungan seksual di usia dini
  • memiliki kondisi kelemahan sistem imunitas tubuh
  • merokok dimana racun dari rokok akan memasuki peredaran darah kemudian merusak sel-sel pada serviks. 
  • memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks

Penyebab paling sering kanker serviks merupakan virus HPV. HPV ditularkan melalui kontak seksual sebagian besar disebabkan oleh infeksi HPV. Virus HPV menyerang sel-sel serviks menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal. Pemakaian pil KB dalam waktu sangat lama juga bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Kelemahan sistem imunitas tubuh menyebabkan rentan terjadi infeksi HPV. Risiko kanker juga semakin meningkat dengan pertambahan umur.

Tanda dan Gejala Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks jarang menunjukkan tanda gejala sakit saat stadium dini. Gejala yang muncul juga tidak spesifik seperti perdarahan dari vagina atau sakit pada panggul. Gejala lanjut biasanya terjadi  keluar darah tidak normal dari vagina, menstruasi tidak teratur, terjadi perdarahan inter-periode menstruasi, mengalami perdarahan pasca berhubungan seksual. kanker serviks juga menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seksual, keluar keputihan tidak normal dan nyeri kesakitan pada panggul.

Sebelum menjadi kanker akan terjadi perubahan dysplasia pada sel-sel serviks. Kondisi stadium dini ini bisa dideteksi dengan pemeriksaan pap smear secara rutin. Infeksi HPV juga sudah bisa dilakukan pemeriksaan sebelum terjadi kondisi kanker serviks.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Serviks

Diagnosis dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, pemeriksaan tes darah serta tes lain yang sekiranya diperlukan. Dilakukan tes pap (pap smear) untuk mengambil sampel lendir serta sel serviks. Sel-sel serviks akan dilakukan pemeriksaan memakai mikroskop. Infeksi HPV bisa juga dilakukan pemeriksaan genetik untuk deteksi DNA dan RNA HPV di sel serviks.

Kolposkopi dilakukan untuk melihat pencitraan kondisi di dalam rahim. Pada saat kolposkopi bisa sekaligus dilakukan kuret jaringan endoservikal. Jaringan kemudian diperiksa memakai mikroskop untuk deteksi sel. Jika hasil tes pap tidak normal bisa dilakukan biopsi untuk pemeriksaan patologi anatomi dari sampel contoh jaringan di serviks. 

Terapi dan Pengobatan Kanker Serviks

Terapi kanker serviks dilakukan dengan tindakan operasi, kemoterapi, radioterapi atau terapi kombinasi. Kanker serviks stadium sangat dini bisa diterapi hanya dengan cone biopsy. Pada stadium lanjut terapi meliputi operasi pengangkatan rahim, kemoterapi juga radioterapi. Pemilihan terapi berdasarkan stadium kanker, tipe kanker serviks, keinginan memiliki anak lagi, umur dan kondisi kesehatan umum. 

Tips Kiat Mencegah Kanker Serviks

Tidak semua kanker bisa dicegah, namun kita bisa mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi risiko mengalami sakit kanker. Kondisi ini bisa menurunkan risiko kanker serviks, yaitu:

  • Lakukan Pap test (Pap smear) untuk deteksi dini kanker serviks secara rutin
  • Vaksinasi HPV 
  • Deteksi infeksi HPV
  • Lakukan pencegahan penyakit menular seksual: setia dengan pasangan monogami, pakai kondom dengan benar, skrining pemeriksaan infeksi menular seksual, hindari napza dan hindari alkohol penyebab mabuk serta hilang kesadaran
  • Hindari douche pencucian vagina memakai produk pembersih kewanitaan yang bisa menghilangkan flora normal juga bakteri baik pelindung vagina serta organ di area kewanitaan
  • Hindari merokok

Semua langkah preventif ini harus dilakukan secara sinergis. Pemerintah Indonesia telah membuat program deteksi dini kanker serviks. Saat ini, lebih dari 3.700 Puskesmas di seluruh Indonesia telah dilatih dalam pelayanan deteksi dini penyakit kanker payudara dan leher rahim. Sedangkan untuk pengobatan segera dilakukan di rumah sakit kabupaten/kota secara berjenjang untuk rujukan kasus kanker. Ikhtiar pencegahan terhadap kanker serviks ini juga bisa membantu mencegah terjadinya kanker pada vagina dan vulva (organ kelamin wanita). 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.