Penyakit Kanker

Kanker Ovarium

KANKER OVARIUM

Pengertian Kanker Ovarium

Kanker ovarium merupakan penyakit keganasan pada indung telur (ovarium). Kanker ovarium jarang terjadi. Namun kanker ini sulit terdeteksi dini sehingga menjadi banyak penyebab kematian pada wanita dibandingkan kanker lain di saluran reproduksi.

anatomy-female-300 Anatomi Saluran Reproduksi Wanita (CDC)

Tipe kanker ovarium:

  • keganasan epithelial
  • keganasan pada stroma
  • keganasan pada sel-sel gamet

Penyebab Kanker Ovarium

Belum diketahui penyebab pasti munculnya penyakit kanker ovarium. Kanker ovarium kemungkinan terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan pengaruh lingkungan. Saat ini beberapa kondisi tertentu juga dicurigai bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker ovarium, sehingga dikenal sebagai faktor risiko. Keberadaan faktor risiko akan menyebabkan mutasi genetik pada individu yang rentan. Namun, mutasi genetik juga bisa terjadi secara acak sehingga muncul sel kanker.

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor risiko penyakit kanker ovarium antara lain, yaitu:

  • umur: wanita post menopause memiliki risiko lebih tinggi, biasanya terdiagnosis di usia 55 – 64 tahun namun bisa juga dialami oleh wanita muda
  • pemakaian terapi hormon estrogen
  • kegemukan atau obesitas
  • riwayat penyakit mengalami kanker ovarium sebelumnya
  • riwayat keluarga dengan kanker payudara
  • mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
  • endometriosis
  • riwayat pengobatan fertilitas terlebih jika tidak bisa hamil setelah menjalani serangkaian terapi
  • riwayat penyakit keluarga kanker colon non-polip
  • riwayat menarche di usia terlalu dini dan riwayat menopause di usia terlalu tua

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium sayangnya tidak mudah terdeteksi secara dini. Pada awal sakit seringkali tidak tampak tanda keluhan gejala spesifik. Gejala penyakit perut kembung, nyeri panggul, nyeri perut terutama pada bagian bawah, kesulitan makan, merasa sebah saat makan, perut mudah terasa penuh, cepat terasa kenyang saat makan, mengalami masalah pencernaan.

Kanker ganas sering terjadi penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, atau sedang tidak usaha diet menurunkan berat badan. Jika ukuran tumor membesar maka bisa terjadi gangguan fungsi organ sekitar pada saluran pencernaan seperti menyebabkan sembelit, menekan kandung kemih sehingga mengalami gangguan kencing. Penderita mudah lelah, capek dan merasa lemah. Keluhan sakit pinggang. Bisa terjadi perdarahan vagina tidak normal dan gangguan siklus menstruasi.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Ovarium

Diagnosis dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, pemeriksaan darah, ultrasonografi abdomen serta tes lain yang sekiranya diperlukan.

Terapi dan Tata Laksana Kanker Ovarium

Terapi biasanya dilakukan operasi kemudian lanjut kemoterapi.

Tips Kiat Mencegah Kanker Ovarium

Tidak semua kanker bisa dicegah, namun kita bisa mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi risiko mengalami sakit kanker. Kondisi ini bisa menurunkan risiko kanker ovarium, yaitu:

  • Pemakaian pil KB: semakin lama meminum pil KB akan semakin rendah risiko mengalami kanker ovarium. Perlindungan dengan penurunan risiko bahkan bisa lebih dari 30 tahun setelah wanita berhenti meminum pil KB. Namun pil KB juga memiliki risiko efek samping sehingga lakukan konseling keluarga berencana.
  • Tubektomi: prosedur ligasi tuba menurunkan risiko kanker ovarium
  • Hamil dan melahirkan anak: melahirkan anak lebih dari satu menurunkan risiko kanker ovarium dibandingkan wanita yang tidak punya anak.
  • Salpingektomi: prosedur mengangkat tuba fallopii menurunkan risiko kanker ovarium. Salpingektomi kedua tuba membuat risiko makin rendah lagi.
  • Menyusui bayi menurunkan risiko mengalami kanker ovarium. Semakin lama durasi menyusui akan makin menurunkan risiko terjadinya kanker ovarium.
  • Salpingo-oophorectomy: prosedur mengangkat kedua tuba fallopii dan kedua ovarium pada wanita berisiko tinggi mengalami kanker ovarium bisa menurunkan risiko sakit kanker ovarium
  • Lakukan konseling genetik dan diskusikan faktor risiko bersama dokter

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.