Kesehatan Umum

Mengenal Tinnitus dan Telinga Berdenging

TINNITUS

Pengertian Tinnitus

Tinnitus merupakan istilah bahasa medis untuk kondisi dimana terdengar suara-suara di telinga, padahal sebenarnya tidak terdapat sumber bunyi di lingkungan sekitar. Tinnitus sering disebut “telinga berdenging”. Jadi artikel berikut ini akan membahas tentang tinnitus.

Suara tinnitus bisa bermacam-macam seperti berisik, berdering, berdenging, berdengung, menderu, gembrebeng, tiupan, suara klik, siulan, letupan, berdesis, peluit, dll. Kualitas suara bisa terdengar keras maupun redup, atau kombinasi berbagai jenis suara. Tinnitus bisa hanya di sebelah atau di kedua telinga. Bisa terjadi terus-menerus atau hilang-timbul. Penderita seperti mendengar angin bertiup, air mengalir, suara seperti di dalam cangkang siput atau bunyi balok musikal. 

Tinnitus merupakan gejala, bukan diagnosis penyakit. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada persepsi suara sehingga mungkin saja berhubungan dengan sistem pendengaran. Bisa timbul bersamaan dengan gangguan penyakit pada telinga, namun bisa juga bukan dari masalah di telinga. Tinnitus bisa timbul hanya beberapa menit kemudian menghilang sendiri. Tinnitus persisten terjadi jika keluhan dialami lebih dari 6 bulan. Seperlima penderita mengalami keluhan tinnitus yang mengganggu kualitas hidup sehari-hari juga fungsi kesehatan. Kondisi tinnitus ini sebaiknya segera dievaluasi dengan periksa ke dokter spesialis THT.

Penyebab Tinnitus

Tinnitus muncul akibat beberapa kondisi sehingga terjadi gangguan pada sistem pendengaran. Tinnitus bermula dari permasalahan di telinga kemudian diteruskan ke serabut saraf pendengaran hingga ke otak pusat pendengaran. Terkadang tinnitus juga bisa muncul akibat permasalahan pada sel-sel sirkuit pendengaran di otak. Otak membuat ilusi terjadi suara-suara padahal tidak ada sumber suara. Tinnitus juga bisa terjadi akibat cidera atau kehilangan sel-sel sensorik di telinga dalam. Tinnitus juga bisa muncul akibat interaksi tidak normal atau hilangnya keseimbangan pada sirkuit persarafan sehingga terjadi gangguan penyampaian sinyal ke korteks auditori di otak.

Faktor Risiko Tinnitus

Kondisi ini bisa menjadi penyebab munculnya keluhan gejala tinnitus, diantaranya:

  • Proses penurunan pendengaran pada orang lanjut usia
  • Cerumen prop
  • Sering mendengar atau terpapar suara keras
  • Infeksi pada telinga atau sinus
  • Kondisi gangguan pada jantung atau pembuluh darah
  • Meniere’s disease
  • Tumor otak
  • Perubahan hormonal pada wanita
  • Permasalahan tiroid
  • Komplikasi penyakit lain, contohnya hipertensi, diabetes mellitus
  • Efek pengobatan tertentu 

Tanda dan Gejala Tinnitus

Tanda gejala tinnitus bisa terjadi:

  • Terdengar suara berdenging bisa bernada rendah maupun tinggi pada telinga
  • Terdengar suara berisik bisa intermiten hilang-timbul atau terus-menerus di telinga
  • Terdapat sensasi berdenyut atau ketukan di telinga
  • Bisa timbul gangguan pendengaran, kurang bisa mendengar atau pendengaran tetap baik-baik saja

Tinnitus juga bisa disertai gangguan pendengaran. Tidak nyaman atau lebih sensitif saat mendengar suara keras. Penderita tinnitus sering mengalami gangguan tidur juga tidak nyaman saat bekerja. Kondisi ini bisa menimbulkan kelelahan, depresi, anxietas, mengganggu konsentrasi dan gangguan ingatan (memori). Pada akhirnya tinnitus bisa menimbulkan gejala gangguan mental dan emosional.

Diagnosis dan Pemeriksaan Tinnitus

Jika mengalami tinnitus sebaiknya segera periksa konsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, pemeriksaan telinga, tes pendengaran, pengukuran tekanan darah, tes laboratorium dan analisis pengobatan yang diterima. Pasien mungkin juga dirujuk ke dokter spesialis THT untuk menjalani pemeriksaan telinga, kepala, leher dan tes pendengaran lebih lanjut. 

otoskopi Pemeriksaan Otoskopi (Medline Plus)

Terapi dan Tata Laksana Tinnitus

Tinnitus merupakan gejala dari kondisi berbagai macam penyakit sehingga terapi sesuai dengan penyakit penyebab munculnya keluhan. Terapi meliputi pemakaian alat bantu dengar, sound-masking device, pengobatan dan konseling tata cara beradaptasi dengan tinnitus. Dokter akan mengobati penyakit atau kondisi penyebab seperti membersihkan cerumen prop, mengatasi otitis media, mengobati arthritis persendian rahang, dan lain sebagainya sesuai penyakit penyebab.

Penderita tinnitus sering juga mengalami tuli atau gangguan pendengaran dengan berbagai tingkatan. Gangguan pendengaran bisa coba diatasi dengan alat bantu dengar. Jika gangguan pendengaran berat akan dilakukan implantasi cochlea. Sound-masking device berfungsi membuat suara-suara untuk menimpa tinnitus dengan bunyi deburan ombak, musik, akustik, suara air terjun, suara hujan atau suara-suara lain yang meneduhkan sehingga membuat lebih rileks.

Tinnitus seringkali menyertai kondisi penyakit lain. Konseling dilakukan untuk mengajarkan penderita cara berdamai menerima dan mengatasi tinnitus dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan tata cara berpikir dan penerimaan akan membuat reaksi terhadap tinnitus menjadi berbeda. Penyintas juga bisa dibantu menemukan cara untuk mengelola tinnitus sehingga bisa rileks di siang hari dan tidur lelap di malam hari.

Tips Kiat Mencegah Tinnitus

Tidak semua tinnitus bisa dicegah, namun faktor risiko tertentu sangat bisa untuk dikendalikan. Lindungi telinga dari paparan suara-suara sangat keras yang akan merusak sel-sel di dalam telinga. Gunakan alat pelindung jika bekerja di tempat-tempat bersuara keras. Lakukan perawatan telinga sesuai rekomendasi dokter sebab tinnitus juga bisa muncul akibat infeksi atau radang di telinga.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.