Kesehatan Umum

Otitis Media Supuratif Kronik

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK (OMSK)

Pengertian Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan peradangan telinga tengah disertai berlubangnya gendang telinga sehingga terjadi pengeluaran sekret cairan dari liang telinga lebih dari 2 – 6 minggu. Kondisi ini bisa terjadi terus-menerus atau hilang-timbul. OMSK menjadi penyebab timbulnya gangguan pendengaran tuli konduksi yang bisa dicegah, terutama di negara-negara berkembang.

Terdapat 2 jenis OMSK:

  1. OMSK benigna (tubotimpanal): peradangan bersifat supuratif dalam waktu lama (kronis) pada lapisan mukosa ruang telinga tengah disertai perubahan mukosa yang masih bisa diperbaiki jika diobati dengan benar.
  2. OMSK maligna (atticoantral): peradangan bersifat supuratif dalam waktu lama (kronis) pada lapisan mukosa ruang telinga tengah juga jaringan dibawahnya serta telah terjadi kerusakan akibat kolesteatoma dan/atau osteitis. 
anatomi telinga.jpg Anatomi Telinga (Medline Plus)

Penyebab Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Terjadi peradangan telinga tengah yang tidak membaik. Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) bisa disebabkan infeksi bakteri kronis akibat bakteri aerob seperti Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, S. aureus, Streptococcus pyogenes, Proteus mirabilis, Klebsiella species) atau anaerobic (sepertiBacteroides, Peptostreptococcus, Proprionibacterium).  

Faktor Risiko Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) bisa terjadi pada semua umur. Jenis kelamin pria atau wanita tidak berpengaruh. Kemiskinan, kebersihan buruk, paparan asap rokok juga polusi udara, kurang gizi, tinggal di daerah padat populasi penduduk, infeksi pernafasan atas secara berulang, kelemahan sistem kekebalan tubuh bisa meningkatkan risiko OMSK. Faktor risiko OMSK lainnya antara lain:

  • Otitis media akut yang menjadi otitis media kronis,
  • Otitis media kronik nekrotik
  • Riwayat cidera sehingga terjadi perlubangan pada membrana timpani (gendang telinga)
  • Retraksi membrana timpani
  • Anomali kraniofacial 
  • Celah langit-langit mulut, Down syndrome, cri du chat syndrome, choanal atresia, DiGeorge syndrome, cleft lip, dan microcephaly lebih rentan OMSK 
  • Kolesteatoma kongenital
  • Sering menyelam
  • Penyakit hidung dan tenggorokan

Tanda dan Gejala Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Keluar cairan dari liang telinga selama lebih dari 2 bulan. Cairan bisa berwarna jernih, kuning, kuning-kehijauan. Pada OMSK benigna cairan dari telinga bisa purulen atau mukopurulen, tidak berbau, warna putih hingga kekuningan, biasanya tanpa darah. Pada OMSK maligna keluar cairan dari telinga berbau tidak sedap, purulen, warna kuning, kecoklatan hingga kehijauan, bisa disertai darah karena terjadi granulasi.

Pada OMSK bisa disertai gangguan pendengaran. Penderita pernah mengalami sakit telinga sebelumnya. Pada OMSK benigna gejala makin berat jika terjadi batuk, pilek, sakit tenggorokan atau infeksi saluran pernafasan atas lainnya. 

Pemeriksaan dan Diagnosis Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Diagnosis dilakukan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan telinga memakai otoskopi. Tes pendengaran dengan memakai garpu tala tes Rinne, Weber, Scwabach untuk menentukan jenis ketulian. Jika tersedia bisa dilakukan tes audiometri dan foto mastoid memakai pemeriksaan sinar-X.

OMSK tipe aman (tubotimpani) gendang telinga berlubang di pars sentra atau pars tensa berbentuk ginjal dengan sekret mucoid tidak terlalu berbau, tidak ditemukan kolesteatoma. OMSK maligna terdapat lubang gendang telinga di atik, marginal atau setral besar. Sekret berwarna purulent kuning-keabu-abuan terdapat serpihan berwarna putih, sangat berbau dan pada pemeriksaan bisa ditemukan kolesteatoma dan granuloma dari cavum timpani.

Terapi dan Tata Laksana Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

OMSK akan ditangani oleh dokter spesialis THT. Pada OMSK benigna dokter akan membersihkan liang telinga dan obat. Pemberian antibiotik harus dilakukan sesuai petunjuk dokter supaya infeksi bisa tuntas. Dilakukan tindakan operasi untuk membuang jaringan rusak, memperbaiki serta rekonstruksi (timpanoplasti). Telinga dijaga kering bersih, jangan sampai kemasukan air. Tidak boleh mengorek-korek ke dalam telinga. Diskusikan pemilihan terapi bersama dokter berkompeten.

Komplikasi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

  • Komplikasi intra-temporal: labirinitis, paralisis nervus fasialis, petrositis, hidrosefalus otik.
  • Komplikasi ekstra-temporal: abses otak, abses subperiosteal, abses epidural, abses perisinus, meningitis, cereberitis, thrombosis sinus lateral
  • Kerusakan struktur tulang dan gendang telinga sehingga bisa menyebabkan gangguan pendengaran (tuli).
  • Menyebabkan kematian akibat komplikasi fatal.

Tips Kiat Mencegah Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Otitis media bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko penyakit. Telinga dijaga supaya kering tidak kemasukan air juga bersih. Cegah otitis media supaya tidak mengalami OMSK. Timpanoplasty untuk perbaikan gendang telinga bantu mencegah masuknya bakteri berbahaya dari telinga bagian luar ke telinga tengah. Lakukan terapi OMSK sesuai anjuran dokter supaya pengobatan tuntas serta tidak kambuh lagi. Jika suatu hari mengalami gejala sakit telinga sebaiknya segera periksa ke dokter sedini mungkin tanpa menunda-nunda untuk mencegah timbulnya OMSK.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.