Penyakit Kanker

Kanker Pankreas

KANKER PANKREAS

Pengertian Kanker Pankreas

Pankreas merupakan organ pencernaan sekaligus kelenjar yang terletak di belakang lambung dan di depan lengkung tulang rusuk. Organ pancreas dibagi menjadi bagian caput, corpus dan cauda pankreas. Pankreas memproduksi getah mengandung enzim pankreas untuk pencernaan makanan di usus (eksokrin). Pankreas juga memproduksi hormon untuk bantu metabolisme tubuh mengatur kadar gula darah stabil normal (endokrin). Sel-sel pakreas dibedakan menjadi kelompok endokrin dan eksokrin. Bagian eksokrin akan memproduksi enzim pankreas dimana sel-sel terkumpul secara lobuler. Sel-sel bagian endokrin membentuk pulau-pulau Langerhans (islet pancreas) akan memproduksi hormon insulin dan glukagon.

saluran-pencernaan.jpg

Kanker pankreas merupakan penyakit keganasan yang berasal dari sel-sel di pankreas. Tumor pankreas sering berasal dari bagian eksokrin. Paling sering terjadi jenis kanker ganas adenokarsinoma. Terdapat kanker jenis lain dari islet pankreas, pancreatic neuroendocrine tumor, namun lebih jarang ditemukan. Artikel kanker pankreas disini dimaksudkan untuk membahas tentang pancreatic ductal adenocarsinoma. Adenokarsinoma pankreas sering terjadi di:

  • caput (60 – 70%)
  • corpus (20 – 30%)
  • cauda (5 – 10%)

Penyebab Kanker Pankreas

Terjadi kerusakan DNA sehingga sel normal berubah menjadi sel ganas. Sel-sel ganas berkembang sehingga menyebabkan penyakit kanker. Namun belum diketahui secara pasti penyebab munculnya keganasan sel di pankreas. Ada pengaruh dari riwayat keluarga dengan kanker pankreas dan penyakit genetik tertentu sehingga dicurigai terdapat peran genetik dalam proses terjadinya kanker pankreas.

Contoh sindroma genetik yang bisa menyebabkan kanker eksokrin pankreas:

  • Hereditary breast and ovarian cancer syndrome, akibat mutasi gen BRCA1 atau BRCA2
  • Familial atypical multiple mole melanoma (FAMMM) syndrome, akibat mutasi gen p16/CDKN2A
  • Familial pancreatitis, akibat mutasi gen PRSS1
  • Lynch syndrome, dikenal juga sebagai hereditary non-polyposis colorectal cancer (HNPCC), akibat mutasi gen MLH1 atau MSH2
  • Peutz-Jeghers syndrome, akibat mutasi gen STK11. Sindroma ini juga terkait dengan kemunculan polip di saluran pencernaan serta tipe kanker lainnya.
  • Von Hippel-Lindau syndrome, akibat mutasi gen VHL

Contoh sindroma genetik yang bisa menyebabkan kanker  dan tumor neuroendokrin pankreas:

  • Neurofibromatosis, type 1, akibat mutasi gen NF1
  • Multiple endocrine neoplasia, type I (MEN1), akibat mutasi gen MEN1 gen.

Saat ini beberapa kondisi tertentu juga dicurigai bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker pankreas sehingga dikenal sebagai faktor risiko kanker pankreas. Keberadaan faktor risiko akan menyebabkan mutasi genetik pada individu yang rentan. Mutasi genetik juga bisa terjadi secara acak sehingga terjadi sel kanker.

Faktor Risiko Kanker Pankreas

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko mengalami sakit sehingga menjadi faktor risiko kanker pankreas.

Faktor risiko tersebut antara lain:

  • Umur: Dua pertiga kasus kanker pankreas ditemukan pada usia lebih dari 65 tahun
  • Sangat gemuk atau mengalami obesitas
  • Merokok dan memakai produk tembakau: merokok, menghisap atau mengunyah produk mengandung tembakau
  • Riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, radang pankreas kronis (pankreatitis kronis), ulkus lambung, infeksi Helicobacter pylori
  • Riwayat keluarga dengan kanker pankreas dimana 1 dari 10 kasus kanker pankreas memiliki riwayat keluarga sakit kanker pankreas
  • Penyakit genetik tertentu contohnya Lynch atau Peutz-Jegher Syndrome
  • Ras: keturunan Afrika-Amerika memiliki risiko lebih tinggi
  • Jenis kelamin: laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sampaikan kepada dokter faktor risiko yang ada sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tanda dan Gejala Kanker Pankreas

Kanker di stadium awal jarang ada menunjukkan tanda gejala penyakit spesifik. Kondisi ini membuat kanker pankreas sulit terdiagnosis dini.

Tanda gejala sakit kanker pankreas antara lain:

  • Nyeri di punggung atau perut: Rasa sakit awalnya hilang – timbul, memburuk saat berbaring, memburuk setelah makan
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Jaundice/ikterus: kulit mengalami pewarnaan kuning, bagian putih mata tampak kuning, urin berwarna oranye pekat bahkan coklat seperti teh, kulit gatal, feses berwarna pucat 

Tanda gejala sakit kanker juga sering tidak spesifik seperti mual, muntah, perubahan pola BAB (bisa sembelit atau justru diare), demam, menggigil, gangguan pencernaan, nafsu makan menurun, mudah lelah, hingga terbentuk bekuan darah. Pankreas mengatur kadar gula darah sehingga jika terjadi keganasan di sel-sel pankreas maka produksi insulin menurun atau bahkan berhenti sehingga bisa terjadi tanda gejala seperti sakit diabetes.

Segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu atau lebih keluhan tanda gejala sakit di atas. Banyak kondisi penyakit memiliki gejala serupa, periksa ke dokter menjadi cara terbaik mengetahui penyebab munculnya keluhan gejala.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Pankreas

Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tes darah, tes urin, serta tes pemeriksaan lain yang sekiranya diperlukan. Pada pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan umum dan pemeriksaan pada perut. Pemeriksaan perut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat benjolan di organ perut juga tanda pembesaran pada liver. Sampel contoh urin dan darah akan diperiksa lebih lanjut. Pada pemeriksaan sampel jaringan darah, urin atau jaringan lain bisa diperiksa marker kanker seperti  CA 19-9, and carcinoembryonic antigen (CEA).

Pemeriksaan penunjang dengan diagnosis pencitraan seperti ultrasonografi (USG) abdomen, magnetic resonance imaging (MRI), computerised tomography scan (CT scan) atau positron emission tomography (PET) scan untuk melihat organ dalam tubuh lebih detail. Jika hasilnya terdapat kecurigaan bisa dilakukan pemeriksaan endoscopic ultrasound (EUS), endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP) atau laparoscopy untuk melihat kondisi pankreas beserta organ lain.

Biopsi dilakukan untuk mengambil sampel dari jaringan yang dicurigai tidak normal. Contoh sampel jaringan akan dilakukan pemeriksaan patologi anatomi. Pemeriksaan kanker dilakukan untuk deteksi tipe kanker penyebab dan juga menentukan derajat stadium penyakit kanker.

Terapi dan Tata Laksana Kanker Pankreas

Penanganan kanker akan dilakukan oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari berbagai keahlian sehingga proses terapi bisa secara menyeluruh. Pemilihan terapi kanker rongga mulut meliputi tindakan operasi, radioterapi, kemoterapi atau terapi kombinasi. Diskusikan pemilihan terapi lebih lanjut bersama tim dokter. 

Pemilihan terapi bergantung pada:

  • Stadium kanker saat ditemukan 
  • Ukuran dan letak tumor
  • Apakah kanker pertama kali terdiagnosis atau berulang
  • Umur pasien
  • Kondisi kesehatan umum pasien

Tips Kiat Mencegah Kanker Pankreas

Tidak semua penyebab kanker bisa diatasi, namun kita bisa berupaya mengontrol faktor risiko. Tujuan mengontrol faktor risiko supaya menurunkan risiko sakit kanker pankreas. Pencegahan kanker dengan gaya hidup sehat seimbang, konsumsi buah dan sayur. Jaga supaya berat badan terjaga ideal normal. Berhenti merokok, menghisap atau memakai produk tembakau lain. Hindari konsumsi alkohol. Gunakan alat pelindung diri untuk mengurangi risiko paparan toksin saat di tempat kerja atau lingkungan. Lakukan periksa kesehatan rutin.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.