Penyakit Kanker

Kanker Nasofaring

KANKER NASOFARING

Pengertian Kanker Nasofaring

Nasofaring merupakan struktur organ yang terletak di area di atas tenggorok dan belakang hidung. Nasofaring menjadi bagian dari faring yang dilewati oleh udara dari hidung ke tenggorokan (laring).

anatomi faring

Anatomi hidung, faring, mulut dan laring. Picture credit Terese Winslow (NIH National Cancer Institute)

Kanker nasofaring merupakan penyakit keganasan dari sel-sel di jaringan nasofaring. Kanker nasofaring merupakan kanker terbanyak ke-4 yang ditemukan di Indonesia setelah kanker payudara, kanker serviks (leher rahim) dan kanker paru.

Kanker nasofaring biasanya merupakan karsinoma nasofaring. Pada kondisi lebih jarang bisa ditemukan kanker ganas limfoma, adenokarsinoma dan adeno cystic carsinoma. Tipe kanker karsinoma nasofaring berdasarkan kriteria WHO yaitu:
1. Karsinoma Sel Skuamosa Berkeratin (WHO 1)
2. Karsinoma Tidak Berkeratin:
a. Berdiferensiasi (WHO 2)
b. Tidak Berdiferensiasi (WHO 3)
3. Karsinoma Basaloid Skuamosa

Penyebab Kanker Nasofaring

Terjadi kerusakan DNA sehingga sel normal berubah menjadi sel ganas. Sel-sel ganas berkembang sehingga menyebabkan penyakit kanker. Namun belum diketahui secara pasti penyebab munculnya keganasan sel di nasofaring. Para ilmuwan sedang meneliti hubungan pewarisan genetik tertentu berpengaruh terhadap faktor risiko sehingga terjadi keganasan sel nasofaring. Saat ini beberapa kondisi terkait diet makanan tertentu, infeksi serta riwayat keturunan dicurigai bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker nasofaring.

Faktor Risiko Kanker Nasofaring

Kondisi berikut ini bisa meningkatkan risiko mengalami kanker nasofaring, diantaranya yaitu:

  • Riwayat keturunan ras Asia, China Selatan atau Afrika Utara
  • Pola makan tinggi garam (ikan asin, daging diawetkan dengan cara diasinkan pakai garam kadar tinggi)
  • Terpapar infeksi Epstein-Barr virus (EBV)
  • Bekerja sehingga terpapar debu kayu terus-menerus
  • Memiliki riwayat keluarga dekat dengan penyakit kanker nasofaring 
  • Paparan infeksi human papilloma virus
  • Jenis kelamin
  • Usia: usia semakin tua risiko kanker makin besar, sebagian besar kasus kanker nasofaring terdiagnosis di umur 50 tahun 
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Riwayat merokok

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit.

Tanda dan Gejala Kanker Nasofaring

Tanda penyakit kanker nasofaring meliputi permasalahan bernafas, bicara dan pendengaran. Tanda gejala sakit kanker bisa menimbulkan salah satu atau lebih keluhan seperti:

  • Benjolan di hidung atau leher
  • Nyeri sakit tenggorokan
  • Gangguan saat bernafas
  • Gangguan saat berbicara
  • Mimisan
  • Nyeri kesakitan di telinga atau terdengan suara berdenging di telinga
  • Sakit kepala

Segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu atau lebih keluhan tanda gejala sakit di atas. Banyak kondisi penyakit memiliki gejala serupa, periksa ke dokter menjadi cara terbaik mengetahui penyebab munculnya keluhan gejala. Sayangnya kondisi kanker stadium awal seringkali tidak menimbulkan keluhan gejala sehingga sulit terdiagnosis lebih dini. 

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Nasofaring

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika terdapat keluhan gejala sakit tidak normal serta tidak membaik. Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tes darah, serta tes pemeriksaan lain yang sekiranya diperlukan. Pemeriksaan kanker nasofaring dilakukan untuk mengetahui tipe kanker penyebab dan menentukan stadium tingkat keparahan penyakit.

Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa tanda vital, kesehatan secara umum, benjolan, pembesaran kelenjar getah bening, tes pendengaran juga pemeriksaan neurologis menilai fungsi persarafan. Nasoskopi posterior, nasofaringoskopi, laringoskopi, endoskopi bagian atas merupakan pemeriksaan pencitraan yang dilakukan untuk melihat gambaran organ di dalam hidung, mulut, faring, tenggorokan serta saluran pencernaan bagian atas. Biopsi dilakukan jika tampak jaringan tidak normal saat pemeriksaan. Jaringan kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi memakai mikroskop.

Pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada darah. Pemeriksaan penunjang dengan diagnosis pencitraan seperti foto thoraks, USG abdomen, magnetic resonance imaging (MRI), computerised tomography scan (CT scan), positron emission tomography (PET) scan dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail organ tubuh serta mendeteksi jika ada penyebaran sel kanker. Tes Ebstein-Barr Virus (EBV) dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi anti-EBV dan DNA EBV. Hasil pemeriksaan tes EBV akan positif jika pasien pernah terinfeksi virus tersebut.

Terapi dan Tata Laksana Kanker Nasofaring

Penanganan kanker akan dilakukan oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari berbagai keahlian sehingga proses terapi bisa secara menyeluruh. Kanker nasofaring sangat sulit untuk dilakukan tindakan operasi. Pilihan terapi kanker karsinoma nasofaring meliputi radioterapi, kemoterapi atau kombinasi keduanya. Diskusikan pemilihan terapi lebih lanjut bersama tim dokter.

Pemilihan dan kesuksesan terapi bergantung pada:

  • Stadium kanker saat ditemukan apakah terbatas di area nasofaring, meliputi seluruh area nasofaring atau telah menyebar ke organ tubuh lain
  • Tipe kanker nasofaring
  • Ukuran tumor 
  • Umur pasien
  • Kondisi kesehatan umum pasien

Tips Kiat Mencegah Kanker Nasofaring

Tidak semua kanker bisa dicegah, namun kita bisa mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi risiko mengalami sakit kanker. Pencegahan kanker nasofaring bisa dicoba dengan berhenti merokok, hindari alkohol, membatasi atau tidak mengkonsumsi makanan diawetkan dengan kadar garam tinggi. Cegah infeksi virus EBV yang menjadi risiko terjadinya karsinoma nasofaring. Para ilmuwan sedang meneliti pembuatan vaksin EBV.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.