Penyakit Kanker

Kanker Mulut

KANKER RONGGA MULUT DAN OROFARING

Pengertian Kanker Mulut

Rongga mulut meliputi bibir, mukosa bibir, pipi serta rongga mulut, gigi, gusi, dua pertiga lidah bagian depan, lantai mulut, langit-langit mulut bagian yang keras (palatum durum). Orofaring merupakan bagian faring yang terletak di belakang rongga mulut. Organ bagian dari orofaring meliputi sepertiga bagian belakang lidah, langit-langit mulut lunak (pallatum molle), tonsil dan dinding samping serta belakang faring.

anatomi rongga mulut

Anatomi hidung, faring, mulut dan laring. Picture credit Terese Winslow (NIH National Cancer Institute)

Rongga mulut dan orofaring berfungsi untuk makan, mengunyah, bernafas, bicara dan menelan makanan. Kelenjar ludah akan memproduksi ludah yang dikeluarkan ke dalam ringga mulut supaya menjaga kelembaban juga bantu pencernaan makanan. Banyak kondisi pertumbuhan sel tidak normal terjadi antara lain tumor, lesi prekanker dan kanker. Kanker merupakan keganasan sel yang bersifat merusak invasif ke organ sekitarnya juga organ tubuh lain.

Kanker rongga mulut merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel di rongga mulut. Kanker rongga orofaring merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel di rongga orofaring.

Terdapat banyak jenis sel di rongga mulut sehingga bisa muncul banyak jenis kanker, antara lain:

  • Karsinoma sel squamosa (90%), berasal dari sel-sel squamosa pipih pelapis utama lapisan epitel mukosa rongga mulut juga orofaring. 
  • Verrucous carcinoma (5%), merupakan tipe sel ganas lambar tumbuh yang juga berasal dari sel squamosa epitel rongga mulut dan nasofaring.
  • Karsinoma kelenjar ludah
  • Limfoma

Jenis kanker lain di rongga orofaring bisa berupa karsinoma nasofaring dan kanker plica vocalis (pita suara).

 

Penyebab Kanker Mulut

Terjadi kerusakan DNA sehingga sel normal berubah menjadi sel ganas. Sel-sel ganas berkembang sehingga menyebabkan penyakit kanker. Namun belum diketahui secara pasti penyebab munculnya keganasan sel di rongga mulut dan orofaring. Para ilmuwan sedang meneliti hubungan pewarisan genetik tertentu berpengaruh terhadap faktor risiko sehingga terjadi keganasan sel rongga mulut dan orofaring.

Saat ini beberapa kondisi terkait merokok, alkohol, infeksi serta riwayat keturunan dicurigai bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker rongga mulut dan orofaring. Keberadaan faktor risiko akan menyebabkan mutasi genetik pada individu yang rentan. Mutasi genetik juga bisa terjadi secara acak sehingga terjadi sel kanker.

Faktor Risiko Kanker Mulut

Kondisi berikut ini bisa meningkatkan risiko mengalami kanker mulut serta orofaring, diantaranya yaitu:

  • Kebiasaan merokok dan memakai produk tembakau, termasuk mengunyah tembakau
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Kebiasaan mengunyah daun sirih, biji pinang, tembakau
  • Paparan infeksi human papilloma virus
  • Riwayat keturunan ras
  • Jenis kelamin: pria mengalami kanker ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan wanita
  • Usia: usia semakin tua risiko kanker makin besar, sebagian besar kasus kanker nasofaring terdiagnosis di umur 55 tahun. Namun kanker terkait HPV bisa ditemukan lebih sering pada usia lebih muda.
  • Paparan sinar ultraviolet terutama kanker pada bibir
  • Pola makan jarang konsumsi buah dan sayur
  • Kondisi kelemahan sistem imunitas tubuh: penyakit kelemahan sistem imunitas tubuh bisa karena faktor keturunan, pengobatan tertentu atau infeksi HIV/AIDS
  • Graft-versus-host-disease dimana terjadi reaksi penolakan pasca menerima transplantasi organ tubuh
  • Penyakit genetik keturunan pada sindroma tertentu: fanconi anemia, dyskeratosis congenita
  • Lichen planus 

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit.

Tanda dan Gejala Kanker Mulut

Kanker di rongga mulut bisa menimbulkan tanda gejala penyakit antara lain:

  • Sariawan tidak kunjung sembuh
  • Luka terasa sakit berwarna merah atau putih yang tidak membaik di gusi, lidah atau bagian rongga mulut lainnya
  • Bercak berwarna merah atau putih yang tidak membaik di gusi, lidah atau bagian rongga mulut lainnya
  • Rahang mengalami pembengkakan, sulit menggerakkan rahang
  • Kebas pada lidah atau area mulut lain
  • Gigi goyang tanpa penyebab yang jelas
  • Perubahan suara
  • Mulut terasa sakit
  • Terjadi perdarahan dari mulut
  • Penebalan atau benjolan di sekitar mulut serta leher
  • Permasalahan dengan gigi palsu tanpa penyebab yang jelas
  • Bau mulut tidak sedap
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Kanker di bagian belakang faring bisa menimbulkan tanda gejala penyakit antara lain:

  • Permasalahan bicara
  • Permasalahan bernafas
  • Kesulitan mengunyah atau menelan makanan
  • Terasa ada sesuatu mengganjal di tenggorokan
  • Nyeri sakit tenggorokan tidak kunjung membaik
  • Telinga terasa sakit, penuh, terdengar suara berdenging atau gangguan pendengaran 

Segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu atau lebih keluhan tanda gejala sakit di atas. Banyak kondisi penyakit memiliki gejala serupa, periksa ke dokter menjadi cara terbaik mengetahui penyebab munculnya keluhan gejala. Lakukan pengamatan rongga mulut memakai cermin secara berkala setiap bulan. Periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali atau sesuai saran dokter. Segera periksa ke dokter gigi jika mengalami sariawan atau luka di rongga mulut yang sangat sakit atau tidak membaik dalam 2 minggu.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Mulut

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika terdapat keluhan gejala sakit di area rongga mulut juga tenggorokan yang tidak membaik. Tanda awal kanker mulut terkadang bisa terdeteksi pada saat pemeriksaan rutin di dokter gigi. Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tes darah, serta tes pemeriksaan lain yang sekiranya diperlukan. Pemeriksaan kanker mulut serta orofaring dilakukan untuk mengetahui tipe kanker penyebab dan menentukan stadium tingkat keparahan penyakit.

Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa tanda vital, kesehatan secara umum, benjolan, pembesaran kelenjar getah bening, tes pendengaran juga pemeriksaan neurologis menilai fungsi persarafan. Endoskopi untuk melihat organ saluran terkadang disertai dengan biopsi. Biopsi mengambil sampel contoh jaringan dilakukan jika tampak jaringan tidak normal saat pemeriksaan. Exfoliative cytology dilakukan untuk mengambil contoh jaringan di mukosa rongga mulut. Jaringan hasil biosi atau exfoliative cytology kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi memakai mikroskop.

Pemeriksaan darah lengkap dan kimia darah dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada darah. Pemeriksaan penunjang dengan diagnosis pencitraan seperti barium enema dengan foto sinar-X di esofagus juga lambung, magnetic resonance imaging (MRI), computerised tomography scan (CT scan), positron emission tomography (PET) scan, bone scan dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail organ tubuh serta mendeteksi jika ada penyebaran sel kanker. Tes Ebstein-Barr Virus (EBV) dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi anti-EBV dan DNA EBV. Hasil pemeriksaan tes EBV akan positif jika pasien pernah terinfeksi virus tersebut.

Terapi dan Tata Laksana Kanker Mulut

Penanganan kanker akan dilakukan oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari berbagai keahlian sehingga proses terapi bisa secara menyeluruh. Pemilihan terapi kanker rongga mulut meliputi tindakan operasi, radioterapi, kemoterapi atau terapi kombinasi. Diskusikan pemilihan terapi lebih lanjut bersama tim dokter. Dokter akan memilihkan terapi terbaik dengan juga melihat aspek kosmetik serta fungsi untuk makan, bicara juga bernafas.

Pemilihan terapi bergantung pada:

  • Stadium kanker saat ditemukan 
  • Ukuran dan letak tumor
  • Kemampuan pasien untuk bicara dan makan
  • Umur pasien
  • Kondisi kesehatan umum pasien

Tips Kiat Mencegah Kanker Mulut

Lakukan pengamatan rongga mulut memakai cermin secara berkala setiap bulan. Segera periksa ke dokter gigi jika mengalami sariawan atau luka di rongga mulut yang sangat sakit atau tidak membaik dalam 2 minggu. Pencegahan kanker dengan gaya hidup sehat seimbang, konsumsi buah dan sayur. Berhenti merokok, mengunyah sirih atau memakai produk tembakau lain. Hindari konsumsi alkohol. Batasi paparan sinar matahari, lakukan perlindungan terhadap paparan ultraviolet dan hindari indoor tanning. Lakukan periksa kesehatan rutin. Periksa gigi secara rutin membantu untuk mendeteksi kanker di rongga mulut. Periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali atau sesuai saran dokter. 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.