Penyakit Kanker

Kanker Kulit

KANKER KULIT

Pengertian Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan keganasan yang terbentuk dari sel-sel penyusun kulit. Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh manusia. Kulit berfungsi sebagai pelindung dari panas, paparan sinar matahari, cidera dan infeksi. Kulit juga bantu mengontrol temperatur suhu tubuh, menyimpan air, lemak dan pembentukan vitamin D. Kulit memiliki 2 lapisan yaitu epidermis di permukaan dan dermis di lapisan kulit dalam. Kanker kulit biasanya bermula di sel-sel dari epidermis.

Epidermis memiliki 3 sel penyusun utama yaitu:

  • Sel squamosa: sel-sel pembentuk permukaan epidermis ini tipis, pipih, datar. 
  • Sel basal: sel basal berbentuk lebih bulat terletak di lapisan bawah sel squamosa.
  • Melanosit: sel melanosit berada di lebih bawah lapisan epidermis, berfungsi memproduksi melanin yang menjadi pigmenzat warna memberi warna kulit. 
anatomi kulit Anatomi kulit, picture credit Terese Winslow sumber gambar NIH National Cancer Institute

Kanker kulit secara garis besar menjadi melanoma dan kanker kulit non-melanoma. Angka kejadian kanker kulit meningkat dalam dekade-dekade terakhir ini. Setiap tahun terdapat sekitar 2 – 3 juta kasus kanker kulit non-melanoma dan 132.000 melanoma dari seluruh dunia. Satu dari 3 kanker yang terdiagnosis merupakan kanker kulit. Ada satu dari 5 orang Amerika Serikat akan mengalami kanker kulit di hidup merek. 

Terdapat beberapa tipe kanker kulit:

  • Melanoma merupakan kanker kulit akibat keganasan dari melanosit (sel kulit yang berfungsi membuat pigmen).
  • Karsinoma sel basal merupakan kanker kulit akibat keganasan sel-sel lapisan stratium basalis yang terletak di bawah epidermis.
  • Karsinoma sel squamosa merupakan kanker yang berasa dari sel-sel datar di permukaan kulit.
  • Karsinoma neuroendokrin merupakan sel kanker berasal dari sel-sel neuroendokrin yang memproduksi hormon untuk merespons sinyal saraf.

Mengenal Sinar Ultraviolet (UV)

Sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu tipe radiasi alamiah berasal dari sinar matahari. Sinar UV juga bisa dihasilkan dari tanning bed (sejenis alat yang digunakan untuk menghitamkan kulit secara kosmetik) dan sunlamp (sejenis lampu yang digunakan untuk terapi). Sinar UV bisa menembus kulit kemudian merusak DNA sehingga mengubah sel-sel menjadi tidak normal.

Terdapat 3 tipe sinar UV, yaitu:

  1. sinar ultraviolet A (UVA): sinar UVA merupakan jenis sinar UV paling banyak yang sampai ke permukaan bumi. Sinar UVA bisa menembus hingga ke dalam kulit, merusak jaringan ikat dan DNA sel-sel kulit. 
  2. sinar ultraviolet B (UVB): sinar UVB sebagian diserap oleh lapisan ozon di atmosfer sehingga lebih sedikit mencapai permukaan bumi dibandingkan UVA. Sinar UVB membantu manusia memproduksi vitamin D. Sinar UVB juga bisa menyebabkan kulit gosong akibat sunburn dan juga merusak DNA kulit.
  3. sinar ultraviolet C (UVC): Sinar UVC seluruhnya terserap oleh lapisan ozon sehingga tidak menyebabkan kerusakan kulit.

Selain menyebabkan luka bakar, sinar UV juga akan mengubah tekstur kulit sehingga menyebabkan penuaan dini hingga bisa juga muncul kanker kulit. Sinar UV juga bisa merusak lensa mata sehingga menimbulkan permasalahan katarak. Lapisan ozon di atmosfer bumi sangat penting dalam menyerap sinar UV. Namun saat ini lapisan ozon mengalami kerusakan. Kerusakan lapisan ozon berkontribusi terhadap tingginya angka kanker kulit. Penurunan 10% level ozon akan menyebabkan 300.000 kanker kulit non-melanoma dan 4500 kanker kulit melanoma.

Penyebab Kanker Kulit

Kanker mucul akibat kerusakan akibat mutasi genetik sel normal. Kanker kulit terjadi akibat kerusakan DNA sel-sel penyusun kulit sehingga terbentuk sel-sel tidak normal yang bersifat ganas.

Faktor Risiko Kanker Kulit

Semua orang bisa mengalami penyakit kanker kulit. Beberapa kondisi meningkatkan risiko terjadinya keganasan di kulit, antara lain:

  • Memiliki kulit putih
  • Kulit sering mengalami sunburn, memiliki freckles, mudah merah atau sangat sakit ketika kena sinar matahari
  • Memiliki mata biru atau mata hijau
  • Memiliki rambut pirang atau rambut merah
  • Memiliki tahi lalat tipe tertentu atau punya banyak tahi lalat (mola)
  • Riwayat keluarga dengan penyakit kanker kulit
  • Riwayat keluarga atau riwayat pribadi mengalami kanker kulit sel basal, kanker sel squamosa, actinic keratosis, familial dysplastic nevus syndrome, atau atypical nevi.
  • Riwayat pernah mengalami kelemahan sistem imunitas tubuh atau transplantasi organ
  • Riwayat peradangan kronis pada kulit
  • Riwayat mengalami paparan toksin dari lingkungan dan radiasi
  • Riwayat merokok terkait dengan risiko karsinoma sel basal

Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit. Tetap lakukan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tanda dan Gejala Kanker Kulit

Terjadi perubahan tidak normal pada kulit paling sering ditemukan sebagai tanda sakit kanker kulit. Kondisi ini bisa berupa pertumbuhan baru, luka ulkus yang tidak lekas sembuh atau perubahan pada tahi lalat di kulit. Tidak semua kanker kulit terlihat serupa sehingga lakukan periksa konsultasi secepatnya ke dokter jika melihat tanda perubahan kulit tidak wajar.

Kanker Kulit.jpg Kanker kulit (NHS)
Karsinoma sel basal biasanya berupa benjolan kecil, permukaan translusens, lunak, mengkilap, berwarna merah muda atau putih. Bisa juga tampak seperti bercak merah bersisik. Terkadang terlihat pigmen hitam atau coklat dalam bercak tersebut. Benjolan makin membesar hingga muncul kerak, mudah berdarah kemudian menjadi luka ulkus yang tidak nyeri. Karsinoma sel squamosa biasanya berupa benjolan kecil, permukaan kasar atau berkerak, bersisik hingga terlihat lapisan tanduk mencuat dari permukaan. Nyeri saat dipegang, mudah berdarah kemudian menjadi luka ulkus. Actinic keratosis menjadi lesi prekanker dari karsinoma sel squamosa.
skin-moles.jpg Perubahan tahi lalat waspada melanoma (CDC)

Perhatikan tanda-tanda awal melanoma pada tahi lalat. Memantau perubahan A-B-C-D-E pada tahi lalat bisa membantu dalam deteksi dini melanoma:

  1. Asimetris (Assimetry) : jika bentuk separuh dari tahi lalat berbeda dengan separuh bagian lainnya. 
  2. Pinggiran Tahi Lalat (Border) : waspadai bila bagian pinggir tahi lalat tidak beraturan, bergerigi, atau malah kurang jelas.
  3. Warna abnormal (Colors): bila warna tahi lalat tidak merata. Misalnya kecoklatan, gelap atau hitam, kadang ada yang putih, merah atau bahkan biru.
  4. Diameter lebar (Diameter): melanoma biasanya memiliki diameter lebih besar dari 6 mm.
  5. Berkembang (Evolving): tahi lalat yang bentuknya berubah, melebar, atau warnanya berganti, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter kulit.

Segera periksa konsultasikan ke dokter jika timbul bercak tahi lalat baru atau terjadi perubahan pada tahi lalat lama (asimetri, batas ireguler, warna tidak normal, diameter dan perubahan bentuk).

Kanker Kulit Non-Melanoma

Kanker kulit non-melanoma paling sering karsinoma sel basal dan karsinoma sel squamosa. Jarang mematikan namun prosedur tindakan operasi bisa memiliki efek timbul nyeri serta merubah bentuk. Paparan sinar matahari menjadi faktor risiko. Kanker kulit non-melanoma sering timbul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti telinga, wajah, leher dan lengan atas. Angka kejadian kanker berhubungan dengan letak lintang lokasi wilayah dimana radiasi sinar UV juga makin tinggi.

Melanoma Maligna

Melanoma maligna merupakan kanker kulit ganas yang lebih jarang ditemukan namun karena sangat ganas sehingga mengakibatkan kematian paling tinggi diantara kanker kulit lain. Kejadian kanker kulit di Amerika Serikat selalu meningkat 4% dalam setahun sejak tahun 1970-an. Melanoma maligna terkait dengan faktor risiko paparan sinar ultraviolet.

Pemeriksaan dan Diagnosis Kanker Kulit

Lakukan deteksi dini kanker kulit secara teratur. Segera periksa ke dokter jika mengalami tanda gejala kecurigaan terjadi kanker kulit. Diagnosis kanker kulit dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tes darah serta tes lain yang sekiranya diperlukan. Dokter bisa memakai dermatoskopi untuk melihat lebih jelas bercak-bercak di kulit.

Biopsi dengan pemeriksaan sel-sel dari sampel jaringan membantu penegakan diagnosis kanker kulit. Kanker akan dilakukan pemeriksaan untuk menentukan stadium keparahan penyakit. Pemeriksaan kelenjar getah bening di sekitar tubuh bisa dilakukan dengan biopsi aspirasi jarum halus kemudian sel-sel akan diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan penunjang memakai alat diagnosis pencitraan seperti sinar X, MRI, CT scan, dan lainnya digunakan untuk melihat kondisi organ di dalam tubuh sebab sel-sel ganas dari kanker kulit juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya.

Terapi dan Tata Laksana Kanker Kulit

Terapi kanker kulit dilakukan tindakan operasi. Operasi dilakukan untuk mengangkat kanker juga jaringan di sekitarnya. Terapi lainnya dilakukan dengan cryotherapy, pemberian krim antikanker, radioterapi, kemoterapi, terapi biologis, terapi target atau terapi penyinaran khusus memakai terapi fotodinamik.

Terapi dipilih bergantung pada tipe, ukuran dan lokasi kanker. Pemeriksaan deteksi dini sangat membantu sebab kanker ditemukan lebih cepat saat ukuran masih kecil. Terapi kanker non-melanoma biasanya sukses sehingga menurunkan risiko sel-sel ganas menyebar ke bagian tubuh lain. Jika tidak diterapi maka kanker kulit akan merusak jaringan disekitarnya kemudian menyebar ke organ lain sehingga angka harapan hidup makin kecil. Kesuksesan terapi kanker kulit di negara maju bisa hingga 90%.

Tips Kiat Mencegah Kanker Kulit

Pencegahan paparan sinar ultraviolet berlebihan sangat penting untuk mencegah kanker kulit. Sinar UV tetap ada meski tidak di musim panas. Sinar UV bisa memantul dari permukaan air, semen, pasir hingga salju. Jam 10 pagi hingga 4 sore merupakan waktu paling banyak paparan sinar UV, namun kondisi ini bisa berbeda di tiap daerah. Tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan:

  • Lakukan pemeriksaan deteksi dini secara rutin
  • Melakukan kegiatan luar ruangan secara aman
  • Pada siang hari usahakan berada di tempat teduh
  • Gunakan pakaian hingga menutupi lengan juga kaki
  • Gunakan penutup kepala seperti topi lebar sehingga bisa melindungi wajah, kepala, telinga hingga leher
  • Gunakan kacamata hitam yang menutupi mata dengan kemampuan melindungi dari sinar UVA dan UVB
  • Gunakan tabir surya dengan kekuatan SPF 15 atau lebih yang memiliki kemampuan melindungi dari sinar UVA dan UVB
  • Hindari indoor tanning
  • Hindari merokok sebab terkait dengan peningkatan kanker kulit karsinoma sel basal

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.