Penyakit Kanker

Kanker Tiroid

KANKER TIROID

Pengertian Kanker Tiroid

Kanker tiroid merupakan penyakit keganasan pada kelenjar tiroid. Tiroid merupakan kelenjar berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak di samping bagian bawah leher depan. Kelenjar tiroid akan menggunakan mineral yodium untuk memproduksi hormon. Hormon tiroid berfungsi membantu kerja fisiologi tubuh dengan mengatur supaya denyut jantung, suhu tubuh dan kecepatan metabolisme makanan normal. Hormon tiroid juga berfungsi mengontrol jumlah kalsium dalam darah.

thyroid Tiroid (sumber gambar Medline Plus

Terdapat beberapa tipe kanker kelenjar tiroid, antara lain:

  • Karsinoma anaplastik (1-2%)
  • Tumor follikuler (10%)
  • Karsinoma medularis tiroid (5-10%)
  • Karsinoma papillaris tiroid (80%)

Sel kanker ganas bisa muncul dari 2 sel penyusun kelenjar tiroid. Sel folikel kelenjar tiroid bisa berkembang menjadi karsinoma papiler, medular, folikuler atau anaplastik. Sel neuroendokrin bisa menjadi karsinoma medularis tiroid. Jaringan limfoid intratiroid bisa tumbuh terjadi limfoma tiroid. Jaringan ikat pada tiroid bisa tumbuh terjadi sarkoma tiroid. 

Penyebab Kanker Tiroid

Tipe kanker tiroid ada banyak. Pada kanker tiroid tipe karsinoma medularis bisa disebabkan oleh genetik yang diturunkan dalam keluarga. Umur, jenis kelamin dan riwayat radiasi bisa menjadi faktor risiko menyebabkan kanker tiroid. 

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Terdapat beberapa tipe kanker tiroid. Kondisi berikut ini bisa meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid:

  • umur antara 25 hingga 65 tahun
  • jenis kelamin wanita
  • ras Asia
  • riwayat keluarga memiliki penyakit tiroid atau kanker tiroid
  • riwayat radiasi saat umur masih sangat muda terutama di area leher atau kepala, atau riwayat terpapar radiasi bom atom
  • memiliki riwayat pembesaran kelenjar tiroid (penyakit gondok/goiter) 
  • memiliki kondisi genetik familial medullary thyroid cancer (FMTC), multiple endocrine neoplasia type 2A syndrome (MEN2A), multiple endocrine neoplasia type 2B syndrome (MEN2B). 
  • Kondisi usus dengan familial adenomatous polyposis (FAP).
  • Akromegali yang terjadi produksi growth hormone berlebih

Kekurangan yodium pada asupan makanan tidak meningkatkan risiko kanker tiroid namun pada masyarakat yang rendah asupan yodium banyak terjadi karsinoma dan sarkoma. Harap diperhatikan bahwa memiliki faktor risiko belum tentu akan mengalami sakit dan tidak memiliki faktor risiko juga belum tentu bebas dari kemungkinan bisa sakit.

Tanda dan Gejala Kanker Tiroid

Tanda gejala kanker tiroid yaitu terdapat benjolan di leher atau leher bengkak. Namun, pembengkakan di leher sangat sering sekali terjadi serta sebagian besar bukan akibat keganasan. Pada kelenjar tiroid juga sering ditemukan benjolan, tetapi sebagian besar bukan kanker. Gejala kanker tiroid antara lain:

  • Terdapat benjolan di leher tunggal
  • Benjolan tumbuh bertambah besar
  • Benjolan tumbuh dengan cepat
  • Benjolan teraba keras dan terfiksasi dengan jaringan sekitar
  • Benjolan biasanya tidak sakit saat dipegang
  • Pembengkakan di leher
  • Suara serak atau permasalahan suara yang tidak membaik
  • Permasalahan menelan
  • Permasalahan bernafas
  • Batuk kronis namun bukan akibat selesma maupun penyebab umum lainnya

Karsinoma tiroid biasanya berupa benjolan di leher bawah bagian depan dengan disertai tanda gejala lain yang mungkin tidak spesifik. Risiko keganasan makin meningkat jika benjolan tiroid pada orang berumur lebih dari 60 tahun dan kurang dari 30 tahun. Benjolan bisa disertai pembesaran pada limfonodi, kesulitan menelan, gangguan wicara, kesulitan bernafas, nyeri leher atau sakit pada tenggorokan. Kondisi keluhan tanda gejala mencurigakan ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Diagnosis dan Pemeriksaan Kanker Tiroid

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika terdapat benjolan atau pembengkakan di area leher, kesulitan bernafas, kesulitan menelan, suara serak, sakit saat menelan. Dokter akan melakukan diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, tes tiroid, pemeriksaan tes darah, pemeriksaan diagnosis pencitraan, biopsi serta tes lain yang sekiranya diperlukan.

Benjolan tiroid bisa teraba saat dokter melakukan pemeriksaan leher. Benjolan tiroid merupakan pertumbuhan tidak normal sel-sel tiroid di kelenjar tiroid. Nodul tiroid bisa keras atau terdapat cairan. Pemeriksaan ultrasonografi, laringoskopi, CT scan dan biopsi dikerjakan untuk melihat organ dalam tubuh lebih detail. Tes darah biasanya dilakukan untuk mengecek kadar hormon tiroid dan keberadaan antibodi anti-tiroid di darah. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan di kelenjar limfonodi getah bening untuk mengetahui apakah terjadi metastasis. Gangguan bicara akibat paralisis saraf bisa dicurigai akibat metastasis ke nervus laringeus recurrent.

Pemeriksaan biopsi untuk mengambil sampel jaringan dari benjolan sangat penting untuk membedakan penyebab benjolan, apakah:

  • Penyakit jinak
  • Penyakit ganas
  • Penegakan diagnosis penyakit penyebab

Benjolan tiroid jinak biasanya akan dilakukan observasi lebih lanjut. Seringkali banyak benjolan tiroid jinak bisa menghilang sendiri tanpa terapi. Pada sebagian kecil kasus benjolan tiroid disebabkan oleh kanker. Kanker tiroid harus segera ditangani. 

Terapi dan Tata Laksana Kanker Tiroid

Pengobatan kanker tiroid biasanya dilakukan dengan terapi kombinasi. Terapi kombinasi meliputi tindakan operasi pengangkatan kanker, radioactive iodine, terapi hormon, terapi radiasi, kemoterapi, atau terapi target. Terapi target menggunakan zat yang langsung memusnahkan sel-sel kanker tanpa membahayakan sel normal.

Secara umum harapan perbaikan bagus pada pengobatan kanker tiroid di negara maju. keberhasilan terapi bisa hingga 90% dimana sekitar 9 dari 10 penderita mampu bertahan hidup setelah 5 tahun terdiagnosis. Banyak yang bisa sembuh serta memiliki angka harapan hidup normal. Prognosis pengobatan kanker tiroid dipengaruhi oleh banyak faktor, contohnya:

  • Usia pasien saat terdiagnosis kanker
  • Tipe kanker tiroid
  • Stadium kanker tiroid 
  • Kesuksesan tindakan operasi dalam membersihkan kanker
  • Keberadaan kondisi multiple endocrine neoplasia type 2B (MEN 2B)
  • Kondisi kesehatan umum pasien
  • Kanker pertama kali terdiagnosis atau karena kekambuhan

Tips Kiat Mencegah Kanker Tiroid

Tidak semua kanker bisa dicegah, namun kita bisa mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi risiko mengalami sakit kanker. Pencegahan kanker tiroid bisa dicoba dengan menghindari paparan radiasi, pemeriksaan dan konseling genetik.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.