Kesehatan Anak

Popok Bayi dan Ruam Popok

POPOK BAYI

Memilih Popok Bayi

Jaman sekarang pilihan popok bagi bayi sangat banyak sekali. Terdapat popok sekali pakai (pospak), popok kain biasa dan popok kain clodi (cloth diaper). Orang tua harus tahu tata cara perawatan bayi, kelebihan dan kekurangan popok. Perkiraan biaya, efek lingkungan dari pencucian, pembuangan popok serta tenaga yang dikeluarkan oleh ibu atau pengasuh juga perlu dipertimbangkan disaat akan memilih popok bayi. 

Bayi baru lahir sering disarankan menggunakan popok kain katun biasa sekali pakai supaya mudah diketahui tinja dan frekuensi kencingnya. Kotoran bayi memberikan banyak informasi serta memudahkan orang tua untuk memantau kondisi bayi. Terlebih di hari-hari pertama bayi baru lahir masih belajar menyusui sehingga kecukupan asupan terbantu dengan melihat kotoran bayi. Baca Mengetahui Tanda Kecukupan Asupan ASI link disini. Setelah kondisi bayi stabil sehat, maka bisa menggunakan popok sekali pakai (pospak) atau popok kain clodi.

Pastikan gunakan popok dengan benar sebab pada bayi baru lahir tali pusatnya belum lepas. Jangan sampai popok menutupi tali pusat sehingga jadi terkena urin atau tinja bayi. Tali pusat harus dijaga supaya kering, bersih dan dirawat terbuka agar terpapar udara sesering mungkin sehingga cepat lepas. Cara Perawatan Tali Pusat Bayi lebih lanjut bisa dibaca disini.

smartselectimage_2019-01-05-10-50-29-01

Sumber gambar @aap_pediatrics

Mengganti Popok Bayi

Perawatan dan waktu penggantian yang tepat memegang peranan penting dalam penggunaan popok.   

Ganti popok dengan sering sekitar 2 – 3 jam sekali. Bayi kulitnya sensitif sehingga rentan lecet dan kemerahan jika tidak sering diganti popoknya. Bayi harus segera diganti popok segera setiap kali berak buang air besar maupun kencing supaya terjaga bersih, mencegah ruam popok dan tidak berbau busuk.

Cara mengganti popok bayi:

  • Siapkan semua keperluan ganti popok: popok bersih, kapas, air hangat yang bersih.
  • Letakkan bayi di tempat aman. Jika bayi di lantai maka sebaiknya ibu mengganti popok dengan duduk di sampingnya. Jika bayi di meja ganti maka pastikan bayi terjaga aman serta selalu dalam pengawasan ibu supaya tidak jatuh.
  • Pakai bagian dalam sebelah atas dari popok lamanya untuk mengambil semua tinja yang menempel di kulit jika bayi berak. Kemudian gunakan kapas bersih yang dibasahi air hangat bersih untuk cebok.
  • Bersihkan kelamin bayi perempuan dari arah depan ke belakang (dari arah genital ke arah anus).
  • Bersihkan alat kelamin bayi laki-laki juga area disekitar kantung skrotum dan penis.
  • Pakaikan bayi popok baru yang bersih dan kering. Pasang popok hingga rapat supaya tidak bocor, namun jangan terlalu kencang supaya aliran udara tetap terjaga serta bayi nyaman.
  • Cuci tangan ibu pakai sabun dibilas dengan air mengalir hingga bersih setiap kali selesai membersihkan popok bayi.

Jika bepergian sehingga terpaksa pakai tisu basah maka pilih produk yang bebas alkohol dan parfum. Buang kotoran bayi di WC sebelum ibu membuang popok. Jangan membuang popok di WC karena akan menyumbat. Buang popok, tisu atau kapas kotor ke tempat sampah. Cuci popok clodi sesuai petunjuk produsen. Hati-hati jika menggunakan krim di area selangkangan karena terkadang ada bayi sensitif dengan bahan krim atau krim akan menempel di popok sehingga mengurangi daya serapnya. Dilarang memberikan bedak di daerah kelamin bayi. Gantilah pospak serta clodi sesering mungkin, sekitar 2-3 jam sekali.

Responsif melihat perubahan warna pada popok bila terkena urin. Penting untuk diingat bahwa popok harus selalu diganti setiap selesai kencing atau buang air besar. Popok lembab atau proses dekomposisi bahan popok berisiko membuat kulit bayi meradang. 

Ruam Popok

Hati-hati dengan ruam popok. Ruam popok pada bayi adalah permasalahan kulit akibat gejala iritasi pada area kulit yang tertutup oleh popok. Sekitar 7-35% bayi mengalami ruam popok. Ruam popok paling sering terjadi ketika umur bayi kurang dari 18 bulan. Kulit disekitar pantat dan lipatan paha kemerahan, lecet, teraba panas, kadang berbintik-bintik, ada seperti jerawat atau lepuhan.

Banyak kondisi bisa meningkatkan risiko terjadinya ruam popok. Berikut ini beberapa faktor risiko ruam popok:

  • Popok jarang diganti sehingga kulit bayi bersentuhan dengan kencing dan tinja dalam waktu lama.
  • Kulit bayi sensitif, tidak terjaga kering dan sering lembab.
  • Garukan atau gesekan.
  • Alergi atau sensitif terhadap sabun mandi, deterjen atau sabun cuci popok.
  • Alergi atau sensitif terhadap bahan isu basah yang digunakan untuk membersihkan bayi.
  • Bayi sudah mulai makan MPASI.
  • Diare, sedang dalam pengobatan antibiotik atau penyakit lainnya.

Cara mengatasi ruam popok serta mencegah keparahan ruam popok yaitu:

  1. Biarkan area popok kering di udara terbuka selama mungkin
  2. Gunakan krim khusus yang mengandung zink oksida dan petroleum sebagai barrier di sekitar area yang bersentuhan dengan popok
  3. Segera ganti popok kotor
  4. Selama anak mengalami ruam popok sebaiknya gunakan popok sekali pakai terlebih dahulu hingga sembuh, kemudian sering ganti popok serta menjaga kebersihan kulit area popok.
  5. Konsultasi ke dokter jika ruam memberat atau bayi sering mengalami ruam popok

Segera bawa bayi periksa ke dokter jika terdapat salah satu atau lebih tanda gejala berikut:

  • Bayi tampak kesakitan
  • Ruam popok tampak kemerahan dan tidak membaik setelah dirawat selama 2-3 hari
  • Muncul luka yang bernanah
  • Terdapat demam
  • Ruam disertai rasa nyeri, rewel, gerakan tidak normal saat duduk atau merangkak akibat kesakitan di area lipatan paha
  • Tampak ruam berwarna merah terang dengan bintik-bintik kemerahan di bagian tepi

Infeksi sering terjadi akibat jamur atau bakteri. Bila terdapat infeksi maka dokter akan memberikan krim untuk mengatasi infeksi sesuai gejala. Demikan juga bila ada faktor alergi dan cenderung sering kambuh, setelah sembuh bisa digunakan krim emolien untuk memperbaiki barier kulit di sekitar popok. Jika anak yang lebih besar sudah bisa dilatih buang hajat di toilet, cara Toilet Training bisa dibaca disini.

 

Semua bayi dan ibu harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan berkompeten saat mau pulang pasca persalinan. Tanyakan tips kiat perawatan harian termasuk tata cara memandikan serta memijat bayi, juga tanda yang harus diperhatikan. Lakukan periksa kontrol kesehatan secara teratur. Pada saat pemeriksaan kesehatan rutin, minta dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga tumbuh kembang kesehatan bayi selalu terpantau. Segera bawa bayi periksa ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika terdapat salah satu tanda dan gejala berbahaya.

Memahami tumbuh kembang dan kesehatan anak sangat membantu bagi orang tua. Orang tua bisa mengetahui apa saja bagian normal dari proses tumbuh-kembang, juga deteksi dini jika ada masalah kesehatan. Miliki buku Kesehatan Anak yang berisikan informasi catatan kesehatan anak. Pantau tumbuh-kembangnya, juga lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera periksa konsultasikan bersama tenaga kesehatan dan dokter berkompeten jika ada masalah.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.