Kesehatan Anak

Cara Memandikan Bayi

MEMANDIKAN  BAYI

Memandikan Bayi Baru Lahir Umur 1 Hari

Bayi baru lahir rentan mengalami kedinginan sehingga berisiko terjadi hipotermia. Saat lahir, bayi belum perlu dimandikan. Bayi masih memiliki lapisan pelindung vernix caseosa yang terlihat seperti lemak berwarna keputihan. Lapisan vernix berfungsi untuk menjaga suhu bayi. Bayi akan dibersihkan serta dikeringkan dari air ketuban kemudian diberi pakaian hangat.

1541992811597

WHO merekomendasikan untuk menunda memandikan bayi dalam 24 jam pasca persalinan. Jika memang perlu, setelah kondisi bayi stabil dan setelah lebih dari 6 jam, maka bayi dapat dilap dengan air hangat. Berikan bayi pakaian hangat supaya mencegah kedinginan (hipothermia). Biasanya bayi baru lahir akan dipakaikan baju dua lapis lebih banyak dibandingkan orang dewasa, ditambah topi. Lakukan inisiasi menyusui dan rawat gabung pasca salin, selama tidak ada kontraindikasi kesehatan lain.

Baca tentang informasi tata cara mencegah Hipotermia lebih lanjut disini

Memandikan Bayi Baru Lahir Tali Pusat Belum Kering

Sebelum tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan kain lap atau spon bersih. Supaya membantu tali pusat terjaga kering sehingga bisa cepat lepas. Cara Perawatan Tali Pusat Bayi lebih lanjut bisa dibaca disini.

Orang tua bisa membasuh bayi pakai kain lap, waslap, spons atau handuk setiap hari supaya bersih. Bersihkan bagian wajah, leher, tangan dan bokongnya dengan hati-hati. 

Cara membersihkan tubuh bayi:

  • Lepas baju dan popok bayi kemudian selimuti badannya dengan handuk.
  • Celupkan kapas bersih ke air bersih (peras air supaya tidak terlalu basah) kemudian usapkan perlahan di mata dari sisi dekat hidung ke arah luar (pelipis). Satu kapas untuk satu mata. Biasanya tumpukan kotoran ini akan menghilang ketika bayi bertambah besar.
Mata bayi terkadang terdapat tumpukan kotoran namun tidak terlihat tanda infeksi. Kotoran mata ini tertumpuk karena saluran pembuangan kotoran mata pada bayi belum berkembang. Ibu bisa membersihkan kotoran mata sambil memberi pijatan ringan dengan ujung jari dari sudut mata dekat hidung ke arah menyusuri hidung, lakukan beberapa kali sekitar 10 – 20 detik. Amati respons bayi. Hentikan pemijatan jika bayi tampak tidak nyaman. Jika kotoran banyak disertai mata merah, tampak nanah atau tanda tidak normal lain sebaiknya segera bawa bayi periksa ke dokter. 
  • Ambil kapas lalu bersihkan telinga bayi hanya di bagian daun telinga, jangan memasukkan benda apapun (termasuk kapas batang/cotton bud) ke dalam liang telinga.
  • Selanjutnya lap bagian wajah, leher, dan tangan bayi.
  • Bersihkan kelamin bayi perempuan dengan kapas bersih yang dicelup air hangat dari arah bagian depan terlebih dahulu baru ke belakang atau dari arah atas ke bawah (dari arah genital ke arah anus).
  • Pada bayi laki-laki juga dibersihkan bagian luar kelaminnya (kulit bagian luar penis), seperti saat membersihkan bagian tubuh lainnya.
  • Bersihkan bokong bayi dengan kapas bersih yang dicelup air hangat.
  • Keringkan tubuh bayi termasuk lipatan-lipatan kulitnya
  • Pakaikan pakaian dan popok bersih.

Memandikan Bayi

Bayi dapat dimandikan dengan dimasukkan ke dalam air setelah tali pusatnya kering dan lepas. Bayi-bayi kecil di umur beberapa minggu pertama kehidupan sebenarnya belum perlu mandi sesering orang dewasa. Terlebih jika aktivitasnya belum banyak, tidak berkeringat dan belum bepergian keluar rumah. Jika tidak mandi setiap hari tetap saja bagian mata, telinga, kelamin serta bokong bayi tetap harus dibersihkan setiap hari. 

Bayi bisa mandi 1 kali sehari atau bahkan 2 hari sekali sesuai kondisi kebutuhan, kondisi lingkungan serta jenis kulit bayi. Frekuensi mandi juga menyesuaikan daerah tempat tinggal. Jika tinggal di negara dengan 4 musim atau daerah tertentu maka tanyakan frekuensi mandi lebih lanjut kepada dokter. Apabila bayi ibu memang tampak menikmati dan suka dimandikan setiap hari juga tidak masalah. Terlebih jika aktivitasnya sudah banyak kemudian tinggal di Indonesia yang beriklim panas sehingga membuat tubuh berkeringat dan lengket. 

Cara memandikan bayi:

  • Selalu cek air sebelum memasukkan bayi ke dalam bak mandi. Cek air untuk memastikan sudah tercampur hangat dengan tangan ibu.
  • Usap lembut bagian sudut mata untuk membersihkan kotoran mata.
  • Bersihkan daun telinga dan daerah belakang telinga seperti membersihkan bagian tubuh lain. Jangan mengorek atau memasukkan kapas batang ke dalam liang telinga.
  • Bersihkan bagian kelamin seperti membersihkan bagian tubuh lainnya pada saat mandi. Alat kelamin bayi perempuan dibersihkan dengan arah dari depan ke belakang (dari arah genital ke arah anus). Alat kelamin bayi laki-laki cukup dibersihkan bagian luarnya saja (kulit bagian luar penus) sama seperti saat membasuh bagian tubuh lain. 
  • Basuh kepala dan rambut bayi dengan air serta sampo khusus bayi. Gosok lembut bagian kulit kepala memakai sampo untuk mencegah timbulnya kerak kulit kepala.
  • Sangga tubuh bayi dengan satu lengan ibu sehingga kepala bayi tidak tenggelam ke dalam air. Basuh badan bayi dengan tangan ibu yang lain. Usap lembut menggunakan sabun. Ciduk air dengan tangan secara berhati-hati sehingga air tidak terciprat-ciprat. Bilas hingga tubuh bayi bersih.
  • Angkat bayi dan keringkan tubuhnya.
  • Segera berikan bayi pakaian dan popok bersih yang nyaman.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di bak mandi, meski hanya sedetik saja!
Setelah mandi sore sebelum tidur malam, bisa menjadi waktu yang tepat untuk memijat lembut tubuh bayi. Lakukan pijatan dengan sentuhan ringan serta usapan-usapan halus nan lembut. Amati respons isyarat yang diberikan oleh bayi. Hentikan pijatan jika bayi tampak tidak nyaman atau tidak suka. Pastikan juga orang tua bisa memijat bayi dengan benar. Minta ajari cara memijat bayi oleh dokter, bidan atau suster saat akan pulang dari RS pascasalin, ikut pelatihan pemijatan bayi di kelas parenting atau rumah sakit setempat ya. Pijat bayi banyak manfaat, namun jika salah pijat bisa fatal akibatnya.

Biasanya bayi akan tertidur pulas selepas mandi karena merasa nyaman, bersih dan segar.

Waktu Mandi Menjadi Saat Menyenangkan

Jadikan waktu mandi sebagai saat yang menyenangkan. Pada saat mandi bayi mendapatkan banyak stimulus untuk belajar melalui sensori di tubuhnya. Bayi yang sudah berumur lebih besar akan riang gembira bermain di air hangat. Letakkan mainan warna-warni favoritnya. Ajak bayi bercerita, berdongeng atau bernyanyi sembari memandikan. Tak terasa waktu mandi akan cepat selesai dengan menyenangkan.

Memandikan bayi juga waktu tepat bagi ayah terlibat dalam pengasuhan anak. 

1544071264818

Sumber gambar IG @lalecheleague_gb

Mandikan bayi pakai air hangat sebab bayi rentan mengalami kedinginan. Hati-hati jangan sampai kepala terendam dalam air. Gunakan air hangat-hangat kuku, sabun dan sampo khusus bayi. Pilih sabun dan sampo berformula lembut yang mengandung pelembab.

Memandikan bayi juga harus memastikan bahwa dia tidak lapar, tidak terlalu kekenyangan serta tidak sedang mengantuk. Siapkan semua alat keperluan mandi sebelum ibu membawa bayi ke bak mandi. Siapkan air hangat, sabun mandi, handuk, popok bersih dan baju bersih. Setelah semua siap, baru kemudian bawa bayi untuk mandi. Jangan pernah meninggalkan bayi dan anak kecil sendirian pada saat dia mandi. Sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu pagi maupun terlalu sore. Juga jangan terlalu lama berendam di air sehingga jadi kedinginan.

Kulit bayi masih sensitif. Saat melakukan perawatan kulit bayi, prinsipnya menggunakan seminimal mungkin zat-zat yang berkontak dengan kulit. Banyak kosmetik bayi (lotion, minyak bayi, minyak telon, minyak kayu putih, bedak, krim, atau produk lainnya) berisiko menimbulkan masalah, terlebih jika pemakaiannya pun tidak sesuai indikasi kebutuhan. Produk kosmetik perawatan tersebut akan menutupi pori-pori kulit, juga berisiko menimbulkan reaksi iritasi atau bahkan alergi. Ada kalanya memang bayi dengan jenis kulit tertentu, atau sedang bermukim di daerah iklim tertentu akan butuh perawatan pelembab tambahan. 

Sebaiknya hanya gunakan produk perawatan yang memang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan bayi. Langkah ini juga membantu lebih menghemat pengeluaran rutin sehingga orang tua bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya yang lebih pasti bantu menunjang kesehatan anak.

 

Semua bayi dan ibu harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan berkompeten saat mau pulang pasca persalinan. Tanyakan tips kiat perawatan harian termasuk tata cara memandikan serta memijat bayi, juga tanda yang harus diperhatikan. Lakukan periksa kontrol kesehatan secara teratur. Pada saat pemeriksaan kesehatan rutin, minta dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga tumbuh kembang kesehatan bayi selalu terpantau. Segera bawa bayi periksa ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika terdapat salah satu tanda dan gejala berbahaya.

Memahami tumbuh kembang dan kesehatan anak sangat membantu bagi orang tua. Orang tua bisa mengetahui apa saja bagian normal dari proses tumbuh-kembang, juga deteksi dini jika ada masalah kesehatan. Miliki buku Kesehatan Anak yang berisikan informasi catatan kesehatan anak. Pantau tumbuh-kembangnya, juga lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera periksa konsultasikan bersama tenaga kesehatan dan dokter berkompeten jika ada masalah.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.