Menyusui dan ASI

Menyusui Satu Payudara

Menyusui Dengan Satu Payudara 

Bentuk kedua payudara ibu juga kemampuan produksi ASI memang bisa berbeda. Namun kondisi ini akan lebih terasa jika ibu hanya menyusui bayi di salah satu payudara. Beberapa bayi lebih suka menyusu di salah satu sisi payudara hingga akibatnya payudara lain jarang digunakan.

Payudara jika tidak sering digunakan akan berhenti memproduksi ASI kemudian ukurannya kembali seperti semula. Sementara payudara yang sering digunakan akan lebih aktif sehingga ukurannya pun lebih besar. Kondisi ini rentan menyebabkan masalah kepercayaan diri sebab secara estetika jadi “tidak cantik”. Akhirnya ibu jadi tidak antusias menyusui padahal menyusui harusnya menyenangkan dan menyehatkan.

Penyebab Bayi Menyusu di Satu Payudara

Selain masalah estetika, sebenarnya ada banyak hal harus diperhatikan saat bayi hanya mau menyusu di satu payudara. Penyebab bayi menyukai satu payudara bisa karena:

1. Variasi anatomi kedua payudara

Kondisi ini sering ditemui. Payudara ibu bisa berbeda bentuk meskipun ada di satu tubuh. Bentuk puting, variasi kelenturan jaringan areola, variasi kelenturan puting, bentuk payudara, jumlah kelenjar susu dan produksi ASI bisa berbeda. Perbedaan anatomi payudara membuat bayi bisa lebih mudah melekat di salah satu kemudian tidak mau menyusu di payudara lain. Kondisi ini bisa diatasi dengan kreatif coba-coba memilih posisi menyusui.

2. Bayi lebih senang menyusu di salah satu payudara

Bayi menyukai salah satu sisi payudara karena merasa lebih nyaman ketika didekap di sisi tertentu. Bayi juga terkadang memilih aliran ASI tertentu. Ada bayi yang lebih suka menyusu di aliran payudara lebih deras atau sebaliknya justru memilih payudara lebih tidak deras aliran ASI-nya. Ada juga bayi sedang sakit atau terluka sehingga menghindari menyusu di posisi tubuhnya yang sedang tidak nyaman. Kondisi bayi sakit atau terluka ini harus ditelusuri kemudian diobati hingga sembuh.

3. Ibu lebih senang menyusui di salah satu sisi tubuh

Ibu memiliki kekuatan tangan berbeda, misalnya ibu lebih terbiasa dengan tangan kanan atau sebaliknya tangan kiri. Perbedaan ini membuat ibu merasa lebih nyaman mendekap bayi di salah satu sisi sehingga lama-lama sisi sebelah lain semakin canggung.

4. Riwayat operasi, radiasi atau luka payudara

Riwayat operasi, radiasi atau perlukaan di payudara bisa mempengaruhi kemampuan produksi ASI. Operasi ini bisa karena riwayat sakit pada payudara, atau juga riwayat operasi tujuan estetika. Terdapat serabut saraf di area tertentu yang jika ikut terluka akan mempengaruhi produksi ASI. Saluran ductus payudara jika terpotong juga bisa menyebabkan aliran ASI tidak lancar. Oleh sebab itu, lakukan konseling secara komprehensif sebelum melakukan tindakan pada payudara.

5. Bayi sedang sakit

Jika bayi baru lahir hanya mau menyusu sebaiknya segera konsultasi periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik untuk mencari apakah ada bagian tubuh bayi terluka akibat proses persalinan. Luka akibat persalinan seringkali tidak langsung terlihat. 

Jika bayi mendadak tidak mau menyusu di sisi payudara, bisa jadi diakibatkan oleh:

  • Sedang sakit di salah satu tubuh: pasca terjatuh, terluka, cidera, dll
  • Infeksi telinga
  • Sakit batuk pilek
  • Bekas luka seperti bekas suntikan imunisasi
  • Kondisi gangguan kesehatan lainnya

Segera bawa bayi sakit untuk periksa konsultasi ke dokter. Jika penyebab menolak menyusu karena sakit, biasanya masalah akan teratasi setelah bayi pulih sehat kembali.

6. Payudara ibu sedang sakit

Payudara ibu sedang sakit sehingga rasa ASI sedikit berubah, mengubah aliran ASI lebih deras atau lebih lambat. Jaga kebersihan dan rawat payudara dengan benar. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ibu merasa ada kondisi tidak normal pada payudara sebaiknya segera periksa konsultasikan ke dokter berkompeten.

Tips Kiat Mengatasi Bayi Menyusu Pada Satu Payudara

Menyusui akan menyehatkan tubuh juga payudara ibu. Keuntungan kesehatan bagi ibu akan semakin besar dengan semakin lama durasi menyusui. Menyusui menurunkan risiko kanker payudara. Menyusui bantu mencegah 20.000 kematian akibat kanker payudara setiap tahun, jumlah ini bisa bertambah 20.000 lagi jika pemberian ASI semakin ditingkatkan. Risiko mengalami kanker payudara invasif menurun 6% untuk setiap tahun menyusui bayi. Menyusui juga melindungi ibu dari kanker ovarium.

Jika ibu dan bayi sehat serta tidak ada riwayat gangguan kesehatan, maka bisa bantu diupayakan untuk kembali menyusui di kedua payudara. Ibu secara sabar bisa melatih bayi untuk menyusu di payudara yang lebih jarang digunakan.

Pada kondisi payudara masih lancar memproduksi ASI, cara membuat kedua payudara kembali seimbang:

  1. Tawarkan payudara yang jarang dipakai terlebih dahulu ketika bayi meminta menyusu.
  2. Tawarkan payudara yang jarang dipakai sekitar dua kali lebih sering.
  3. Gunakan payudara tersebut untuk menyusui bayi saat mengantuk, baru bangun tidur atau di malam hari sehingga bayi tidak begitu menyadari serta lebih pasrah
  4. Pertama bisa dicoba menyusui di sisi payudara favorit lalu ketika ASI keluar segera pindah ke payudara yang jarang digunakan. 
  5. Kreatif mencoba aneka posisi menyusui

Jika bayi hanya menyusu di satu payudara, maka ASI di payudara lain akan sedikit. Banyak kondisi dimana ASI bahkan sudah “mengering” sehingga berhenti keluar dari satu payudara. ASI sedikit membuat bayi semakin tidak mau menyusu di satu payudara. Ibu harus melakukan relaktasi. Relaktasi akan butuh waktu sesuai kondisi produksi ASI. Pada kondisi payudara sudah berkurang produksi ASI, cara membuat kedua payudara kembali seimbang:

  1. Coba menyusui bayi, jika bayi mau langsung melekat maka tetap lanjutkan dengan memantau tanda bayi menelan ASI dan tanda bayi kenyang. Rangsang bayi untuk menghisap aktif hingga kenyang.
  2. Perah payudara yang jarang digunakan sekitar 5 – 10 menit setelah dihisap bayi.
  3. Perah payudara yang jarang digunakan saat ibu sedang tidak menyusui sekitar 10 – 20 menit.  
  4. Pada saat menyusui bayi lakukan teknik breast compression dan pijat lembut sehingga aliran ASI lebih lancar
  5. Menyusui bayi pakai alat bantu laktasi berisi suplementasi ASI perah ibu sendiri. Minta konselor mengajarkan cara memakai alat bantu laktasi 

Kedua payudara awalnya memproduksi banyak ASI. Namun jika tidak dikeluarkan maka ASI akan semakin berkurang, produksi menurun dan bahkan berhenti keluar ASI. ASI dari payudara yang tidak dipakai akan tidak keluar atau sedikit saat dipompa. Jika ibu mau telaten memerahnya maka akan keluar setetes demi setetes kemudian semakin bertambah lagi. Produksi ASI bisa kembali lancar. Namun relaktasi butuh upaya ikhtiar dan butuh waktu. Minta bantuan pendampingan konselor menyusui berkompeten supaya lancar kembali menyusui.

PhotoGrid_1542008705407

Bayi akan lebih mudah disusui ketika ibu menyusui di tempat tenang, minim gangguan dan nyaman. Coba berbagai posisi menyusui, sambil ditimang-timang atau diajak berjalan. Bayi juga lebih mau menyusu ketika sedang mengantuk. Tetap lakukan menyusui secara responsif melihat tanda tubuh bayi. Pastikan bayi tetap sehat mendapatkan asupan ASI sesuai kebutuhan dengan melihat tanda bayi menelan ASI, tanda bayi  kenyang dan kurva tumbuh-kembang baik.

Ibu harus sabar dan tidak boleh marah memaksa bayi. Lakukan proses ini dengan lembut juga tenang. Ibu tetap wajib perhatikan hak tubuh untuk istirahat, makan bergizi seimbang secara teratur dan minum air putih mencukupi kebutuhan. Tetap menyusui dengan seimbang jangan sampai payudara sehat justru bengkak atau terkena mastitis ya.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Ibu Terpaksa Harus Menyusui di Satu Payudara

Beberapa kasus berakhir dengan bayi tetap hanya mau menyusu di satu payudara. Terkadang ibu terpaksa harus menyusui di satu payudara karena payudara lainnya pernah menjalani operasi mastektomi pasca kanker atau tumor. Tidak perlu khawatir, ibu tetap bisa mencoba untuk menyusui bayi dengan memantau proses menyusui.

Pada kondisi sehat, ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif dan mencukupi kebutuhan asupan bayi meskipun hanya menggunakan satu payudara. Biarkan bayi menyusu sesering dan selama yang bayi mau. Lakukan menyusui secara responsif melihat tanda tubuh bayi. Pastikan bayi tetap sehat mendapatkan asupan ASI sesuai kebutuhan dengan melihat tanda bayi menelan ASI, tanda bayi kenyang dan kurva tumbuh-kembang baik. 

Jika kondisi payudara memiliki halangan produksi ASI maka lakukan menyusui dengan memakai alat bantu laktasi berisi suplementasi sesuai kebutuhan bayi.

suplementasi

Sumber gambar www.nancymoehrbacher.com

Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan. Saat ini jaman sudah maju. Ada banyak cara bisa membantu ibu menyusui bayi sesuai kondisi. Konselor menyusui akan melakukan pendampingan relaktasi yang tepat.  Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi sangat penting bagi kesuksesan pemberian ASI.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan.

Hari demi hari memang terkadang berjalan begitu lambat, namun waktu berlari cepat hingga tak terasa berlalu begitu saja. Lakukan pilihan terbaik yang paling sanggup untuk ibu jalani tanpa penyesalan. Perjuangan di masa ini akan menjadi kenangan indah selamanya…..

 

Baca: pengalaman dr. Annisa Karnadi, IBCLC saat relaktasi

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.