Kesehatan Anak

Membedong Bayi

MEMBEDONG BAYI

Pro Kontra Bedong Bayi

Kain bedong tentu menjadi daftar barang wajib dibeli saat ibu hamil. Tak heran sebab banyak orang tua sering membedong bayinya ketika baru lahir. Terlebih jaman sekarang sudah ada banyak pilihan jenis bedong, bahkan juga bedong instan yang praktis dipakai.

Sebenarnya apakah membedong bayi itu penting?

Menurut IDAI, pakaian bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana. IDAI tidak menganjurkan untuk membedong karena bedong bisa membatasi gerak bayi. Jangan pula menggunakan gurita karena bayi bernafas lebih banyak menggunakan otot-otot perut. IDAI juga tidak menganjurkan terus-menerus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba di tangan serta kaki yang menjadi fasilitas belajar pada bayi. Berikan baju hangat ditambah selimut dan topi jika bayi kedinginan. Secara umum, bayi butuh pakaian satu lapis lebih banyak dibandingkan orang dewasa, namun bukan berarti harus dibungkus berlapis-lapis kain hingga rapat. Orang tua responsif melihat kebutuhan bayi sesuai situasi kondisi cuaca setempat. Berikan bayi waktu untuk menyentuh dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Stimulus sensorik dari lingkungan akan membuat bayi tumbuh berkembang makin pintar. Menyusui pun jadi lancar.

Manfaat Membedong Bayi

Faktanya hampir semua bayi baru lahir akan dibedong oleh orang dewasa disekitarnya. Bedong memang bisa memberi keuntungan antara lain:

  1. Bantu untuk menghangatkan bayi
  2. Bedong membuat bayi nyaman
  3. Bedong dapat digunakan untuk membatasi stimulus rangsang sentuhan yang berlebihan
  4. Bedong mengurangi kegelisahan bayi dengan bantu menstabilkan sistem saraf otonom dan gerakan motorik bayi
  5. Bedong bisa membantu mengontrol gerakan bayi
  6. Bantu menenangkan bayi yang rewel
  7. Bantu bayi tidur lelap
  8. Bantu mengatasi kolik 

1544072620789

Cara Membedong Bayi

Bedong bayi dengan longgar sehingga tubuhnya harus tetap bisa bebas bergerak. Gunakan kain nyaman sesuai kondisi lingkungan. Pada udara dingin maka pastikan tubuh bayi terjaga hangat dengan memberi pakaian juga selimut secara aman. Jika udara panas maka gunakan kain tipis saja. 

1546910667686

Cara membedong bayi:

  1. Bentangkan kain dengan salah satu sudut dilipat
  2. Letakkan bayi di atas kain dengan posisi kepala di atas, bagian kain yang dilipat, sehingga kepala bayi tidak tertutup bedong 
  3. Luruskan lengan kiri, ambil kain disisi kiri untuk diselimutkan ke atas tubuh bayi
  4. Luruskan lengan kanan, ambil kain disisi kanan untuk diselipkan ke bawah sisi kiri tubuh bayi
  5. Lipat kemudian putar bagian kain secara longgar di bagian bawah tubuh bayi
  6. Pastikan panggulnya tetap bisa bergerak bebas serta bedong tetap longgar 

FB_IMG_1521206085148

Sumber gambar @info_pediatri

Biarkan kaki bayi dalam posisi alami. Kaki tidak boleh diluruskan secara paksa. Bedong bayi harus longgar juga jangan diikat secara rapat. Bayi harus bisa bebas bergerak saat dibedong. Pastikan juga supaya kain bedongan tidak mengganggu nafas bayi serta tidak menutupi hidung bayi. Kain yang terlepas kemudian menutupi hidung bisa menyebabkan bayi tidak bernafas sehingga berisiko meninggal mendadak. Termasuk selimut juga harus diperhatikan keamanannya.

IMG00923-20110915-1037

 

Membedong bisa membuat bayi tenang sebab teknik ini meniru kenyamanan saat-saat bayi di dalam kandungan ibu. Namun bedong juga bisa membahayakan bayi jika tidak dilakukan dengan benar.

Bahaya Bedong

Banyak bayi dibedong terlalu rapat. Bahkan kemampuan membedong semakin rapat dengan banyak lilitan ketat, akan semakin menuai banyak pujian. Padahal bedong ketat sangat berbahaya bagi bayi. Saat siang hari dalam cuaca sangat panas ditambah kelembaban tinggi, bahkan ada bayi dibedong memakai kain hingga 3 lapis. Bedong jika salah akan bisa membuat bayi cacat, bahkan meninggal. Bahaya bedong antara lain:

  • Risiko bayi meninggal mendadak (sudden infant death syndrome) lebih tinggi. Banyak bayi dibedong kemudian tidur dengan posisi miring lalu jadi tertelungkup atau tidak telentang sehingga kesulitan bernafas.
  • Terjadi kondisi Hip dysplasia. Membedong ketat menjadi salah satu faktor risiko hip dysplasia. Terjadi displasia hingga dislokasi panggul sehingga persendian panggul menjadi tidak normal dimana tulang atas paha terletak tidak tepat di dalam soket persendian. Pada kondisi berat bisa mempengaruhi proses berjalan, bahkan butuh tindakan operasi perbaikan sendi. Kondisi ini juga berisiko tinggi mempengaruhi osteoarthritis di kemudian hari. 
  • Hati-hati saat membedong bayi, apalagi ketika bayi tidur seranjang dengan ibu. Tubuh bayi serta tangan dan kakinya sedang terikat sehingga akan sulit bergerak memberikan tanda jika tubuhnya tertindih oleh orang lain.
  • Bayi yang dibedong akan cenderung tidur terus, jarang bangun serta malas menyusu sehingga kondisi ini bagi bayi baru lahir akan berisiko dehidrasi dan kuning.
  • Bayi berisiko mengalami kepanasan bahkan bisa hingga hipertermia jika dibedong pakai kain terlalu tebal, di udara sangat panas, kelembaban tinggi dan dalam kondisi kekurangan cairan.

Bedong berisiko mengganggu proses menyusui, sebab:

  1. Bedong membuat ibu kesulitan melihat tanda bayi lapar dan tanda bayi kenyang
  2. Bayi yang dibedong ketika disusui akan malas menyusu.
  3. Bedong akan menghalangi munculnya refleks primitif bayi untuk menyusu.
  4. Tangan bayi terikat sedangkan bayi menggunakan tangannya untuk menemukan payudara dan puting ibu sehingga membantu bayi melekat dengan baik di payudara.
  5. Membedong bayi ketika menyusui akan membatasi kontak kulit dengan ibu sehingga bayi sulit menyusu dengan baik.
  6. Kesulitan menyusui membuat ASI juga jadi tidak cepat keluar.
  7. Menyusui dengan bayi yang tetap dibedong biasanya akan menyebabkan puting ibu lecet karena posisi tubuh bayi kurang baik sehingga tidak bisa melekat dengan benar saat disusui.

Banyak bayi tidak suka dibedong. Terlebih pada bayi yang cenderung mudah panas dan mengalami demam. Bedong hanya berfungsi membantu bayi nyaman. Selama bayi sehat, bahagia, tetap nyaman tanpa bedong maka ibu tidak perlu khawatir. Justru tidak masalah sebab tidak menambah beban cucian ekstra. Berikan saja baju hangat nyaman yang aman saat suhu lingkungan dingin. 

Bedong dan Mitos Pelurusan Kaki Bayi

Banyak sekali kasus bedong dipakai berlapis-lapis hingga sangat kencang supaya meluruskan kaki bayi. Banyak bayi dibedong dengan tujuan supaya kaki bayi lurus. Sebenarnya tidak ada hubungan antara dibedong atau tidak dibedong dengan bentuk kaki atau bentuk tangan bayi. Pembedongan tidak dapat mencegah kelainan kaki bengkok maupun kelainan lainnya. Praktek membedong untuk meluruskan kaki bayi ini sangat berbahaya.

Faktanya bayi lahir ke dunia dengan lutut bengkok, yaitu kedua tumit saling mendekat dan kedua lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf O. Normalnya, bayi terlahir dengan keadaan lutut bengkok sampai usia 3 tahun. Jadi memang kaki bayi bentuk normalnya tidak seperti kaki orang dewasa. Bentuk kaki yang tidak lurus ini akibat posisi janin semasa dalam rahim.

1546654645639

Sumber gambar IG UNICEF

Ibu akan semakin melihat bentuk kaki agak-bengkok seperti huruf “O” ketika bayi mulai belajar berdiri dan berjalan hingga umur 2 tahun. Justru bentuk kaki bayi sebenarnya akan memudahkan dia menyangga tubuh ketika belajar berjalan.

Bentuk kaki bengkok hingga umur 2 tahun ini akan terlihat semakin lurus ketika umur 3 tahun. Namun, kaki anak kemudian sekilas berbentuk “X” saat umur anak sekitar 6 tahun. Bentuk kaki ini akan semakin membaik di umur 7 tahun sehingga bentuk kaki anak di umur 9 – 10 tahun sudah seperti bentuk kaki orang dewasa.

Bentuk kaki bengkok sebaiknya diperiksakan ke dokter lebih lanjut apabila:

  • Kelengkungan kaki sangat ekstrim.
  • Satu sisi kaki tampak lebih bengkok dibanding kaki lainnya.
  • Bentuk kaki semakin bengkok setelah anak umur 2 tahun.
  • Bentuk kaki X menetap di atas umur 7 tahun.
  • Anak pendek dibanding umurnya.

Terdapat juga lutut bengkok pada bayi disebabkan oleh kelainan medis, misalnya blount disease, cerebral palsy, penyakit riketsia, atau skeletal dysplasia yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi kelainan kaki bengkok tidak ada pengaruh hubungan dengan pemakaian bedong. Anak dengan kelainan medis kaki bengkok pun tetap tidak akan membaik meskipun saat bayi dibedong ketat, bahkan bisa berisiko bahaya lainnya.

Jika anak memiliki bentuk kaki bengkok tidak normal maka itu akibat kondisi genetik atau penyakit kelainan bawaan sejak lahir. Bayi terlahir dengan kaki bengkok ini harus menjalani terapi rehabilitasi medis serta perbaikan struktur kaki secara intensif lebih lanjut bersama tenaga kesehatan berkompeten. 

bilateral talipes equinovarus.jpg

Bilateral talipes equinovarus, sumber gambar Journal of Anatomy

Semua bayi dan ibu harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan berkompeten saat mau pulang pasca persalinan. Tanyakan tips kiat perawatan bayi, ibu juga tanda yang harus diperhatikan. Lakukan periksa kontrol kesehatan secara teratur. Pada saat pemeriksaan kesehatan rutin, minta dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga tumbuh kembang kesehatan bayi selalu terpantau. Segera bawa bayi periksa ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika terdapat salah satu tanda dan gejala berbahaya.

Memahami tumbuh kembang dan kesehatan anak sangat membantu bagi orang tua. Orang tua bisa mengetahui apa saja bagian normal dari proses tumbuh-kembang, juga deteksi dini jika ada masalah kesehatan. Miliki buku Kesehatan Anak yang berisikan informasi catatan kesehatan anak. Pantau tumbuh-kembangnya, juga lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera periksa konsultasikan bersama tenaga kesehatan dan dokter berkompeten jika ada masalah.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.