Keluarga Berencana

Kondom

KONDOM

Seribu hari pertama kehidupan dimulai di hari pertama pembuahan akan membawa pengaruh sangat besar bagi masa depan seorang manusia. Tubuh sehat dengan perencanaan keluarga matang sangat penting untuk proses kehamilan dan persalinan sehat. Terlebih setiap anak berhak atas kehidupan layak supaya bisa bertumbuh kembang optimal, oleh sebab itu kehadirannya harus dipersiapkan dengan baik. Merencanakan kehamilan sehat artinya memberikan awalan terbaik bagi sebuah kehidupan baru.

Baca juga tentang Seribu Hari Pertama Kehidupan

Keluarga berencana dan akses kesehatan berkualitas baik bisa membantu mencegah kematian, kesakitan serta kecacatan akibat komplikasi kehamilan juga persalinan. Keluarga berencana merupakan upaya ikhtiar perencanaan untuk mengatur jarak kelahiran. Perencanaan kehamilan dilakukan supaya kualitas hidup ibu, anak dan keluarga semakin baik serta bantu mencegah kematian ibu juga anak (link).

Ada banyak pilihan cara mengatur jarak kelahiran melalui keluarga berencana, salah satunya dengan memakai alat kontrasepsi Kondom.

Pengertian Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi berbentuk kantong selubung seperti sarung, sangat tipis serta elastis, digunakan untuk membungkus penis saat melakukan hubungan seksual. Kondom terbuat dari lateks (karet), plastik (polyurethane, nitrile, atau polyisoprene) atau kulit domba. Kondom bantu mencegah kehamilan dan penularan infeksi menular seksual. Namun kondom yang terbuat dari bahan alami hanya bantu mencegah kehamilan, tidak bisa mencegah penularan infeksi menular seksual.

Mekanisme Kerja Alat Kontrasepsi Kondom

Kondom akan membungkus penis saat melakukan hubungan seksual. Kondom akan menghalangi pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma saat ejakulasi sehingga sperma tidak tercurah masuk ke dalam saluran reproduksi wanita.

kondom 

Kondom dan cara pemakaian kondom, sumber gambar MedlinePlus
Kondom harus dipasang dengan benar supaya efektif bekerja mencegah kehamilan. Kondom mudah rusak dengan kelembaban serta panas sehingga simpan kondom baru di tempat kering, sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cek tanggal kadaluwarsa produk sebelum digunakan. Buka pembungkus dengan hati-hati supaya kondom tidak rusak. Pasang kondom saat penis sudah ereksi (keras). Pangkal kondom ditarik hingga menutupi hingga ke pangkal penis. Pastikan kondom menutup seluruh bagian penis sebelum terjadi kontak kulit. Bisa tambahkan lubrikasi khusus water-based atau silicone lubricant. Jangan gunakan minyak goreng, pelembab, baby oil, petroleum jelly atau mentega sebagai pelumas. Gunakan kondom dari awal hingga akhir hubungan seksual. Traik penis keluar setelah ejakulasi kemudian pegang pangkal kondom, lepaskan dengan hati-hati saat penis masih keras, ikat kondom supaya sperma tidak tumpah, bungkus dan buang kondom bekas ke tempat sampah.  Lepas kondom dengan benar, jangan sampai tumpah di vulva vagina dan buang ke tempat sampah. Kondom hanya bisa sekali pakai. Buang kondom yang telah dibuka, kadaluwarsa, kering, robek, kotor, kaku atau lengket. Baca petunjuk aturan pemakaian lebih lanjut.

Efektivitas Kontrasepsi Menggunakan Kondom

Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan cukup tinggi jika dipakai dengan benar. Jika dilakukan secara benar setiap kali melakukan hubungan seksual maka efektivitas kondom bisa mencapai 98%. Namun seringkali kondom tidak digunakan secara konsisten sehingga efektivitas kontrasepsi kondom sekitar 85%. Artinya risiko kehamilan sekitar 2 hingga 15 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Menurut ACOG 18 – 28 wanita bisa hamil dengan memakai kontrasepsi metode penghalang.

Keuntungan Khusus Bagi Kesehatan

Kondom selama digunakan dengan benar setiap kali melakukan aktivitas seksual akan bantu mencegah penularan infeksi menular seksual dan komplikasinya. Kondom bisa menurunkan risiko penularan gonore, penyakit klamidia, juga infeksi HIV.

Efek Samping Pemakaian Kondom

Pada sebagian besar kondisi tidak ada efek samping jika pemakaian kondom dilakukan dengan benar. Bisa timbul reaksi jika memiliki riwayat alergi atau sensitif terhadap bahan kondom, spermisida atau pelumas. Jika mengalami reaksi alergi atau iritasi sebaiknya segera ditindaklanjuti.

Tidak semua orang akan mengalami efek samping. Hal terbaik untuk dilakukan tentu rutin pantau kondisi diri, keluhan gejala, serta segera kontrol ke dokter jika bermasalah. Jika terjadi gejala keluhan, sakit tidak wajar, tanda bahaya atau kondisi mengganggu lainnya segera periksa konsultasikan ke rumah sakit, dokter atau bidan Anda. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter. 

Disinilah pentingnya kenapa ditekankan dalam pemilihan metode kontrasepsi KB harus dengan pemeriksaan juga konseling keluarga berencana bersama tenaga kesehatan berkompeten. Dokter/bidan akan bantu memilihkan metode kontrasepsi yang cocok sesuai kondisi serta kebutuhan keluarga.

Risiko Pemakaian Kondom Bagi Kesehatan

Pemakaian kondom bisa memicu reaksi alergi jika punya riwayat alergi terhadap bahan kondom. Contohnya: punya bakat alergi lateks maka bisa terjadi reaksi alergi lateks jika memakai kondom berbahan lateks. Ada juga yang alergi terhadap bahan polyurethane. Bisa pula terjadi reaksi iritasi, alergi terhadap spermisida atau bahan pelumas jika ditambahkan. Jika mengalami reaksi alergi atau iritasi sebaiknya segera ditindaklanjuti.

Kondom Tidak Bisa Digunakan Pada Kondisi

Tidak semua pasangan bisa memakai kondom, terutama jika:

  • Memiliki riwayat alergi bahan pembuat kondom
  • Pria memiliki gangguan ereksi sehingga penis mudah mengecil akibatnya air mani akan bocor keluar

Mengapa Kondom Disukai

Kondom memiliki banyak kelebihan. Para pasangan suami – istri memilih kondom sebagai alat kontrasepsi, sebab:

  • Tidak mengandung hormon sehingga tidak mengganggu siklus hormonal
  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Kondom mudah didapat dengan harga terjangkau
  • Kondom bisa dibeli bebas tidak perlu resep bidan atau dokter
  • Kondom memiliki berbagai bentuk, gaya, warna dan rasa
  • Kondom dapat digunakan sebagai metode sementara, cadangan atau dikombinasikan bersama metode lain
  • Kondom membantu mencegah kehamilan sekaligus pencegahan penyakit menular seksual termasuk infeksi HIV
  • Kondom bisa dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lainnya seperti KB metode kalender. Pada saat masa subur, pasangan bisa memakai kondom sehingga suami-istri tetap bisa menikmati seks tanpa khawatir.
  • Kondom sesuai bagi banyak nilai hidup, kepercayaan dan aturan agama yang dianut pasangan suami-istri

Mengapa Kondom Tidak Disukai

Kondom juga memiliki kelemahan. Pemakaian kondom tidak disukai karena:

  • Ada yang mengalami alergi terhadap produk kondom: bahan pembuat, spermisida, pelumas tambahan
  • Keberhasilan dipengaruhi oleh cara penggunaan
  • Hanya sekali pakai dan harus selalu pakai kondom baru
  • Harus disiapkan sebelum berhubungan seksual
  • Harus dibeli sehingga terkadang belum sempat beli, tidak mampu membeli atau malu membeli sendiri di toko/apotek
  • Kondom bisa robek, berlubang dan bocor
  • Pasangan merasa kurang nyaman pakai kondom
  • Kondom dirasa mengganggu kepuasan seksual bagi sebagian orang sebab pasangan harus segera menarik penis keluar setelah ejakulasi supaya tidak mengecil di dalam vagina

Memakai kondom harus disiplin sehingga butuh kerjasama dengan pasangan. Jika alasan tidak suka pakai kondom karena merasa repot harus dipasang maka solusinya lakukan pemasangan kondom sebagai bagian dari foreplay.

Saat ini tersedia juga kondom bagi wanita, tanyakan tata cara pemakaiannya kepada tenaga kesehatan anda:

kondom wanita

Kondom wanita dan cara pemakaian kondom bagi wanita, sumber gambar MedlinePlus

Ada banyak cara seksi dan kreatif sehingga memakai kondom menjadi bagian menyenangkan dalam kehidupan seksual pasangan suami – istri. Anda juga bisa mengkombinasikan pemakaian kondom dengan metode kontrasepsi lainnya sesuai kebutuhan.

Pentingnya Keluarga Berencana

Pengaturan jarak kelahiran anak sangat penting bagi kesehatan. Jarak kelahiran yang disarankan dengan keluarga berencana sekitar 2 – 5 tahun setelah melahirkan anak sebelumnya . 

Masing-masing metode kontrasepsi keluarga berencana memiliki kelebihan juga kekurangan. Bandingkan risiko pemakaian kontrasepsi dengan risiko kehamilan, risiko persalinan, rasa sakit saat melahirkan, mengalami perdarahan hebat saat melahirkan, sakit saat operasi caesar, baby blues hingga depresi post partum, rasa sakit setelah mengalami keguguran/kuretase/aborsi, perjuangan menyusui, perjuangan begadang akibat kehamilan yang tidak direncanakan, tidak siap atau tidak diinginkan. Inilah pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan dan konseling keluarga berencana bersama tenaga kesehatan, bidan dan dokter ahli berkompeten.  

Pelajari jenis, cara kerja, efektivitas, efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi dari berbagai pilihan kontrasepsi untuk keluarga berencana bersama tenaga kesehatan berkompeten. Beberapa metode kontrasepsi bahkan bisa memperbaiki keluhan maupun permasalahan kesehatan. Memilih keluarga berencana merupakan keputusan bersama. Partisipasi aktif para suami juga sangat penting untuk keberhasilan keluarga berencana. Pilih metode kontrasepsi paling sesuai untuk ibu juga keluarga dengan berkonsultasi bersama tenaga kesehatan, konselor keluarga berencana dan dokter spesialis obgyn berkompeten.

Hal yang harus diperhatikan saat konseling keluarga berencana:

  • Waktu, tempat, tenaga kesehatan, cara pemakaian atau cara pemasangan
  • Pastikan hal-hal lanjutan yang harus diperhatikan pasca pemakaian
  • Cara mengenali dan mengatasi efek samping, risiko kesehatan, komplikasi yang mungkin timbul
  • Waktu, tempat dan tenaga kesehatan untuk kontrol ulang
  • Jadwal pencabutan, penggantian atau peresepan alat kontrasepsi

Efektivitas Kontrasepsi

Perbandingan efektivitas kontrasepsi, sumber ACOG

Kelahiran anak merupakan rejeki dari Allah, manusia terkadang tidak mampu mengontrol penuh secara maksimal. Namun setidaknya berikhtiar dengan upaya keluarga berencana bantu pasangan lebih mengenali kebutuhannya juga memetakan faktor risiko serta membuat keputusan lebih baik dalam mengembangkan keluarga sehat bahagia sejahtera lahir-batin.

Baca juga informasi keluarga berencana berikut ini:

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.