Keluarga Berencana

Metode Kontrasepsi

KELUARGA BERENCANA

Metode Kontrasepsi Keluarga Berencana

Seribu hari pertama kehidupan dimulai di hari pertama pembuahan akan membawa pengaruh sangat besar bagi masa depan seorang manusia. Tubuh sehat dengan perencanaan keluarga matang sangat penting untuk proses kehamilan dan persalinan sehat. Terlebih setiap anak berhak atas kehidupan layak supaya bisa bertumbuh kembang optimal, oleh sebab itu kehadirannya harus dipersiapkan dengan baik. Merencanakan kehamilan sehat artinya memberikan awalan terbaik bagi sebuah kehidupan baru.

Baca juga tentang Seribu Hari Pertama Kehidupan

Keluarga berencana dan akses kesehatan berkualitas baik bisa membantu mencegah kematian, kesakitan serta kecacatan akibat komplikasi kehamilan juga persalinan.

Screenshot_2018-12-07-10-00-26-01

Keluarga berencana merupakan upaya ikhtiar perencanaan untuk mengatur jarak kelahiran. Perencanaan kehamilan dilakukan supaya kualitas hidup ibu, anak dan keluarga semakin baik serta bantu mencegah kematian ibu juga anak (link).

Poin pertimbangan dalam pemilihan metode keluarga berencana:

  • keamanan metode
  • efektivitas dalam mengatur jarak kelahiran
  • ketersediaan alat kontrasepsi: mampu menjangkau dan mampu membeli
  • bisa diterima sesuai kondisi kesehatan, kebutuhan keluarga, nilai hidup 

Metode keluarga berencana yang dipilih pada prinsipnya sesuai kondisi kesehatan, frekuensi berhubungan seksual, nilai hidup dan kebutuhan keluarga.

Baca lebih lanjut tentang Manfaat Mengatur Jarak Kelahiran disini.

kontrasepsi.jpg

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

1. Copper T Intrauterine Device (IUD Copper T)

IUD merupakan alat kontrasepsi kecil berbentuk seperti huruf “T” yang dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga kesehatan berkompeten. Ada jenis IUD bisa digunakan hingga 10 tahun. Angka kegagalan sekitar 0,2% – 0,8%. Baca informasi lebih lanjut: KB IUD Non-hormonal

2. Levonorgestrel intrauterine system (LNG IUD/IUD Hormonal)

LNG IUD merupakan alat kontrasepsi berbentuk huruf “T” menyerupai IUD chopper T yang dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga kesehatan berkompeten. LNG IUD akan melepaskan progestin setiap hari sehingga bisa mencegah kehamilan. LNG IUD bisa digunakan hingga 5 tahun. Angka kegagalan sekitar 0,1 – 0,4%. Baca informasi lebih lanjut: KB IUD Hormonal

Metode KB Hormonal

1. Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dimasukkan ke dalam kulit lengan bagian atas wanita oleh tenaga kesehatan berkompeten. Kontrasepsi implan berisi progestin yang dilepaskan ke dalam tubuh. Bisa digunakan hingga 3 tahun. Angka kegagalan sekitar 0,01% – 0,05%. Baca informasi lebih lanjut: KB Implan

2. Suntik hormonal atau injeksi hormonal

Suntikan berisi hormon progestin disuntikkan ke dalam bokong atau lengan setiap 3 bulan oleh tenaga kesehatan berkompeten. Ada juga suntikan berisi hormon kombinasi estrogen dan progesteron. Angka kegagalan sekitar 4% – 6%. Baca informasi lebih lanjut: KB Suntikan Progestin (DMPA)

3. Kontrasepsi oral kombinasi

Kontrasepsi ini sering disebut pil KB berisi kombinasi hormon estrogen dan progestin. Pil KB diresepkan oleh tenaga kesehatan berkompeten. Satu pil harus diminum teratur setiap hari. Tidak disarankan bagi wanita berumur di atas 35 tahun, riwayat perokok, riwayat gangguan pembekuan darah, kanker payudara. Angka kegagalan sekitar 7% – 9%. Baca informasi lebih lanjut: KB Pil Kombinasi

4. Progestin only pill

Kontrasepsi progestin only pill sering disebut minipil, mini pill atau pil mini. Minipil berisi hormon progestin saja. Minipil diresepkan oleh tenaga kesehatan berkompeten. Satu pil harus diminum teratur setiap hari. Minipil menjadi pilihan bagi wanita yang tidak bisa menerima kontrasepsi berisi estrogen. Angka kegagalan sekitar 7%. Baca informasi lebih lanjut: KB Minipil

5. Patch

Metode kontrasepsi berbentuk skin patch ini ditempelkan di perut bagian bawah, bokong atau tubuh bagian atas (namun bukan di payudara). Patch diresepkan oleh tenaga kesehatan berkompeten. Satu patch harus dipakai setiap hari kemudian diganti seminggu sekali. Pada minggu ke-4 tidak pakai patch, biasanya bertepatan dengan terjadi menstruasi. Angka kegagalan sekitar 7% – 9%.

6. Alat kontrasepsi ring vagina hormonal

Ring vagina berisiko hormon progestin dan estrogen. Anda dapat memasang ring di dalam vagina selama 3 minggu. Lepas ring saat mengalami menstruasi. Pasang ring baru untuk 3 minggu kemudian lepas lagi saat mengalami menstruasi. Angka kegagalan sekitar 7% – 9%. 

Metode Kontrasepsi Penghalang

1. Diafragma atau cervical cap

Alat kontrasepsi diafragma atau cervical cap dipasang di dalam vagina untuk mengeblok sperma. Bentuk menyerupai cangkir dangkal yang dimasukkan dalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual. Beri spermisida supaya efektivitas makin tinggi. Konsultasikan bersama tenaga kesehatan berkompeten untuk pemilihan ukuran. Angka kegagalan diafragma sekitar 12% – 17% dan cervical cap sekitar 17% – 23%. Baca informasi lebih lanjut: KB Diafragma

2. Sponge

Alat kontrasepsi sponge berisi spermisida dan diletakkan di vagina hingga pas menutupi serviks. Sponge digunakan hingga 24 jam. Sponge dipasang hingga 6 jam setelah hubungan seksual kemudian dibuang. Angka kegagalan sekitar 14% pada wanita yang belum pernah memiliki anak dan 27% pada wanita yang pernah memiliki anak (rata-rata sekitar 12% – 24%).

3. Kondom pria

Alat kontrasepsi kondom pria digunakan untuk menutupi penis sehingga bisa mewadahi sperma yang keluar saat ejakulasi supaya tidak masuk dalam tubuh wanita. Kondom paling sering terbuat dari bahan lateks dan bahan sintetis, hanya bisa digunakan sekali kemudian dibuang. Kondom dari lateks juga bisa bantu mencegah penularan infeksi menular seksual. Sangat penting untuk memakai kondom dengan benar. Angka kegagalan sekitar 13% – 18%. Baca informasi lebih lanjut: KB Kondom

4. Kondom wanita

Alat kontrasepsi kondom wanita digunakan untuk mencegah sperma yang keluar saat ejakulasi supaya tidak masuk dalam tubuh wanita. Kondom wanita bisa digunakan 8 jam sebelum hubungan seksual. Kondom dari lateks juga bisa bantu mencegah penularan infeksi menular seksual. Sangat penting untuk memakai kondom dengan benar. Angka kegagalan sekitar 19% – 21%.

5. Spermisida

Alat kontrasepsi ini bekerja dengan mematikan sel-sel sperma. Tersedia dalam berbagai sediaan seperti busa, gel, krim, suppositoria atau tablet. Spermisida diletakkan dalam vagina kurang dari satu jam sebelum melakukan hubungan seksual. Biarkan spermisida bekerja 6 hingga 8 jam setelah melakukan hubungan seksual. Spermisida bisa dipakai bersama kondom pria, diafragma atau cervical cap. Angka kegagalan sekitar 21%. – 28%

Metode Kalender

Kontrasepsi tradisional metode kalender dilakukan dengan melihat tanda masa subur setiap bulan. Masa subur diperkirakan dengan melihat tanda ovulasi, lendir vagina dan pengukuran suhu basal. Wanita dengan siklus menstruasi teratur biasanya memiliki 9 hari subur. Jika tidak ingin hamil maka jangan melakukan hubungan seksual, senggama terputus atau gunakan metode kombinasi alat kontrasepsi lainnya di masa subur. Angka kegagalan sekitar 2 – 24%. Baca lebih lanjut tentang Metode KB Kalender disini.

Metode Amenore Laktasi

Metode Amenore Laktasi (MAL) sering disebut KB menyusui sebab mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dimana kadar hormon prolaktin tinggi akan mencegah terjadinya ovulasi sehingga ibu tidak mengalami siklus menstruasi. Metode ini memiliki persyaratan yang harus dipenuhi ibu belum mengalami haid (menstruasi), bayi disusui secara eksklusif serta sering sepanjang siang-malam, umur bayi kurang dari 6 bulan. MAL hanya bisa menjadi metode kontrasepsi sementara, direkomendasikan untuk kombinasi dengan metode kontrasepsi lain yang tidak mengganggu produksi ASI. Angka kegagalan sekitar 1- 2%. Baca lebih lanjut tentang Metode Amenore Laktasi disini

Metode Kontrasepsi Darurat

Kontrasepsi darurat BUKAN metode kontrasepsi yang bisa digunakan secara rutin. Metode kontrasepsi darurat hanya dilakukan di waktu darurat, contohnya saat terjadi kondom robek, lupa memakai alat kontrasepsi atau metode kontrasepsi gagal. Kontrasepsi darurat dilakukan dengan:

  • Memasang IUD secepatnya dalam waktu 5 hari dari hubungan seksual
  • Meminum pil kontrasepsi darurat secepatnya

Metode Kontrasepsi Permanen

1. Tubektomi

Tubektomi dilakukan dengan memotong, mengikat atau memasang cincin pada tuba fallopii sehingga sperma tidak bisa membuahi sel telur. Prosedur dilakukan hanya satu kali dengan tindakan pembedahan di rumah sakit. Efektivitas mencegah kehamilan sangat tinggi jika dilakukan dengan benar. Efek kontrasepsi dalam jangka waktu panjang. Angka kegagalan 0,15% – 0,5%. Baca lebih lanjut tentang Tubektomi disini.

2. Vasektomi 

Vasektomi dilakukan dengan memotong, mengikat atau memasang cincin pada vas deferens sehingga sperma tidak bisa membuahi sel telur. Prosedur dilakukan hanya satu kali dengan tindakan pembedahan di rumah sakit. Efektivitas mencegah kehamilan sangat tinggi dalam jangka waktu panjang. Angka kegagalan 0,15%. Baca lebih lanjut tentang Vasektomi disini.

Keluarga Berencana

Pengaturan jarak kelahiran anak sangat penting bagi kesehatan. Jarak kelahiran yang disarankan dengan keluarga berencana sekitar 2 – 5 tahun setelah melahirkan anak sebelumnya . 

Masing-masing metode kontrasepsi keluarga berencana memiliki kelebihan juga kekurangan. Bandingkan risiko pemakaian kontrasepsi dengan risiko kehamilan, risiko persalinan, rasa sakit saat melahirkan, mengalami perdarahan hebat saat melahirkan, sakit saat operasi caesar, baby blues hingga depresi post partum, rasa sakit setelah mengalami keguguran/kuretase/aborsi, perjuangan menyusui, perjuangan begadang akibat kehamilan yang tidak direncanakan, tidak siap atau tidak diinginkan. Inilah pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan dan konseling keluarga berencana bersama tenaga kesehatan, bidan dan dokter ahli berkompeten.  

Pelajari jenis, cara kerja, efektivitas, efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi dari berbagai pilihan kontrasepsi untuk keluarga berencana bersama tenaga kesehatan berkompeten. Beberapa metode kontrasepsi bahkan bisa memperbaiki keluhan maupun permasalahan kesehatan. Memilih keluarga berencana merupakan keputusan bersama. Partisipasi aktif para suami juga sangat penting untuk keberhasilan keluarga berencana. Pilih metode kontrasepsi paling sesuai untuk ibu juga keluarga dengan berkonsultasi bersama tenaga kesehatan, konselor keluarga berencana dan dokter spesialis obgyn berkompeten.

Hal yang harus diperhatikan saat konseling keluarga berencana:

  • Waktu, tempat, tenaga kesehatan, cara pemakaian atau cara pemasangan
  • Pastikan hal-hal lanjutan yang harus diperhatikan pasca pemakaian
  • Cara mengenali dan mengatasi efek samping, risiko kesehatan, komplikasi yang mungkin timbul
  • Waktu, tempat dan tenaga kesehatan untuk kontrol ulang
  • Jadwal pencabutan, penggantian atau peresepan alat kontrasepsi

Efektivitas Kontrasepsi.png

Perbandingan efektivitas kontrasepsi, sumber ACOG

Kontrasepsi terdapat cara tradisional yang alamiah seperti metode kalender, memantau masa subur dan senggama terputus. Kontrasepsi cara modern memakai alat kontrasepsi yang sudah terbukti aman serta efektif. Jenis kontrasepsi praktis digunakan namun bisa kembalikan kesuburan yaitu IUD dan implan. Metode kontrasepsi dengan pil KB, suntik KB, skin patch dan vaginal ring harus teratur terikat jadwal rutin dalam pemakaiannya. Kontrasepsi kondom pria, kondom wanita, diafragma, cervical cap, sponge, spermisida bisa digunakan sewaktu-waktu. Tubektomi dan vasektomi cukup dilakukan sekali saja namun efeknya permanen sulit kembali seperti sedia kala. Metode KB menyusui MAL, KB kalender dan senggama terputus butuh kecermatan, perhitungan akurat, disiplin konsisten dalam gaya hidup sehari-hari.

Masing-masing metode kontrasepsi keluarga berencana memiliki kelebihan juga kekurangan. Pelajari jenis, cara kerja, efektivitas, efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi dari berbagai pilihan kontrasepsi untuk keluarga berencana bersama tenaga kesehatan berkompeten. Beberapa metode kontrasepsi bahkan bisa memperbaiki keluhan maupun permasalahan kesehatan. Memilih keluarga berencana merupakan keputusan bersama. Partisipasi aktif para suami juga sangat penting untuk keberhasilan keluarga berencana. Pilih metode kontrasepsi paling sesuai untuk ibu juga keluarga dengan berkonsultasi bersama tenaga kesehatan berkompeten.

Kelahiran anak merupakan rejeki dari Allah, manusia terkadang tidak mampu mengontrol penuh secara maksimal. Namun setidaknya berikhtiar dengan upaya keluarga berencana bantu pasangan lebih mengenali kebutuhannya juga memetakan faktor risiko serta membuat keputusan lebih baik dalam mengembangkan keluarga sehat bahagia sejahtera lahir-batin.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.