Kesehatan Umum

Proses Penuaan

PROSES PENUAAN 

Proses penuaan akan mempengaruhi organ serta sistem organ pada tubuh. Proses penuaan serta waktu terjadinya kemunduran fungsi tubuh ini berbeda-beda pada setiap orang. Gaya hidup, genetik dan riwayat kesehatan mempengaruhi kondisi ini.

healthy aging.jpg healty aging (WHO)

Perubahan Tubuh Akibat Proses Penuaan

Proses penuaan sehat merupakan sebuah proses bagian dari perkembangan dimana kemampuan fungsional tubuh tetap terjaga sehingga bisa hidup sejahtera di usia lanjut. Penuaan sehat akan mampu membuat seseorang memenuhi kebutuhan hidup dasar, bergerak, belajar, berkembang, membuat keputusan, menjaga relasi dan berkontribusi terhadap masyarakat.

Proses penuaan akan membawa dampak pada tubuh manusia. Perubahan terkait penuaan antara lain:

  • Otak: Otak akan mengalami perubahan struktur. Massa otak menjadi berkurang disertai penurunan perfusi darah di regio otak. Densitas koneksi dendritic, myelin dan proses reaksi sentral menjadi menurun. Kondisi ini menyebabkan orang tua membutuhkan lebih banyak waktu serta informasi berulang untuk mempelajari hal baru. Neurotransmiter berubah termasuk dopamine dan serotonin sehingga rentan depresi.
  • Jantung dan pembuluh darah: Otot jantung semakin menebal dan pembuluh darah menjadi kaku. Kondisi ini menyebabkan kerja jantung untuk memompa darah kaya oksigen menjadi semakin sulit. Tubuh juga semakin sulit untuk mendapatkan pasokan oksigen akibat penurunan pengisian ventrikel kiri. Terjadi penebalan pada dinding pembuluh darah.
  • Saluran pencernaan: Fungsi hati, pancreas, dan kelenjar pencernaan semakin menurun. Ukuran dan jumlah peredaran darah ke hati semakin berkurang. Fungsi metabolisme obat oleh hati menurun sehingga waktu paruh semakin panjang. Kontraksi usus besar menurun kemampuannya sehingga rentan konstipasi. Kemampuan absorpsi kalsium menurun.
  • Paru-paru: Elastisitas struktur saluran pernafasan berkurang. Kemampuan paru-paru untuk menghirup udara kaya oksigen dan menghembuskan udara yang mengandung karbondioksida semakin berkurang. Akibatnya nafas menjadi pendek mudah tersengal-sengal saat melakukan aktivitas berat. Berkurangnya aktivitas silia dan efektivitas batuk. Dinding dada bertambah kaku, otot pernafasan melemah dan terjadi penurunan massa jaringan paru.
  • Ginjal: Terjadi penurunan massa ginjal. Kemampuan ginjal untuk membuang sisa metabolisme semakin lama menjadi semakin berkurang. Akibatnya kerja ginjal baik sebagai organ endokrin maupun untuk membuang sisa metabolisme tidak bagus lagi.
  • Kandung kemih: Kapasitas kandung kemih dalam menampung urin tidak sebanyak dulu. Kemampuan pengosongan kandung kemih berkurang sehingga volume residual urin meningkat.
  • Kulit: Kulit menjadi semakin tipis serta berkurang elastisitas. Akibatnya menjadi kendor dan muncul kerutan. Kelenjar minyak dan keringat menurun akibatnya kulit menjadi kering. Muncul banyak flek hitam pada kulit yang rusak akibat paparan matahari. Kuku tumbuh makin lambat, makin tipis, warna kekuningan dan rapuh.
  • Rambut: Rambut semakin tipis, berwarna kelabu, rapuh dan rontok.
  • Otot: Massa otot berkurang akibat penurunan jumlah serabut otot. Pada individu yang jarang beraktivitas fisik jumlah otot menurun hingga 22% mengakibatkan penurunan fungsi kekuatan otot, kelenturan dan keseimbangan badan. Proses metabolisme melambat dengan penambahan jaringan lemak disertai penurunan jumlah otot rangka.
  • Tulang: Kalsium dalam tulang semakin berkurang. Perbaikan tulang semakin menurun ketika umur 40 tahun. Setelah menopause kondisi kepadatan mineral tulang berkurang sehingga tulang rapuh mudah patah.
  • Persendian: Tulang kartilago di persendian mengalami kerusakan akibat cairan sendi menurun sehingga rentan terjadi peradangan sendi, nyeri dan kaku persendian. Gerak tubuh menjadi kurang fleksibel. Bantalan sendi (nucleus pulposus) di persendian tulang semakin tipis serta kehilangan cairan sendinya sheingga mudah hancur akibatnya tulang belakang melengkung rentan mengalami fraktur kompresi.
  • Mata: Kemampuan mata untuk membaca buku semakin menurun. Sulit fokus melihat benda-benda dalam jarak dekat (presbiopia). Lensa bertambah keruh. Di atas umur 50 tahun semakin sulit untuk fokus melihat, mengamati benda bergerak dan melihat dengan cahaya redup. Di atas umur 70 tahun akan semakin sulit melihat benda secara detail.
  • Telinga: Fungsi pendengaran telinga menjadi semakin menurun karena terjadi pengerasan pada tulang pendengaran dengan bertambahnya usia. Fungsi vestibular untuk menjaga keseimbangan tubuh menurun dengan meningkatnya respons ambang vertibular serta berkurangnya jumlah sel rambut pada organ Corti.
  • Sistem reproduksi: wanita akan mengalami menopause dimana terjadi perubahan hormonal tubuh. Tidak terjadi lagi proses ovulasi untuk memproduksi telur sehingga akan sulit hamil.
  • Hormon: Produksi hormon menurun dengan semakin bertambahnya umur seseorang. Estrogen, growth hormone dan parathyroid hormone menurun. Akibatnya mempengaruhi banyak kondisi organ tubuh.
  • Sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan fungsi. Produktivitas antibodi rendah disisi lain produksi autoantibodi mengalami peningkatan. Fungsi makrofag terganggu. Sel-sel kekebalan tubuh kurang aktif akibatnya menjadi mudah sakit.
  • Lemak: Proporsi lemak tubuh meningkat hingga 30% sehingga membuat metabolisme melambat. Lemak visceral di rongga perut meningkat jadi semakin rentan mengalami penyakit sindroma metabolik.

Pendekatan dalam evaluasi medis pada pasien lanjut usia (lebih dari 60 tahun) berbeda dengan pasien muda. Karakteristik keluhan multipel dari berbagai penyakit kronis, penurunan kemampuan tubuh, gejala dan tanda klinis menyimpang, proses pemulihan lambat serta gangguan nutrisi membutuhkan evaluasi khusus. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dokter akan melakukan pengkajian kesehatan geriatri secara menyeluruh.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.