Keluarga Berencana

Manfaat Mengatur Jarak Kelahiran

KELUARGA BERENCANA

Mengatur Jarak Kehamilan

Seribu hari pertama kehidupan dimulai di hari pertama pembuahan akan membawa pengaruh sangat besar bagi masa depan seorang manusia. Tubuh sehat dengan perencanaan keluarga matang sangat penting untuk proses kehamilan dan persalinan sehat. Terlebih setiap anak berhak atas kehidupan layak supaya bisa bertumbuh kembang optimal, oleh sebab itu kehadirannya harus dipersiapkan dengan baik. Merencanakan kehamilan sehat artinya memberikan awalan terbaik bagi sebuah kehidupan baru.

Baca juga tentang Seribu Hari Pertama Kehidupan

Generasi Sehat Untuk Masa Depan Lebih Baik

Jumlah penduduk di Indonesia saat ini sekitar 262.787.403 dengan jumlah bayi lahir dalam satu tahun hampir mencapai 5 juta bayi (link link). Menurut PBB, saat ini jumlah penduduk dunia telah mencapai 7.6 milyar dengan perkiraan akan mencapai 8.6 milyar di tahun 2030, 9.8 milyar di tahun 2050 dan 11.2 milyar di tahun 2100. Terjadi kelahiran sekitar 83 juta manusia baru setiap tahun di seluruh dunia (link). Jumlah manusia sangat banyak ini akan menimbulkan kesempatan juga tantangan baru yang berimbas pada kerentanan ketahanan pangan, ekonomi, urbanisasi, lahan, akses kesehatan dan pemberdayaan generasi muda.

Butuh generasi penerus kuat untuk bisa bertahan hidup dengan baik menghadapi dunia persaingan global. Keputusan yang orang tua pilih pada saat ini akan sangat bermakna bagi kehidupan sang anak hingga kelak di masa depan.

Setiap anak telah dijamin rejekinya oleh Allah. Memang benar iman percaya setiap anak bawa jatah rejeki masing-masing. Namun orang tua juga memiliki kewajiban upaya berikhtiar menjemput jatah rejeki itu. Contohnya ASI. ASI menjadi rejeki bayi baru lahir. Makanan minuman terbaik dalam satu paket untuk kecerdasan otak serta tumbuh-kembang ideal. Namun, perlu ikhtiar bantu para ibu lancar menyusui supaya rejeki ASI bisa sampai ke bayi. Begitu juga kesehatan, tumbuh-kembang, dan pendidikan anak. Butuh upaya ikhtiar orang tua untuk optimalisasi pencapaian terbaik kehidupan anak. Terlebih di tahun-tahun pertama kehidupannya, anak sangat bergantung kepada orang tua. Ikhtiar pengasuhan dengan asah dan asih terbaik dibutuhkan supaya tidak ada anak tertinggal di belakang.

Keluarga bahagia sejahtera akan membantu seorang anak tumbuh sehat dan mencapai perkembangan optimal. Perencanaan hidup yang baik penting bagi kesejahteraan keluarga. Pertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan keluarga, termasuk kesiapan mental ketika akan menambah anak kembali. Keluarga berencana bukan sekedar tentang membatasi jumlah anak, namun untuk membantu setiap keluarga merencanakan hidup bahagia sejahtera lahir batin.

Keluarga Berencana

Setiap tahun 140 juta ibu melahirkan dari seluruh dunia. Setiap tahun 14 juta ibu mengalami perdarahan pascasalin. Setiap hari ada 830 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan dimana 99% terjadi di negara berkembang (link). Setiap tahun terdapat 4,1 juta bayi meninggal, dimana terjadi 7000 kematian bayi baru lahir setiap hari (link link). Angka kelahiran di Indonesia sekitar 15,9 bayi dari 1000 orang penduduk. Angka kematian ibu sebanyak 126 jiwa dari 100.000 lahir hidup dengan angka kematian bayi sekitar 21,9 dari 1000 kelahiran hidup (link).

Jumlah fantastis yang menyedihkan sekali. Tidak seharusnya seorang ibu meregang nyawa ketika sedang berjuang untuk melahirkan jiwa baru ke dunia ini.

Sebanyak 75% kematian ibu disebabkan oleh:

  • Perdarahan berbahaya (sebagian besar akibat perdarahan pascasalin)
  • Infeksi (sebagian besar infeksi pascasalin)
  • Tekanan darah tinggi (pre-eklampsia dan eklampsia)
  • Komplikasi persalinan
  • Aborsi tidak aman

Keluarga berencana dan akses kesehatan berkualitas baik bisa mencegah kematian, kesakitan serta kecacatan akibat komplikasi kehamilan juga persalinan. Keluarga berencana bukan diartikan sebagai membatasi keturunan, namun perencanaan yang dilakukan untuk mengatur jarak kelahiran. Perencanaan kehamilan bantu supaya kualitas hidup ibu, anak dan keluarga semakin baik serta bantu mencegah kematian ibu juga anak (link). Ada banyak pilihan cara mengatur jarak kelahiran melalui keluarga berencana.

Kehadiran seorang bayi akan membawa perubahan besar dalam hidup. Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang tanpa syarat, dukungan untuk tumbuh berkembang secara baik, serta hidup layak sebagai seorang manusia seutuhnya. Keluarga berencana membantu setiap pasangan untuk merencanakan kehamilan dengan matang. Kehamilan jika direncanakan serta dipersiapkan dengan baik sangat penting untuk kesehatan serta kesejahteraan keluarga.

Perencanaan kehamilan juga bisa menentukan kualitas kehidupan anak hingga di masa depan sebab kehidupan dimulai dari saat pembuahan.

Kelahiran terlalu dekat yang tanpa direncanakan sangat berisiko bagi ibu, bayi dan anak sebelumnya. Risiko jarak kehamilan terlalu dekat antara lain (link):

  • Persalinan prematur
  • Abrupsio plasenta
  • Bayi dengan berat lahir rendah 
  • Kelainan kongenital
  • Schizophrenia

Ibu berisiko tinggi mengalami komplikasi kehamilan serta persalinan sebab tubuhnya belum pulih sepenuhnya dari persalinan terdahulu. Bayi berisiko lahir prematur, berat lahir rendah, dengan kesehatan kurang optimal. Sementara itu, anak pertama yang masih sangat kecil berisiko tidak mendapat pengasuhan serta dukungan tumbuh kembang optimal. Sumber daya keluarga muda yang belum stabil akan menjadi rentan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga pilar keluarga menjadi lemah. Hubungan suami-istri yang kurang siap untuk mengasuh anak pada akhirnya menjadi kurang harmonis.

Setiap kali akan merencanakan kehamilan, tanyakan 5 pertanyaan berikut ini pada diri dan pasangan:

  1. Kenapa aku ingin punya bayi (lagi)?
  2. Apakah pasanganku juga memiliki perasaan yang sama denganku terkait untuk memiliki anak (lagi)?
  3. Bagaimana kehadiran bayi (lagi) ini akan mempengaruhi kehidupanku dan masa depanku? Apakah aku siap dengan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan yang ada?
  4. Apakah aku siap mengelola naik-turun emosi dengan kehadiran anak (lagi)? Apakah kondisi keuanganku sanggup untuk memenuhi kebutuhan anak (lagi)?
  5. Apakah aku mampu menyediakan kebutuhan yang layak untuk (menambah) anak (lagi)?
Tidak semua keluarga mampu menyediakan fasilitas, keuangan juga bantuan dukungan untuk mengasuh anak sehingga semuanya harus ditangani sendiri oleh ibu. Terlebih di kehidupan sosial penganut paham patriarki maka semua beban pengasuhan dan keluarga ditanggung sendiri oleh ibu. Akibatnya harmoni keluarga terganggu saat suami mengeluh karena istri menghabiskan terlalu banyak waktu merawat anak-anaknya. Disisi lain para istri pun kelelahan menanggung beban pengasuhan juga urusan domestik rumah tangga sendirian di keluarga. Terlebih banyak pula para istri yang terpaksa menjadi tulang punggung memenuhi kebutuhan keluarga. Konflik akhirnya bermunculan dari masalah ringan hingga fatal. 

Kehamilan tidak diinginkan/tidak direncanakan memang berisiko akan membawa dampak negatif pada kesehatan dan ekonomi (link). Kondisi ini rentan terjadi:

  • Ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin
  • Ibu tidak antusias menyusui bayi
  • Meningkatkan risiko depresi post partum
  • Meningkatkan risiko ibu mendapatkan tindak kekerasan selama kehamilan
  • Risiko bayi lahir cacat lebih tinggi
  • Risiko bayi berat lahir rendah lebih tinggi
  • Risiko anak mengalami gangguan kesehatan dan mental lebih tinggi saat masa kanak-kanak
  • Risiko pendidikan lebih rendah
  • Risiko mengalami permasalahan perilaku masa remaja lebih tinggi

Kebahagiaan harus direncanakan. Kesejahteraan keluarga akan lebih baik dengan perencanaan matang. Atur jarak kelahiran dengan minimal ibu hamil kembali itu sekitar 2 tahun setelah melahirkan anak sebelumnya. Metode keluarga berencana yang dipilih pada prinsipnya sesuai kondisi kesehatan, frekuensi berhubungan seksual, nilai hidup dan kebutuhan keluarga. Pelajari jenis, cara kerja, efektivitas, efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi dari berbagai pilihan metode kontrasepsi untuk keluarga berencana bersama tenaga kesehatan.

Kecocokan pemakaian kontrasepsi memang unik bagi setiap akseptor. Tidak cocok bagi orang lain, belum tentu juga tidak cocok bagi Anda. Efek samping kontrasepsi belum tentu terjadi pada semua penerima. Beberapa metode kontrasepsi bahkan bisa memperbaiki keluhan maupun permasalahan kesehatan. Partisipasi aktif para suami sangat penting untuk keberhasilan keluarga berencana. Pilih metode kontrasepsi paling sesuai untuk ibu juga keluarga dengan berkonsultasi bersama tenaga kesehatan berkompeten.

Jarak kehamilan disarankan minimal 18 – 24 bulan namun tidak lebih dari 5 tahun dari persalinan sebelumnya. Kondisi ini berbeda jika pasangan dengan riwayat keguguran yang tentunya bisa kembali segera merencanakan kehamilan saat ibu telah pulih, bicarakan lebih lanjut bersama dokter Anda.

Kelahiran anak merupakan rejeki dari Allah, manusia terkadang tidak mampu mengontrol penuh secara maksimal. Namun setidaknya berikhtiar dengan upaya keluarga berencana bantu pasangan lebih mengenali kebutuhannya juga memetakan faktor risiko serta membuat keputusan lebih baik dalam mengembangkan keluarga sehat bahagia sejahtera lahir-batin.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.