Menyusui dan ASI

Bayi Gemar Menggigit

PUTING LECET DIGIGIT BAYI

Banyak ibu lancar menyusui tanpa episode bayi menggigit saat menyusu.

Namun, sebagian besar bayi memang akan “iseng” mencoba mengigit payudara ketika sedang disusui ibu. Banyak bayi langsung berhenti menggigit ketika melihat reaksi ibu saat tergigit pertama kali. Ada juga bayi yang sulit sekali berhenti untuk menggigit. Banyak ibu kemudian berpikir ketika bayi menggigit saat menyusu merupakan tanda bayi sudah tidak mau menyusu dan siap untuk disapih. Menggigit bukan tanda bayi meminta disapih. Ibu tetap disarankan menyusui eksklusif hingga genap umur bayi 6 bulan, lalu tetap meneruskan menyusui sembari bayi makan MPASI hingga setidaknya umur anak 2 tahun.

Kunci menghentikan kebiasaan bayi menggigit saat disusui ada pada: ibu.

Saat tumbuh gigi, gusi bayi akan bengkak dan sakit sehingga bayi akan menggigit-gigit untuk meredakan rasa nyerinya. Bayi sedang tumbuh gigi ini juga mulai menggigit-gigit puting yang dihisapnya untuk meredakan rasa tidak nyaman. Hal ini mulai sering terjadi pada bayi sekitar umur 3 – 4 bulan (rata-rata di umur 7 bulan), bervariasi pada tiap bayi.  Gigi bayi akan tumbuh satu demi satu, biasanya gigi tumbuh pertama di barisan gigi depan bawah. Ketika ada 1 gigi sudah muncul, biasanya akan segera diikuti pasangannya. Setelah gigi bawah tumbuh akan disusul oleh gigi atas.

Pada saat gigi atas dan bawah tumbuh biasanya ibu akan mengeluh ketika bayi sering mengatupkan kedua rahang sehingga membuat puting ibu tergigit. Bayi menggigit pada sebagian besar ibu hanya menjadi permasalahan untuk beberapa hari hingga minggu. Pada beberapa kasus akan membuat puting ibu terluka hingga ibu memutuskan menyapih bayi sebelum waktunya akibat rasa sakit saat menyusui.

Menyusui harusnya nyaman dan tidak membuat siapapun terluka. Setiap bayi memiliki temperamen berbeda sehingga ibu mungkin perlu mencoba banyak cara hingga menemukan solusi tepat untuk menghentikan kebiasaan bayi menggigit saat disusui. Solusi ini bergantung pada umur, temperamen dan sifat bayi. Banyak ibu berhasil melalui masa-masa berat ini dan berhasil terus menyusui bayi hingga menyapih dengan cinta.

Bayi Menggigit Puting

Penyebab bayi menggigit puting:

1. Bayi menggigit ketika mulai bosan menetek pada akhir waktu penyusuan.

Kejadian bayi menggigit sering terjadi di akhir waktu penyusuan ketika bayi sudah kenyang dan sudah bosan menghisap. Ketika bayi ibu sudah memasuki masa-masa menggigit ini, lihat tanda-tanda kebosanan pada bayi waktu menetek dan lepaskan bayi dari payudara sebelum dia mulai menggigit. Bisa juga terlihat dari tenaga rahang ketika dia mengambil ancang-ancang mau menggigit. Tanda lainnya bayi akan menarik lidahnya mundur.

2. Bayi menggigit ketika dalam fase tumbuh gigi.

Bayi tumbuh gigi senang menggigit untuk kenyamanan. Baca cara mengatasi bayi tumbuh Gigi Susu disini. Ibu amati apakah bayi ingin menyusu atau hanya sekedar ingin menggigit sesuatu. Tawarkan benda lain seperti teether sebagai alternatif gigitan selain payudara ibu.

Saat memberikan teether sampaikan pada bayi, “Kalau mau menggigit pakai ini, kalo sedang disusui tidak boleh menggigit ya, Nak…”

3. Gigitan di awal waktu penyusuan

Gigitan di awal waktu penyusuan biasanya karena bayi kurang membuka lebar mulutnya sehingga perlekatan tidak baik. Maka pastikan bayi membuka mulut lebar dan melekat dengan baik di payudara. Sebelum menyusui juga bisa memberikan teether dingin untuk digigit-gigit oleh bayi. Puji bayi ketika dia melekat dengan baik dan tidak menggigit.

4. Perhatian bayi teralihkan

Jangan paksa bayi menyusu ketika mulai teralihkan perhatiannya. Bayi mungkin tidak lapar atau tidak ingin menyusu jika dia menggeliat, berguling menjauh atau mendorong ibu dengan lengannya. Bayi terkadang menggigit ketika perhatiannya teralihkan karena perlekatan berubah di puting. Coba menyusui di ruang tenang, minim gangguan atau sambil berjalan dan menggendongnya.

5. Bayi menggigit untuk meminta perhatian

Jika bayi mulai menggigit-gigit sebaiknya ibu lebih fokus memberinya perhatian ketika sedang menyusui. Bayi yang lebih besar akan menggigit untuk meminta perhatian ibu. Fokus dan memperhatikan bayi juga akan membuat ibu lebih menyadari tanda awal bayi akan menggigit sehingga ibu bisa menyelamatkan bayi tepat pada waktunya.

6. Penyebab lain

Bayi dengan tali lidah pendek/ankyloglossia/tongue tie juga suka menggigit saat menetek (clap back sensation), cara mengatasinya baca di artikel Ankyloglossia. Bayi di masa MPASI yang kekurangan asupan makan juga bisa lebih sering menggigit, baca lebih lanjut tata cara pemberian MPASI rekomendasi WHO.

Tips Kiat Mengatasi Bayi Menggigit Puting

Beberapa hal berikut ini bisa ibu coba untuk mengurangi gigitan:

  • Berikan reaksi tepat pasca tergigit

Banyak ibu secara tidak sadar akan berteriak kencang ketika digigit bayi. Jika teriakan ini disertai kemarahan terkadang bayi akan kaget dan menangis, namun ada juga kasus dimana bayi menolak untuk menyusu lagi (nursing strike). Reaksi yang disarankan adalah: hentikan kegiatan penyusuan kapan pun bayi menggigit atau menggesek puting ibu.

  • Hentikan penyusuan

Berhenti sejenak lalu segera keluarkan payudara ketika bayi menggigit saat disusui ibu. Lihat wajahnya dengan tatapan tegas namun lembut. Bayi-bayi yang sensitif akan menangis saat melihat reaksi ibunya. Tenangkan dia, lanjutkan menyusui lagi dengan sampaikan nasehat, “Jangan menggigit lagi ya, Nak…”

Jika dia menggigit lagi, lakukan hal yang sama: hentikan menyusui.

Secepatnya bayi akan menghubungkan kegiatan menggigitnya dengan reaksi yang tidak dia harapkan yaitu ibu berhenti menyusui. Padahal sebenarnya bayi ingin menyusu hingga kenyang puas jiwa-raga. Jika menggigit maka bayi akan belajar bahwa dia tidak akan bisa menyusu hingga puas kenyang. Selanjutnya para bayi pintar ini akan belajar untuk tidak menggigit, atau dia tidak bisa mendapatkan kesempatan menyusu lagi.

  • Siapkan jari untuk melindungi puting

Saat ibu menyadari bahwa bayi memulai bergerak untuk menggigit, maka ibu bisa menyiapkan jari di sekitar sudut mulutnya untuk segera menghentikan penghisapan. Jangan mencoba melepaskan puting dengan menarik paksa dari gigitan karena puting akan terluka.

  • Teknik melepaskan bayi dan menaruhnya

Jika bayi menggigit segera lepaskan dia dari payudara dan letakkan dia -bukan untuk menghukumnya- namun untuk memberikan pembelajaran bagi bayi sehingga bayi akan menghubungkan antara gigitan dengan diletakkan oleh ibunya.

  • Sediakan alternatif gigitan

Tumbuh gigi membuat bayi ingin menggigit-gigit, dan semua yang memasuki mulutnya akan sah-sah saja untuk dia gigit. Berikan teether bersih kemudian biarkan dia menggigit-gigitnya sebelum atau sesudah disusui. Jika sedang menyusui dan dia menggigit segera gantikan payudara dengan jari ibu yang bersih. Biarkan bayi menyelesaikan hisapan –dan memuaskan kegiatan menggigitnya- pada jari ibu. Hal ini akan melatih tata krama menyusui pada bayi dan juga menyelamatkan puting ibu dari luka gigitan yang akan mengganggu kenyamanan menyusui.

  • Dorong bayi mendekat

Sebagai ganti respons berteriak yang memang menjadi intuisi ibu, secepatnya jika merasa bayi akan menggigit maka dekatkan bayi ke payudara. Bayi akan otomatis membuka mulutnya karena hidungnya tertutupi payudara. Bayi akan belajar jika dia menggigit nanti akan tidak nyaman bernafas. Bayi juga akan belajar bahwa menggigit akan mendapatkan respons tidak menyenangkan sehingga akan berhenti menggigit.

1543186854618

Banyak cara bisa ibu coba. Ingat selalu bahwa tujuan ibu membuat bayi berhenti menggigit, bukan untuk menakutinya. Proses ini juga salah satu cara mengajarkan bayi sopan santun menghormati ibu dan tempatnya mendapatkan makanan.

Bayi Tidak Menggigit Tapi Terjadi Goresan Gigi Membuat Puting Ibu Sakit

Bayi akan menggerakkan kedua rahangnya ketika menetek sehingga mengakibatkan gusi bayi bergesekan dengan payudara ibu. Hal ini terkadang menimbulkan gangguan ketika bayi tidak melekat dengan baik bagi kulit areola dan puting sensitif, terutama ketika bayi mulai tumbuh gigi. Goresan gigi, perlekatan tidak nyaman atau penekanan pada jaringan puting sering membuat ibu tidak nyaman. Bayi baru tumbuh gigi terkadang perlekatannya akan berubah sehingga ibu merasa berbeda ketika menyusui bayi. Terkadang ini hanya sementara, karena dengan berjalannya waktu bayi akan belajar melekat dengan gigi barunya sehingga ibu akan kembali nyaman. Saran menyusui bayi ketika masa ini:

  1. Pastikan tubuh bayi tersangga dengan baik

Semakin besar umur bayi akan membuat tubuhnya makin berat sehingga bayi sering merosot ketika ibu capek menyangga tubuh bayi. Saat merosot bayi akan melekat dangkal di puting. Ibu bisa menggunakan bantuan bantal atau sandaran kursi ketika menyusui bayi.

  1. Posisikan kepala dan lekatkan bayi dengan kepala lebih miring ke belakang

Posisi kepala lebih condong ke belakang akan mempengaruhi penekanan gusi di payudara. Jangan sampai bayi menyusu dengan posisi menunduk sehingga dagu terpentok di dada bayi, tekanan yang ditimbulkan akan lebih kuat. Bisa juga meminta bayi melihat ke arah ibu atau mengajaknya melihat buku. Pegang buku dengan posisi di atas sehingga kepala bayi akan lebih condong ke belakang.

  1. Arahkan puting dan areola menuju ke bawah ketika akat melekatkan bayi.

Posisi ini akan mencegah puting bergesekan dengan gigi di atap mulut bayi sehingga ibu lebih nyaman. Posisi ini mudah dilakukan ketika ibu menyangga payudara dengan pegangan “C”.

1541992077178

  1. Minta bayi untuk membuka mulutnya lebar sebelum ibu memasukkan payudara.

Bayi dan anak mudah meniru sehingga berikan contoh bagaimana cara membuka mulut dengan lebar. Sampaikan padanya bahwa kalau membuka mulut kurang lebar ibu merasa sakit.

Puting Sakit Terasa Gigitan Bayi

Setiap kali ibu merasa sakit saat menyusui bayi, maka segera berpikir untuk mengkoreksi posisi dan perlekatan menyusui. Terkadang posisi pelekatan baik, bayi tidak menggigit namun ibu merasa puting jadi lebih sakit. Rasa sensitif di puting terkadang terjadi bersamaan dengan waktu ovulasi, menstruasi atau jangan-jangan ibu hamil lagi.

Bayi yang sedang tumbuh gigi akan memproduksi banyak air liur sehingga bisa mengiritasi kulit puting ibu. Terkadang ibu juga bisa alergi terhadap bahan makanan di MPASI bayi. Alergi juga iritasi ini bisa membuat puting sensitif bahkan lecet sehingga terasa tidak nyaman. Ibu bisa mencuci puting sesudah menyusui. Oleskan krim lanolin murni 100% medical-grade khusus perawatan kesehatan puting ibu menyusui untuk mempertahankan kelembaban kulit  Bayi yang sudah makan MPASI terkadang ada sisa makanan tertinggal menempel di gigi atau gusi. Minta bayi minum air putih setelah makan MPASI atau ketika mau menetek. Segera periksa ke dokter jika puting lecet, apalagi disertai rasa tidak enak badan.

Kapan pun ibu mengalami permasalahan menyusui maka segera hubungi Konselor Menyusui berkompeten. Konselor akan membantu perbaiki posisi pelekatan serta mencari tahu penyebab keluhan. Jika ada puting lecet maka segera periksa ke dokter. Dokter akan meresepkan salep untuk mencegah infeksi bakteri dan mempercepat pemulihan jaringan kulit puting. Pakai obat sesuai petunjuk dokter disertai perbaikan posisi pelekatan menyusui akan mempercepat penyembuhan puting lecet. Salep juga memfasilitasi moist wound healing sehingga pemulihan jaringan puting lebih cepat. 

Baca juga tentang Perawatan Puting Lecet lebih lanjut disini

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.