Kesehatan Umum

Sifilis

SIFILIS

Pengertian Penyakit Sifilis

Sifilis merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini disebut juga lues atau lues veneria. Setiap tahun terdapat sekitar 5,6 juta orang mengalami infeksi sifilis di seluruh dunia. Penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak diobati dengan tepat. Penyakit ini disebut sebagai raja singa karena keganasannya. Sifilis bisa menyerupai gejala banyak penyakit lain serta memiliki masa laten.

Penyebab Penyakit Sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri spirochaeta yaitu Treponema pallidum. 

Treponema-pallidum.jpg 

Treponema pallidum (CDC)

Faktor Risiko Penyakit Sifilis

Hal berikut ini bisa meningkatkan risiko sakit sifilis:

  • Bergonta-ganti pasangan
  • Melakukan hubungan seks tidak aman
  • Memiliki pasangan seksual positif menderita sifilis
  • Ibu hamil positif sakit sifilis meningkatkan risiko anak mengalami sifilis kongenital
  • Kontak dengan ulkus atau cairan dari ulkus/luka kulit akibat sifilis

Sifilis ditularkan saat terjadi kontak langsung penderita sifilis melalui hubungan seksual vaginal, anal atau oral seks. Sifilis juga bisa ditularkan melalui kehamilan. Kelompok berisiko tinggi antara lain: pasangan lelaki sesama jenis (LSL), penderita HIV, penderita PMS, penjaja seks, memiliki pasangan positif sakit sifilis.

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Sifilis dibagi menjadi 4 stadium: primer, sekunder, laten dan tersier. Tanda gejala penyakit bisa berbeda di tiap stadium.

Stadium Primer Sifilis

Terdapat ulkus/luka/tukak tidak nyeri, soliter, berbatas tegas.

  • Diawali dengan lesi pada kulit berbentuk benjolan kecil-kecil papul lentikuler yang permukannya segera mengalami erosi menjadi ulkus soliter berbentuk bulat, berbatas tegas, dasar kemerahan dan terkesan “bersih” karena hanya terdapat serum di atasnya.
  • Gejala pada tahap primer muncul luka menyerupai sariawan, tunggal, tidak terasa sakit di penis, vagina, lidah, mulut atau bagian tubuh lain pada penderita setelah 10 – 90 hari terpapar infeksi sifilis. Sariawan ini akan sembuh sendiri meski diobati maupun tidak diobati. 
  • Luka ulkus seperti sariawan ini biasanya tidak terasa sakit. Afek primer sifilis disebut ulkus durum dimana ulkus khas indolen dan teraba indurasi. Ulkus bulat, tegas dan tidak nyeri. Ulkus durum akan menghilang sendiri dalam 3 – 10 minggu.
  • Ulkus biasanya ditemukan sekitar area genital, sekitar anus, di rektum, di sekitar atau dalam mulut. 
  • Seminggu setelah afek primer terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional yang soliter, tidak lunak saat diraba, indolen, tidak supuratif dan tidak terdapat periadenitis di inguinalis medialis. Ulkus durum dan pembesaran kelenjar getah bening disebut kompleks primer.
chancre-penile Ulkus pada sifilis (CDC)

Stadium Sekunder Sifilis

Terdapat gejala demam, nyeri menelan, sakit kepala, nyeri otot, bercak ruam kulit kemerahan atau kecoklatan, ruam teraba kasar dan pembesaran kelenjar getah bening. Tahapan sekunder ini muncul dalam 3 – 6 minggu setelah muncul gejala tahap primer. 

Bercak ruam kulit biasanya di telapak tangan dan telapak kaki. Ruam tidak gatal, bisa kering maupun basah. Bercak-bercak kasar berwarna kemerahan atau coklat kemerahan biasanya seukuran koin. Jika terjadi di area kepala bisa disertai kerontokan rambut hingga “pitak” (alopesia areolaris) hingga kebotakan alopesia difusa. Gejala terkadang ringan sehingga penderita tidak merasa kesakitan. Bekas lesi bisa menghilang atau bisa pula menimbulkan bekas area lebih putih akibat hipopigmentasi leukoderma sifilitikum. Berat badan turun dan tubuh terasa lemah, lelah, sangat capek. Bisa timbul komplikasi meningitis di selaput otak, uveitis dan retinitis pada mata.

ruam sifilis.jpg

Ruam sekunder pada sifilis (CDC)

Stadium Laten Sifilis

Tidak terdapat tanda gejala sakit sehingga penderita tidak menyadari kehadiran penyakit sifilis.

Stadium Tersier Sifilis

Kondisi tahap ini penyakit sifilis sudah menimbulkan gangguan kesehatan berat. Terdapat juga benjolan nodus (kecil hingga besar), warna merah kecoklatan, memiliki skuama seperti lilin, cenderung berkonfluensi, tersebar pada epidermis kulit. Terdapat gumma kecacatan tubuh akibat kerusakan infeksi sifilis. Kerusakan organ awalnya terjadi peradangan kemudian melunak, pecah timbul ulkus keluar cairan nanah disertai kematian jaringan. Sifilis menyerang banyak organ mulai dari mulut, tenggorokan, hidung, tulang, hingga organ dalam seperti hati, tenggorokan, lambung, paru, ginjal, kandung kemih, ovarium, testis juga prostat. Stadium tersier bisa saja muncul 10 – 30 tahun sejak infeksi pertama namun telah terjadi kerusakan banyak organ tubuh.

Komplikasi Penyakit Sifilis

Pada mulanya infeksi sifilis seringkali tidak bergejala. Perjalanan penyakit akan melalui tahapan-tahapan dimana penyakit akan memburuk bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. 

  • Gumma yang menimbulkan kecacatan
  • Pada tahun 2012 terdapat lebih dari 900.000 ibu hamil mengalami infeksi sifilis sehingga mengakibatkan komplikasi kehamilan 350.000 termasuk bayi lahir mati. 
  • Sifilis kardiovaskuler: aneurisma aorta, regurgitasi aorta, stenosis osteum
  • Neurosifilis: nyeri kepala, vertigo, demensia, ataksia, perubahan kepribadian, pupil Argyll Robertson
  • Ocular syphilis Infeksi sifilis meningkatkan risiko infeksi HIV penyebab penyakit AIDS hingga 2 – 5 kali lipat
  • Kematian

Diagnosis dan Pemeriksaan Penyakit Sifilis

Segera periksa konsultasikan ke dokter jika mengalami keluhan gejala sakit sifilis. Terdapat banyak penyakit memiliki gejala menyerupai sifilis. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, darah juga mungkin memeriksa cairan tubuh. Penyakit ini di masa awal seringkali tidak bergejala berat sehingga lakukan inisiatif deteksi dini. Tes laboratorium untuk pemeriksaan darah deteksi serologi dan rapid test diagnosis sifilis. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan untuk menemukan bakteri Treponella pallidum dari sediaan sampel serum lesi kulit. Pemeriksaan histologi dan imunologi 

Pengobatan Penyakit Sifilis

Pengobatan infeksi sifilis dengan memakai antibiotik. Pasangan seksual juga harus ditelusuri, diperiksa dan diobati jika mengalami sakit sifilis. Lakukan pengobatan hingga tuntas sesuai anjuran dokter. 

Tips Kiat Mencegah Penyakit Sifilis

Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual jadi satu-satunya cara menghindari penularan infeksi sifilis dengan tidak melakukan hubungan seksual vaginal, anal atau oral seks.

Cara menurunkan risiko penularan infeksi sifilis:

  • Pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi secara komprehensif.
  • Setia dengan satu pasangan yang sama-sama tidak memiliki penyakit sifilis.
  • Melakukan tes deteksi dini skrining penyakit sifilis.
  • Pada kelompok berisiko tinggi lakukan pemeriksaan secara teratur.
  • Ibu hamil sebaiknya melakukan deteksi dini sifilis dan PMS lainnya pada pemeriksaan pertama kehamilan. Idealnya para pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah dan prakonsepsi saat merencanakan kehamilan.
  • Memakai kondom dengan benar. Namun sifilis juga bisa ditularkan melalui kulit tidak tertutup kondom yang terkena kontak dengan ulkus sifilis.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.