Kesehatan Umum

Herpes

HERPES GENITAL

Pengertian Herpes Genital

Infeksi herpes disebabkan oleh herpes simpleks tipe 1 (HSV1) dan tipe 2 (HSV2). penyakit herpes genitalis merupakan penyakit menular seksual yang sebagian besar disebabkan oleh HSV2. Setiap tahun terdapat sekitar 500 juta orang mengalami infeksi herpes genital di seluruh dunia. Belum ada obat untuk menghilangkan penyakit herpes sehingga virus akan terus menetap di tubuh penderita akibatnya tetap berisiko bisa kambuh.

Penyebab Herpes Genitalis

Penyakit herpes genital disebabkan oleh infeksi herpes simplex viruses tipe 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus tipe 2 (HSV-2). HSV-1 dan HSV-2 menyebabkan tanda gejala penyakit serupa, sama-sama menular dan diobati memakai obat yang sama. Perbedaan HSV-1 dan HSV-2 yaitu:

  • HSV-1 paling sering menyebabkan penyakit infeksi di mulut dan bibir yang disebut cold sores atau “fever blisters.” Gejala penyakit lebih ringan dibandingkan herpes genital dan lebih jarang kambuh. HSV-1 biasanya menyebabkan herpes genital akibat aktivitas oral seks. 
  • HSV-2 merupakan penyebab paling sering terjadinya penyakit herpes genital. Penyebarannya melalui aktivitas vaginal, oral atau anal seks. Infeksi HSV-2 bisa menyebar di mulut melalui aktivitas oral seks.  

Faktor Risiko Penyakit Herpes Genital

Berikut ini bisa meningkatkan risiko tertular herpes genital:

  • Usia: 14 – 45 tahun
  • Jenis kelamin: wanita lebih sering mengalami herpes dibanding pria 
  • Ras: Afro-Amerika lebih sering mengalami
  • Terdapat luka di sekitar area genital atau mulut
  • Infeksi herpes bisa ditularkan oleh ibu hamil yang sakit herpes genitalis ke bayinya melalui proses persalinan

Proses Terjadinya Penyakit Herpes Genital

Infeksi tersebar akibat kontak langsung dengan luka, permukaan mukosa, sekresi lendir genital atau cairan di mulut penderita infeksi HSV. Kuman HSV-1 dan HSV-2 tetap dikeluarkan oleh sel-sel mukosa oral, mukosa genital atau kulit penderita infeksi herpes meskipun tidak terdapat luka lesi tampak di permukaan. Secara umum orang bisa tertular infeksi herpes HSV-2 jika melakukan kontak hubungan seksual melalui anal, oral maupun vagina. Menyentuh luka herpes atau kelamin penderita herpes juga bisa menularkan virus herpes. Melakukan oral seks dengan penderita HSV-1 bisa juga menyebabkan tertular penyakit herpes genital HSV-1. Penderita penyakit HSV meski tidak bergejala juga tetap bisa menularkan penyakit herpes. Penyebaran semakin mudah jika terdapat luka terbuka atau sariawan.

Tanda dan Gejala Penyakit Herpes Genitalis

Sebagian besar penderita penyakit herpes tidak bergejala, atau hanya memiliki gejala sangat ringan, tidak spesifik, sehingga sering disangka penyakit kulit lain. Gejala herpes saat muncul biasanya berupa luka di kulit, blister vesikel kecil di dalam atau di sekitar genital, rektum atau mulut. Munculnya gejala sekitar 4 hari (kisaran 2 hingga 12 hari) setelah terpapar virus. Jika vesikel pecah akan muncul luka ulkus sangat nyeri. Ulkus bisa selama 2 hingga 4 minggu baru sembuh. Gejala lain seperti demam, badan terasa sakit, kelenjar getah bening membesar atau sakit kepala.

HSV-1

Infeksi HSV-1 (CDC)

genital herpes

Herpes genitalis (CDC)

Infeksi herpes menetap seumur hidup meski lesi luka di kulit sudah sembuh. Gejala herpes masih bisa kambuh lagi. Serangan kekambuhan biasanya gejala lebih ringan, viral shedding lebih sedikit serta durasi lebih singkat. Sebelum muncul kambuh akan mengalami gejala sakit pendahuluan seperti rasa nyeri lokal atau sensasi kesemutan atau nyeri pegal-linu di kaki, paha tau bokong. Gejala tersebut mulai muncul berjam-jam atau berhari-hari sebelum lesi luka di kulit muncul.   

Berikut ini tanda gejala jika terjadi kekambuhan:

  • akan muncul bintil kemerahan, lepuhan berisi air maupun sariawan kecil-kecil pada kulit organ tubuh seperti penis, vagina juga mulut
  • lendir vagina meningkat dengan keputihan tidak normal
  • demam
  • nyeri otot
  • sakit kepala
  • nyeri saat kencing
  • kelenjar gerah bening di sekitar area genital bengkak
  • gatal dan  sensasi nyeri panas seperti terbakar
  • keluhan nyeri menyebar ke area genital, bokong hingga sekitar kaki.

Gejala akan mengalami kekambuhan lalu membaik. 

Diagnosis dan Pemeriksaan Herpes Genital

Segera periksa konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala sakit herpes. Dokter akan mendiagnosis herpes dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik melihat lesi dan pemeriksaan darah. Dokter melihat ciri luka di kulit untuk menegakkan diagnosis infeksi HSV. Pemeriksaan swab mengambil cairan pada permukaan luka juga bisa untuk penegakan diagnosis. Herpes genitalia bisa didiagnosis dengan melakukan tes darah meskipun sedang tidak bergejala. Lakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah atau saat merencanakan kehamilan. 

Terapi dan Tata Laksana Herpes Genital

Infeksi herpes diobati memakai obat antivirus untuk mengendalikan gejala penyakit. Virus herpes memang akan menetap di tubuh. Pengobatan dengan memakai antivirus diharapkan bisa meringankan gejala, mempercepat penyembuhan serta mencegah kekambuhan penyakit. Pengobatan herpes juga akan membuat kadar virus dalam tubuh rendah sehingga tidak menularkan ke orang lain. Jaga kebersihan. Jaga supaya luka di kulit bersih dan kering. Jangan pegang luka di kulit, segera cuci tangan pakai sabun hingga bersih setelah memegang luka di kulit. Hindari kontak hubungan seksual hingga luka sembuh dan kulit kembali pulih. Lakukan pengobatan hingga tuntas sesuai rekomendasi dokter. 

Komplikasi Herpes Genital

Infeksi HSV bisa menyebabkan meningitis aseptik akibat peradangan pada selaput pembungkus otak. Terjadi lesi luka di kulit ekstragenital di bokong, skrotum, paha, jari atau mata. Jika terjadi kelemahan sistem imunitas tubuh maka infeksi herpes bisa sangat parah sekali dengan gejala nyeri berat menetap. Infeksi herpes juga bisa mengganggu kehidupan sosial dan kondisi psikologis penderita. Ibu hamil sakit herpes genital bisa menularkan ke bayinya saat proses persalinan. Komplikasi genital herpes paling berat adalah herpes neonatal pada bayi baru lahir. Herpes neonatal bisa menyebabkan kerusakan otak, permasalahan mata juga bahkan kematian pada bayi.  

Tips Kiat Mencegah Penyakit Herpes Genital

Penyakit herpes genital ditularkan melalui hubungan seksual jadi satu-satunya cara menghindari penularan infeksi herpes genital dengan tidak melakukan hubungan seksual vaginal, anal atau oral seks.

Cara menurunkan risiko penularan infeksi herpes genital:

  • Pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi secara komprehensif
  • Setia dengan satu pasangan yang sama-sama tidak memiliki penyakit herpes
  • Melakukan tes deteksi dini skrining penyakit herpes sebab banyak penderita tidak memiliki gejala penyakit spesifik
  • Memakai kondom dengan benar
  • Hindari douche mencuci organ kewanitaan sebab bisa menghilangkan bakteri flora normal di vagina sehingga lebih rentan mengalami penyakit menular seksual
  • Hindari mabuk akibat alkohol atau memakai obat sebab berisiko melakukan perilaku seksual berbahaya tanpa disadari sehingga rentan tertular penyakit

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.