Kesehatan Umum

Gonore

GONORE ATAU GONORRHEA

Gonore merupakan penyakit menular seksual disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit gonore sering disebut sebagai kencing nanah. Angka kejadian penyakit gonore sangat tinggi. Setiap tahun terdapat sekitar 78 juta orang mengalami infeksi gonore di seluruh dunia.

Penyebab Penyakit Gonore

Penyebab penyakit gonore adalah Neisseria gonorrhoeae. N gonorrhoeae merupakan bakteri gram negatif yang suka hidup di saluran reproduksi sebab lembab dan hangat. Bakteri gonore juga bisa hidup di mulut, tenggorokan, mata, rektum dan anus. 

1546217044050-01
Gonorrhea, sumber gambar IG @niaid

Proses Terjadinya Penyakit Gonore

Penularan infeksi N gonorrhoeae bisa terjadi melalui kontak seksual vagina, penis, anus serta mulut dengan penderita gonore. Penyebarannya melalui cairan semen dan juga cairan vagina penderita. Termometer anus, vibrator, sex toys tercemar bakteri juga bisa jadi media penularan. Bakteri menyerang mukosa saluran reproduksi, mata, mulut, rektum dan anus. Infeksi di saluran reproduksi bisa menyebar hingga ke serviks uteri dan saluran indung telur tuba fallopii. Ibu hamil yang sakit gonore bisa menularkan ke anaknya saat melahirkan.

Faktor Risiko Penyakit Gonore

Semua orang yang aktif secara seksual bisa berisiko sakit gonore. Kondisi berikut bisa meningkatkan risiko sakit:

  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan positif terinfeksi bakteri gonore
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Homoseksual
  • Pekerja seks komersial
  • Wanita usia pre pubertas dan wanita menopause sebab mukosa reproduksinya lebih rentan
  • Bayi terlahir dari ibu penderita gonore

Gonore tidak menular dengan berenang, toilet, makan bersama, bersalaman, berpelukan. Bakteri N gonorrhoeae atau gonokokus tidak bisa bertahan lama di lingkungan di luar tubuh manusia.

 Tanda dan Gejala Penyakit Gonore

Banyak pria yang mengalami infeksi gonore tidak menunjukkan gejala penyakit. Jika muncul tanda gejala penyakit biasanya penderita mengalami kencing nanah. Gejala diawali dengan rasa panas, gatal, tidak nyaman saat kencing di lubang urethra penis. Gejala kemudian menjadi sakit saat kencing, sering kencing  dan keluar nanah dari ujung urethra. Keluar cairan putih, kuning atau kehijauan dari urethra. Terkadang terdapat darah menyertai nanah. Nyeri saat ereksi.

Jika terjadi epididimitis maka disertai tanda gejala sakit pada testis atau scrotum kantung zakar. Jika terjadi peradangan pada prostat muncul keluhan rasa tidak enak di perineum dan suprapubis (perut bagian bawah), badan terasa lemah, demam, sulit kencing (hingga retensi kencing), kencing bercampur darah, dan susah buang air besar.

Pada wanita seringkali penyakit gonore tidak bergejala. Gejala gonore terkadang ringan dan tidak spesifik sehingga dikira sakit sistitis (ISK) atau infeksi vagina biasa. Gejala awal sakit meliputi keluhan saat buang air kecil, kencing sakit, mengalami keputihan dengan cairan lendir vagina bertambah banyak atau keluar darah di luar periode menstruasi normal. Cairan lendir keputihan kemudian bisa berubah warna hijau kekuningan. Keluhan perdarahan dari vagina tidak normal bisa diantara waktu menstruasi, perdarahan haid berlebihan, dan sakit saat melakukan hubungan seksual. Perut bagian bawah terasa sakit. Wanita lebih rentan mengalami komplikasi gonore.

Gejala muncul dalam 10 hari (biasanya dalam 2 – 7 hari) setelah terpapar. Gejala yang timbul meliputi keluar lendir tidak normal (kekuningan atau bercampur darah), sensasi rasa sakit “panas” saat kencing, Gejala ini sering salah disangka sebagai infeksi saluran kencing. Infeksi pada anus mengakibatkan anus sakit, perih, berdarah dan nyeri saat buang air besar. Infeksi pada tenggorokan menyebabkan nyeri. Infeksi pada mata menyebabkan mata merah, sakit dan kotoran mata tidak normal.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penyakit Gonore

Segera periksa konsultasikan ke dokter jika mengalami sakit gonore. Dokter akan melakukan pemeriksaan juga termasuk pemeriksaan kencing juga lendir vagina dengan swab serviks. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium penunjang. Pemeriksaan penunjang bila diperlukan dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk deteksi bakteri gonokokus gram negatif. Pemeriksaan lain bisa diperlukan dengan kultur, tes urin.

Terapi dan Tata Laksana Pengobatan Penyakit Gonore

Pengobatan infeksi gonore dengan memakai antibiotik secara tepat. Pasangan seksual harus ditelusuri, diperiksa dan diobati jika terbukti juga sakit gonore. Penting untuk tidak berbagi obat dengan orang lain. Masing-masing orang harus mendapat obat pribadi sesuai kebutuhan kondisinya. Lakukan pengobatan hingga tuntas sesuai anjuran dokter sebab saat ini sudah ada kasus gonore mulai resisten antibiotik. Jaga kebersihan area genital. Tidak boleh melakukan hubungan seksual hingga dokter menyatakan aman untuk kembali aktif.

Komplikasi Penyakit Gonore

Sebagian besar infeksi gonore ini tidak bergejala. Sementara itu, jika tidak segera diobati bisa terjadi komplikasi fatal dan menetap. Pada pria bisa terjadi radang pada epididimitis sehingga timbul masalah infertilitas.

Pada wanita bisa terjadi:

  • radang panggul saat infeksi menyebar ke rahim, tuba fallopi hingga timbul abses serta sakit nyeri panggul kronis.
  • radang panggul menyebabkan komplikasi masalah infertilitas
  • radang panggul berisiko terjadi kehamilan ektopik

Bisa terjadi komplikasi disseminated gonococcal infection (DGI) dimana timbul peradangan sendi arthritis, tenosynovitis, peradangan kulit, miokarditis, endokarditis, perikarditis hingga meningitis. DGI merupakan kondisi berbahaya bisa mengancam nyawa. Pada bayi baru lahir bisa terjadi kebutaan jika terinfeksi gonore pada mata. Infeksi gonore yang tidak ditangani bisa meningkatkan risiko lebih rentan tertular HIV penyebab penyakit AIDS.

Tips Kiat Mencegah Penyakit Gonore

Gonore ditularkan melalui hubungan seksual jadi satu-satunya cara menghindari penularan infeksi sifilis dengan tidak melakukan hubungan seksual vaginal, anal atau oral seks.

Cara menurunkan risiko penularan infeksi gonore:

  • Pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi secara komprehensif.
  • Setia dengan satu pasangan yang sama-sama tidak memiliki penyakit gonore.
  • Melakukan tes deteksi dini skrining penyakit gonore.
  • Pada kelompok berisiko tinggi lakukan pemeriksaan secara teratur.
  • Ibu hamil sebaiknya melakukan deteksi dini gonore dan PMS lainnya pada pemeriksaan pertama kehamilan. Idealnya para pasangan melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah dan prakonsepsi saat merencanakan kehamilan.
  • Memakai kondom dengan benar. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.