Menyusui dan ASI

Konselor Menyusui

KONSELOR MENYUSUI

Banyak mitos dan stigma negatif terkait ASI, menyusui dan relasi ibu dan bayi. Hal ini merugikan bagi proses serta keberlangsungan menyusui. Banyak ibu gagal menyusui hanya karena salah informasi.

ASI adalah hak bayi yang sebaiknya dipenuhi karena memberikan ASI menjadi investASI sangat berharga. ASI bantu anak tumbuh berkembang sehat juga mengurangi risiko banyak penyakit di masa depannya. Menyusui adalah hak ibu yang juga dilindungi oleh Negara. Selain itu, menyusui akan membuat ibu sehat dan terlindungi dari ancaman berbagai penyakit berbahaya seperti kanker payudara, kanker indung telur, tekanan darah tinggi serta gula darah tinggi.

Breastfeeding is a natural ‘safety net’ against the worst effects of poverty … Exclusive breastfeeding goes a long way toward cancelling out the health difference between being born into poverty and being born into affluence … It is almost as if breastfeeding takes the infant out of poverty for those first few months in order to give the child a fairer start in life and compensate for the injustice of the world into which it was born. 
JAMES P. GRANT, EXECUTIVE DIRECTOR OF UNICEF (1980-1995)

Siapa Konselor Menyusui?

Konselor ASI, Konselor Menyusui atau Konselor Laktasi adalah seseorang (baik dari kalangan medis maupun non-medis) yang telah mengikuti pelatihan konselor laktasi berdasarkan modul 40 jam WHO. Seorang konselor menyusui diharapkan menguasai ketrampilan juga pengetahuan tentang ASI, menyusui dan dukungan menyusui sesuai situasi kondisi sehingga bisa membantu para ibu mencapai target tujuan menyusui yang diinginkan. Konselor juga harus bekerja sesuai kompetensi sehingga mampu memberikan arahan rujukan kepada ahli profesional sesuai kebutuhan ibu dan bayi.

Konselor Menyusui bisa dicoba temukan di Puskesmas, Rumah Sakit atau melalui kelompok pendukung ASI terdekat.

Apa itu Konseling Menyusui?

Aspek konseling yang merupakan kegiatan utama dari seorang Konselor Menyusui. Pada konseling menyusui ini seorang konselor akan mendengarkan, menerima pendapat atau pandangan ibu tanpa menghakimi kemudian membantu ibu untuk menentukan pilihan yang terbaik berdasarkan informasi relevan dan saran-saran yang telah diberikan oleh seorang Konselor Menyusui. Ada proses tatap muka dan komunikasi dua arah untuk berdiskusi, memberikan bantuan praktis dan membuat keputusan serta rujukan yang diperlukan sesuai permasalahan menyusui.

1541994145904

Pentingnya Kontak Konselor Menyusui

Begitu pentingnya pemberian ASI dan menyusui sehingga ibu beserta keluarga perlu mempersiapkan masa menyusui dengan sebaik-baiknya. Konselor laktasi adalah profesi yang memegang peran penting bagi inisiasi serta keberlangsungan menyusui. Konselor laktasi bisa petugas kesehatan juga bisa non-medis yang telah mendapatkan pelatihan terkait konseling menyusui. WHO dan UNICEF menyarankan ibu beserta keluarga untuk melakukan “7 kontak plus” untuk mempertahankan menyusui.

Tujuh Kontak Plus Konselor Menyusui

Kontak 1 dan 2: umur kehamilan 28 minggu dan 36 minggu.

Kontak 1 dan 2 ini dilakukan ketika ibu masih hamil dalam kunjungan pemeriksaan antenatal. Sebaiknya dilakukan 2 kali pada umur kehamilan 28 minggu (kontak 1) dan 36 minggu (kontak 2). Pada kontak ini sebaiknya dilakukan konseling tentang:

  • ASI dan manfaat ASI
  • ASI eksklusif 6 bulan dan pentingnya ASI Eksklusif
  • Risiko tidak memberikan ASI dan tidak menyusui
  • Keluarga berencana (KB) setelah bayi lahir
  • Pengetahuan dasar laktasi: anatomi fisiologi, posisi perlekatan menyusui, frekuensi serta durasi menyusui, hisapan nutritif serta non-nutritif, tanda kecukupan ASI
  • Bahaya susu formula dan dot
  • Pemberian ASI pada ibu bekerja
  • Pemeriksaan penyulit menyusui: payudara, puting, kepercayaan dan budaya yang dimiliki

Kontak 1 dan 2 ini diharapkan bisa mendiagnosis penyulit menyusui pada ibu. Ibu bisa mendapatkan solusi sehingga tetap percaya diri untuk menyusui bayinya. Baca juga proses produksi ASI: 

ASI “The Golden Liquid”

Kontak 3: Inisiasi Menyusu Dini ketika bayi lahir.

IMD sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi juga ibu. IMD selain bisa menyelamatkan nyawa bayi dan ibu, juga bisa menyelamatkan proses menyusui. IMD terbukti meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif. Baca tentang Inisiasi Menyusui lebih lanjut disini

Kontak 4: Perawatan pasca persalinan.

Kontak 4 dilakukan setelah melahirkan di rumah sakit/fasilitas kesehatan lainnya (hari pertama, kedua, ketiga, dan selama masih dirawat). Pilih RS sayang ibu dan sayang bayi yang pro-ASI. Pilih bidan dan dokter yang pro-ASI. Jika bisa, pilih metode persalinan yang paling fisiologis tanpa obat yang tidak sesuai dengan indikasi medis. Tidak perlu meminta obat bius jika tidak diperlukan. Tujuannya supaya ibu dan bayi bugar setelah persalinan sehingga lancar langsung menyusui. Tips mencari RS Pro-ASI bisa baca lebih lanjut disini

Petugas kesehatan membantu ibu menyusui bayi dengan posisi serta perlekatan secara baik di payudara. Review ulang informasi dasar laktasi kepada ibu dan keluarga (penting juga nih: para nenek kakek). Selain kesehatan ibu dan bayi stabil, pastikan juga saat keluar dari RS ibu sudah lancar menyusui.

Kontak 5: Nifas hari ke-7.

Pada kontak nifas hari ketujuh, petugas kesehatan memeriksa kondisi ibu dan bayi. Cek bagaimana proses dan permasalahan menyusui, menindaklanjuti hasil kontak sebelumnya, mengulangi informasi tentang pola menyusui dan pentingnya pemberian ASI juga ASI eksklusif. Baca tentang ASI Eksklusif lebih lanjut disini

Kontak 6: Nifas hari ke-14.

Pada kontak nifas minggu kedua ini, petugas kesehatan memeriksa kondisi ibu dan bayi. Cek bagaimana proses dan permasalahan menyusui, menindaklanjuti hasil kontak sebelumnya, mengulangi informasi tentang pola menyusui dan pentingnya pemberian ASI juga ASI eksklusif. Ibu sebaiknya diajari cara menyusui dengan responsife melihat tanda kebutuhan tubuh bayi. Cek informasi Menyusui Responsif lebih lanjut disini

Kontak 7: Nifas hari ke-39.

Petugas kesehatan memeriksa kondisi ibu dan bayi. Cek bagaimana proses dan permasalahan menyusui, menindaklanjuti hasil kontak sebelumnya, mengulangi informasi tentang pola menyusui dan pentingnya pemberian ASI juga ASIX.

Mulai menyampaikan informasi dan melatih ibu bekerja untuk mempertahankan proses menyusui saat sudah kembali bekerja. Saat akan melakukan kontak 7 ini diharapkan ibu mengajak pengasuh bayi sehingga pengasuh bayi juga bisa dilatih untuk mmeberikan ASIP kepada bayi. Kontak 7 ini penting bagi usaha mempertahankan menyusui ibu bekerja. Latih ibu (dan keluarga) memerah, menyimpan dan memberikan ASI perah kepada bayi. Baca juga artikel berikut:

Kontak plus: Kapan saja ketika ibu memerlukan bantuan konselor laktasi.

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan sebelum pulang ke rumah. Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link). Wajib melakukan periksa kontrol kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan sebelum pulang dari fasilitas kesehatan tempat bersalin.

Ketika di rumah www.duniasehat.net

Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan.Ibu sebaiknya segera periksa konsultasi ke konselor laktasi kapan pun mendapat permasalahan menyusui, ketika ibu takut ASI kurang dan apalagi ketika ibu putus asa sudah akan menyerah menggunakan susu formula. Baca tentang aneka Permasalahan Menyusui dan Solusi lebih lanjut disini

Petugas kesehatan sebaiknya terus mengawal proses menyusui dan memeriksa apakah menyusui berjalan dengan baik setiap kali ibu membawa bayi untuk berkunjung (misalnya saat imunisasi, penimbangan bulanan di posyandu atau pertemuan lain). Dukungan konselor dan petugas kesehatan akan membuat proses menyusui berjalan lebih baik dan keberhasilan pemberian ASI meningkat. Bayi, ibu, keluarga, masyarakat dan bangsa akan lebih sehat.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. Pengalaman indah sukses menyusui bayi jauh lebih penting dari sekedar jumlah produksi ASI.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.