Kesehatan Anak

Perawatan Bayi Baru Lahir

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Petualangan menjadi orang tua akan segera dimulai begitu bayi lahir. Sebaiknya keluarga sudah belajar mempersiapkan ilmu pengasuhan sejak masa kehamilan. Jadi saat bayi sudah lahir siap berdaya memberikan awalan terbaik bagi kehidupan anak.

Bayi baru lahir sehat ditandai dengan bayi lahir langsung menangis, tubuh bayi kemerahan, bayi bergerak aktif, berat lahir 2500 sampai 4000 gram dan bayi menyusu dari payudara ibu dengan lancar. Tenaga kesehatan akan menilai kondisi kebugaran bayi. Bayi kemudian diletakkan di atas perut ibu untuk kontak kulit dan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sekitar 1 – 2 jam. Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan IMD dalam waktu 60 – 90 menit. Menyusu pertama biasanya berlangsung pada menit ke-45-60 dan berlangsung selama 10 – 20 menit. Baca Inisiasi Menyusui disini

Setelah kontak kulit dan IMD selesai maka tenaga kesehatan akan melakukan perawatan rutin. Perawatan bayi baru lahir antara lain:

  • Menimbang dan mengukur bayi
  • Beri bayi salep atau tetes mata antibiotika untuk profilaksis infeksi mata yang membahayakan bayi
  • Suntikan vitamin K 1 mg di paha kiri anterolateral bayi
  • Memberi gelang pengenal bayi yang berisi informasi nama ayah, nama ibu, waktu lahir, jenis kelamin dan tanda lahir jika ada.
  • Melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari kelainan bawaan dan tanda-tanda berbahaya bagi bayi

Tali pusat disarankan untuk dipotong sekitar 2 menit setelah bayi lahir untuk memberi waktu plasenta mengalirkan darah (sekaligus memberikan zat besi) ke tubuh bayi. Puntung tali pusat akan berada di tubuh bayi hingga terlepas sendiri dalam beberapa hari. Tali pusat harus dijaga tetap bersih dan kering. Tentang Perawatan Tali Pusat bisa dibaca lebih lanjut disini

Periode bayi baru lahir selama 28 hari pertama kehidupan merupakan masa paling rentan bagi seorang anak. Pada 2017 sekitar 2,5 juta bayi baru lahir meninggal. Jumlah ini berkontribusi 46% dari kematian balita. Artinya 7000 bayi baru lahir mati setiap hari. Satu juta bayi mati di hari pertama dan 1 juta bayi mati dalam 6 hari berikutnya. Menurunkan angka kematian bayi baru lahir sangatlah penting, sebab seharusnya seorang anak lahir untuk memperoleh kehidupan layak.

Penyebab tersering kematian bayi baru lahir:

  1. lahir prematur
  2. komplikasi proses persalinan: asfiksia, kurang oksigen saat persalinan
  3. infeksi
  4. kelainan bawaan

Kurang asupan nutrisi sehingga terjadi kurang gizi menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap kematian anak. Permasalahan kesehatan pada bayi baru lahir akan membawa dampak meningkatnya kejadian kesakitan, kecacatan dan kematian anak. Perawatan bayi baru lahir yang adekuat diharapkan mampu mencegah permasalahan kesehatan pada anak. 

1543894051750

Suntik vitamin K diberikan untuk mencegah perdarahan karena sistem pembekuan darah bayi butuh waktu hingga berkembang sempurna. Salep antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi mata bayi baru lahir akibat tertular dari jalan lahir atau proses lainnya. Satu jam setelah penyuntikan vitamin K biasanya bayi akan diberi suntikan vaksin hepatitis B di paha kanan anterolateral bayi. Pemberian vaksinasi hepatitis B untuk mencegah infeksi hepatitis B pada bayi, baik melalui jalur vertikal maupun horisontal.

Sebaiknya ditunda proses memandikan bayi baru lahir hingga minimal 24 jam supaya suhu stabil. Bayi dijaga untuk tetap hangat. Jika tidak ada kontraindikasi medis, sebaiknya ibu dan bayi dalam satu ruangan sama untuk menjalani rawat gabung. Bayi harus selalu dalam jangkauan ibu 24 jam dalam sehari sehingga mudah menyusu sesering keinginannya. Ibu sebaiknya menyusui secara responsif dengan melihat tanda bahasa tubuh yang bayi berikan supaya kenyang tercukupi kebutuhannya.

Informasi berikut akan membantu ibu:

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa dengan seksama oleh tenaga kesehatan setelah persalinan. Bayi baru lahir sebaiknya diobservasi dalam waktu 6 jam hingga stabil. Bayi diperiksa oleh tenaga kesehatan pada usia 6 – 48 jam (kunjungan neonatal 1), diantara usia 3 – 7 hari (kunjungan neonatal 2) dan pada usia 8 – 28 hari (kunjungan neonatal 3). Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara teratur di fasilitas pelayanan kesehatan. 

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.