Kesehatan Umum

Glaukoma

GLAUKOMA

Pengertian Glaukoma

Glaukoma merupakan sekelompok penyakit yang merusak saraf nervus optikus di mata sehingga bisa menyebabkan kebutaan. Cairan humor aquous terkumpul di dalam bola mata sehingga akan menimbulkan tekanan berbahaya merusak saraf mata.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan tertinggi nomor dua di dunia. Permasalahan kesehatan yang ditimbulkan oleh glaukoma lebih berat dibandingkan katarak sebab kebutaan akibat glaukoma tidak bisa dipulihkan (link). Sekitar 12% kebutaan disebabkan glaukoma dengan sebanyak 4,5 juta orang yang mengalami kebutaan karena glaucoma (link). Deteksi dini dan terapi dengan benar bisa melindungi dari kebutaan akibat glaukoma.

Serabut Saraf Nervus Opticus (Optic Nerve)

anatomi mata

Nervus Opticus merupakan saraf yang tersusun lebih dari satu milyar serabut saraf. Persarafan ini menghubungkan antara retima mata dengan otak. Retina merupakan jaringan sensitif cahaya di bagian belakang bola mata. Saraf Opticus dalam kondisi sehat sangat penting bagi penglihatan yang baik.

Penyebab Glaukoma

Glaukoma terjadi akibat peningkatan tekanan dalam bola mata. Penyebab TIO meningkat bisa karena gangguan produksi, gangguan drainase atau gangguan keduanya sehingga cairan humor aqous menumpuk dalam bola mata.

Tipe glaukoma:

  1. Open angle glaucoma: Glaukoma sudut terbuka. Glaukoma ini terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun. Hal ini disebabkan karena drainase saluran di mata secara perlahan tersumbat sehingga aliran humor aquous di mata terganggu kemudian cairan terkumpul di dalam bola mata akibatnya tekanan dalam bola mata meningkat merusak persarafan. Glaukoma ini disebut juga glaukoma primer atau glaukoma kronis.
  2. Acute angle closure glaucoma: Glaukoma sudut tertutup. Glaukoma ini terjadi akibat drainase humor aquous mendadak tersumbat sehinga cairan menumpuk di dalam bola mata akibatnya tekanan dalam bola mata meningkat merusak persarafan.
  3. Glaukoma sekunder: Glaukoma yang terjadi akibat adanya faktor risiko kondisi mata lain seperti peradangan pada mata uveitis.
  4. Glaukoma kongenital: Merupakan glaukoma yang terjadi akibat kondisi bawaan.

Artikel ini akan membahas tentang glaukoma sudut terbuka yang sering menyebabkan kondisi glaukoma kronis. Glaukoma sudut terbuka terjadi paling banyak, meliputi 90% kasus penderita glaukoma.

Proses Terjadinya Glaukoma Kronis

fluid pathway

Bola mata berisi cairan disebut humor aquous. Pada bagian depan mata terdapat kompartemen yang disebut segmen anterior. Iris mata membagi segmen anterior menjadi kamera oculi anterior (KOA) dan kamera oculi posterior (KOP). Cairan bening yang disebut humor aquous ini diproduksi oleh badan silier kemudian mengalir dari KOP ke KOA lalu melewati trabekulum menuju kanal Schlemm lalu ke kanal kolektor terdrainase keluar dari bola mata untuk masuk ke aliran darah. Humor aquous baru akan terus diproduksi badan silier bola mata.

Humor aquous ini berfungsi menutrisi jaringan mata serta membantu penglihatan. Keseimbangan antara produksi, aliran dan drainase humor aquous akan menentukan tekanan dalam bola mata (tekanan intraokuler/TIO). TIO normal sekitar 10 – 20 mmHg. Glaukoma terjadi akibat peningkatan TIO. Penyebab TIO meningkat bisa karena gangguan produksi, gangguan drainase atau gangguan keduanya. Glaukoma sudut terbuka masih bisa terjadi drainase humor aquous namun tidak sempurna sehingga perlahan TIO meningkat merusak mata.

Faktor Risiko Glaukoma Kronis

Glaukoma bisa terjadi pada siapa saja, namun beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko. Contoh kondisi yang bisa meningkatkan risiko mengalami sakit glaukoma:

  • Umur: risiko glaukoma meningkat dengan pertambahan usia. 
  • Ras: keturunan Afrika, Karibia, Asia memiliki risiko glaukoma lebih besar misalnya Afro-Amerika di atas umur 40 tahun dan ras lainnya di atas umur 60 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan glaukoma atau saudara kandung mengalami glaukoma
  • Kondisi gangguan kesehatan lain: hipertensi, diabetes mellitus, rabun dekat, rabun jauh 
  • Riwayat pernah mengalami glaukoma sebelumnya.

Tidak semua orang akan mengalami glaukoma. Beberapa orang memiliki ketahanan lebih terhadap peningkatan TIO. Ambang batas TIO masing-masing orang juga bisa berbeda. Ambang batas ketahanan Nervus Optikus dalam menahan tekanan juga bisa berbeda. Ada juga glaukoma sementara TIO normal. Kondisi ini disebut low-tension atau normal-tension glaukoma, bagian dari glaukoma sudut terbuka.

Tanda dan Gejala Glaukoma Kronis

Pada awal proses terjadinya penyakit, penderita glaukoma sudut terbuka tidak mengalami keluhan gejala. Glaukoma dini tidak menimbulkan gejala sakit. Pandangan mata normal. Namun sebenarnya telah terjadi proses penyakit glaukoma. Glaukoma bisa terjadi pada satu atau dua mata.

Pada awal gejala keluhan tidak spesifik seperti mata mudah pegel, capek, kadang-kadang pusing. Rasa tidak nyaman, mata cepat lelah. Terjadi kehilangan lapang pandang secara perlahan. Sering menabrak, tersandung saat berjalan karena tidak terlihat benda  di sekitar jalan. Glaukoma ini disebut pencuri penglihatan, sekitar 50% penderita glaukoma sudut terbuka tidak sadar akan penyakitnya.

Tanpa terapi, penderita glaukoma akan kehilangan lapang pandang perifer (di bagian pinggir). Semakin parah kondisi glaukoma, orang tidak akan melihat benda di sisi sebelahnya atau benda berada di area sekitar sudut matanya. Mereka melihat pemandangan seperti dalam lorong. Semakin lama, pandangan mata makin menyempit hingga lapang pandang sentral pun terkena. Pada akhirnya sama sekali tidak bisa melihat.

normal_vision_color Pandangan mata normal (NEI)
glaucomavision Pandangan mata glaukoma (NEI)

Pemeriksaan dan Diagnosis Glaukoma Kronis

Segera periksa ke dokter jika mengalami tanda gejala glaukoma atau memiliki risiko glaukoma lebih tinggi. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Tajam penglihatan, lapang pandang, pemeriksaan mata dan pemeriksaan tekanan dalam mata. Dokter akan melakukan pemeriksaan memakai Snellen chart, tonometer Schiotz dan oftalmoskop.

tonometry Pemeriksaan dengan tonometer (NEI)

Diagnosis Banding Glaukoma Kronis

Diagnosis banding penyakit dengan gejala menyerupai glaukoma bisa katarak, kelainan refraksi, retinopati diabetes, retinopati hipertensi, retinitis pigmentosa

Terapi dan Tata Laksana Glaukoma Kronis

Belum ada obat untuk menghilangkan kebutaan akibat glaukoma. Pengobatan dilakukan untuk mencegah kebutaan/hilangnya lapang pandang bertambah parah. Oleh sebab itu diagnosis glaukoma secaravdini sangatlah penting. Terapi glaukoma meliputi:

  • pemberian obat mata khusus untuk mengendalikan TIO
  • laser trabekuloplasti
  • operasi 
  • kombinasi pengobatan

Pemilihan terapi sesuai kondisi klinis masing-masing pasien. Periksa konsultasikan lebih lanjut bersama dokter spesialis mata Anda.

Jika mendapatkan obat mata untuk glaukoma maka pastikan gunakan secara teratur. Jika mengalami efek samping segera periksa laporkan bersama dokter Anda. Penderita glaukoma kronis sudut terbuka seringkali tidak merasa kesakitan sehingga tidak patuh memakai obatnya. Padahal pengobatan pengendalian TIO sangat penting untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma. Lakukan pemeriksaan kontrol terapi secara rutin ke dokter spesialis mata Anda. 

Tips Kiat Mencegah Glaukoma Kronis

Pencegahan glaukoma dilakukan dengan deteksi dini. Lakukan pemeriksaan mata menyeluruh secara teratur sesuai rekomendasi dokter spesialis mata. Pemeriksaan meliputi lapang pandang, tajam penglihatan, tekanan intraokular, penipisan kornea dan abnormalitas anatomi Nervus Optikus. Jika memiliki risiko tinggi maka dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk mencegah terjadinya glaukoma. Pemberian obat pencegahan ini bisa menurunkan risiko kejadian glaukoma hingga separuhnya. Jika anda mengalami glaukoma maka jangan lupa juga sarankan pada keluarga untuk rajin melakukan kontrol pemeriksaan kesehatan mata.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.