Kesehatan Mata

Mata Kering

MATA KERING

Mata Normal

diagram-of-lacrimal-gland-meiobmian-gland-and-layers-of-tear-film_1.jpg Sumber gambar National Eye Institute

Pada kondisi normal terjadi aliran air mata basal yang terus-menerus membasahi kornea. Kornea merupakan struktur jernih yang membentuk bagian paling luar dari mata. Pada setiap kedipan terjadi aliran air mata di seluruh kornea, memberikan nutrisi dan hidrasi juga lapisan pelindung liquid. Lapisan pelindung air mata ini akan melindungi mata dari lingkungan luar. 

Jika kelenjar air mata di sekitar mata gagal memproduksi air mata basal yang mencukupi maka kesehatan mata dan kejernihan penglihatan bisa terganggu. Lapisan liquid dari air mata pelindung ini juga bantu memfokuskan cahaya masuk ke mata.

Air mata merupakan campuran kompleks dari minyak mengandung lipid, air, mukus dan 1500 protein berbeda penjaga keutuhan permukaan mata, melindungi dari iritan di lingkungan serta serangan kuman penyebab penyakit. Air mata terdiri dari tiga lapis:

  1. Lapisan luar: lapisan lipid berminyak produksi kelenjar Meibom, menjaga supaya air mata tidak menguap terlalu cepat
  2. Lapisan tengah: lapisan aqueous mengandung bagian cair dari air mata, termasuk protein larut air di dalamnya. Lapisan ini diproduksi oleh kelenjar lakrimalis utama dan kelenjar lakrimalis asesorius. Lapisan ini akan menutrisi kornea, konjungtiva, dan seluruh membrana mukosa di mata serta kelopak mata.
  3. Lapisan dalam yaitu lapisan musin, diproduksi oleh sel-sel goblet. Lapisan ini akan mengikat cairan dari lapisan aqueous dengan permukaan mata supaya mata tetap lembab. 

Sindroma Mata Kering

Sindroma mata kering atau penyakit mata kering merupakan kondisi yang sering terjadi akibat mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menguap terlalu cepat. Akibatnya mata menjadi kering dan merah, membengkak, iritasi. Kondisi ini disebut juga keratoconjunctivitis sicca, dry eyes atau mata kering.

Gejala Mata Kering

Sebagian besar gejala mata kering biasanya ringan. Mata kurang nyaman akibat kering. Namun pada kondisi lebih berat bisa terjadi nyeri pada mata serta komplikasi. Gejala biasanya pada kedua mata:

  • Mata terasa kering, berpasir, perih yang semakin mengganggu sepanjang hari
  • Mata terasa panas seperti sensasi terbakar 
  • Mata merah
  • Pandangan mata silau 
  • Kelopak mata lengket saat mencoba bangun membuka mata di pagi hari
  • Pandangan kabur sementara, menjadi membaik saat mengedipkan mata

Terjadi episode mata berair dimana kelenjar air mata mencoba mengkompensasi iritasi dengan memproduksi lebih banyak air mata. Sebaiknya segera periksa konsultasikan ke dokter jika mengalami keluhan gejala mengganggu mata. 

Penyebab Mata Kering

Penyebab mata kering karena proses produksi air mata yang kompleks terganggu. Ada banyak penyebab mata kering, antara lain:

  • Musim panas atau berangin
  • Sering pakai lensa kontak
  • Gangguan kesehatan mata tertentu, contoh blepharitis
  • Efek pemakaian obat tertentu
  • Perubahan hormonal pada wanita, contohnya menopause, kehamilan atau pakai kontrasepsi hormon

Faktor Risiko Mata Kering

Semua orang bisa saja mengalami sindroma mata kering. Namun beberapa kondisi berikut bisa meningkatkan risiko mengalami mata kering:

  • Alergi musiman juga bisa bergejala mata kering
  • Tinggal di lingkungan panas, berasap, berdebu
  • Pertambahan usia: 1 dari 3 orang usia 65 tahun mengalami sindroma mata kering
  • Wanita lebih berisiko mengalami mata kering dibanding pria
  • Hemokromatosis
  • Peradangan kulit rosacea
  • Pemakaian komputer dan screen time dalam waktu lama
  • Menopause meningkatkan risiko mata kering dibanding sebelumnya
  • Penyakit sistemik: diabetes, sindroma Sjogren, lupus, scleroderma, sklerosis sistemik progresif, defisiensi vitamin A, sarkoidosis, leukemia, limfoma, amiloidosis
  • Pemakai lensa kontak

Pasca menjalani prosedur terapi laser juga bisa berisiko mengalami mata kering untuk sementara waktu.

Penanganan Sindroma Mata Kering

Jika mengalami mata kering yang tidak teratasi sebaiknya segera periksa ke dokter. Pemeriksaan mata kering dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan tes Schirmer. Pada pemeriksaan fisik akan dilihat apakah terjadi sumbatan pada saluran air mata atau penyebab lainnya. Tes Schirmer dilakukan untuk mengetahui kecukupan produksi air mata.

Dokter biasanya akan meresepkan obat sediaan artificial tears untuk lubrikasi mata. Obat bisa berupa obat tetes mata, krim atau gel khusus mata. Jika terjadi peradangan maka dokter akan memberikan obat untuk meredakan peradangan mata. Jika terdapat masalah blokade pada saluran air mata maka akan dilakukan tindakan prosedur operasi supaya aliran air mata kembali lancar. Mata kering bisa menjadi salah satu tanda gejala penyakit lain sehingga pasien akan dirujuk untuk mengatasi penyakit penyebabnya.

Tanda Perhatian

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Mata sangat sensitif atau silau saat melihat cahaya (fotofobia)
  • Mata merah
  • Mata sangat sakit
  • Gangguan penglihatan

Komplikasi Mata Kering

Mata kering biasanya hanya menimbulkan keluhan ringan yang bisa pulih sendiri. Namun mata kering juga bisa timbul komplikasi seperti:

  1. Konjungtivitis: peradangan pada konjungtiva selaput yang melindungi bola mata serta bagian dalam kelopak mata
  2. Penipisan kornea
  3. Neovaskularisasi pada kornea
  4. Peradangan pada kornea (keratitis): kondisi ini sangat berbahaya
  5. Keratitis jika ditangani bisa berkembang menjadi ulserasi dan terjadi infeksi mata hingga kebutaan

Pencegahan Mata Kering

Lakukan pencegahan mata kering dengan cara:

  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Atur screen time.
  • Istirahatkan mata dengan menutup mata sejenak selama beberapa menit atau berkedip beberapa kali selama beberapa detik untuk membantu kelancaran air mata basal supaya lancar menyebar ke seluruh mata.
  • Hindari lingkungan panas, berdebu atau berasap.
  • Pakai kacamata untuk melindungi mata. Pada musim berangin dengan udara kering bisa pakai kaca mata hitam (sunglasses) yang memiliki pelindung samping sehingga mampu memblokade angin.
  • Jaga kebersihan mata dan kelopak mata.
  • Konsumsi pola makan bergizi seimbang dengan pemilihan lemak sehat sesuai kebutuhan harian.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.