Kesehatan Anak

Demam Pada Bayi Baru Lahir

DEMAM PADA BAYI BARU LAHIR

Suhu tubuh anak bervariasi sesuai umur, aktivitas dan waktu harian. Bayi relatif memiliki suhu lebih tinggi dibanding anak lebih besar dan orang dewasa. Suhu tubuh manusia dalam rentang normal secara umum paling tinggi saat sore serta menjelang petang, kemudian paling rendah saat tengah malam dan dini hari.

Orang dewasa memiliki sistem pengaturan suhu (thermostat) ketat sehingga mampu mengatur regulasi suhu normal tubuh stabil. Jika orang dewasa kedinginan, tubuh menggigil kemudian pori-pori kulit menutup, pembuluh darah kulit menyempit dan suhu naik supaya tubuh tetap hangat. Jika orang dewasa kepanasan maka pembuluh darah di kulit melebar dan kita berkeringat untuk jaga suhu tetap stabil. Mekanisme thermostat ini belum berkembang sempurna pada bayi baru lahir. Bayi baru lahir juga memiliki cadangan lemak kulit terbatas. 

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas ambang batas suhu normal. Suhu normal bayi 36,5°C – 37,5°C saat diukur di ketiak. Bayi mengalami demam jika hasil pengukuran suhu memakai termometer di ketiak menghasilkan angka di atas 37,5°C. Pada bayi baru lahir yang tidak memiliki risiko infeksi berdasarkan riwayat kehamilan ibu serta persalinan serta dinyatakan sehat oleh dokter maka penyebab suhu tubuh meningkat biasanya karena kekurangan asupan cairan dan kepanasan (overheated).

Penyebab Demam Pada Bayi Baru Lahir

Berikut ini penyebab demam paling sering pada bayi baru lahir bisa karena (link):

1. Infeksi

Penyakit infeksi pada bayi baru lahir bisa disebabkan karena infeksi sejak di dalam rahim atau penyakit infeksi ditularkan dari lingkungan sekitar. Sayangnya tubuh bayi belum memiliki proses regulasi sempurna sehingga separuh kasus penyakit infeksi pada bayi baru lahir bisa tidak disertai tanda gejala demam. Bayi baru lahir saat sedang mengalami infeksi juga bisa menunjukkan tanda lain seperti gangguan menyusu, perubahan warna kulit atau perubahan perilaku.

Contoh gejala sakit pada bayi baru lahir:

  • Tidak mau menyusu atau minum
  • Memuntahkan semua asupan
  • Kejang
  • Bergerak hanya jika dirangsang
  • Napas cepat lebih dari 60 kali dalam satu menit
  • Napas lambat kurang dari 30 kali dalam satu menit
  • Tarikan dinding dada ke dalam  yang kuat
  • Merintih
  • Demam suhu di atas 37,5°C
  • Hipotermia suhu di bawah 35,5°C
  • Nanah yang banyak pada mata
  • Pusar kemerahan hingga meluas sampai di dinding perut atau bernanah
  • Bayi sangat rewel atau terlalu lemah

Salah satu tanda gejala sakit infeksi bisa timbul kapan saja. Pada penyakit tetanus neonatorum contohnya, bayi bisa normal lancar menyusu namun di umur antara 2 – 28 hari baru menunjukkan tanda penyakit tetanus. Lakukan perencanaan kehamilan dan pemeriksaan prakonsepsi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Periksa dan kontrol kesehatan saat kehamilan dengan teratur. Persalinan nyaman bagi ibu belum tentu aman bagi bayi sehingga lakukan persalinan sehat minim trauma yang aman bagi bayi serta ibu.

2. Tanda dehidrasi akibat kurang asupan cairan

Pada hari-hari pertama saat proses menyusui belum berjalan lancar bisa terjadi kondisi bayi demam akibat kurang asupan. Dehidrasi memang bisa menyebabkan suhu tubuh bayi baru lahir meningkat. Paling sering terjadi di hari kedua atau ketiga pasca persalinan. Kondisi ini sangat berbahaya sehingga harus segera diatasi dengan baik. Semua bayi harus dipantau tanda kecukupan asupan ASI sejak kelahiran. Nomogram pertambahan berat badan digunakan untuk memantau tanda kecukupan asupan. Ibu dibantu melakukan praktek menyusui responsif atau memerah ASI jika bayi belum lancar menyusu. Bila perlu akan diberikan suplementasi sesuai rekomendasi pemberian makan bayi dari WHO. Pada dehidrasi berat dilakukan pemberian cairan melalui infus.

Belajar tata cara dan ilmu menyusui sejak hamil. Pola menyusui responsif sangat penting untuk memastikan bayi mendapat kecukupan asupan ASI. Pastikan ibu menyusui bayi dengan benar. Ibu peka melihat tanda bayi lapar kemudian menyusui di saat awal tanda bayi lapar. Proaktif mengawasi posisi dan pelekatan menyusui supaya baik, hisapan bayi aktif, tanda bayi menelan ASI dan tanda bayi menyusu hingga kenyang. Orang tua dan keluarga memantau tanda kecukupan asupan ASI sejak bayi umur 24 jam pertama. Buat catatan penyusuan jam dan lama waktu bayi menyusu, BAK dan kondisi urin serta BAB dan kondisi feses di buku catatan kesehatan anak.

Informasi berikut akan membantu ibu:

3. Tanda Kepanasan Akibat Lingkungan

Hipotermia merupakan kondisi berbahaya sehingga bayi harus dijaga tetap hangat. Hipotermia merupakan kondisi dimana suhu tubuh bayi lebih rendah dibandingkan nilai normal. Hipotermia terjadi jika suhu tubuh kurang dari 36,5°C. Baca lebih lanjut tentang hipotermia disini.

Disisi lain, bayi juga bisa kepanasan saat dibungkus baju, kain dan selimut terlalu tebal. Bayi juga berisiko mengalami kepanasan jika diletakkan terlalu dekat dengan heaters, atau dekat heat vents, di dalam rumah atau mobil yang sedang dipanaskan hingga terlalu panas. Menjemur bayi langsung dibawah paparan sinar matahari juga bisa menyebabkan bayi kepanasan bahkan mengalami luka bakar (sunburn). Bayi yang kepanasan akan teraba panas, tampak merah, wajahnya merah dan rewel gelisah. Kondisi kepanasan ini bisa menyebabkan heat stroke berbahaya. Jaga suhu bayi supaya tetap stabil normal. Jaga suhu lingkungan normal dan nyaman.

Jika suhu tubuh bayi dibawah 3 bulan meningkat di atas 38,0°C atau menunjukkan tanda perhatian/tanda bahaya maka segera bawa periksa ke tenaga kesehatan berkompeten. Demam pada bayi baru lahir membutuhkan perhatian lebih, sebab bisa jadi akibat kondisi berbahaya.

Demam bagi bayi baru lahir akan diatasi sesuai penyebabnya. Hati-hati dengan inisiatif sendiri pemberian obat penurun panas kepada bayi baru lahir sebab bisa membuat dokter/tenaga kesehatan kehilangan petunjuk untuk diagnosis gejala sakit juga risiko lainnya yang tentu orang tua tidak kehendaki. Segera bawa bayi  baru lahir periksa ke dokter/fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Tanda perhatian pada bayi

Semua ibu dan bayi harus sudah diperiksa oleh tenaga kesehatan sebelum pulang ke rumah. Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link). Wajib melakukan periksa kontrol kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Segera hubungi Konselor Menyusui kapan pun ada masalah menyusui dan periksa kontrol ke tenaga kesehatan saat ada permasalahan kesehatan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.