Kesehatan Anak

Demam Pada Anak

DEMAM PADA ANAK

Demam

Suhu tubuh anak bervariasi sesuai umur, aktivitas dan waktu harian. Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus. Suhu tubuh manusia dalam rentang normal secara umum paling tinggi saat sore serta menjelang petang, kemudian paling rendah saat tengah malam dan dini hari. Variasi suhu harian ini tidak lebih dari 1 °C.

Suhu normal 36,5°C – 37,5°C (nilai normal 36,4°C) saat diukur di ketiak, suhu kurang dari 37,6°C (nilai normal 36,6°C) saat diukur di telinga, suhu kurang dari 37,6 °C (nilai normal 36,6°C) saat diukur di mulut. Contohnya anak mengalami demam jika hasil pengukuran suhu memakai termometer di ketiak menghasilkan angka 37,5°C atau lebih. Demam akan terkendali, sebab prosesnya berbeda dengan hiperthermia. 

Cara Pengukuran Demam

Demam bisa diukur memakai termometer. Terdapat termometer air raksa dan termometer digital. Termometer air raksa tidak bergantung pada sumber energi apapun. Proses pengukuran butuh dipastikan ketinggian air raksanya, juga ada batas minimal ketinggian air raksa baru bisa dipakai. Butuh pengukuran lama sekitar 5 menit sampai air raksa menunjukkan suhu. Termometer ini juga bisa pecah sehingga berisiko melukai. Termometer digital mudah dipakai, lebih aman, lebih nyaman, lebih singkat namun butuh baterai. Jika baterai lemah maka hasil pengukuran bisa tidak akurat.

Macam-macam tempat pengukuran suhu:

  1. Suhu ketiak (suhu aksila): Bisa dilakukan di semua umur, aman, mudah, nyaman. Namun korelasi antara suhu aksila dengan suhu tubuh rendah.
  2. Suhu dahi (suhu kulit): Bisa dilakukan di semua umur, aman, mudah, nyaman. Namun korelasi antara suhu kulit dahi terhadap suhu tubuh sebenarnya paling rendah. 
  3. Suhu anus (dubur): Tidak dipengaruhi suhu lingkungan, bisa dilakukan di usia berapapun. Namun tidak nyaman bagi anak, harus dilakukan dengan benar, sulit, membuat banyak orang tua ragu, adanya tinja akan mempengaruhi hasil
  4. Suhu mulut: Aman, mudah, nyaman dilakukan selama anak kooperatif. Hanya bagi anak di atas umur 5 tahun, harus dilakukan dengan benar. Cara ini relatif sulit atau bahkan berbahaya jika anak tidak kooperatif lalu menggigit termometer. Makanan/minuman serta kebiasaan bernafas pakai mulut bisa mempengaruhi hasil
  5. Suhu telinga: Bisa dilakukan di semua umur, aman, mudah, nyaman, hasil cepat. Namun mahal dan harus benar dilakukan.

Hasil pengukuran bisa bervariasi. Pengukuran lebih cepat dan lebih akurat disarankan dengan pengukuran suhu telinga. Namun, hasil pengukuran suhu telinga juga bisa bervariasi pada bayi umur dibawah 3 bulan. Pengukuran suhu mulut bisa dilakukan pada anak yang lebih besar, umur di atas 5 tahun. Pengukuran suhu ketiak jika dilakukan dengan benar pun tetap dapat dilakukan. Pastikan pakai termometer bersih, terkalibrasi dan lakukan pengukuran dengan cara benar.

Proses Terjadinya Demam

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas ambang batas suhu normal. Jika terjadi infeksi akan beredar mediator inflamasi IL-1 dan pirogen sehingga hipotalamus mengatur supaya tubuh bekerja melawan kuman penyebab infeksi. Salah satu akibatnya suhu tubuh meningkat. Sel-sel pertahanan tubuh menjadi lebih giat bekerja. Disisi lain pergerakan serta perkembangbiakan kuman penyebab infeksi menjadi terbatas. Demam merupakan reaksi tubuh terhadap benda asing yang masuk, salah satunya invasi kuman penyebab infeksi. Berkat demam tubuh bisa mengatasi infeksi. 

Penyebab Demam

Demam merupakan salah satu gejala tanda mekanisme tubuh mengatasi suatu kondisi atau penyakit. Penyebab munculnya demam ada banyak sekali. Bisa karena faktor infeksi dan non-infeksi.

Demam akibat infeksi contohnya:

  • Infeksi saluran pernafasan atas, contoh: batuk pilek selesma, radang tenggorokan, faringitis, rhinitis, tonsilofaringitis
  • Infeksi virus dengan gejala eksantema di kulit, contoh: roseola, rubella, campak morbili/measles, cacar air, penyakit kaki tangan mulut (HFMD)
  • Infeksi saluran pencernaan, contoh: diare cair akut, demam tifoid, disentri
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi telinga
  • Demam berdarah
  • Malaria
  • Pneumonia
  • Bronkiolitis
  • Tuberkulosis
  • Hepatitis  

Demam akibat non-infeksi contohnya:

  • Demam pasca imunisasi
  • Suhu tubuh meningkat sebab dehidrasi kurang asupan cairan
  • Suhu tubuh meningkat akibat suhu lingkungan panas
  • Penyakit autoimun
  • Penyakit keganasan/kanker
  • Pengaruh obat tertentu

Penanganan Demam

Demam memang salah satu keluhan paling sering ditemukan pada anak. Semua anak kemungkinan pernah mengalami demam dalam. Oleh sebab itu orang tua harus paham cara mengatasinya dengan benar. Kenali demam serta pengobatan rasional. Paling penting dilakukan saat anak demam:

  1. Monitor tanda gejala perjalanan penyakit
  2. Membuat anak nyaman
  3. Memastikan asupan cairan mencukupi supaya tidak dehidrasi

Anak masih aktif bermain, ceria, interaktif, tidur tidak terganggu, mau minum dan lahap makan merupakan hal yang baik. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak nyaman:

  • Jaga suhu ruangan nyaman
  • Jika ruangan panas, gerah bisa bantu menyalakan kipas angin bersih sehingga ada aliran udara sehingga lebih nyaman. Jangan arahkan kipas langsung ke anak.
  • Beri anak pakaian nyaman, ringan dan menyerap keringat. Biasanya anak nyaman pakai baju tipis saat demam. Tapi ada juga yang anak lebih nyaman saat diberi baju hangat dan selimut karena menggigil kedinginan. Sebaiknya orang tua pahami dan ikuti kemauan sesuai kenyamanan anak. 
  • Ajak anak minum (air putih, jus yang diencerkan, cairan rumahan seperti sup, kuah sayur, agar-agar, cairan rehidrasi oral sesuai kebutuhan, dll). Anak boleh minum es, air dingin, es krim selama memang dia nyaman baik-baik saja konsumsi makanan/minuman tersebut. Beberapa kondisi penyakit memang bisa membuat minuman dingin terasa tidak nyaman. Jadi orang tua bisa fleksibel. Paling penting pastikan asupan cairan anak terpenuhi.  
  • Jika penyebab demam merupakan penyakit menular (campak, cacar air, flu, rubella, dll) sebaiknya anak lebih banyak beristirahat di rumah dan hindari bertemu orang dari kelompok yang rentan tertular sakit berat.
  • Anak memang sebaiknya beristirahat, namun tetap boleh beraktivitas ringan sesuai kondisi klinis. Pastikan anak tidak kecapekan atau terlalu aktif hingga justru makin sakit.
  • Anak boleh mandi selama memang kondisinya stabil juga merasa nyaman dengan mandi. Mandi berendam air hangat sebentar (5 – 10 menit). Tetapi hati-hati jika anak justru menjadi menggigil setelah mandi. Beberapa jenis penyakit memang justru jadi makin tidak enak badan setelah mandi. 
  • Kompres hangat jika anak merasa nyaman. (Beberapa anak ada yang tidak suka dikompres). Tidak perlu panik jika anak tidak mau dikompres hangat. Kompres hangat hanya menurunkan 1 – 2 derajat demam selama 30 – 45 menit.
  • Berikan obat penurun panas jika anak merasa sakit, tidak nyaman, rewel atau nyeri. Paracetamol atau acetaminophen biasanya menjadi pilihan pertama, selama anak tidak alergi obat parasetamol. Dosis parasetamol 10 – 15 mg/kg BB/kali minum. Pastikan gunakan obat dan berikan obat dengan dosis yang benar. Tanyakan kepada dokter anda cara memberikan obat kepada anak.

Perlu diketahui bahwa pemakaian obat pereda demam hanya menurunkan suhu sedikit. Tidak seperti di iklan obat yang sekali minum langsung anak sehat cerah ceria. Parasetamol akan menurunkan suhu 1,2 °C – 1,4 °C pada pemberian obat saat suhu 39,5 °C. Obat pereda demam (antipiretik) biasanya juga memiliki efek pereda nyeri (analgesik) dan antiradang (antiinflamasi) sehingga bisa meredakan rasa sakit yag dialami anak.

Harus diperhatikan bahwa tidak setiap obat pereda demam yang dijual bebas bisa dipakai untuk semua kondisi demam, terutama pada anak. Hati-hati saat memberikan jamu, obat herbal atau pengobatan alamiah pada anak. Organ tubuh anak masih berkembang. Alami belum tentu aman tanpa efek samping. Memakai kombinasi lebih dari satu obat pereda demam belum tentu bermanfaat, justru risiko efek samping lebih besar jika tidak sesuai indikasi medis. Lebih baik konsultasikan pemberian obat lebih lanjut bersama dokter berkompeten. 

Meski anak minum obat, tetap orang tua harus terus memonitor tanda gejala penyakit hingga anak pulih stabil sehat. Lakukan pencatatan perjalanan penyakit di buku khusus kesehatan anak.

Doctor with baby and reading thermometer Sumber gambar www.healthychildren.org

Tanda Bahaya Anak Demam

Segera bawa anak periksa ke dokter jika ada salah satu atau lebih tanda gejala berikut ini:

  • Anak tampak kesakitan
  • Anak menjadi rewel
  • Anak menjadi cenderung mengantuk atau tidur terus
  • Tidak mau minum
  • Anak mengeluhkan salah satu gejala seperti: leher kaku, sangat sakit kepala, nyeri menelan hingga sangat sakit untuk minum, sakit telinga, muncul ruam, muntah berulang, diare berulang
  • Anak mengalami tanda dehidrasi
  • Punya riwayat penyakit dengan kelemahan sistem imunitas tubuh, kanker, penyakit darah, minum obat penekan imunitas seperti steroid, kemoterapi
  • Anak mengalami kejang
  • Anak umur kurang dari 3 bulan yang mengalami demam 38.0°C atau lebih
  • Demam di atas 40°C
  • Anak terlihat lemas, lemah atau cenderung mengantuk meski sudah tidak demam
  • Terlihat gejala sakitnya semakin memburuk
  • Demam tidak membaik dalam 24 jam pada anak dibawah umur 2 tahun
  • Demam tidak membaik dalam 3 hari

Periksa konsultasi ke dokter jika ada tanda bahaya, atau kapan pun orang tua ingin anak diperiksa lebih lanjut. 

Periksa ke dokter bertujuan mendapatkan diagnosis dan petunjuk pengobatan, bukan sekedar membawa pulang obat. Baca artikel berikut tentang tips mendapatkan pengobatan rasional dari tenaga kesehatan: Menjadi Konsumen Kesehatan Cerdas

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.