Kesehatan Umum

Pielonefritis Akut

PIELONEFRITIS AKUT TANPA KOMPLIKASI

Pengertian Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Pielonefritis merupakan salah satu jenis infeksi saluran kencing (ISK). Pielonefritis akut (PNA) non-komplikata merupakan penyakit peradangan pada bagian parenkim ginjal. Biasanya terjadi akibat komplikasi dari infeksi saluran kencing. Angka kejadian PNA di Indonesia tidak diketahui secara pasti, namun memang lebih jarang terjadi dibanding kasus sistitis. Perbandingannya 1 kasus PNA berbanding 28 kasus sistitis. PNA merupakan penyakit berbahaya dengan komplikasi menyebabkan ginjal rusak serta bisa meningkatkan kematian.

Baca juga: Infeksi Saluran Kencing

Penyebab Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Penyebab PNA biasanya infeksi bakteri. Bakteri bisa masuk melalui saluran kencing bagian bawah atau bisa dari darah. Bakteri Escherichia coli paling sering menyebabkan infeksi saluran kencing. Sebanyak 70 – 90% ISK akibat infeksi E coli.

Escherichia coli

Ilustrasi Escherichia coli. photo credit Alissa Eckert and Jennifer Oosthuizen, sumber gambar CDC

Berikut ini beberapa bakteri yang bisa menyebabkan ISK dan PNA:

  • Escherichia coli: the uropathogenic E coli (UPEC), disebut juga extraintestinal pathogenic E coli (ExPEC) paling sering ditemukan sebagai penyebab ISK.
  • Staphylococcus saprophyticus
  • Klebsiella pneumoniae
  • Proteus mirabilis
  • Enterococci
  • Staphylococcus aureus
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Enterobacter species

Faktor Risiko Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Banyak faktor meningkatkan risiko PNA, diantaranya:

  • Sumbatan pada saluran kencing
  • Abnormalitas struktur anatomi saluran kencing
  • Abnormalitas fungsi anatomi saluran kencing
  • Kondisi metabolik sehingga rentan mengalami infeksi saluran kencing: kehamilan, diabetes mellitus
  • Jenis bakteri penyebab
  • Pemakaian antibiotik
  • Pemakaian alat di saluran kencing
  • Infeksi saluran kencing yang tidak teratasi
  • Mengalami penyakit HIV/AIDS
  • Hubungan seksual melalui anus

Proses Terjadinya Penyakit Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Saluran kencing secara normal memiliki mekanisme perlindungan diri serta pencegahan ISK. Baca lebih lanjut disini: Infeksi Saluran Kencing

Namun pada kondisi khusus bisa terjadi ISK dan PNA. Sumbatan saluran kencing bisa akibat faktor intrinsik maupun faktor ekstrinsik. Sumbatan akibat faktor intrinsik contohnya batu ginjal, sumbatan pada kandung kemih, cystocele, fungus ball, nekrosis papiler, striktur pada saluran. Sumbatan faktor ekstrensik seperti terdapat massa di rongga perut, sering sembelit, pembesaran kelenjar prostat. Kehamilan membawa perubahan hormonal maupun mekanik sehingga ibu hamil lebih rentan mengalami ISK termasuk ISK bagian atas.

Sumbatan menyebabkan aliran kencing tidak lancar. Statis urin membuat lingkungan cocok bagi perkembangbiakan bakteri. Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan khusus naik ke saluran kencing bagian atas, contohnya E coli. E coli merupakan flora normal di saluran pencernaan. E coli bisa berpindah tempat ke saluran kencing akibat aktivitas seksual atau cara cebok tidak benar. E coli akan naik ke kandung kemih menyebabkan sistitis, kemudian bisa lanjut naik ke ginjal menyebabkan pielonefritis. Beberapa kuman penyebab infeksi ginjal juga bisa berasal dari aliran darah atau infeksi menular seksual.

Tanda dan Gejala Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Gejala penyakit muncul tiba-tiba dalam hitungan beberapa jam atau hari. Demam lebih dari 38.5°C, bahkan biasanya mengalami demam tinggi sering bisa mencapai 39.4°C, menggigil. Sakit, nyeri pinggang, bisa sebelah atau kedua sisi. Bisa disertai gejala sistitis: sakit saat kencing, sering kencing, disuria, polakisuria, urgensi dan nyeri perut bagian atas (link). Kadang disertai gejala gangguan saluran pencernaan: sakit perut, mual, muntah, diare.

Pemeriksaan dan Diagnosis Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Segera periksa jika terjadi salah satu keluhan tanda gejala ISK. Diagnosis ISK dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik bisa ditemukan suhu tubuh meningkat, denyut nadi meningkat, nyeri tekan pada area perut bagian bawah, nyeri ketok pada area pinggang sudut kostovertebral. Bisa disertai distensi abdomen dan penurunan bising usus akibat ileus paralitik.

Pemeriksaan penunjang utamanya dengan pemeriksaan urin (urinalisis), pemeriksaan darah perifer dan hitung jenis, pemeriksaan sinar-X foto polos abdomen BNO. Bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopis, kultur urin, tes uji sensitivitas antibiotik. 

Diagnosis Banding Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Diagnosis PNA antara lain: sistitis akut, uretritis akut, akun abdomen, apendisitis akut, servisitis, endometritis , prostatitis akut, pelvic inflammatory disease.

Terapi dan Tata Laksana Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Pengobatan PNA dengan pemberian antibiotik. Pada pasien gejala berat akan dilakukan terapi rawat inap secara intensif dimana pengobatan diberikan secara parenteral. Pada gejala ringan akan dilakukan rawat jalan dengan kontrol teratur. Minum antibiotik sesuai resep petunjuk dokter supaya penyakit sembuh tuntas. Terapi akan dilakukan hingga tuntas. Pemeriksaan urin akan diulang untuk memastikan infeksi telah sembuh.

Dokter juga akan memberikan obat pereda rasa sakit untuk mengatasi gejala. Pada kondisi terjadi sumbatan akan dilakukan prosedur pembedahan. Istirahat dulu selama proses pengobatan. Kompres hangat untuk meredakan nyeri. Minum air putih minimal 2 liter sehari selama fungsi ginjal masih normal. Asupan air putih mempercepat pembersihan bakteri dari saluran kencing. Hindari hubungan seksual selama masih dalam masa pengobatan ISK. Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Lakukan pengobatan dengan baik sesuai petunjuk dokter sehingga infeksi sembuh tuntas, terhindar dari komplikasi.

Tips Kiat Mencegah Pielonefritis Akut (PNA) Non-Komplikata

Menjaga kebersihan dengan baik merupakan salah satu cara mencegah ISK. Berikut tips kiat umum mencegah ISK:

  • Cebok dengan benar: bersihkan area kelamin (depan) terlebih dahulu baru membersihkan area anus (belakang). Arah tangan saat membersihkan area kelamin dari depan ke belakang.
  • Kencing sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual lalu bersihkan dengan benar.
  • Minum air putih minimal 2 liter sehari selama fungsi ginjal normal, sehingga tercukupi kebutuhan cairan serta aliran kencing lancar
  • Jangan menahan kencing
  • Jangan memakai aneka produk yang tidak perlu di area vagina/kelamin: douche, spray, bedak, kristal, krim, dll
  • Pilih kondom atau diafragma bebas spermisida, jika akan memakai alat kontrasepsi jenis ini
  • Obati infeksi menular seksual hingga tuntas
  • Atur pola makan bergizi seimbang dengan benar supaya terhindar dari sembelit

Pada kelompok yang rentan ISK berulang terkadang dokter akan memberikan pengobatan profilaksis untuk mencegah infeksi ginjal. Diskusi konsultasikan lebih lanjut bersama dokter.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.