Kesehatan Umum

Infeksi Saluran Kencing

INFEKSI SALURAN KEMIH

Pengertian Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih atau Infeksi Saluran Kencing (ISK) merupakan penyakit infeksi pada saluran kencing. ISK salah satu penyakit infeksi paling sering terjadi di masyarakat. Infeksi bisa terjadi di bagian-bagian organ yang berbeda dari saluran kencing:

  • Sistitis: infeksi terjadi di kandung kemih
  • Pielonefritis: infeksi terjadi di ginjal
  • Uretritis: infeksi terjadi di uretra
  • Infeksi juga bisa terjadi di ureter

Sistitis akut, sistitis kronis dan uretritis merupakan bentuk ISK yang paling sering. Pielonefritis lebih jarang ditemukan namun merupakan kondisi yang lebih berbahaya.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK terjadi karena bakteri masuk dan menginfeksi saluran kencing. Pada kondisi ringan biasanya tubuh bisa melawan bakteri tanpa menimbulkan masalah. Namun terkadang bakteri terlalu kuat sehingga menimbulkan keluhan gejala mengganggu juga mampu menyebar hingga ke ginjal.

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK relatif sering terjadi terutama pada wanita, anak kecil, bayi dan orang lanjut usia. Sekitar 1 dari 2 wanita dan 1 dari 20 pria pernah mengalami ISK dalam seumur hidupnya.

Ginjal memiliki fungsi banyak dalam tubuh manusia. Ginjal turut mengatur keseimbangan metabolisme juga menjaga kesehatan tubuh. Ginjal akan mengeluarkan toksin, sampah sisa metabolisme juga kelebihan cairan serta elektrolit dari tubuh. Manusia memiliki 2 buah ginjal yang terhubung ke kandung kemih melalui saluran ureter. Kandung kemih akan mengatur pengeluaran urin. Urin kemudian keluar melalui saluran uretra. Sistem pada saluran kencing bekerja sebaik mungkin mengatur pengeluaran urin juga melindungi ginjal dari kerusakan maupun infeksi.

Namun beberapa kondisi membuat ISK rentan terjadi. Beberapa orang lebih berisiko tinggi mengalami ISK. Secara umum, wanita dan anak perempuan risiko mengalami ISK lebih besar dibanding laki-laki sebab organ uretra lebih pendek juga letaknya lebih dekat dengan anus. Bakteri dari anus lebih mudah berpindah ke uretra lalu menyebabkan ISK. Kondisi lain yang bisa meningkatkan risiko ISK yaitu:

  • ISK sebelumnya
  • Aktivitas seksual, terutama pengantin baru
  • Perubahan pH vagina sehingga terjadi perubahan flora normal vagina akibat pemakaian produk tertentu atau akibat menopause
  • Kehamilan
  • Usia: semakin tua risiko ISK semakin tinggi
  • Kondisi dengan gangguan mobilitas: pasca operasi, harus tirah baring dalam waktu lama
  • Inkontinensia urin
  • Pemakaian kateter
  • Batu ginjal 
  • Pembesaran prostat
  • Salah cara cebok setelah BAB/BAK
  • Diabetes mellitus
  • Kelainan pada struktur anatomi saluran kencing, urinary reflux
  • Infeksi menular seksual
infeksi saluran kemih.jpg Cara terjadinya ISK (CDC)

Tanda dan Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK yang paling sering adalah infeksi kandung kemih (cystitis). Gejala yang biasanya dikeluhkan:

  • Rasa sakit tidak nyaman saat kencing
  • Nyeri saat di akhir buang air (disuria terminal)
  • Perih, terasa panas seperti terbakar saat kencing
  • Sering kencing (poliuria)
  • Sering kencing di malam hari (nokturia)
  • Rasa anyang-anyangan (polakisuria)
  • Terasa ingin kencing padahal kandung kemih kosong
  • Demam biasanya ringan di awal gejala sakit
  • Urin keruh atau bercampur darah
  • Perut bagian bawah atau sekitar selangkangan terasa sakit, kram seperti ditekan

Pada infeksi ginjal biasanya terjadi demam tinggi dan gejala sakit lebih berat. Penderita merasa demam tinggi, menggigil, berkeringat di malam hari, mual bahkan hingga muntah, nyeri pinggang. Urin berwarna berbeda dari biasanya, bisa disertai perubahan bau. Nafsu makan menurun. Bahkan bisa terjadi perubahan kesadaran seperti menggigau, meracau, atau kondisi lain.

Pemeriksaan dan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Segera periksa jika terjadi salah satu keluhan tanda gejala ISK. Diagnosis ISK dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik bisa ditemukan suhu tubuh meningkat, nyeri tekan pada area perut bagian bawah, nyeri ketok pada area pinggang. Pemeriksaan penunjang utamanya dengan pemeriksaan urin (urinalisis), pemeriksaan darah perifer, pemeriksaan ureum dan kreatinin serta pemeriksaan gula darah. Jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan mikroskopis, kultur urin. 

Diagnosis Banding Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Beberapa kondisi ini dipertimbangkan sebagai diagnosis banding ISK: sistitis berulang, uretritis, pielonefritis, bacterial asimptomatic.

Terapi dan Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri sehingga dokter akan meresepkan antibiotik. Minum antibiotik sesuai resep petunjuk dokter supaya penyakit sembuh tuntas. Dokter juga akan memberikan obat pereda rasa sakit untuk mengatasi gejala. Parasetamol digunakan untuk meredakan demam serta bantu mengurangi nyeri ringan, selama tidak alergi obat ini. Istirahat. Kompres hangat pada bagian perut, pinggang, sekitar paha. Minum air putih minimal 2 liter sehari selama fungsi ginjal masih normal. Asupan air putih mempercepat pembersihan bakteri dari saluran kencing. Hindari hubungan seksual selama masih dalam masa pengobatan ISK. Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Lakukan pengobatan dengan baik sesuai petunjuk dokter sehingga infeksi sembuh tuntas, terhindar dari komplikasi.

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK yang tidak diobati dengan benar bisa menyebabkan komplikasi:

  • ISK berulang
  • Sistitis kronis
  • Pielonefritis
  • Gagal ginjal 
  • Sepsis

Tips Kiat Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Menjaga kebersihan dengan baik merupakan salah satu cara mencegah ISK. Berikut tips kiat umum mencegah ISK:

  • Cebok dengan benar: bersihkan area kelamin (depan) terlebih dahulu baru membersihkan area anus (belakang). Arah tangan saat membersihkan area kelamin dari depan ke belakang.
  • Kencing sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
  • Minum air putih minimal 2 liter sehari selama fungsi ginjal normal, sehingga tercukupi kebutuhan cairan serta aliran kencing lancar
  • Jangan menahan kencing
  • Jangan memakai aneka produk yang tidak perlu di area vagina/kelamin: douche, spray, bedak, kristal, krim, dll
  • Obati infeksi menular seksual hingga tuntas
  • Atur pola makan bergizi seimbang dengan benar supaya terhindar dari sembelit

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.