Kesehatan Umum

Filariasis

PENYAKIT KAKI GAJAH/FILARIASIS

Pengertian Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Filariasis merupakan penyakit akibat infeksi parasit cacing Filaria pada pembuluh getah bening. Kondisi ini menimbulkan kesakitan dan stigma sosial. Penyakit ini menyebabkan pembesaran di kaki, lengan dan alat kelamin. Kaki penderita bisa sangat besar sehingga disebut penyakit kaki gajah atau elephantiasis.

Sebanyak 856 juta orang di 56 negara masih menghadapi ancaman penyakit filariasis. Kemoterapi preventif dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi parasit. Pada tahun 2000 terdapat 120 juta orang terinfeksi Filaria dimana 40 juta mengalami gangguan penyakit. Sejak tahun 2000 WHO menggalakkan pemberian obat kombinasi sebagai kemoterapi secara berulang selama 5 tahun. Program ini menyelamatkan 499 juta orang dari ancaman Filaria.

Indonesia salah satu negara yang harus mengatasi permasalahan Filariasis. Pemerintah melakukan program pemberantasan Filariasis sejak tahun 2002.

1545456582098.jpg

Sumber gambar: Depkes

Penyebab Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Filariasis disebabkan oleh infeksi parasit yaitu cacing golongan Nematoda, famili Filariodidea. Terdapat 3 jenis cacing penyebab:

  • Wuchereria bancrofti, menyebabkan 90% kasus filariasis
  • Brugia malayi, penyebab kedua terbanyak kasus filariasis
  • Brugia timori, penyebab penyakit filariasis paling jarang

Filaria.jpg

Gambar Wucheria brancrofti, nyamuk Aedes aegypti dan Brugia malayi (CDC)

Proses Terjadinya Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Filariasis disebabkan oleh gigitan nyamuk. Terdapat 23 nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres yang bisa menularkan cacing filaria di Indonesia. Nyamuk sehat akan tertular mikrofilaria saat menggigit penderita filariasis. Mikrofilaria berkembang menjadi larva dewasa dalam tubuh nyamuk. Nyamuk kemudian menularkan larva filaria ke tubuh manusia sehat saat menghisap darah.

Larva parasit di kulit akan masuk ke dalam tubuh. Larva Filaria kemudian menuju pembuluh darah getah bening (sistem limfatikus) berkembang menjadi cacing dewasa. Cacing hidup di pembuluh getah bening hingga 6 – 8 tahun. Cacing dewasa akan menyumbat pembuluh getah bening dan merusak fungsi normal sistem limfatika tubuh. Cacing dewasa memproduksi jutaan mikrofilaria yang beredar dalam darah manusia. Siklus kemudian berulang.

Faktor Risiko Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Penyakit ini merupakan kelompok penyakit neglected tropical disease. Saat ini ada 66 negara yang sedang melakukan upaya eliminasi penyakit filariasis, salah satunya Indonesia. Kondisi berikut meningkatkan risiko sakit filariasis:

  • Tinggal di daerah endemis filariasis
  • Tinggal di daerah tropis dan sub-tropis yang banyak ditemukan penyakit filariasis
  • Gigitan nyamuk yang membawa parasit Filaria

Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Infeksi filariasis memiliki tahapan kondisi klinis berbeda: infeksi tidak bergejala, infeksi akut dan penyakit filariasis kronis.

lymphatic_filariasis_disease_490_HR Filariasis (WHO)

Infeksi filariasis tidak bergejala ini tetap penderita bisa menularkan mikrofilaria. Penderita tidak menunjukkan gejala infeksi, serta merasa tidak sakit. Namun tetap terjadi proses kerusakan sistem limfatika, ginjal dan perubahan sistem kekebalan tubuh.

Pada kondisi infeksi akut terjadi:

  1. Demam berulang selama 3 – 5 hari, demam menghilang saat beristirahat dan kambuh kembali saat bekerja
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening tanpa disertai adanya luka. Kelenjar terasa sakit, panas dan tampak kemerahan. Biasanya di sekitar lipatan paha dan lipatan ketiak (limfadenitis)
  3. Peradangan pembuluh getah bening yang terasa panas dan sakit menjalar dari pangkal tangan/kaki ke ujung (retrograde limfangitis)
  4. Filarial abses pada kelenjar getah bening yang sering mengalami peradangan bisa pecah dan keluar nanah
  5. Lymphoedema awal dimana beberapa anggota tubuh tampak mulai membengkak (kaki, tangan, scrotum, payudara)

Pada kondisi infeksi kronis bisa terjadi pembengkakan menetap (elephantiasis) pada kaki, lengan, payudara, kantung zakar (scrotum). Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya fungsi pembuluh getah bening akibat keberadaan Filaria dan respons sistem imunitas tubuh. Bisa terjadi infeksi bakteri sekunder.

Pemeriksaan dan Diagnosis Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Segera periksa ke dokter jika dicurigai mengalami gejala sakit filariasis. Pemeriksaan penunjang:

  • deteksi indentifikasi mikrofilaria dari sediaan darah
  • pemeriksaan darah tepi
  • bila sangat diperlukan akan dilakukan tes pakai diethylcarbamazine provocative test 

Mikrofilaria bisa terdeteksi dengan pemeriksaan apusan darah tebal dan tipis yang sampelnya diambil pada malam hari sekitar jam 10 malam hingga 2 pagi, dipulas dengan pewarnaan Giemsa atau Wright. Mikrofilaria juga bisa ditemukan dari cairan hidrokel atau cairan tubuh lainnya, tapi sampel ini sangat jarang. Diagnosis dibuat dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan deteksi mikrofilaria.

Diagnosis Banding Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Terdapat banyak penyakit dengan tanda gejala menyerupai filariasis, contohnya: infeksi bakteri, tromboflebitis, riwayat trauma, riwayat penyakit lain dengan gejala adenolimfadenitis, tuberkulosis, lepra, sarcoidosis, atau penyakit granulomatosa lainnya.

Terapi dan Tata Laksana Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Terapi dilakukan dengan pemberian obat antimalaria. Di Indonesia biasanya diberikan Ivermectin dan Diethylcarbamazine citrate. Pemberian obat lain dilakukan sesuai kondisi klinis pasien. Lakukan pengobatan hingga tuntas dibawah pengawasan dokter. Jaga kebersihan kulit. Pada beberapa kondisi dilakukan rehabilitasi penderita. Tindakan operasi dilakukan untuk koreksi kondisi seperti hidrokel dan chyluria yang tidak bisa menghilang dengan terapi konservatif.

Komplikasi Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Pembesaran organ tubuh dan kecacatan. Penderita juga mengalami stigma sosial, terisolasi hidupnya, tidak mampu bekerja dan kehilangan penghasilan.

Tips Kiat Mencegah Penyakit Kaki Gajah/Filariasis

Pencegahan filaria di daerah endemis filariasis dilakukan dengan pemberian obat profilaksis antifilaria dan pengendalian vektor. Hindari gigitan nyamuk dengan:

  • memberantas nyamuk,
  • memberantas sarang nyamuk, 
  • menghindari gigitan nyamuk

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.