Kesehatan Umum

Toksoplasmosis

TOKSOPLASMOSIS

Pengertian Toxoplasmosis

Toksoplasmosis merupakan penyakit infeksi akibat sporozoa Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii diisolasi tahun 1908 pada binatang pengerat Ctenodactylus gundi dan seekor kelinci. Baru pada tahun 1970 diketahui daur hidup Toksoplasma. Prevalensi toksoplasmosis di Indonesia berkisar 2% hingga 63%. Toksoplasma menginfeksi lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat. Infeksi toksoplasma tinggi di daerah dataran rendah, beriklim hangat/panas, dan lembab. Sebagian besar infeksi tidak bergejala pada individu sehat. Namun, toksoplasma bisa menyebabkan kondisi berbahaya bagi ibu hamil serta orang dengan kelemahan sistem imunitas tubuh.

Penyebab Toksoplasmosis

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Penyakit ini merupakan zoonosis yang bisa ditularkan melalui hewan. Toxoplasma gondii merupakan parasit intraseluler dari golongan Protozoa. Hewan-hewan di Indonesia yang terdeteksi memiliki reaksi terhadap pemeriksaan toxoplasma: anjing (75%), kucing (25 – 73%), babi (11-36%), kambing (11-61%).  

toxoplasmosis.jpg

Toksoplasma sumber gambar CDC

Faktor Risiko Toksoplasmosis

Faktor risiko terjadi toksoplasmosis:

  • Membersihkan kotoran kucing
  • Kontak dengan tanah tercemar kotoran kucing lalu tidak sengaja memakan T gondii akibat tidak cuci tangan
  • Minum air, susu atau makan daging, kerang, buah, sayur yang terdapat toksoplasma
  • Bayi lahir dari ibu penderita toksoplasmosis
  • Individu dengan kelemahan sistem imunitas tubuh: menjalani kemoterapi, pengobatan tertentu, sakit AIDS
  • Penerima donor darah atau donor organ dari penderita toksoplasmosis

Proses Terjadinya Toksoplasmosis

T gondii memiliki 2 siklus hidup berbeda. Siklus seksual hanya terjadi di kucing, definitive host. Siklus aseksual terjadi di mamalia lain (termasuk manusia) dan burung. T gondii memiliki 2 bentuk morfologi: takizoit (morfologi mampu membelah diri dengan cepat saat fase infeksi akut) dan bradizoit (bentuk kista dalam otot). 

Kucing terinfeksi T gondii saat makan binatang liar, daging mentah, burung atau tikus. T gondii akan memulai fase siklus seksual dan aseksual di saluran pencernaan kucing. Bradizoit dari daging keluar membentuk makrogametosit dan mikrogametosit kemudian bergabung membentuk zigot. Zigot akan terkapsulisasi dengan membentuk dinding sel kokoh kemudian keluar sebagai ookista bersama kotoran kucing. Zigot mengalami sporulasi membelah menjadi sporozoit dalam ookista. Sporozoit memiliki kemampuan menginfeksi dalam 24 jam atau lebih setelah kucing mengeluarkan ookista saat buang kotoran.

Toxoplasma gondii.jpg

Kista Toxoplasma gondii, sumber gambar CDC

Pada infeksi primer ini kucing mampu mengeluarkan jutaan ookista setiap hari selama 1 – 3 minggu. Ookista sangat kuat hingga mampu bertahan lebih dari 1 tahun di lingkungan hangat yang lembab.

T gondii menginfeksi manusia dalam bentuk ookista, takizoit dan bradizoit. Infeksi bisa melalui memakan makanan atau air minum terkontaminasi, susu mentah terkontaminasi, makan daging mentah mengandung bradizoit, setelah pegang tanah, membersihkan kotoran kucing, secara tidak sengaja melalui donor darah atau donor organ dari penderita toksoplasmosis. Toksoplasma bisa menular dari ibu ke janin melalui plasenta. Lalat dan kecoa bisa memindahkan ookista dari lingkungan ke makanan. Peralatan makan dan masak yang tercemar parasit (bekas daging mentah) juga bisa menjadi sumber penularan.

Dalam tubuh manusia, ookista yang dimakan akan melepaskan bradizoit dari kista atau sporozoit dari ookista. Parasit akan masuk ke sel-sel di saluran pencernaan. Takizoit berkembang biak, sel rusak dan parasit keluar menginfeksi sel baru. Parasit kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran limfe dan peredarah darah. 

Toxoplasma_LifeCycle_BAM1_1 Sumber CDC

Tanda dan Gejala Toksoplasmosis

Gejala penyakit toksoplasmosis sangat bervariasi. Sebagian besar individu sehat dengan sistem kekebalan tubuh kuat akan tidak menyadari infeksi Toxoplasma gondii ini. Sebagian besar kasus memang tidak bergejala. Beberapa orang mengalami gejala mirip sakit flu dengan demam, pegal linu, bekeringat di malam hari, pembesaran kelenjar getah bening, sakit otot atau nyeri yang bisa berlangsung selama sebulan lebih. Gejala kemudian hilang sehingga penderita merasa sehat. Penyakit bisa teraktivasi saat seseorang mengalami kelemahan sistem imunitas tubuh.

Pada kelompok yang rentan dimana terjadi kelemahan sistem kekebalan tubuh bisa mengalami gangguan otak, mata atau organ lain. Muncul tanda dan gejala sakit toksoplasmosis seperti pandangan mata kabur, pandangan mata berkurang, sakit mata terutama dengan sinar terang, mata merah atau terkadang gejala mata berair. Bayi terlahir dengan toksoplasma kongenital biasanya belum menunjukkan gejala saat awal kelahiran. Lambat-laun gejala muncul dengan gangguan pada otak atau mata. Orang yang dulunya sehat namun sekarang mengalami kelemahan sistem imun bisa juga mendadak tanda dan gejala muncul.

Pemeriksaan dan Diagnosis Toksoplasmosis

Segera periksa ke dokter jika anda merasa menunjukkan gejala toksoplasmosis atau berisiko tinggi mengalami toksoplasmosis. Sebagian besar kasus memang tidak menunjukkan gejala spesifik di awal sakit. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 

Pemeriksaan penunjang dengan serologi akan menunjukkan apakah infeksi terjadi akut, kronis atau infeksi kronis sedang mengalami kekambuhan. Parasit bisa terlihat pada pemeriksaan histologi jaringan tubuh yang terkena, biosi, atau pengamatan cairan otak namun pemeriksaan ini sulit sehingga jarang dilakukan. Deteksi DNA melalui cairan amnion pada kecurigaan kongenital toksoplasmosis. Pada penderita sakit mata akan dilakukan pemeriksaan mata untuk melihat kondisi mata.

Diagnosis Banding Toksoplasmosis

Toksoplasmosis gejalanya sering tidak spesifik sehingga menyerupai banyak kondisi penyakit lainnya. Diagnosis banding pada toxoplasmosis kongenital bisa rubella, encephalopathies, atau erythroblastosis fetalis. Ensefalitis toksoplasmosis bisa menyerupai vasculitis atau tumor seperti limfoma sistem saraf pusat. Toksoplasmosis bisa menyerupai penyakit akibat Cryptococcus neoformans, Aspergillus species , Mycobacterium tuberculosis, Nocardia species, Mycosis fungoides, Pneumocystis (cariniijiroveci pneumonia, Sarcoidosis, sepsis, Syphilis, tuberkulosis, tularemia, infeksi HIV, infeksi Cytomegalovirus, Leukemia, limfoma, Ebstein-Barr Virus infeksi mononukleosis, herpes simpleks, lepra, metastasis kanker, hingga abses otak.

Tata Laksana dan Terapi Toksoplasmosis

Dokter akan memberikan pengobatan sesuai kondisi klinis. Terdapat obat untuk mengatasi infeksi Toksoplasma ini seperti pemakaian obat  pyrimethamine, sulfadiazine, plus folinic acid (link). Lakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter. Obat-obatan saat ini untuk menghilangkan takizoit, belum ada yang mampu membasmi bentuk kistanya.

Komplikasi Toksoplasmosis

Pada individu yang rentan, infeksi toksoplasmosis bisa menyebabkan timbulnya komplikasi berbahaya:

  • Kerusakan mata: iridosiklitis, retinitis, katarak, glaukoma
  • Otak: meningoensefalitis, ensefalitis, gangguan mental hingga neuropsikiatri, kejang, gangguan persarafan motorik, gangguan sensorik, gangguan gerak
  • Paru: pneumonitis interstisial
  • Jantung: perikarditis, kerusakan otot jantung akibat fokal nekrosis
  • Gangguan pada organ lain sebab parasit juga bisa mengakibatkan kerusakan pada otot lurik, ginjal, pankreas, lambung   
  • Toksoplasmosis kongenital: ikterus, kejang, kerusakan otak, kerusakan pada mata, retardasi mental, gangguan penglihatan

Tips Kiat Mencegah Toksoplasmosis

Pencegahan adalah langkah terbaik mengendalikan penyakit toksoplasmosis. Lakukan pencegahan berikut ini:

  • Pakai sarung tangan saat akan berkebun atau membersihkan kotoran kucing.
  • Biasakan cuci tangan pakai sabun bilas dengan air bersih mengalir hingga bersih setiap kali memegang tanah, membersihkan kotoran kucing, kontak dengan hewan, mau memasak, selesai mengolah daging, selesai dari toilet, akan makan.
  • Jaga kebersihan makanan juga minuman mulai dari proses penyimpanan, pengolahan (masak) hingga proses makan hidangan. Pisahkan alat untuk mengolah daging, sayur, buah dan makanan mentah. Cuci alat masak dan alat makan dengan benar.
  • Cuci bersih atau kupas buah sayur dengan benar sebelum dimakan.
  • Hindari makan daging, kerang, susu mentah.
  • Ajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan.
  • Tutup dengan baik kotak pasir yang dipakai untuk beraktivitas/main supaya tidak ada hewan liar membuang kotoran.
  • Jika punya kucing maka beri makan makanan kucing komersial, bersihkan kotak kotoran tiap hari, pakai sarung tangan dan cuci tangan saat membersihkan kotoran kucing. Jika hamil sebaiknya minta orang lain yang membersihkan kotoran kucing. 

Toksoplasmosis ditularkan melalui kotoran kucing serta tanah atau makanan terkontaminasi Toxoplasma gondii sehingga pencegahan dilakukan supaya jangan sampai memakan parasitnya. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.