Kesehatan Umum

Tetanus

TETANUS

Pengertian Tetanus

Tetanus merupakan penyakit saraf akibat tetanospasmin dari infeksi bakteri Clostridium tetani yang menyebabkan kejang otot dan permasalahan pernafasan. Bakteri memproduksi toksin yang akan menyerang sistem pernafasan. Sekitar satu dari 10 penderita tetanus akan mati. Tetanus sudah dikenal sebagai penyakit berbahaya sejak jaman dahulu kala. Pemaparan tentang tetanus diperoleh dari Edwin Smith Papyrus di Mesir Kuno (1600 SM), tulisan Hippocrates di Yunani kuno (400 SM) dan teks Ayurveda dari India kuno (link).

Penyebab Tetanus

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ditemukan di tanah, debu dan kotoran hewan, terutama kotoran kuda dan sapi (link). Bakteri bisa hidup di tanah di seluruh dunia serta hidup di saluran pencernaan binatang. Spora bakteri C tetani mampu bertahan di tanah dalam waktu sangat lama hingga tahunan, resisten terhadap suhu panas maupun paparan zat kimia antiseptik (link). Penyakit tetanus ini tidak bisa dieradikasi.  

Clostridium tetani

Clostridium tetani, sumber gambar CDC

Faktor Risiko Tetanus

Semua orang yang belum diimunisasi memakai vaksin tetanus secara komplit memiliki risiko sakit tetanus. Pekerja yang kontak dengan tanah atau hewan. Pemakai jarum suntik terkontaminasi. Melakukan tindik, tato. Luka pada mata, infeksi telinga tengah, gigi berlubang, luka dan infeksi kronis, dll. Memiliki luka di tubuh: patah tulang, gigitan binatang, luka bakar, luka tusukan, luka kotor, luka disertai jaringan tubuh mati. Luka lecet, luka operasi, bekas suntikan maupun infus, bahkan bekas luka gigitan serangga juga bisa mengakibatkan tetanus meski lebih jarang (link).

Proses Terjadinya Tetanus

Penyakit tetanus tidak ditularkan langsung dari orang ke orang. Infeksi timbul ketika bakteri memasuki tubuh melalui luka pada kulit, lubang di gigi atau infeksi telinga. Inkubasi penyakit antara 3 hari hingga 3 minggu (biasanya sekitar 10 hari). Sebagian besar penyakit muncul pada 14 hari setelah terjadi infeksi. Jika gejala muncul dengan cepat, sumber luka kotor, individu rentan tanpa riwayat vaksinasi biasanya penyakit akan lebih berat dan lebih buruk kemungkinannya.

Tanda dan Gejala Tetanus

Tetanus sering disebut “lockjaw” sebab rahang terkatup sukar sekali dibuka menjadi tanda paling sering dari penyakit ini. Kram pada rahang. Spasme otot tiba-tiba secara mendadak, paling sering di perut. Otot kaku sakit di seluruh tubuh. Bisa terjadi demam dengan suhu tubuh di atas 38 ℃, berkeringat, dan sakit kepala. Terjadi perubahan pada tekanan darah dan irama jantung. 

Tanda dan gejala tetanus antara lain:

  • kaku otot yang dimulai dengan kekakuan otot sekitar rahang dan leher
  • mulut susah dibuka (trismus)
  • gangguan menelan
  • gangguan pernafasan
  • gangguan irama jantung kejang

tetanus

Penderita tetanus sedang mengalami kejang, sumber foto CDC

Bayi menangis terus-menerus, kesulitan menyusu, lalu jadi kaku dan mengalami kejang. Bayi bisa jadi normal setelah lahir, namun dalam waktu 2 – 28 hari mengalami tetanus neonatal.

tetanus neonatal
Seorang bayi baru lahir mengalami kejang hebat akibat tetanus neonatal (CDC)

Pemeriksaan dan Diagnosis Tetanus

Segera bawa periksa ke dokter jika dicurigai sakit tetanus. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat kelengkapan vaksinasi. Tetanus akan dilakukan pengelompokan kriteria dan derajat dari tanda serta gejala penyakit yang ada. Tetanus yang terjadi dalam 6 minggu terakhir masa kehamilan disebut tetanus maternal. Tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir hingga umur 28 hari disebut tetanus neonatal. 

Diagnosis Banding Tetanus

Kondisi berikut ini bisa menyerupai gejala penyakit tetanus: meningoensefalitis, poliomielitis, rabies, lesi orofaringeal, tonsilitis berat, tetani akibat gangguan elektrolit tubuh, keracunan strychnine, reaksi fenotiazine.

Tata Laksana dan Terapi Tetanus

Tetanus merupakan penyakit fatal yang bisa mematikan. Penderita tetanus harus dirawat secara intensif di rumah sakit untuk mendapatkan:

  • terapi perawatan intensif di rumah sakit secepatnya untuk mempertahankan hidup
  • perawatan sumber luka secara menyeluruh untuk menghilangkan bakteri dan sumber toksin
  • pemberian obat menetralkan toksin dan mencegah pembentukan toksin baru
  • pemberian obat untuk mengontrol kejang otot
  • pemberian antibiotik
  • melengkapi status vaksinasi sesuai kondisi pasien, sebab meski pernah sakit tetanus secara langsung tapi tidak terbentuk imunitas aktif sehingga bisa mengalami sakit tetanus lagi

Penderita tetanus butuh waktu lama untuk sembuh. Pasien akan dirawat intensif di ruang isolasi yang terlindungi dari rangsang luar seperti suara, cahaya. Kondisi jalan nafas dijaga ketat, akan dilakukan pemberian oksigen, pernafasan buatan hingga trakeostomi sesuai kondisi pasien. Pasien akan dirawat di ICU. Pemberian human tetanus immune globulin (TIG), antitetanus serum, vaksin TT sesuai kondisi serta riwayat pasien. Pemberian makan cukup kalori dan protein dengan metode pemberian makan sesuai kondisi pasien untuk mencegah aspirasi. Jika terdapat kaku rahang trismus maka nutrisi akan diberikan melalui sonde atau parenteral. Perawatan suportif dilakukan sesuai kondisi pasien.

Komplikasi Tetanus

Tetanus bisa menimbulkan komplikasi penyakit fatal mematikan seperti:

  1. Saluran pernafasan: dapat terjadi asfiksia gangguan nafas, aspirasi pneumonia, ateletaksis akibat obstruksi oleh sekret, pneumothoraks, mediastinal emfisema hingga terjadi gagal nafas.
  2. Kardiovaskuler: aktivitas saraf simpatik meningkat sehingga terjadi denyut nadi cepat, takikardi, tekanan darah jadi tinggi sehingga timbul hipertensi, vasokonstriksi perifer, rangsangan miokardium. Namun bisa juga tekanan darah menurun drastis hingga terjadi hipotensi. Kondisi berbahaya lainnya bisa terjadi serangan jantung.
  3. Tulang dan otot: kejang otot terus-menerus bisa menyebabkan perdarahan di dalam otot. Bisa terjadi patah tulang kolumna vertebralis tulang belakang. Bisa terjadi miositis ossifikans sirkumskripta.
  4. Bisa terjadi lidah robek akibat kejang. Ulkus dekubitus akibat penderita harus rawat tirah baring/bedrest dalam waktu lama. Infeksi sekunder akibat kuman penyebab penyakit lain. Panas tinggi hiperpireksia akibat toksin tetanus menyebar luas kemudian mengganggu pusat pengaturan suhu tubuh di otak.

Tips Kiat Mencegah Tetanus

Pencegahan merupakan langkah terbaik dalam mengendalikan penyakit tetanus ganas ini.

Tetanus dicegah dengan imunisasi menggunakan vaksin tetanus secara komplit, melakukan imunisasi ulangan dan perawatan luka dengan benar. Tetanus tidak bisa dieradikasi sebab bakteri ini unik. Orang yang sembuh dari infeksi tetanus juga tidak mampu membentuk kekebalan terhadap penyakit tetanus. Kekebalan terhadap penyakit tetanus hanya bisa diciptakan melalui upaya vaksinasi memakai tetanus-toxoid-containing-vaccine (TTCV). Pemberian vaksin tetanus sejak tahun 1940-an telah mampu mengurangi angka kejadian penyakit tetanus hingga 96%. Pemberian vaksin tetanus secara komplit pada seorang ibu akan bisa mencegah penyakit tetanus neonatal. Jika tidak ada kontraindikasi medis maka segera lengkapi status vaksinasi tetanus.

Hindari perlukaan pada kulit juga tubuh, seperti gunakan alat pelindung saat bekerja. Segera periksa ke dokter jika mengalami luka berisiko terkontaminasi bakteri tetanus. Luka akan dibersihkan kemudian diberikan antibodi anti-tetanus sesuai kondisi. Pemberian antibodi ini hanya memberikan kekebalan pasif sementara untuk melawan penyakit tetanus. Jaga kebersihan dan rawat obati luka dengan benar. 

 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.