Kesehatan Umum

Campak Morbili

CAMPAK MORBILI/RUBEOLA/MEASLES

Pengertian Campak Morbili

Morbili merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Measles. Penyakit ini disebut juga campak rubeola. Morbili merupakan salah satu penyakit infeksi ganas yang masih menjadi beban kesehatan di Indonesia.

Penyakit campak morbili ini begitu ganas hingga telah menimbulkan wabah mematikan sejak 5000 – 10.000 tahun yang lalu. Keganasan wabah morbili ini contohnya pada tahun 1875 terjadi wabah di Pulau Fiji sehingga membuat kematian seperempat penduduk hanya dalam waktu 3 bulan. Ar Razi, ilmuwan Persia, menjadi orang pertama yang menjelaskan tentang campak morbili berbeda dengan cacar variola smallpox. Wabah campak morbili dan smallpox juga menyebabkan kematian jutaan penduduk asli benua Amerika saat proses eksplorasi New World oleh pelaut Eropa turut membawa penyakit ini hingga akhirnya Amerika pun berhasil ditaklukkan (link).

Infeksi morbili sangat menular. Sebelum masa pemberian vaksinasi, terjadi wabah epidemi setiap 2 – 3 tahun yang menyebabkan 2,3 juta kematian setiap tahun. Saat ini kejadian penyakit morbili sudah menurun drastis sejak introduksi vaksin campak di tahun 1963. Sayang tidak semua anak mendapat vaksin sehingga masih terjadi 110000 kematian akibat campak pada anak balita.

Penyebab Campak Morbili

Campak morbili disebabkan oleh virus Measles, Morbilivirus dari family paramyxovirus. Virus Measles merupakan virus RNA yang hanya hidup di manusia. Penularan melalui droplet respirasi kemudian menyebar ke lingkungan sekitar. Virus memasuki saluran pernafasan lalu menembus masuk menyebar ke seluruh tubuh penderita.

Ilustrasi virus measles

Ilustrasi virus Measles photo credit Alissa Eckert, sumber gambar CDC

Faktor Risiko Campak Morbili

Individu berikut ini mengalami risiko lebih tinggi tertular campak morbili:

  • Anak umur kurang dari 5 tahun
  • Dewasa umur lebih dari 20 tahun
  • Anak kurang gizi
  • Individu dengan kelemahan sistem imunitas tubuh: AIDS
  • Semua orang yang tidak mendapat vaksinasi campak morbili secara komplit.
  • Wanita hamil yang tidak pernah mendapat vaksinasi campak morbili.
  • Tinggal di daerah kamp pengungsian yang padat penduduk
  • Rakyat yang tinggal di daerah konflik, perang dan negara miskin

Proses Terjadinya Campak Morbili

Campak morbili merupakan penyakit paling menular di dunia. Jika ada 1 orang sakit campak morbili maka bisa dipastikan 90% orang disekitarnya yang tidak memiliki imunitas terhadap virus measles akan tertular.

Virus Measles disebarkan melalui penyebaran droplet respirasi saat penderita morbili batuk, bersin, meludahkan lender secret hidung serta tenggorokan atau melalui kontak langsung dengan penderita. Virus di luar tubuh akan tetap menular hingga 2 jam. Penderita morbili menularkan penyakit 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam keluar semua. Infeksi bermula dengan replikasi virus di sel epithelial trakea dan bronkus saluran pernafasan. Setelah 2 – 4 hari maka virus akan menginfeksi jaringan limfatik lokal lalu kemungkinan dibawa oleh makrofag pulmo. Terjadi viral viremia dimana virus menyebar ke berbagai organ tubuh sebelum timbul ruam di kulit.

Virus Measles memiliki kemampuan mengerikan untuk melakukan imunosupresi general. Virus menekan sistem tubuh penderita dimana terjadi penurunan produksi interleukin IL-12, penurunan respons hipersensitivitas tipe-lambat dan respons limfoproliferatif spesifik-antigen. Imunosupresi akibat virus Measles ini membuat tubuh penderita morbili rentan mengalami infeksi oportunistik dan infeksi sekunder.

Wabah morbili akan menimbulkan banyak kematian. Penyakit hadir dalam bentuk sangat berat terutama pada anak kurang gizi. Wabah morbili juga bisa menyebabkan peringatan travel warning dari negara lain sehingga sangat merugikan negara.

Tanda dan Gejala Campak Morbili

Gejala campak morbili meliputi demam tinggi, batuk pilek, nyeri menelan, mata merah berair. Gejala demam muncul 10 – 12 hari setelah terpapar oleh virus, dan menetap hingga 4 – 7 hari. Pada hari ke-3 atau ke-4 muncul ruam kemerahan di kulit. Ruam mulai muncul di daerah kepala perbatasan antara rambut dengan dahi, leher bagian atas, belakang telinga, menyebar ke wajah, tangan, kaki dan seluruh tubuh dalam 3 hari.

people_measles9 Ruam campak morbili di hari ke-3 ruam muncul (CDC)

Tanda mengalami infeksi campak terjadi peningkatan suhu bahkan bisa sangat tinggi, terlihat ruam kemerahan makulopapular pada kulit, konjungtivitis, limfadenopati. Terdapat tanda Koplik spot di orofaring sebelum muncul ruam di kulit. Pada hari ketiga lesi ruam kemerahan kemudian berubah warna kecoklatan lalu mengelupas dengan urutan sama seperti pertama kali muncul. Butuh waktu 5 – 6 hari untuk ruam memudar kemudian menghilang (rentang bisa 7 – 18 hari).

Pemeriksaan dan Diagnosis Campak Rubeola

Segera periksa ke dokter jika curiga mengalami sakit campak morbili. Penyakit campak morbili sangat menular sehingga gunakan masker, seminimal mungkin kontak dengan orang lain, tutup bersin/batuk dan jaga kebersihan. Diagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang biasanya dilakukan dengan tes serologi.

Diagnosis Banding Campak Rubeola

Banyak orang menyebut semua ruam kemerahan sebagai campak. Memang terdapat 200 jenis penyakit berbeda dengan gejala ruam kemerahan. Diagnosis banding infeksi campak morbili antara lain: campak jerman/rubella, viral exanthema, erupsi obat, scarlet fever, infeksi mononucleosis, infeksi Mycoplasma pneumonia.

Tata Laksana dan Terapi Campak Rubeola

Belum ditemukan obat antivirus spesifik untuk melenyapkan infeksi virus Measles. Terapi dilakukan dengan tindakan suportif, monitoring intensif serta pencegahan komplikasi. Komplikasi penyakit bisa fatal pada individu yang rentan.

Berikan asupan cairan secara cukup untuk mencegah dehidrasi akibat diare atau muntah. Biasanya akan ditambahkan cairan rehidrasi oral untuk mengganti cairan serta elektrolit yang hilang akibat muntah atau diare. Pastikan asupan nutrisi adekuat. Demam biasanya diberikan obat penurun panas. Antibiotik hanya diberikan jika ada infeksi bakteri (superinfeksi), contohnya pada kasus komplikasi infeksi mata atau pneumonia. Dua dosis vitamin A diberikan kepada semua anak sakit morbili untuk mempercepat penyembuhan, menurunkan angka kematian, mencegah komplikasi seperti kerusakan mata dan kebutaan.

Pasien akan dirawat di rumah sakit jika mengalami sakit campak morbili gejala berat. Penderita campak morbili meski ringan sebaiknya tetap tinggal di rumah (jika rawat jalan) hingga 4 hari pasca terjadi ruam. Tanyakan kepada dokter kapan boleh kembali beraktivitas keluar rumah. Tutup mulut serta hidung saat batuk, bersin. Dilarang meludah sembarang tempat. Rajin cuci tangan pakai sabun dibilas dengan air mengalir hingga bersih. Jangan memakai alat makan dan alat pribadi bersama. Disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh penderita morbili.

Komplikasi Campak Rubeola

Penyakit campak morbili menyebabkan banyak komplikasi mematikan pada individu rentan. Bisa terjadi komplikasi campak morbili seperti:

  1. kebutaan,
  2. radang otak (ensefalitis), 1 dari 1000 anak sakit morbili mengalami radang otak sehingga terjadi kejang serta penurunan kecerdasan (disabilitas intelektual) seumur hidup
  3. infeksi saluran nafas berat hingga radang paru-paru (pneumonia), 1 dari 20 anak sakit morbili mengalami pneumonia
  4. diare berat hingga dehidrasi, 1 dari 10 penderita mengalami diare
  5. otitis media, 1 dari 10 anak sakit morbili mengalami infeksi telinga sehingga bisa menyebabkan tuli seumur hidup
  6. kematian biasanya akibat komplikasi morbili, 1 – 2 anak sakit morbili akan mati

A deadly shadow. Morbili memang penyakit infeksi akut yang bisa sembuh. Namun efek immunosupresi virus Measles bisa menetap lebih lama. Serangan virus Measles akan menghilangkan kemampuan sel memori sistem kekebalan tubuh sehingga penderita akan rentan mengalami segala rupa penyakit infeksi selama 3 tahun (link).

Komplikasi paling sering terjadi adalah otitis media, interstitial pneumonitis, bronchopneumonia, croup akibat radang laringotrakeobronkitis, eksaserbasi tuberkulosis, encephalomyelitis, diarrhea, sinusitis, stomatitis, subclinical hepatitis, lymphadenitis, dan keratitis yang menyebabkan kebutaan. Campak morbili memang masih menjadi penyebab sering terjadinya kebutaan di negara berkembang. Komplikasi lebih jarang bisa terjadi hemorrhagic measles, purpura fulminans, hepatitis, disseminated intravascular coagulation (DIC), subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), thrombocytopenia, appendicitis, ileocolitis, pericarditis, myocarditis, acute pancreatitis, dan hipokalsemia. Transient hepatitis bisa terjadi saat infeksi akut. Penyakit campak morbili pada ibu hamil akan meningkatkan risiko terjadi persalinan premature, bayi berat lahir rendah, aborsi spontan, pneumonitis, hepatitis, subacute sclerosing panencephalitis. (link)

Pada jangka panjang bisa terjadi subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) sebuah penyakit degenerasi sistem saraf pusat. Virus measles akan menimbulkan infeksi persisten pada sistem saraf pusat, tetap merusak sel-sel saraf pusat meski seorang anak telah sembuh. Proses SSPE sekitar 7 – 10 tahun dimana terjadi kemunduran fungsi otak secara perlahan hingga anak meninggal. Pada tahun 1989 – 1991 terdapat 4 sampai 11 anak mengalami SSPE dari 100.000 anak sakit morbili  di Amerika Serikat.

Tips Kiat Mencegah Campak Morbili

Pencegahan campak morbili dengan vaksinasi campak measles. Vaksinasi campak morbili setidaknya diberikan 2 dosis supaya efektif mencegah penyakit campak morbili. Vaksinasi measles tersedia sejak tahun 1963. Sejak tahun 1981 terjadi penurunan angka penderita campak morbili hingga 80% di Amerika Serikat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Vaksin campak telah digunakan selama 50 tahun hingga berhasil mencegah kematian 21,1 juta jiwa akibat komplikasi infeksi campak morbili. Angka kematian menurun 80% dari tahun 2000 hingga 2017 dari seluruh dunia.

Pemberian vaksin campak morbili bisa bersamaan dengan vaksin campak rubella (MR), vaksin measles, gondongan mumps serta rubella (MMR) atau vaksin measles mumps, rubella and varicella (MMRV). Vaksin ini terjangkau, aman dan efektif. Selama tidak ada kontraindikasi medis sebaiknya lengkapi vaksinasi. Konsultasikan pemberian vaksin lebih lanjut bersama dokter berkompeten. Pemberian vaksin measles satu kali menurunkan risiko penyakit hingga 93%, pemberian vaksin measles dua kali menurunkan risiko penyakit morbili hingga 97%. Memang vaksin measles tidak mampu 100% mencegah infeksi. Namun upaya pemberian vaksin akan membuat gejala sakit lebih ringan, lebih cepat sembuh dan lebih terlindungi dari komplikasi mematikan. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.