Kesehatan Umum

Malaria

MALARIA

Pengertian Malaria

Malaria merupakan penyakit akibat parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penderita mengalami demam, menggigil dan gejala menyerupai sakit flu. Pada tahun 2016 diperkirakan terdapat sekitar 216 juta kasus malaria dengan 445.000 kasus kematian, sebagian besar di Afrika.

Indonesia merupakan negara endemis malaria. Lebih dari separuh rakyat Indonesia hidup di daerah endemis malaria. Malaria vivax banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sementara di pulau lainnya Plasmodium vivax dan Plasmodium falcifarum sama banyaknya (link). Pada tahun 2007 terjadi kasus klinis malaria sekitar 1.774.845, pada 2008 – 1.624.930 dan pada 2009 berkurang 1.462.437. Diagnosis klinis dilakukan dengan anamnesis serta pemeriksaan gejala dikonfirmasi pemeriksaan apusan darah tepi.

Sejarah panjang malaria sebagai penyakit manusia sudah dicatat sejak tahun 1700 SM melalui literatur kuno di China dan tahun 1570 SM dalam Ebers Papyrus dari Mesir. Baru pada tahun 1880 Charles Louis Alphonse Laveran dapat membuktikan bahwa malaria disebabkan oleh sejenis parasit di sel darah merah. Ronald Ross membuktikan siklus hidup Plasmodium. Obat malaria baru disintesa pertama kalinya pada tahun 1924 (primakuin). Plasmodium ini unik sehingga sulit ditemukan vaksin pencegahnya. Eradikasi malaria menemukan banyak tantangan seperti susahnya mengendalikan populasi nyamuk Anopheles juga telah terjadi resistensi pengobatan.

Penyebab Malaria

Malaria merupakan penyakit infeksi akibat protozoa dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan vektor, yaitu nyamuk Anopheles betina. Nyamuk Anopheles betina menghisap darah manusia untuk bertelur. Nyamuk aktif di pagi hari dan malam hari (18.00 – 06.00). Nyamuk Anopheles mampu berkembang biak dalam berbagai habitat berbeda seperti di sawah, saluran irigasi, bahkan sekedar genangan air di jalanan.

Nyamuk Anopheles

Gambar nyamuk Anopheles stephensi, photo credit James Gathany, sumber gambar CDC

Terdapat lebih dari 100 spesies Plasmodium yang bisa menginfeksi hewan seperti reptil, burung dan mamalia.

1545061756056

Ada 4 spesies Plasmodium penyebab malaria pada manusia. Ada satu lagi Plasmodium penyebab malaria pada monyet macaque yang bisa menyebabkan infeksi zoonosis pada manusia.

malaria

Sumber gambar: CDC

Plasmodium penyebab malaria pada manusia:

  • Plasmodium falciparum, ditemukandi daerah beriklim tropis dan subtropis seluruh dunia, terutama di Afrika. P. falciparum mampu menyebabkan kasus malaria berat karena berkembang biak secara cepat di dalam sehingga menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah sangat besar (anemia). Parasit juga bisa menyebabkan gumpalan sehingga menyumbat kapiler kecil. Jika terjadi dalam organ otak akan menyebabkan cerebral malaria, sebuah komplikasi sangat fatal dari infeksi Plasmodium.
  • Plasmodium vivax, ditemukan di Asia, Amerika Latin, dan beberapa tempat di Afrika. Kepadatan populasi di Asia mempengaruhi prevalensi infeksi parasit ini di Asia. P. vivax (juga P. ovale) punya stadium dorman di hati (“hypnozoites”) yang bisa teraktivasi mengakibatkan kekambuhan penyakit meski telah berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.
  • Plasmodium ovale paling sering ditemukan di Afrika (terutama Afrika Barat) dan kepulauan Pasifik barat. Parasit ini bentuk dan sifatnya menyerupai P. vivax. Bedanya dari P. vivax, bisa menginfeksi orang dengan golongan darah Duffy negatif, sehingga sering ditemukan di sub-Sahara Afrika.
  • Plasmodium malariae, ditemukan di seluruh dunia. P. malariae merupakan satu-satunya parasit malaria yang memiliki siklus quartana (tiga hari). (spesies lainnya memiliki siklus tertiana, siklus dua hari). Jika tidak diobati, P. malariae menyebabkan infeksi kronis seumur hidup. Pada penderita infeksi kronis bisa terjadi kerusakan ginjal akibat sindroma nefrotik.
  • Plasmodium knowlesi ditemukan di Asia Tenggara. Infeksi secara alami pada monyet macaque. P. knowlesi memiliki siklus replikasi hanya 24 jam yang bisa memburuk dari gejala ringan hingga infeksi berat dengan komplikasi fatal.

Proses Terjadinya Penyakit Malaria

Proses terjadinya penyakit malaria melibatkan siklus infeksi pada manusia dan nyamuk Anopheles betina. Bedanya dengan di tubuh manusia, malaria tidak menimbulkan gejala penyakit di tubuh nyamuk.

Di dalam tubuh manusia parasit tumbuh dan berkembang biak di sel-sel hati dan kemudian sel darah merah. Parasit tumbuh dalam sel darah merah kemudian menghancurkannya saat melepas anakan merozoit. Parasit yang lepas keluar kemudian menyerang sel darah merah baru, memulai siklus akan berulang kembali. Proses saat parasit keluar dari sel darah merah untuk menyerang sel baru ini akan menimbulkan gejala penyakit malaria.

Gametosit yang lepas dari sel darah akan beredar di pembuluh darah. Jika saat ini dihisap oleh nyamuk maka gametosit akan masuk ke dalam usus nyamuk. Di usus nyamuk, gametosit jantan dan betina akan kawin lalu berkembang biak. Setelah 10 – 18 hari akan terbentuk sporozoit yang bermigrasi ke kelenjar ludah nyamuk. Jika nyamuk menghisap darah manusia maka sporozoit akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit akan menuju ke hati kemudian memulai siklus kehidupan barunya.

Siklus hidup parasit Plasmodium dalam tubuh manusia dan nyamuk Anopheles betina. Sumber gambar CDC

Faktor Risiko Malaria

Malaria memang ditularkan utamanya melalui gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung sporozoit. Malaria tidak ditularkan secara langsung dari orang ke orang seperti penyakit batuk pilek, juga tidak menular melalui hubungan seksual. Namun, malaria juga bisa ditularkan melalui transfusi darah, donor organ dan pemakaian jarum suntik bersama. Malaria juga bisa ditularkan dari ibu ke janin dalam rahimnya sehingga terjadi kongenital malaria.

Semua orang bisa mengalami malaria jika tergigit oleh nyamuk Anopheles. Orang berisiko tinggi sakit malaria saat tinggal di negara endemis. Faktor risiko:

  1. Pernah sakit malaria sebelumnya
  2. Tinggal 1 – 4 minggu di daerah endemis malaria
  3. Mendapat transfusi darah
  4. Lahir dari ibu penderita malaria

Tanda dan Gejala Malaria

Gejala malaria demam hilang timbul, saat demam hilang tubuh menggigil, berkeringat. Dapat disertai sakit kepala, nyeri otot dan persendian. Bisa juga timbul sakit perut, nafsu makan menurun, mual, muntah, diare. Trias gejala malaria: suhu tubuh panas, menggigil, berkeringat. Siklus gejala sesuai dengan jenis Plasmodium penyebab malaria.

Tanda saat fase demam: suhu meningkat bisa hingga 40 ℃, kulit terlihat memerah, teraba panas, kering. Pasien tampak memucat, nadi teraba cepat, pernafasan cepat.

Tanda saat fase dingin: kulit teraba dingin dan berkeringat, nadi teraba cepat dan lemah, bisa ditemukan penurunan kesadaran. 

Konjungtiva mata anemis, sklera ikterik, bibir sianosis. Hati teraba membesar (hepatomegali) dan limpa juga teraba besar (slenomegali), dapat ditemukan asites. Bisa terjadi gangguan ginjal dengan kencing sedikit (oligouria) hingga anuria, warna urin coklat kehitaman. Ditemukan kaku kuduk pada malaria cerebral. Bisa terjadi akral dingin sebagai tanda syok.

Pemeriksaan dan Diagnosis Malaria

Segera periksa ke dokter jika dicurigai sakit malaria. Penyakit ini sangat berbahaya apabila tidak diobati. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang memakai apusan darah tepi dan rapid diagnosis test (RDT). Diagnosis malaria ditegakkan jika terdapat gejala trias malaria, pemeriksaan fisik mendukung dan pemeriksaan penunjang ditemukan Plasmodium pada apusan darah tepi.

Diagnosis Banding Malaria

Gejala awal malaria memang bisa terlihat tidak spesifik menyerupai infeksi virus lainnya, demam tifoid, demam berdarah dengue, leptospirosis.

Tata Laksana dan Pengobatan Malaria

Penderita malaria harus segera diobati memakai obat anti-malaria secepatnya jadi segera periksa ke dokter saat sakit. Malaria bisa disembuhkan jika tepat diobati. Jika tidak diobati akan menjadi penyakit kronis atau kondisi makin memburuk timbul komplikasi berbahaya. 

Pemilihan obat anti-malaria akan menyesuaikan dengan tipe Plasmodium yang ditemukan, asal daerah tempat mendapat infeksi, umur, status kehamilan, serta keparahan penyakit saat terdiagnosis. Dokter telah memiliki prosedur terapi standard untuk pengobatan malaria. Pengobatan malaria saat ini banyak tantangannya sebab mulai muncul resistensi pengobatan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk kooperatif meminum obat sesuai petunjuk dokter supaya penyakit ini hilang dari tubuh.

Perawatan secara umum sesuai kondisi klinis pasien. Jika pasien kondisi klinisnya masih baik maka istirahat tirah baring/bed rest. Perhatikan asupan cairan jangan kekurangan namun juga tidak berlebihan. Makan bergizi, cukup kalori, porsi kecil diberikan dengan frekuensi sering. Bantu jaga kebersihan, monitoring pasien dilakukan dengan ketat. Pada kondisi berat akan dilakukan perawatan intensif. Terapi suportif akan disesuaikan dengan kondisi klinis pasien. Keluarga harus bantu mengawasi proses pengobatan hingga pasien benar-benar sembuh.

Komplikasi Malaria

Malaria yang tidak diobati secara adekuat bisa berkembang pesat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti:

  1. Cerebral malaria
  2. Anemia berat
  3. Gagal ginjal akut
  4. Edema paru atau acute respiratory distress syndrome
  5. Hipoglikemia
  6. Gagal sirkulasi atau syok
  7. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, saluran cerna, hingga bisa disertai kondisi gangguan koagulasi intravaskular
  8. Asidosis atau asidemia
  9. Kejang berulang
  10. Makroskopik hemoglobinuria

Tips Kiat Mencegah Penyakit Malaria

Malaria merupakan penyakit berbahaya yang belum juga bisa dieradikasi sejak dahulu kala. Lakukan pencegahan supaya tidak sakit. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk sehingga tindakan pencegahan terbaik tentu supaya tidak digigit nyamuk.

Berikut ini yang disarankan:

  • Tidur dibawah kelambu yang telah dicelup pestisida anti-nyamuk Anopheles
  • Pakai obat nyamuk dan oleskan obat anti-nyamuk
  • Pakai baju panjang yang longgar juga berkaos kaki
  • Hindari aktivitas di luar rumah pada malam hari
  • Jika bisa, hindari travelling ke daerah endemis
  • Lakukan periksa konsultasi bersama dokter untuk mendiskusikan pengobatan kemoprofilaksis anti-malaria jika hendak pergi ke daerah endemis

Pastikan pengobatan malaria dijalankan hingga tuntas untuk mencegah kekambuhan di masa mendatang dan mencegah penularan ke lingkungan sekitar. Nyamuk Anopheles yang menggigit penderita malaria akan membawa parasit di tubuhnya kemudian menularkan pada orang sehat di lingkungan sekitar.

Pada tahun 1950-an dimulai program eradikasi malaria namun gagal. Malaria berhasil di eliminasi di negara-negara maju beriklim sedang. Namun penyakit ini masih menjadi beban masalah kesehatan di banyak negara. Malaria belum berhasil dieliminasi pada banyak negara miskin dan berkembang di wilayah tropis dan subtropis. Vaksin malaria masih terus dalam tahapan pengembangan. Untuk saat ini tindakan pencegahan dan pengobatan tepat adekuat diharapkan mampu menekan angka kesakitan juga mengurangi angka kematian akibat penyakit malaria.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.