Kesehatan Umum

Cacar Air Varicella

VARICELLA

Pengertian Penyakit Cacar Air Varicella

Cacar air/chickenpox merupakan penyakit akibat infeksi primer virus varicella zoster. Penyakit cacar air varicella sangat menular. Penyakit cacar air varicella dianggap umum sebagai penyakit masa kanak-kanak. Sebanyak 90% kasus terjadi pada anak-anak, dimana 60% kasus pada umur 5 – 9 tahun. Namun cacar air bisa dialami oleh semua orang, serta menimbulkan gejala lebih berat pada dewasa.

Pada abad ke-19 penyakit cacar air  chickenpox (varicella) sukar dibedakan dengan penyakit cacar smallpox (variola) hingga tahun 1800. Justru penyakit herpes zoster yang lebih dulu tercatat dalam sejarah masa lalu. Herpes berasal dari bahasa Yunani kuno digunakan pertama kali oleh Hippocrates. Celcus, seorang encyclopedist di Masa Romawi memakai istilah herpes zoster pertama kalinya. Rhazes, seorang ilmuwan dari masa Persia menjelaskan penyakit varicella untuk pertama kalinya dan kemudian oleh Richard Morton (1637-1698) digunakan istilah chickenpox. Baru pada tahun 1888 diketahui ada hubungan antara infeksi varicella dengan herpes zoster (link link).

Pada tahun 1980-an baru berhasil diciptakan aciclovir. Pada tahun 1995 baru digunakan vaksin varicella secara luas di Amerika Serikat.

Penyebab Penyakit Cacar Air Varicella

Penyebab penyakit cacar air adalah Virus Varicella-Zoster (VZV). VZV merupakan grup virus Herpes dari subfamili Alphaherpesviridae. Merupakan DNA virus. VZV bisa menimbulkan infeksi laten di ganglia sistem persarafan pusat (dorsal root atau extra medullary cranial ganglia).

Proses Terjadinya Penyakit Cacar Air Varicella

Varicella sangat menular dimana angka penularan pada individu yang rentan bisa mencapai 90% saat terjadi kontak dengan penderita, artinya 9 dari 10 orang akan tertular sakit cacar air (link). Proses penularan langsung bisa melalui droplet respirasi, aerosol, kontak langsung cairan vesikel atau secara tidak langsung melalui memegang tanah/benda yang terkontaminasi cairan vesikel segar mengandung virus.

Inhalasi udara tercemar respiratory droplets menyebabkan VZV masuk ke saluran pernafasan. Virus akan menginfeksi konjungtiva atau mukosa di saluran pernafasan atas. Proliferasi virus terjadi di nodus limfatikus regional saluran pernafasan atas 2 – 4 hari setelah infeksi awal. Kemudian diikuti viremia primer hari 4 – 6 pasca infeksi. Proliferasi virus sekunder terjadi di organ dalam pada tubuh, terutama di hati dan limpa. Diikuti viremie sekunder 14 – 16 hari pasca infeksi. Virus kemudian menyerang sel-sel endotel pembuluh darah dan epidermis kulit. Terjadi edema interceluler dan intraseluler membentuk vesikel khas “tear drops on a red base atau dew drop on rose petal” (link).

Varicella menular bahkan sejak sebelum ruam vesikel muncul. Masa inkubasi 14 – 16 hari (rentang 10 – 21 hari). Jika kondisi mengalami gangguan sistem imunitas atau baru saja mendapat varicella zoster immune globulin (VZIG) maka inkubasi bisa memanjang. Inkubasi bisa 28 hari setelah pemberian VZIG.

Tanda dan Gejala Penyakit Cacar Air Varicella

cacar air varicella chickenpox1 

Bintik ruam merah papul eritematosa biasanya menjadi gejala awal cacar air varicella (NHS)

cacar air varicella chickenpox2 

Mulai terisi cairan pada lepuhan vesikel di kulit (NHS

cacar air varicella chickenpox3

Lepuhan vesikel mulai keruh kemudian menjadi krusta (NHS)

Gejala sakit awal belum spesifik seperti demam, lelah, kehilangan nafsu makan dan nyeri kepala. Gejala ini bisa muncul 1 – 2 hari sebelum muncul ruam kemerahan di kulit. Mulai muncul ruam kemerahan dengan vesikel berisi cairan di perut, punggung dan wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Infeksi virus varicella menyebabkan munculnya 250 hingga 500 ruam kemerahan dengan vesikel sangat gatal di kulit. Ruam bisa muncul dalam mulut, di area genital, juga kelopak mata. Cairan awalnya bening kemudian jadi keruh lalu kering terbentuk krusta. Ruam ini sangat gatal sekali. Jika digaruk kemudian pecah, maka cairan akan makin membuat ruam menyebar lebih banyak.

Masa sakit sekitar 5 – 7 hari namun butuh waktu sekitar 1 minggu untuk vesikel menjadi krusta. Penderita cacar air menularkan visus penyebab penyakit sejak 1 – 2 hari sebelum ruam muncul hingga 5-7 hari saat sudah kering terbentuk krusta. Cacar air biasanya hanya sekali seumur hidup, namun pada beberapa kasus bisa lebih dari sekali. Virus akan menimbulkan infeksi laten kemudian keluar sebagai penyakit herpes zoster.

Pemeriksaan dan Diagnosis Penyakit Cacar Air Varicella

Diagnosis klinis biasanya ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Bila diperlukan pada kondisis khusus dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk menemukan sel Tzank yaitu sel datia berinti banyak, pemeriksaan histologis, pemeriksaan serologis, atau kultur cairan vesikel.

Diagnosis Banding Penyakit Cacar Air Varicella

Diagnosis banding varicella meliputi variola (saat ini variola sudah berhasil tereradikasi), herpes simpleks diseminata, coxsackievirus, rickettsialpox, impetigo, dermatitis herpetiformis, eritema multiformis, sifilis, drugs eruption, viral exanthema, atypical herpes zoster.

Tata Laksana dan Terapi Penyakit Cacar Air Varicella

Pemberian obat utamanya terapi suportif sesuai gejala klinis. Pemberian obat antigatal yang sejuk berbentuk krim, lotion atau gel akan membantu meredakan gatal di kulit. Keluhan demam, tidak enak badan dan sakit kepala biasanya dokter meresepkan parasetamol selama tidak ada riwayat alergi obat. Jangan gunakan aspirin sebab bisa menyebabkan Reye syndrome fatal pada anak. Hindari juga ibuprofen (link). 

Dokter akan memberikan obat antivirus kepada pasien yang berpotensi muncul gejala penyakit cacar air berat. Pemberian antivirus efektif jika dalam 24 jam pertama setelah lesi timbul, jadi segera periksa ke dokter jika curiga sakit cacar air. Pemberian antibiotik hanya diberikan dengan resep dokter jika ada infeksi bakteri sekunder. Pemberian varicella zoster immune globulin (VZIG) dilakukan pada kelompok tertentu yang sangat rentan mengalami infeksi cacar air dengan gejala lebih berbahaya.

Pada anak-anak sehat tanpa kelemahan sistem imunitas tubuh, biasanya varicella bisa sembuh sendiri dan jarang menimbulkan komplikasi. Jaga kebersihan tubuh. Hindari gesekan pada kulit supaya vesikel tidak pecah. Istirahat di rumah dan hindari bertemu banyak orang supaya mencegah penularan lebih lanjut. Minum air untuk mencukupi kebutuhan asupan cairan supaya mencegah dehidrasi. Makan bergizi, tinggi kalori, tinggi protein. Terkadang tenggorokan nyeri telan sehingga pilih menu yang mudah dimakan. Penyakit ini menyebabkan kulit sangat gatal, terlebih saat berkeringat. Jika penderita nyaman untuk mandi, maka boleh mandi namun pastikan berhati-hati jangan sampai vesikel pecah. Potong rapih kuku dan jangan garuk. Gunakan baju longgar. Bila perlu gunakan juga kaus tangan supaya vesikel tidak digaruk, terutama saat tidur di malam hari. (link)

Komplikasi Penyakit Cacar Air Varicella

Beberapa orang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi cacar air berat, yaitu: bayi, remaja, orang dewasa, wanita hamil, orang dengan kelemahan sistem kekebalan tubuh (penderita AIDS, kanker, penerima cangkok organ, sedang menjalani kemoterapi atau pengobatan tertentu).

Risiko komplikasi penyakit cacar air varicella berat seperti:

  • pneumonia,
  • ensefalitis, cerebellar ataxia
  • hepatitis
  • infeksi sekunder Streptokokus grup A
  • gangguan perdarahan
  • sepsis akibat infeksi menyebar ke seluruh aliran darah
  • dehidrasi
  • infeksi kongenital pada janin dari ibu yang mengalami cacar air

Gejala penyakit pada orang dewasa akan jauh lebih berat. Bahkan ada orang dewasa sehat jadi meninggal setelah tertular cacar air varicella dari anak-anak.

Tips Kiat Mencegah Penyakit Cacar Air Varicella

Penyakit cacar air varicella bisa dicegah dengan vaksinasi varicella. Pemberian vaksin varicella memang tidak mencegah 100% namun gejala bisa lebih ringan. Pemberian vaksinasi menciptakan herd immunity. Cacar air varicella di tahun 90-an endemis di Amerika Serikat dengan jumlah kasus 150,000 – 200,000 per tahun. Setelah program vaksinasi varicella di tahun 1995 angka kejadian penyakit cacar air menurun hingga 90%. Konsultasikan tentang pemberian vaksin varicella secara langsung bersama dokter. Pemberian varicella zoster immune globulin (VZIG) dilakukan pada kelompok tertentu yang sangat rentan.

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.