Kesehatan Kulit

Jerawat

JERAWAT

Pengertian Jerawat

Jerawat merupakan gangguan kesehatan pada kelenjar minyak dan folikel rambut di kulit. Permasalahan kulit yang sering terjadi. Secara umum terdapat tipe non-peradangan dan disertai peradangan. Komedo tipe tertutup (komedo putih) dan terbuka (komedo hitam) merupakan tipe non-peradangan. Papul, pustul dan nodul merupakan jerawat tipe yang disertai peradangan. Keparahan gejala bervariasi pada masing-masing orang.

Jerawat paling sering terjadi yaitu acne vulgaris. Semua orang bisa berjerawat, 80% penderita berumur 11 – 30 tahun. Namun jerawat tetap bisa muncul pada orang berumur 40-an, 50-an dan bahkan 60-an.

Acne vulgaris sering ditemukan pada area kulit dengan banyak kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Jerawat bisa ditemukan pada:

  • wajah: dialami pada hampir semua penderita jerawat
  • punggung: dialami pada separuh penderita jerawat
  • dada: dialami pada 15% penderita jerawat

Penyebab Jerawat

Proses terjadinya acne vulgaris dipengaruhi banyak faktor. Penyebab utama belum diketahui, namun kecenderungan berjerawat dipercaya terdapat pengaruh genetik. Jerawat terjadi akibat pori-pori kulit tertutup. Pori ini tempat keluar produk sebum dari kelenjar minyak ke permukaan kulit. Penutupan pori diawali dengan sel-sel kulit mati. Normalnya sel kulit mati akan naik keluar pori kemudian dibuang oleh tubuh. Namun saat tubuh memproduksi sebum (minyak) berlebih, sel-sel kulit mati jadi menumpuk nempel bersama di dalam pori.

Bakteri Cutibacterium acnes (dulu disebut P. acnes) yang biasanya hidup di kulit bisa masuk dalam pori-pori yang tersumbat. Bakteri mendapat lingkungan sesuai untuk tumbuh-berkembang sehingga terjadi peradangan. Area yang terdampak peradangan lebih merah dan bengkak. Jika peradangan sampai bagian lebih dalam dari kulit akan muncul nodule atau kista.

Terjadi interaksi antara 4 faktor berikut:

  1. Pelepasan mediator inflamasi dalam kulit
  2. Penebalan hiperkeratinisasi folikuler sehingga menutup lubang pori pada folikel
  3. Kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes di folikel
  4. Produksi minyak berlebih

Ras tertentu juga bisa lebih rentan berjerawat atau memiliki bekas jerawat (hiperpigmentation post inflammation) . Zat dalam kosmetik dan produk perawatan rambut bisa turut memperparah jerawat. Pemakaian obat tertentu, paparan sinar matahari berlebihan, perubahan hormonal dan benda yang menempel pada kulit bisa meningkatkan risiko jerawat. Kehamilan, polycystic ovarian syndrome dan congenital adrenal hyperplasia juga bisa memicu breakout jadi makin berjerawat. Stres, kulit kotor dan makanan ternyata tidak berpengaruh pada risiko berjerawat di kelompok orang tertentu. 

Kondisi ini memperparah jerawat pada orang yang sudah berjerawat:

  • Tekanan mekanik pada kulit, bisa akibat: helm, ikat kepala, tas punggung, shoulder pad, bra berkawat, dll.
  • Menggosok kulit (hard scrubbing).
  • Memencet komedo dan jerawat.
  • Kelembaban tinggi dan polusi akan memperparah jerawat. 
  • Stres 

Tanda dan Gejala Jerawat

Tanda jerawat ada banyak. Terdapat 6 tipe bentuk tanda jerawat, yaitu:

  • Komedo hitam (blackhead) merupakan bintik hitam di permukaan kulit. Warna hitam ini terbentuk bukan karena kotoran namun karena pembatas bagian dalam dari folikel rambut memproduksi pigmentasi (warna) hitam.
  • Komedo putih (whitehead) merupakan bintik putih di permukaan kulit, lebih keras dan tidak bisa dikeluarkan isinya saat dipencet
  • Papula merupakan benjolan kecil yang terasa sakit atau nyeri
  • Pustula merupakan benjolan kecil yang punya puncak putih ditengahnya karena terbentuk nanah. Pustula ini yang biasanya orang sebut sebagai jerawat.
  • Nodul merupakan benjolan teraba keras yang terbentuk dibawah kulit serta terasa sakit
  • Kista merupakan bentuk jerawat paling parah, benjolan besar berisi nanah yang terbentuk di bawah permukaan kulit, menyerupai bisul.

Jerawat tidak hanya muncul di wajah. Jerawat juga bisa muncul di punggung, dada, leher, bahu, lengan atas, bokong. Gejala jerawat biasanya terdapat bintik-bintik dengan berbagai tipe yang bisa terasa nyeri. Tapi jerawat juga bisa disertai gejala meliputi depresi, minder, bintik hitam hingga kerusakan kulit akibat bekas jerawat. Jerawat bisa menjadi salah satu tanda penyakit sistemik lain sehingga tanda dan keluhan gejala juga bisa beragam sesuai penyebab penyakitnya.

Baca juga: 10 Mitos Jerawat

Acne---infographic_sm Sumber foto AAD

Diagnosis Jerawat

Diagnosis jerawat biasanya dengan pemeriksaan klinis. Dokter spesialis kulit akan memeriksa kondisi kulit untuk memastikan diagnosis jerawat.  Diagnosis akan meliputi:

  1. Derajat keparahan jerawat
  2. Tipe jerawat yang muncul di kulit

Jika dokter mencurigai terdapat penyakit lain maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Pada kondisi jerawat gejala sangat berat yang tidak membaik dengan pengobatan maka dipertimbangkan pemeriksaan kultur.

Diagnosis Banding Jerawat

Banyak penyakit menyerupai jerawat, contohnya: acne conglobata, acne fulminans, acne keloidalis nuchae, acneiform eruption, manifestasi dermatologi tuberous sclerosis, folliculitis, perioral dermatitis, rosacea, sebaceous hyperplasia, syringoma, hidradenitis supurativa

Pengobatan Jerawat

Saat ini sudah banyak sediaan krim, lotion dan gel sebagai pilihan obat jerawat. Pada kondisi berat akan diresepkan antibiotik. Prinsip pengobatan jerawat:

  1. Menyembuhkan jerawat yang sudah muncul
  2. Mencegah pembentukan jerawat baru
  3. Mencegah bekas jerawat yang merusak kulit

Saat ini sudah tersedia banyak pengobatan yang efektif untuk mengatasi jerawat. Memang setiap pengobatan jerawat bisa berbeda-beda. Tidak semua orang cocok pada satu obat, namun setiap kondisi jerawat bisa dikontrol jika diobati dengan benar. Jerawat ringan biasanya berupa komedo, papul dan pustula kecil. Bisa coba megontrol jerawat ringan dengan membeli produk perawatan di apotek. Produk yang mengandung benzoyl peroxide atau asam salisilat bantu membersihkan kulit. Tanyakan pada apoteker Anda saat membeli produk.

Tenaga kesehatan ahli yang bisa membantu:

  • Apoteker untuk konsultasi pengobatan memakai produk sediaan yang bisa dibeli bebas di apotek pada kasus jerawat ringan
  • Dokter spesialis penyakit kulit (Sp.KK)
  • Dokter spesialis penyakit dalam: merawat orang dewasa yang mengalami gangguan jerawat akibat penyakit tertentu 
  • Dokter spesialis anak: merawat orang anak yang mengalami gangguan jerawat akibat penyakit tertentu

Jangan bayangkan jerawat akan langsung hilang dalam semalam seperti iklan-iklan produk di TV. Perawatan mandiri di rumah butuh waktu 4 – 8 minggu hingga terjadi perbaikan gejala. Setelah jerawat sembuh sebaiknya tetap teruskan perawatan untuk mencegah breakout berulang.

Sebaiknya periksa ke dokter spesialis kulit jika jerawat ada banyak, terdapat kista juga nodul serta pustul, atau perawatan mandiri tidak manjur. Dokter akan bantu untuk membersihkan kulit dari jerawat yang mengganggu. Dokter biasanya akan memberikan:

  • Obat oles: Sebagian besar obat jerawat dioleskan ada kulit. Beberapa jenis kandungan obat akan membunuh bakteri berbahaya penyebab jerawat. Obat yang lain bekerja mengurangi produksi minyak, mengangkat sel kulit mati dan meregenerasi kulit. Zat yang digunakan bisa mengandung retinoid, benzoil peroxide, antibiotik atau asam salisilat dengan kekuatan yang disesuaikan kondisi kulit.
  • Obat minum: pada kondisi jerawat yang membengkak, meradang dan sangat banyak di tubuh akan diresepkan obat minum. Obat akan dipilih sesuai kondisi pasien. Contoh obat yang digunakan: antibiotik, isotretinoin (obat jerawat kuat yang manjur mengendalikan semua jenis jerawat), pil KB jenis tertentu atau obat lain untuk mengendalikan hormon (jika jerawat terkait hormon, biasanya manjur untuk membersihkan kulit wanita)

Prosedur pengobatan untuk mengendalikan jerawat:

  1. Laser dan terapi penyinaran lainnya: terapi ini bertujuan untuk mengurangi koloni bakteri penyebab jerawat.
  2. Chemical peeling: terapi ini digunakan untuk mengatasi komedo hitam dan papul. Terapi bertujuan untuk mengangkat kulit mati serta regenerasi kulit baru. Dokter memakai beberapa obat seperti asam salisilat, asam glikoat atau asam retinoat dengan kekuatan tertentu untuk peeling.
  3. Prosedur ekstraksi dan drainase untuk mengatasi kista jerawat. Prosedur ini bermanfaat untuk jerawat bandel yang tidak manjur hanya dengan pemakaian obat, mengurangi nyeri juga supaya jerawat lebih tidak berbekas.
  4. Pada kondisi jerawat sangat parah yang harus segera diatasi secepatnya maka dokter akan memberikan suntikan khusus.
  5. Ekstraksi komedo memakai alat khusus sehingga komedo bisa diangkat.

Menunggu waktu menyembuhkan jerawat sangat membuat frustasi pada sebagian kondisi. Jerawat bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan diri, anxietas, depresi juga membuat kulit rusak akibat scar bekas jerawat. Perawatan kulit dengan benar, termasuk segera mengobati jerawat diharapkan mencegah komplikasi. Perawatan kulit lebih lanjut akan mencegah munculnya breakout. Tanyakan pada dokter terkait prosedur pengobatan yang akan dijalani.

Komplikasi Jerawat

Jerawat tidak remeh. Ternyata jerawat parah yang tidak diobati bisa menimbulkan efek buruk psikososial dan fisik jangka panjang. Jerawat bisa menimbulkan gangguan rasa percaya diri, depresi dan anxietas. Jerawat juga bisa menyebabkan kerusakan kulit yang sukar diperbaiki akibat scar permanen.

Tips Kiat Mengatasi Jerawat

Jika kulitmu berjerawat:

  • Bersihkan kulit dengan lembut. Gunakan pembersih kulit berformula lembut di pagi, sebelum tidur dan setelah olahraga. Gunakan ujung-ujung jari untuk mengusap cleanser secara lembut. Basuh memakai tangan dengan air hangat sebab air yang sangat panas atau sebaliknya dingin juga bisa memperparah jerawat. Hindari pakai spons, waslap atau lainnya sebab berisiko iritasi kulit. Menggosok scrubbing tidak akan menyembuhkan jerawat, justru akan makin memperparah kondisi jerawat.
  • Jangan sering menyentuh kulit. Jerawat yang sering dipegang, dipencet, dicubit atau dicukil bisa menyebabkan bekas hitam atau bekas scar di kulit. Biarkan kulit sembuh dengan alami dengan bantuan produk perawatan yang tepat.
  • Jika mau mencukur rambut maka lakukan dengan hati-hati. Pilih alat pencukur dengan pisau cukur tajam. Lembutkan dulu jenggot/rambut memakai sabun juga air sebelum mengoleskan krim pencukur supaya rambut lebih mudah dicukur. Cukur dengan ringan perlahan, dan lakukan pencukuran hanya jika butuh.
  • Hindari sinar matahari berlebih sebab obat jerawat menyebabkan kulit lebih sensitif sehingga rentan luka sengatan sinar matahari (sunburn).   
  • Pilih make up dan produk perawatan kulit yang bebas minyak, non-comedogenic, non-acnegenic, yang tidak menyumbat pori kulit. Kadang sudah memilih produk demikian pun tetap saja bisa berisiko berjerawat bagi beberapa orang. Semakin rata coverage make up seringnya akan makin rentan menutup pori-pori kulit sehingga hati-hati jika terjadi breakout.
  • Gunakan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit. Hindari produk berisiko iritasi kulit baik astringent, toner, exfoliant, dll. Kulit kering akan memperparah kondisi jerawat. 
  • Cuci rambut dengan sampo secara teratur. Jika rambut jenis berminyak parah sebaiknya cuci rambut sekali sehari, pilih sampo berformula lembut. Ganti sprei, sarung bantal, handuk secara rutin. Sprei, sarung bantal dan sarung guling sebaiknya rutin diganti setidaknya setiap satu minggu sekali.
  • Lakukan pengobatan jerawat dengan sabar dibawah pengawasan dokter berkompeten.

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.