Kesehatan Umum

Demam Berdarah Dengue

DEMAM BERDARAH DENGUE

Pengertian Demam Berdarah Dengue

Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Penyakit DBD bisa menyebabkan kondisi syok perdarahan yang mengancam nyawa. DBD banyak ditemui di daerah beriklim tropis dan subtropis, terutama area urban serta sub-urban. Peningkatan kasus secara lokal dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, dan urbanisasi cepat tak terencana. KLB biasanya meningkat di musim penghujan.

Angka kejadian infeksi Dengue makin meningkat secara dramatis. Perkiraan terjadi 390 juta infeksi Dengue setiap tahun, dimana 96 juta kasus menimbulkan gejala klinis. Perkiraan lain menyebutkan prevalensi penyakit Dengue sekitar 3,9 milyar kasus di 128 negara. Dengan pemberian terapi adekuat secara tepat bisa menurunkan angka kematian dari 20% jadi hanya dibawah 1%. Banyak negara endemis virus Dengue. Indonesia sendiri pada tahun 2013 terdapat 103.649 kasus dengan 754 kematian akibat infeksi Dengue. Indonesia merupakan negara dengan kasus infeksi Dengue tertinggi di Asia Tenggara. Kejadian meningkat di bulan Januari saat curah hujan tinggi.

Penyebab Demam Berdarah Dengue

Penyebab penyakit DBD adalah infeksi virus Dengue. Terdapat 4 serotipe virus Dengue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Infeksi virus Dengue ditularkan akibat gigitan nyamuk betina jenis Aedes aegypti, dan yang lebih jarang nyamuk Aedes albopictus. Infeksi satu serotype virus Dengue akan menyebabkan imunitas seumur hidup namun hanya menimbulkan imunitas silang sementara terhadap serotype lainnya. Infeksi pada individu sama oleh serotype virus Dengue yang berbeda berisiko menimbulkan gejala demam berdarah lebih parah dibanding sebelumnya.

Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti, photo credit James Gathany, sumber gambar: CDC

Penyakit infeksi Dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang lain. Namun penyakit ini bisa menular melalui gigitan nyamuk. Jika nyamuk Aedes menggigit penderita Demam Dengue kemudian nyamuk yang terdapat virus Dengue menggigit orang sehat maka akan terjadi penularan virus.

Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue

Faktor risiko penyakit DBD:

  1. Sanitasi buruk: banyak sampah, timbunan barang bekas, banyak genangan air
  2. Banyak jentik nyamuk
  3. Ada penderita DBD di lingkungan

Indonesia rentan mengalami KLB DBD karena banyak lingkungan kondusif sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes, pemahaman masyarakat terbatas, perluasan daerah endemik akibat urbanisasi serta pembangunan pemukiman baru serta meningkatnya mobilitas penduduk.

Proses Terjadinya Demam Berdarah Dengue

Nyamuk Aedes menggigit manusia sehat kemudian menularkan virus Dengue. Nyamuk bisa menularkan virus dalam 8 – 12 hari kemudian. Masa inkubasi hingga gejala penyakit muncul dalam rentang 3 – 14 hari (biasanya dalam waktu 4 – 7 hari). Penderita demam dengue bisa menularkan virus jika dalam rentang 4 – 5 hari (dalam maksimal 12 hari sejak muncul gejala sakit) digigit oleh nyamuk.

Virus Dengue akan menyerang sel sistem retikuloendothelial seperti sel dendritic, makrofag, hepatosit, dan sel epitel pembuluh darah. Proses ini menimbulkan reaksi imunologi serta terjadi kerusakan pembuluh darah berakibat kebocoran plasma. Trombosit beserta faktor pembekuan darah berusaha mengatasi kerusakan pembuluh darah untuk mencegah kebocoran plasma. Terjadi penurunan jumlah sel trombosit, leukosit juga limfosit.

Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue

Demam Dengue (DD) klasik memiliki gejala demam 2- 7 hari dengan gejala ringan tidak spesifik. Demam dengue bisa bermula seperti infeksi virus lainnya dengan gejala awal tidak spesifik. Gejala demam dengue klasik biasanya muncul pada anak-anak kurang dari 15 tahun, dewasa pendatang, atau orang lain yang belum punya imunitas terhadap virus dengue. Demam dengue biasanya bergejala ringan, bisa sembuh sendiri dan proses penyembuhan sekitar 7 – 10 hari.

Demam berdarah dengue (BDB) dengan gejala spesifik biasanya pada infeksi kedua akibat virus dengue. Kondisi infeksi kedua virus dengue bisa bergejala lebih berat hingga timbul demam berdarah dengue. Gejala sakit lebih berat pada DBD. Pola demam naik-turun seperti pelana kuda (saddleback). Secara umum terjadi demam tinggi naik-turun terutama demam muncul pada sore dan malam hari terjadi terus-menerus selama 2 – 7 hari. Terdapat tanda perdarahan seperti bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB terdapat darah atau BAB kehitaman (melena). Penderita mengeluhkan gejala nyeri seperti sakit kepala, nyeri di sekitar rongga mata, nyeri otot pegal-linu, nyeri di persendian. Muncul gejala keluhan saluran pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut biasanya di bagian atas (ulu hati, bawah lengkung tulang rusuk. Pada gejala berat terjadi syok sehingga penderita sangat lemah, gelisah, mengalami penurunan kesadaran. Pada bayi demam tinggi bisa timbul kejang demam.

Tanda sakit DBD ditemukan demam > 37,5℃. Suhu saat demam bisa tinggi hingga 40 – 41 ℃. Terdapat tanda perdarahan di kulit bisa berupa petekie, ekimosis, purpura. Bisa disertai tanda perdarahan mukosa. Tanda terjadi perdarahan saluran pencernaan (hematemesis atau melena). Tes torniquet (rumple leed) positif dimana ditemukan > 20 petekie di area 2,5 x 2,5 cm. Terjadi pembesaran hati (hepatomegali), pembesaran limpa (splenomegali). Terjadi kebocoran plasma yang ditandai dengan efusi pleura (menumpuknya cairan diantara pleura paru) atau asites (menumpuknya cairan di rongga perut).

Tanda bahaya yang harus diwaspadai jika ada salah satu tanda/gejala:

  • Demam hilang namun keadaan penderita cenderung memburuk
  • Nyeri perut dan nyeri tekan pada perut
  • Mengalami muntah terus-menerus,
  • Lemah, cenderung mengantuk (penurunan kesadaran)
  • Perdarahan mukosa
  • Pembesaran hati
  • Akumulasi cairan di rongga tubuh
  • Kencing sedikit (oligouria)

1551332199383

  1. Fase demam ditandai dengan demam yang mendadak tinggi terus menerus disertai nyeri kepala, nyeri otot seluruh badan, nyeri sendi, kemerahan pada kulit, khususnya kulit wajah (flushing). Gejala lain seperti nafsu makan berkurang, mual, dan muntah sering ditemukan. Pada fase ini sulit dibedakan dengan penyakit bukan dengue, penyakit dengue berat maupun dengue ringan. Pemeriksaan darah, biasanya ada penurunan jumlah sel darah putih sementara jumlah trombosit dan nilai hematokrit (kekentalan darah) sering kali masih dalam batas normal. Fase ini biasanya berlangsung selama 2–7 hari.
  1. Fase kritis biasanya terjadi paling sering pada hari ke-4–6 (dapat terjadi lebih awal pada hari ke-3 atau lebih lambat pada hari ke–7) sejak dari mulai sakit demam. Pada fase ini terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler sehingga akan terjadi perembesan plasma (plasma leakage). Akibatnya darah menjadi kental. Jika tidak mendapat terapi cairan yang memadai dapat menyebabkan syok atau bahkan kematian. Keluhan sering disertai tanda bahaya berupa muntah terus menerus, nyeri perut, bahkan perdarahan. Perdarahan bisa muncul pada kulit, hidung mimisan, gusi berdarah, muntah darah atau buang air besar berdarah (bisa tinja merah atau tinja hitam). Pada pemeriksaan darah dapat ditemukan penurunan jumlah trombosit yang disertai peningkatan nilai hematokrit yang nyata.

Fase kritis ini justru terjadi pada saat suhu tubuh mulai mengalami penurunan sampai mendekati batas normal (defervescence). Akibatnya bisa terjadi keterlambatan datang berobat karena menganggap bila suhu tubuh mulai turun berarti tanda penyembuhan penyakit. Pada pasien yang tidak mengalami gangguan peningkatan permeabilitas kapiler memang biasanya akan menunjukkan perbaikan klinis menuju kesembuhan. Namun pada pasien lainnya bisa terjadi syok. Tanda syok dapat ditemukan badan dingin (terutama pada ujung lengan dan kaki), tampak lemas, hingga terjadi penurunan kesadaran.

  1. Fase pemulihan biasanya berlangsung dalam waktu 48 – 72 jam yang ditandai oleh perbaikan keadaan umum, nafsu makan pulih, kondisi membaik, dan kencing lancar. Pada pemeriksaan laboratorium darah nilai hematokrit akan mengalami penurunan sampai stabil dalam rentang normal dan disertai peningkatan jumlah trombosit secara cepat menuju nilai normal.

Pemeriksaan dan Diagnosis Demam Berdarah Dengue

Pemeriksaan demam berdarah meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan darah: trombosit, kebocoran plasma dan hitung leukosit
  • Tes serologi Dengue: deteksi antibodi IgG dan IgM virus Dengue

Terdapat demam dengue dan demam berdarah dengue. Pada demam berdarah dengue terjadi tanda perembesan plasma dan trombositopenia. Namun terkadang sulit untuk dibedakan antara DD dan DBD.

Differential Diagnosis Demam Berdarah Dengue

Diagnosis banding DBD: demam tifoid, demam akibat infeksi virus lainnya (influenza, chikungunya, dll), idiopathic thrombosytopenic purpura.

Pengobatan Demam Berdarah Dengue

Segera berobat periksa ke dokter jika dicurigai sakit demam berdarah dengue. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memutuskan rawat jalan atau rawat inap. Hingga saat ini belum ditemukan obat antivirus untuk melawan virus Dengue. Pengobatan dilakukan dengan terapi suportif mengurangi gejala kesakitan, terapi pemeliharaan kestabilan cairan tubuh, istirahat dan mencegah komplikasi.

Pada demam dengue tanpa tanda gangguan sirkulasi, pasien masih mau minum dan keluarga bisa merawat maka dipertimbangkan rawat jalan dengan tetap ada kontrol monitor oleh dokter/perawat secara ketat hingga kondisi sehat stabil. Berikan banyak minum, istirahat tirah baring/bedrest, asupan makan bergizi dan pantau monitor gejala keluhan penyakit dengan cermat. Tidak ada diet spesifik (link), namun nafsu makan pasien menurun, biasanya pemberian makanan lunak lebih mudah dicerna. Dokter biasanya meresepkan parasetamol untuk meredakan gejala demam serta nyeri. Jangan minum aspirin, ibuprofen atau obat anti nyeri NSAID sebab bisa meningkatkan risiko perdarahan. 

Jika dilakukan rawat jalan maka tanyakan hingga paham cara merawat penderita DBD, monitor tanda gejala dan segera periksa ke UGD jika terjadi tanda kegawatdaruratan. Demam dengue ringan sembuh dalam waktu 2 minggu. Jika terjadi tanda kegawatan maka pasien akan dirawat intensif di rumah sakit. Pasien akan diberikan terapi cairan melalui infus untuk mencegah perburukan gejala. Deteksi dini dan perawatan secara adekuat berhasil menurunkan risiko keparahan juga komplikasi penyakit DBD. Nafsu makan membaik bisa menjadi tanda pemulihan. Mobilisasi dilakukan secara bertahap setelah kondisi pasien sehat stabil. Selama masa perawatan ini penderita harus menghindari gigitan nyamuk supaya tidak menularkan ke orang lain di sekitar.

Komplikasi Demam Berdarah Dengue

Dengue shock syndrome, ensefalopati, gagal ginjal, gagal hati dan kematian.

Tips Kiat Mencegah Demam Berdarah Dengue

Belum ditemukan obat dan vaksin untuk mencegah DBD. Cegah DBD dengan menghindari gigitan nyamuk. Lakukan juga pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M Plus:

  1. Menguras tempat penyimpanan air secara rutin: bak mandi, ember, vas bunga, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan semua tempat dimana air tergenang.
  2. Menutup rapat tempat penyimpanan air: drum, kendi, toren, dsb
  3. Memanfaatkan kembali, daur-ulang dan membuang dengan aman barang bekas yang memiliki potensi menjadi sarang nyamuk

Lakukan 3M di atas juga PLUS: menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk serta obat anti-nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya juga ventilasi rumah, hindari kebiasaan menggantungkan pakaian di rumah, dll. Memakai baju juga celana panjang, berwarna terang dan longgar bisa lebih terlindungi dari gigitan nyamuk. Galakkan program jumantik yaitu juru pemantau jentik nyamuk di setiap rumah supaya rumah bebas jentik nyamuk. 

Meskipun sudah pernah sakit DD atau DBD tetap bisa terinfeksi lagi oleh virus Dengue lain sehingga terus lakukan upaya pencegahan dari gigitan nyamuk. Para ahli saat ini sedang mengembangkan nyamuk yang diberi bakteri Wolbachia untuk mengontrol populasi  Aedes yang menjadi vektor virus Dengue. Bakteri Wolbachia mencegah perkembangbiakan virus Dengue dalam tubuh nyamuk, menyebabkan nyamuk bertelur lebih sedikit dan memperpendek umur nyamuk. 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.