Kesehatan Anak, Menyusui dan ASI

Bayi Sakit Jantung

MENYUSUI BAYI SAKIT JANTUNG

Proses pemberian makan merupakan kesempatan bagi anak belajar tentang cinta, sentuhan kasih sayang, komunikasi juga pemenuhan asupan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang sehat. Melihat bayi sehat, bahagia dan sejahtera menjadi hadiah terindah bagi orang tua. Memiliki anak terlahir dengan sakit jantung tentu hal tidak mudah bagi orang tua. Pemberian makan anak dengan penyakit jantung bawaan merupakan sebuah proses penuh tantangan. Anak dengan penyakit jantung bawaan sulit bertambah berat badannya, meski orang tua sudah berupaya keras. Hal ini terkadang membuat sedih, khawatir juga frustasi. 

Pertumbuhan Anak 

Penyakit jantung bawaan (PJB) secara umum dibagi menjadi dua: penyakit jantung bawaan sianotik dan non-sianotik. Tipe pertama disebut dengan PJB biru (sianotik), yaitu jenis PJB yang menyebabkan warna kebiruan (sianosis) pada kulit dan selaput lender terutama di daerah lidah/bibir dan ujung-ujung anggota gerak akibat kurangnya kadar oksigen di dalam darah. Tipe yang kedua disebut dengan PJB non-sianotik, yaitu PJB yang tidak menimbulkan warna kebiruan pada anak. PJB non-sianotik umumnya menimbulkan gejala gagal jantung yang ditandai dengan sesak memberat saat menyusu/beraktivitas, bengkak pada wajah, anggota gerak, serta perut, dan gangguan pertumbuhan yang menyebabkan kekurangan gizi.

Anak dengan penyakit jantung bawaan tidak tumbuh secepat anak normal. Ketika bayi lain bertambah dua kali lipat berat lahirnya di umur 4 – 5 bulan, bayi dengan PJB sianotik akan tumbuh lebih lambat. Pertambahan berat badan 250 – 500 gram per bulan bisa jadi hal normal bagi anak dengan kelainan jantung bawaan. Kondisi ini juga dipengaruhi keadaan lain, seperti kelainan genetik, sebab penyakit jantung bawaan terkadang bisa menjadi bagian dari sindroma tertentu.

Berat badan anak naik lambat sebab kebutuhan kalori lebih besar, kemampuan makan anak terbatas dan anak lebih rentan sakit. Bayi mudah capek saat minum sehingga tidak bisa lama menyusu, biasanya dibuatkan jadwal pemberian makan frekuensi lebih sering untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrisi. Meski anak mendapat ASI dan susu formula tetap saja kebutuhan kalori makin meningkat. Beberapa bayi membutuhkan pemberian suplementasi nutrisi tambahan di ASI atau susu formula untuk meningkatkan kandungan kalori serta nutrisi. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan dan pantau tumbuh kembang anak secara teratur.

Jika Ibu Ingin Memberikan ASI 

Banyak orang tidak tahu bahwa ibu sebenarnya bisa memberikan ASI kepada bayi dengan penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan memiliki banyak tipe juga tingkatan derajat keparahan gejala. Bayi dengan penyakit jantung ringan bisa lancar menyusu di payudara. Pada bayi dengan gejala lebih berat tetap bisa dimungkinkan untuk pemberian ASI perah. Asupan nutrisi tambahan akan diberikan sesuai kondisi bayi (link).

Bayi dengan sakit jantung bawaan mungkin tidak bisa langsung menyusu saat baru lahir. Biasanya akan diobservasi secara intensif hingga kondisinya stabil. Ibu dibantu untuk memerah ASI secepatnya dalam 6 – 24 jam setelah bayi lahir. Lakukan exclusive pumping selama bayi belum bisa menyusu. Usahakan memerah ASI 6 – 8 kali sehari di minggu pertama. Saat produksi ASI sudah stabil banyak, usahakan tetap rutin memerah 4 – 5 kali untuk menjaga produksi ASI. Gunakan pompa ASI hospital grade dengan kualitas hisapan bagus, akhiri dengan memerah tangan. Jika pompa hospital grade tidak tersedia maka ibu bisa gunakan pompa ASI baru milik pribadi dikombinasikan dengan perah tangan. Usahakan juga untuk tetap rutin memerah pada saat bayi menjalani prosedur operasi jantung supaya produksi ASI terjaga lancar. Baca tips kiat sukses memerah ASI disini.

Bayi mungkin membutuhkan ASI perah melalui selang nasogastrik hingga kondisinya stabil. ASI sangat penting bagi bayi dengan sakit jantung sebab selain sebagai makanan terbaik mudah dicerna, ASI juga menyediakan faktor anti-infeksi yang bantu memperkuat kekebalan tubuh. Bayi dengan penyakit jantung bawaan lebih rentan terhadap infeksi. 

1544433066467

Menyusu di payudara lebih mudah daripada memakai di dot, sebab bayi lebih mudah mengatur koordinasi antara menghisap, menelan dan bernafas. Denyut jantung dan kerja jantung lebih stabil. Bayi bisa mendapat asupan oksigen lebih banyak. Bayi yang disusui secara umum pertumbuhannya lebih stabil (link).

American Heart Association (AHA) mendukung ibu menyusui yang tentunya disesuaikan kondisi klinis bayi. Ibu disarankan untuk menyusui  sebanyak 8 – 12 kali dalam sehari dengan terus memantau proses menyusui, tanda kecukupan asupan, kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Bayi dengan kelainan jantung ringan biasanya bisa menyusu dengan lancar. PJB membuat bayi mudah capek ketika menyusu. Ibu disarankan menyusui sebentar dengan frekuensi lebih sering supaya lebih bisa ditoleransi oleh bayi. Bila diperlukan bisa berikan ASIP ibu sebagai suplementasi tambahan.

Para ibu yang mendapat konseling serta dukungan menyusui akan lebih sukses memberikan ASI pada bayi PJB. Terbukti terdapat peningkatan pemberian ASI saat ibu mendapatkan konseling menyusui ketika melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan (link). Penelitian lain menunjukkan sebanyak 89% ibu dari bayi dengan penyakit jantung bisa memberikan ASI, meskipun hanya 13% yang menyusui langsung. Para ibu ini mampu memproduksi 500 mL ASIP dalam sehari saat melakukan exclusive pumping 5 – 6 kali. Sekitar 70% asupan bayi berasal dari ASIP (link).

Lakukan menyusui responsif dengan memastikan posisi pelekatan baik dan pantau tanda menelan ASI hingga bayi kenyang. Ibu proaktif membantu bayi menyusu. Pantau popok basah, popok kotor dan pertambahan berat badan bayi untuk memastikan kecukupan nutrisi. Minta bantuan Konselor Menyusui berkompeten supaya menyusui berjalan lancar sejak dini. Baca informasi berikut ini: 

Pastikan ibu dan keluarga harus mengetahui tentang beberapa poin berikut saat pulang dari tempat melahirkan (link)

Beberapa bayi membutuhkan bantuan makan menggunakan alat khusus seperti selang nasogastrik untuk memenuhi kebutuhan asupan. Selang nasogastrik dipasang melalui hidung hingga ke lambung. ASI perah dan formula tambahan bisa langsung dimasukkan sehingga proses makan lebih mudah bagi bayi. Tujuannya supaya pertumbuhan bayi lebih baik. Beberapa bayi butuh pemasangan gastrostomy tube (GT) atau jejeunostomy tube (JT). Jika bayi butuh suplementasi memakai media lain maka lakukan dengan teknik pemberian makan yang memfasilitasi kesempatan jeda bernafas setelah beberapa tegukan. Pastikan keluarga diberi informasi oleh tenaga kesehatan cara pemberian nutrisi anak dengan aman.

Konsultasikan pemberian MPASI bayi PJB bersama dokter. Waktu pemberian makan biasanya sekitar umur bayi 6 bulan. Bayi mungkin perlu makanan fortifikasi bersama pemberian aneka ragam bahan makanan segar bergizi seimbang sesuai dengan kebutuhan asupan nutrisinya. Pemberian makanan MPASI harus dengan disuapi pakai sendok. Makanan bayi dianjurkan resep tinggi nutrisi juga tinggi kalori untuk mengejar kebutuhan asupan nutrisi bayi. Diskusikan pemberian makan anak lebih lanjut bersama tim kesehatan berkompeten, termasuk ahli gizi.

Bayi dengan penyakit jantung bawaan banyak yang mendapat obat rutin. Obat biasanya diberikan sebelum waktu makan. Obat tidak boleh dicampur ke susu dalam botol dot. Beberapa bayi juga diberikan resep suplemen tambahan oleh dokter. Pemberian obat serta suplemen harus dilakukan dengan benar sesuai petunjuk resep dokter. Segera bawa bayi periksa ke dokter jika terdapat salah satu: bayi sakit, bayi sering muntah/gumoh atau malas/menolak menyusu.  

Responsive Feeding

Pemberian makan secara responsif dengan sabar berusaha tanpa kenal lelah kelak akan membuahkan hasil memuaskan. Bayi belajar pola makan sehat secara positif dari kesabaran orang tua. Mengasuh anak dengan kondisi khusus ini memang lebih melelahkan sehingga orang tua disarankan fleksibel dengan cara pemberian makan yang dipilih. Jadikan pengalaman makan sebagai pengalaman positif, bukan medan pertempuran ibu – anak. Ibu proaktif mengikuti kemauan bayi dengan memastikan kecukupan asupan minimal bisa terpenuhi.

Jika gangguan pertumbuhan bayi hanya disebabkan oleh kondisi kelainan jantung bawaan dengan rencana operasi, biasanya setelah proses operasi kondisi anak akan membaik. Pertumbuhan anak akan cepat bahkan bisa mengejar ketertinggalan pertambahan berat badan dan tinggi badan pasca tindakan koreksi jantung. Pada saat memasuki usia remaja pertumbuhan anak akan lebih memuaskan selama proses terapi sukses dijalankan. Jalin komunikasi secara baik bersama tim tenaga kesehatan yang menangani kesehatan anak. Kapanpun orang tua khawatir dengan pertumbuhan anak, diskusikan bersama dokter anak, dokter jantung, perawat atau ahli gizi berkompeten.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan menyusui. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.