Kesehatan Anak, Menyusui dan ASI

Bayi Prematur

MENYUSUI BAYI PREMATUR

Indonesia merupakan negara nomer 5 di dunia dengan jumlah bayi prematur tertinggi. Masuk 10 besar angka kelahiran bayi prematur tertinggi dimana persentase kelahiran prematur mencapai 15,5% dari 100 kelahiran hidup (link).

Bayi prematur merupakan bayi lahir sebelum cukup bulan yaitu sebelum umur kehamilan 37 minggu. Lama masa kehamilan biasanya sekitar 37 – 42 minggu, dengan rata-rata sekitar 40 minggu atau 280 hari. Bayi prematur menghabiskan waktu bertumbuh di rahim hanya sebentar. Kondisi ini menjadi sebuah faktor risiko kesehatan besar bagi kehidupan anak di masa kini dan di masa depan. Memiliki bayi prematur juga menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang tua.

Sebab, bagaimana pun rahim tetap menjadi tempat terbaik untuk janin tumbuh-berkembang hingga matur saat mencapai cukup bulan untuk dilahirkan.

Separuh bayi yang lahir sebelum umur kehamilan 32 minggu meninggal akibat perawatan yang kurang memadai. Lebih dari tiga perempat bayi prematur bisa diselamatkan dengan perawatan terjangkau seperti:

  • perawatan kesehatan esensial saat persalinan
  • perawatan kesehatan esensial masa post partum,
  • injeksi steroid pada ibu hamil dengan risiko tinggi megalami persalinan prematur,
  • pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri berbahaya pada bayi baru lahir
  • perawatan bayi kanguru yang memfasilitasi kontak kulit dan pemberian ASI

Perawatan menggunakan perawatan metode kanguru (PMK) dilakukan dengan perawatan metode lekat memakai kontak kulit antara ibu – bayi dan menyusui. ASI sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi yang lahir cukup bulan sehingga pemberian ASI pun menjadi sangat penting pada kasus bayi lahir prematur.

Screenshot_2018-12-07-09-59-35-01

Tips Kiat Menyusui Bayi Prematur

Bayi prematur lebih rentan mengalami infeksi, bayi kuning ikterus/jaundice, kedinginan (hipotermia) dan gangguan tumbuh-kembang. Bayi prematur dibagi menjadi tiga kelompok:

  • prematur ekstrim (lahir kurang dari 28 minggu)
  • sangat prematur (lahir 28 – 32 minggu)
  • prematur akhir (lahir 32 – 37 minggu).

Payudara ibu menghasilkan ASI istimewa dengan kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan ASI matang. Pemberian ASI bagaikan obat berharga bagi bayi prematur. ASI kaya akan faktor pelindung, sel-sel imunitas, zat besi, protein,  asam lemak serta lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaannya yang masih berkembang. Enzim serta zat bioaktif membantu pengolahan nutrisi makanan dalam ASI sehingga zat gizi mudah dimanfaatkan tubuh bayi.

Pemberian ASI pada bayi prematur membantu untuk (link):

  1. perkembangan saluran pencernaan,
  2. memperkuat sistem kekebalan tubuh,
  3. mencegah infeksi,
  4. mencegah kerusakan usus akibat necrotizing enterocolitis,
  5. menjaga kestabilan tanda vital (suhu badan, pernafasan juga denyut jantung)
  6. nutrisi berharga mengawal bayi tumbuh sehat
  7. nutrisi luar biasa bagi kecerdasan otak anak.

Metode pemberian asupan nutrisi bergantung pada umur saat dilahirkan, berat badan dan kondisi umum bayi. Bayi-bayi yang sangat kecil serta lemah akan dirawat di NICU hingga stabil. Pemberian makan melalui selang nasogastrik (sebuah selang dimasukkan melalui hidung hingga ke lambung).

1544364503225

Bayi lahir di umur 32 minggu bisa dilatih minum melalui sendok/cangkir dengan sesekali diberi kesempatan menyusu untuk mengenal payudara. Bayi prematur lahir di umur 29 minggu yang sehat stabil disarankan untuk mengenal payudara, meski masih memakai selang. Pengenalan dini ini diharapkan bantu bayi bisa lebih lancar menyusu. Bayi lahir di atas umur 34 minggu sudah memiliki refleks koordinasi bernafas, menghisap dan menelan yang baik sehingga bisa dicoba menyusu langsung di payudara dengan bantuan tambahan suplementasi.

Pemakaian suplementasi tambahan hanya digunakan sesuai indikasi medis. Ibu tetap dibantu memerah ASI sebagai sumber asupan utama saat ini dan seterusnya. Baca tips lancar memerah ASI disini.

Perawatan Bayi Metode Kanguru

Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk melatih keluarga melakukan perawatan metode kanguru (PMK). PMK adalah perawatan bayi berat lahir rendah dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu. Tubuh Ibu dan keluarga membantu menstabilkan suhu dan kondisi umum bayi-bayi kecil ini dengan PMK. PMK membantu ibu serta keluarga menjadi pusat dalam perawatan bayi kecil, termasuk bayi prematur.

Perawatan ini dikembangkan oleh dokter Rey dan Martinez di Columbia sebagai solusi perawatan bayi prematur dalam keterbatasan fasilitas. Ternyata metode ini memberikan hasil luar biasa sehingga dipraktekkan di seluruh negara, termasuk negara maju dan kaya. Cara melakukan kontak kulit dengan PMK:

  1. Orang tua melepas baju dan bra, jadi telanjang dada.
  2. Bayi hanya memakai popok, kaus kaki dan topi yang hangat jika suhu lingkungan 22 – 24°C. Jika suhu di bawah 22°C pakaikan bayi baju katun berlengan dengan kancing depan, buka kancing depannya.  Sangga kepala, leher, punggung dan pantat bayi dengan benar saat memasukkan ke baju kanguru. Posisikan tubuh bayi menempel langsung dengan tubuh ibu.
  3. Sangga tubuh bayi dengan baik kemudian letakkan di dada di antara payudara ibu dengan posisi tegak. Atur posisi kepala, leher dan badan dengan baik untuk menghindari terhalangnya jalan napas. Dada bayi menempel ke dada ibu. Posisi kepala dipalingkan ke sisi kanan atau kiri, agak ekstensi supaya mudah bernafas. Hindari posisi kepala bayi terlalu menunduk atau terlalu tengadah.
  4. Tangan bayi posisi menekuk fleksi dan kaki diposisikan dalam posisi seperti “kodok” (lihat foto di bawah).
  5. Pertahankan posisi bayi dengan kain pengikat (bisa dengan jarik) supaya bayi tidak tergelincir jatuh. Saat ini sudah banyak gendongan khusus untuk membantu ibu melakukan PMK.
  6. Ibu bisa memakai baju kemeja berkancing depan, kimono atau baju khusus perawatan bayi kanguru. Jika perlu gunakan selimut tambahan saat suhu lingkungan dingin.
  7. Bayi bisa mudah disusui dengan mengendorkan kain pengikat. PMK dilakukan sesuai kondisi bayi bisa intermiten atau kontinyu. Hindari kontak kurang dari 60 menit karena pergantian situasi yang terlalu sering bisa menambah stres bayi. Tingkatkan durasi secara bertahap.

1544149210348-01

1544149275341-01

1547519403526

PMK dilakukan sesuai kondisi bayi yang tentunya harus sudah stabil, tidak mengalami kegawatan pernafasan, sirkulasi maupun kelainan kongenital berat. Kondisi bayi juga harus dipantau saat melakukan PMK. PMK dilakukan secara rutin hingga berat bayi 2500 gram, atau mencapai usia kehamilan 40 minggu dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, atau jika bayi sudah tidak mau. PMK membantu pertambahan berat badan bayi lebih baik, lebih lancar menyusu, menyusu lebih lama dan bayi lebih sehat. PMK membantu ibu memproduksi ASI lebih banyak, lebih percaya diri, lebih tenang, mengurangi rasa frustasi dan memiliki ikatan batin yang kuat dengan anak.

Posisi menyusui bagi bayi kecil akan lebih mudah dengan posisi setengah duduk (biological nurturing), posisi dekapan silang, atau posisi bawah lengan. Rangsang bayi untuk menyusu aktif. Bangunkan bayi yang cenderung tertidur lebih dari 3 jam hingga dia sudah mantap menyusu. Minimalkan rangsangan lingkungan yang mengganggu seperti suara TV, radio, gadget serta cahaya yang terlalu terang. ASI ibu berubah menjadi ASI matang setelah bayi berumur 1 bulan. Bagi bayi-bayi yang terlalu kecil dibawah 1500 gram mungkin dokter akan menambahkan susu penguat ASI (human milk fortifier/HMF). Pemakaian susu formula khusus ini hanya sebagai tambahan sementara, asupan utama tetap ASI ibu sendiri. Perah payudara jika masih terasa penuh setelah bayi selesai menyusu. ASIP ibu juga bisa ditambahkan sebagai suplementasi saat menyusui bayi. 

PhotoGrid_1542008705407

Pantau tanda kecukupan asupan ASI, tanda menelan aktif, tanda kenyang, popok kotor, pertambahan berat badan, kesehatan dan kurva tumbuh kembang bayi. Pemantauan tumbuh-kembang memakai kurva khusus bayi prematur. Informasi berikut semoga bisa membantu:

Ibu mungkin akan terpisah dari bayi yang dirawat di NICU hingga kondisinya stabil. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu merasa sedih, kaget, tidak siap, marah, berdosa dan putus asa. Menyalahkan diri atas keadaan bukanlah hal yang tepat. Ibu harus mencoba untuk tetap makan, minum dan istirahat teratur supaya lekas pulih juga tetap sehat.

Pada kondisi ini memerah ASI dengan sering dan teratur menggunakan metode exclusive pumping akan membantu kelancaran produksi ASI. Bayi di NICU sangat membutuhkan ASI. ASI ibu akan membantu bayi untuk tumbuh sehat. Pakai pompa ASI berkualitas bagus lalu akhiri dengan memerah menggunakan tangan. Jika tidak ada pompa maka ibu bisa memerah pakai tangan. Pemberian terapi galaktagog oleh dokter akan bisa membantu peningkatan produksi ASI. Dukungan sesama kelompok ibu dengan bayi prematur akan menambah rasa percaya diri serta membuat merasa lebih baik. Bergabung dengan komunitas keluarga bayi prematur di Indonesia dan internasional supaya bisa saling menguatkan.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan menyusui. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.