Kesehatan Anak, Menyusui dan ASI

Ankyloglossia (Tongue Tie)

MENYUSUI BAYI ANKYLOGLOSSIA (TONGUE TIE)

Tongue-tie menjadi monster menakutkan bagi ibu menyusui. Hampir semua ibu yang mengalami permasalahan menyusui akan mencurigai tongue-tie sebagai penyebabnya. Padahal penyebab masalah menyusui ada banyak, ankyloglossia hanya salah satunya saja.

Tongue-tie atau tali lidah pendek atau ankyloglossia adalah kondisi kelainan bawaan pada lidah dimana variasi anatomi frenulum lingualis pendek, ketat, tebal dan fibrotic; Pada tongue tie ini frenulum lingualis mengubah penampilan dan/atau fungsi lidah akibat pemendekan, berkurangnya elastisitas, atau posisinya terlalu jauh ke depan sehingga pergerakan serta fungsi lidah menjadi terganggu. 

Frenulum lingualis ini merupakan tali membran tipis di bawah lidah. Pada kondisi normal membran frenulum tidak menghalangi fungsi dan gerakan lidah. Banyak frenulum bayi menjadi semakin elastis dengan bertambah usianya. Terkadang ada juga frenulum lingualis pendek namun tidak ketat dan tipis elastis sehingga lidah bebas bergerak. Pada pemeriksaan fisik juga akan dilihat pergerakan serta fungsi lidah.

Ankyloglossia dan Menyusui

Lidah memiliki peranan sangat penting dalam proses menyusui, berbicara dan kesehatan gigi. Penelitian membuktikan bahwa tongue-tie ini terjadi hanya pada sekitar 0,02% – 10,7% bayi baru lahir. Lebih sering pada bayi laki-laki. Tongue-tie ini dicurigai dipengaruhi oleh genetik/keturunan. Jika dalam keluarga ada riwayat kesulitan menyusui, permasalahan menyusui, bicara cadel atau kesulitan makan kemungkinan bisa juga berkontribusi pada terjadinya tongue-tie.

Tongue-tie bisa terlihat ketika lidah bayi terangkat saat mulut terbuka lebar. Bayi dengan lidah normal akan terangkat seluruh lidahnya, sedangkan bayi dengan tongue-tie hanya terangkat sebagian, terlihat berbentuk seperti hati. Lidah sulit menjulur melampaui lengkung gusi bawah atau terbelah ketika bergerak ke samping.

tongue tie lip tie Sumber gambar AAP

Sekitar 25% bayi tongue-tie mengalami kesulitan menyusui. Keluhan menyusui pada tongue tie:

  1. Bayi kesulitan mempertahankan pelekatan yang baik di areola sehingga: puting ibu tergigit, puting terasa sakit, lecet puting, bayi sulit melekat stabil, lepas-lepas saat menyusu, clap-back, terdengar suara clicking saat menghisap.
  2. Fungsi lidah tidak normal sehingga ASI bisa mengalir keluar dari sudut mulut bayi, tidak terdengar suara ASI ditelan dan bayi malas menghisap (mengempeng) padahal belum kenyang karena capek. 
  3. Hisapan ASI tidak efisien akibatnya bayi menunjukkan tanda kekurangan asupan sehingga bisa terjadi: dehidrasi, bayi kuning jaundice/ikterus, hipoglikemia serta pertumbuhan lambat, berat badan sulit naik hingga gagal tumbuh.
  4. Hisapan ASI tidak efisien sehingga ibu sering mengalami permasalahan menyusui seperti: sumbatan, plugged duct, milk blister, payudara bengkak, mastitis hingga abses.
  5. Produksi ASI bisa menurun sebab hisapan bayi tidak mengambil ASI secara efisien mengakibatkan sisa ASI menumpuk di payudara kemudian banyak FIL membuat payudara mengurangi produksi ASI. Payudara terlalu sering penuh atau mastitis tidak teratasi lambat-laun akan menyebabkan produksi ASI menurun sehingga produksi menjadi sedikit dan pertumbuhan bayi terganggu.
  6. Bayi rewel karena kurang asupan, terlalu sering menangis, sulit tidur/tidur hanya sebentar karena masih lapar, pelekatan tidak baik menyebabkan menelan udara hingga menyebabkan kolik, menyusu terlalu sebentar lalu mengempeng, menyusu lama tanpa ada tanda kenyang. 
  7. Ibu merasa ASI kurang, ASI jelek, capek, lelah lahir-batin, frustasi, stres, kecewa pada dirinya sendiri, baby blues, hingga depresi post partum karena begitu ingin menyusui namun ternyata menyusui terasa sangat sulit. Semua keluhan ini membuat menyusui sangat menderita sehingga ibu memutuskan menyapih dini.

Jika ibu tidak segera mendapatkan bantuan untuk mengatasi kesulitan menyusui biasanya jadi lebih cepat menyapih dalam waktu 3 minggu. Keluhan menyusui pada kondisi tongue tie juga dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, motivasi menyusui, kehadiran rasa nyeri, ibu kesakitan, payudara penuh, aliran ASI tidak lancar, bentuk anatomi puting ibu, bentuk langit-langit mulut (palatum) bayi serta dukungan menyusui dari keluarga serta tenaga kesehatan.

Penegakan diagnosis tongue-tie/ankyloglossia harus melalui serangkaian proses anamnesis, pemeriksaan fisik dan juga pengamatan menyusui secara langsung oleh ahli berkompeten. Terapi tongue tie dilakukan dengan observasi, perbaikan teknik menyusui dan pada kasus berat dilakukan frenotomi. 

Tips Kiat Menyusui Pada Bayi Tongue Tie/Ankyloglossia

Kabar baiknya tidak semua bayi terlahir dengan tongue-tie/ankyloglossia akan mengalami permasalahan menyusui. Banyak bayi dengan tongue tie tetap lancar menyusu serta produksi ASI melimpah sesuai dengan kebutuhan bayi. 

Ibu bisa mencoba tips menyusui berikut ini:

  • Edukasi diri dan keluarga tentang menyusui sejak masa kehamilan. Ikut konseling menyusui sebelum bayi lahir sehingga ibu memahami tentang cara lancar menyusui. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan atau kesulitan menyusui.
  • Ibu bisa membantu pelekatan bayi dengan posisi menyusui setengah duduk memakai teknik biological nurturing dimana badan bayi menghadap ke bawah menempel di badan ibu. Gravitasi akan membantu kerja lidah menjadi lebih mudah.

1542693884928

  • Masukkan payudara ke dalam mulut bayi menggunakan teknik “tea-cup hold” atau “breast-sandwich” modifikasi C-hold. Bantu menyangga payudara hingga pelekatan lebih stabil. Baca Cara Menopang Payudara link.
  • Amati tanda transfer ASI seperti gerakan hisapan aktif, suara menelan serta tanda bayi kenyang. Gunakan teknik breast compression saat bayi malas menghisap (mengempeng) namun belum menunjukkan tanda telah kenyang. Bantu pijat payudara dengan lembut saat bayi menyusu supaya aliran ASI lancar. 
  • Perah payudara jika masih terasa penuh ketika ibu selesai menyusui, kemudian berikan suplementasi ASIP ini menggunakan alat bantu laktasi, sendok atau cangkir jika bayi mengalami kekurangan asupan ASI.

PhotoGrid_1542008705407

Menunggu waktu yang mengatasi pada bayi tongue-tie dengan permasalahan menyusui terkadang terasa berat. Segera hubungi konselor menyusui berkompeten dan dokter pro-ASI untuk mendampingi jika ibu kesulitan menyusui bayi. Diagnosis tongue-tie ditegakkan dengan pemeriksaan langsung secara menyeluruh, tidak bisa hanya sekedar melihat gambar foto saja. Banyak kondisi lain memiliki gejala menyerupai keluhan tongue tie sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut.

Jika dengan bantuan praktis menyusui tidak teratasi, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Dokter mungkin akan melakukan frenotomi jika terdapat indikasi medis dimana terjadi gangguan fungsi lidah atau gangguan menyusui pada bayi tongue-tie/ankyloglossia yang tidak teratasi dengan perbaikan manajemen menyusui (link).

Namun perlu diingat untuk tetap harus disertai perbaikan manajemen menyusui. Permasalahan menyusui yang sudah terlanjur timbul juga tetap perlu upaya untuk diatasi dengan benar. Perbaikan kondisi menyusui butuh waktu dan usaha sehingga motivasi menyusui harus kuat. Frenotomi tanpa motivasi menyusui dan manajemen menyusui yang baik ternyata tidak berperan dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif.

Sejumlah kecil ibu memang tidak bisa menyusui dengan alasan indikasi kesehatan. Namun sebagian besar ibu gagal/tidak bisa menyusui bayi sesuai keinginannya karena tidak tahu caranya dan tidak mendapatkan dukungan menyusui. Minta bantuan konselor menyusui, tenaga kesehatan juga keluarga untuk mendampingi proses menyusui. Segera periksa konsultasi bersama Konselor Menyusui berkompeten kapan pun mengalami permasalahan menyusui. Lakukan kontrol pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Dukungan menyusui berkelanjutan sesuai kondisi bisa memfasilitasi banyak ibu mewujudkan keinginan dan berhasil mendapatkan pengalaman menyusui menyenangkan. 

 

 

 

 

PERHATIAN!

WEBSITE INI BUKAN UNTUK TUJUAN PENGOBATAN. ARTIKEL HANYA BERSIFAT SEBAGAI EDUKASI UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI DAN TIDAK MENGGANTIKAN PENANGANAN MEDIS DARI DOKTER/AHLI PROFESIONAL SECARA LANGSUNG. PERIKSAKAN KE DOKTER/AHLI JIKA ANDA MEMILIKI PERMASALAHAN KESEHATAN/KONDISI LAIN YANG MENGGANGGU. SEGERA KE RUMAH SAKIT ATAU UGD JIKA ANDA MERASA SAKIT, MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN ATAU DALAM KONDISI DARURAT.